APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Senja di Matamu

Senja di Matamu

Tiga tahun ketulusan Tania Sane hancur seketika saat mengetahui dirinya hanyalah bayangan Nina Lopez, cinta pertama Chaz Limex. Setelah mendengar rencana kepulangan Nina dan niat Chaz yang ingin menyingkirkannya dengan uang, Tania mengambil keputusan besar. Tanpa sepengetahuan Chaz yang mengira rahasianya aman, Tania menghubungi ayahnya untuk segera mengurus imigrasi pernikahan ke Prancis dalam waktu satu bulan, bertekad pergi sebelum penyesalan datang menghampunya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Nina: [Chaz, di mana? Kok nggak melihatmu?]

Chaz: [Aku sudah kembali ke mobil. Fans-mu terlalu banyak, nggak baik aku muncul.]

Nina: [Kalau gitu, kita ketemuan di hotel saja.]

Chaz mengirim emoji oke.

Nina: [Sudah lima tahun nggak ketemu. Aku sudah sangat rindu.]

Tania mencibir dan terus menyibukkan diri membuang barang-barang.

Saat Chaz pulang, hari belum terlalu malam.

Dia sudah minum alkohol, dan seulas senyum masih tersungging di wajahnya yang biasanya tanpa ekspresi.

Dia memegang sebuket besar mawar merah di tangannya dan berkata dengan suara baritone-nya, "Aku sudah pulang."

Tania meringkuk di sofa, mengunggah foto-foto ke situs web penjualan barang bekas. Dia berencana menjual beberapa barang berharga lalu menyumbangkan uang hasil penjualannya.

Mendengar suaranya, Tania menutup komputernya dan melihat ke arah Chaz.

Chaz menghampiri dan menyelipkan bunga itu ke dalam pelukannya. Lalu memeluk Tania bersama dengan buket bunga itu, dan mencium bibirnya.

"Kenapa? Rindu aku?"

Tania manyun dan diam, sambil melihat dan mengendus aroma mawar.

Seolah-olah disulap, Chaz mengeluarkan sebuah kotak panjang dari kertas pembungkus bunga mawar dan membukanya.

Matanya yang bulat besar dan penuh kasih sayang kini sedang menatapnya dengan saksama, terlihat begitu memikat.

Tania melirik dan menyadari bahwa itu adalah kalung berlian yang dia incar, senilai lebih dari enam miliar rupiah.

Tania hanya meliriknya sesaat beberapa hari yang lalu ketika mereka berbelanja bersama. Tak disangka, Chaz benar-benar membelinya hari ini.

Melihat Tania melongo menatap kalung itu, Chaz membungkuk dan mencium pipinya. "Begitu senangnya sampai nggak bisa bicara? Sini kupakaikan!"

Tangan ramping Tania yang putih mengelus kalung itu, dan dia berkata lembut, "Mawar dan berlian? Kukira kau sedang melamar."

Chaz berhenti sejenak dan melirik Tania.

Nadanya sedikit cuek, "Ada yang lebih baik saat aku melamar nanti."

Tania mencibir, "Harus tunggu berapa lama lagi?"

Senyum di wajah Chaz memudar, yang tersisa hanyalah tatapannya yang dingin.

Tania mengalihkan pandangan, mengulurkan tangan untuk melepas kalungnya.

Chaz meraih tangannya, mencium bibirnya, dan menekannya ke sofa.

Tubuhnya langsung menegang, dan dia memalingkan wajahnya dari bibir Chaz, menekan tangannya.

"Aku... aku sedang berhalangan."

Kata-kata Chaz terdengar mendominasi dan dingin.

"Jangan sembarangan, mens-mu baru kelar."

Kemudian, Chaz meraih tangannya.

Tania panik.

Saat itu, telepon Chaz berdering.

Tania segera mendorongnya ke samping. "Teleponmu, cepat angkat."

Chaz yang merasa sedikit kesal, mengeluarkan ponselnya dari saku.

Tania berada di bawahnya, sehingga melihat layarnya dengan jelas.

ID Penelepon: [Nina].

Chaz segera meletakkan ponselnya di sofa, dan saat melihat Tania masih berekspresi normal, Chaz berdiri dan berkata, "Kuangkat dulu."

Lalu, sambil membetulkan celananya, dia mengambil ponselnya dan naik ke atas.

Sesaat kemudian, dia turun dengan setelan jas yang dibuat khusus.

"Seorang temanku punya masalah. Aku pergi bantu. Kau tidur saja dulu."

Dia tidak menyadari bahwa banyak barang kecil yang telah hilang dari vila itu, sehingga villa tampak agak kosong.

Chaz sudah tiga hari tidak pulang.

Dia menelepon untuk memberi tahu bahwa dia sedang sibuk dengan pekerjaan.

Tania cukup tenang.

Namun Tania tidak tahan dan memeriksa akun media sosial Nina.

Nina memperbarui akunnya setiap hari.

Pada hari pertama, ada foto yang memperlihatkan dua tangan yang berdenting dengan dua gelas anggur merah, keterangan bertuliskan: [Beberapa persahabatan bagaikan anggur merah, semakin kuat seiring bertambahnya usia.]

Tangan lainnya adalah tangan seorang pria.

Tania mengenali tangan ramping itu dan cincin di jari manisnya. Itu adalah sepasang cincin pasangan yang dibuat khusus. Tania juga memiliki cincin yang sama.

Dia melepas cincin itu dan berkata dengan senyum masam, "Terlalu terbiasa memakainya, sampai lupa menjualnya."

Keesokan harinya, ada foto yang menampilkan matahari terbenam di pantai. Keterangannya berbunyi: [Seandainya bisa menua di sini.]

Tania mengenali dua pohon kelapa yang bersebelahan di foto tersebut.

Itu adalah pohon-pohon yang dia dan Chaz tanam bersama di pantai dekat vilanya, dan dihiasi dengan prakarya yang Tania buat sendiri.

Hari ketiga adalah foto yang diambil di bandara, sosok Chaz yang tinggi dan mengesankan muncul di tengah keramaian.

Para penggemar Nina menggila, bertanya apakah dia sedang pacaran.

Nina membalas: [Nggak, aku hanya kembali ke tempat yang familiar, dan merasa emosional.]

Tania menahan kepahitan di hatinya.

Dia dengan cermat mengirimkan barang-barang yang terjual kepada para pembeli dan menyumbangkan hasilnya ke yayasan amal selebritas.

Karena ada beberapa perhiasan sangat berharga sehingga tidak ada yang mau membelinya secara online, jadi dia pergi ke balai lelang.

Dia juga pergi ke universitas untuk menyelesaikan prosedur pengunduran diri dari program pascasarjana, lalu ke kantor imigrasi, ambil foto, dan sidik jari.

Seanjutnya, dia menghapus akun media sosial dan akun belanja online yang jarang digunakan, hanya menyisakan dua akun yang sering digunakan, yang akan dia hapus sebelum naik pesawat.

Hari ini adalah hari ulang tahunnya.

Setelah tengah malam, pesan-pesan ucapan selamat dan panggilan telepon terus berlanjut.

Dari orang tuanya, kakaknya, teman sekelasnya, teman-temannya, mentor dan profesornya.

Tapi tak sepatah kata pun dari Chaz.

Tania mendongak dan melihat bingkai foto di dinding.

Dia meringkuk dalam pelukan Chaz, tersenyum manis, bahagia, dan puas, seolah dia memiliki segalanya.

Namun wajah tampan Chaz tampak dingin, tatapannya dalam dan tanpa ekspresi.

Tania tertawa ironis dan menggeser kursi untuk menyingkirkan bingkai foto itu.

Tiba-tiba, pintu terbuka.

Chaz masuk.

Wajah tampannya muram, dan dia memancarkan aura dingin.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Sang Paranormal
8.6
Intan, desainer sukses berusia 30 tahun, begitu fokus pada karier hingga mengabaikan asmara. Status lajangnya memicu gunjingan tetangga dan tekanan dari ibunya, Sukma. Terbebani situasi ini, Intan mencurahkan isi hatinya kepada sang sahabat, Luna. Menyadari sikap dingin Intan pada pria, Luna curiga ada pengaruh sihir di baliknya dan menyarankan pengobatan alternatif. Benarkah ada kekuatan gaib yang selama ini menghalangi jodoh Intan?
Sampul Novel Istri Yang Kesepian
8.5
Pernikahan yang seharusnya penuh kehangatan justru berubah menjadi penuh tanda tanya dalam novel modern Istri Yang Kesepian. Sang suami menyimpan sebuah rahasia gelap yang tak sanggup ia ungkapkan. Alih-alih menyelesaikan masalah rumah tangga mereka sendiri, ia justru mengambil keputusan tak biasa dengan meminta bantuan dari pria lain untuk mendampingi istrinya. Kisah romantis berbalut misteri ini akan membawa pembaca menelusuri intrik, dusta, dan pencarian kebenaran di balik keputusan mengejutkan sang suami.
Sampul Novel Madu Untuk Suamiku
8.4
Fransiska Damayanti dan Arya Praptama adalah pasangan kaya raya yang tampak sempurna di mata publik. Namun di balik kemewahan itu, sepuluh tahun pernikahan mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Merasa tertekan dan ingin menyelamatkan rumah tangganya, Siska mengambil keputusan yang tak terduga: ia menjodohkan suaminya sendiri dengan Dinda Kinara, seorang gadis yatim piatu berusia 17 tahun yang hidup sederhana di desa bersama nenek dan adik lelakinya. Sejak usia sepuluh tahun, Dinda telah kehilangan kedua orang tuanya. Kini ia harus terjebak dalam perjanjian pernikahan yang rumit dengan pria yang jauh lebih tua darinya—sebuah pengorbanan yang akan mengubah hidup mereka bertiga selamanya.
Sampul Novel Modus Tuan Muda
8.5
Mona Latea harus menerima nasib buruk setelah dipaksa menggantikan Elisa, kakaknya yang kabur dari perjodohan. Kini, hidupnya diabdikan untuk melayani seorang tuan muda kaya yang kekanak-kanakan dan sangat merepotkan. Tanpa upah sedikit pun, Mona terpaksa bertahan melewati hari-hari penuh tekanan. Kisah cinta romantis ini diwarnai intrik rumit antara kewajiban yang menjerat dan daya pikat manipulatif sang tuan muda.
Sampul Novel Pengkhianatan Sang Gamma, Pasangan Pendendam Sang Alpha
8.2
Lima tahun aku berkorban demi membantu Lucian meraih posisi Gamma. Sialnya, ia justru membiarkanku disiksa di penjara demi saudara tiriku. Menyadari ia hanya memanfaatkan cintaku demi takhta, aku bersumpah membalas dendam. Saat Lucian datang ke upacara ikatanku dengan harapan palsu, aku akan menghancurkannya. Ia akan menyaksikan sendiri bagaimana aku bersanding dengan rivalnya, seorang Alpha yang menjadi pasangan kedua sejatiku. Ini adalah awal dari kejatuhan mutlaknya.
Sampul Novel Silent Wounds
9.1
Akibat trauma masa lalu, Nala Olivia kehilangan suaranya dan memilih hidup dalam kesunyian demi menyembunyikan luka. Namun, ketenangannya hancur saat Aska Faresta, pria yang menjadi sumber kepedihannya, tiba-tiba hadir kembali. Bukannya menjauh, Aska justru murka melihat kondisi bisu Nala, memicu tanda tanya akan kepeduliannya. Keadaan semakin kacau ketika Aska membawanya pulang dan nekat mengakui Nala sebagai istrinya di hadapan sang ibu. Kini, Nala harus mencari cara meluruskan kebohongan rumit ini.