APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Selir Harem Memelihara Monster Perkasa

Selir Harem Memelihara Monster Perkasa

Di tengah dinginnya harem karena Kaisar yang jarang berkunjung, keanehan justru terjadi saat para selir tampak begitu bahagia dan berseri-seri setiap hari. Rasa penasaran sang protagonis akhirnya terjawab ketika ia berhadapan langsung dengan sesosok makhluk misterius berekor yang menyerupai manusia. Keberadaan entitas aneh inilah yang ternyata menjadi rahasia besar di balik kegembiraan para wanita harem, yang kini selalu menantikan datangnya malam dengan penuh harap.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku panik. Tanpa berpikir panjang, aku berlari menuju pintu.

Ada dua hal yang membuatku ketakutan. Pertama, aku takut benar-benar terlibat dalam sesuatu yang melampaui batas. Kedua, kekuatan manusia-hewan itu begitu mencolok, membuatku merasa kecil dan lemah di hadapannya.

"Kenapa lari, cantik?" Suara berat itu terdengar dari belakang dan semakin mendekat.

"Dulu, Vina juga sepertimu ... takut dan mencoba menjauh. Tapi akhirnya, dia memohon agar aku nggak meninggalkannya setiap malam. Dia bahkan memberiku padamu untuk malam ini. Bukankah seharusnya kamu menghargai kesempatannya?"

Aku bisa merasakan embusan napas hangat di telingaku. Detak jantungku melonjak tak terkendali.

Apakah ini benar-benar akan terjadi? Apakah aku akan ... dengan makhluk ini?

Tiba-tiba, sesuatu yang lembut dan basah menyentuh telingaku. Aku tersentak. Ada durinya! Seluruh tubuhku gemetar hebat, napasku tersendat.

"Nggak ... tolong ... jangan," bisikku lemah.

Aku mencoba membuka pintu, tetapi tubuh kekarnya melingkupiku dan menahan gerakanku. Panas tubuhnya terasa seperti bara api yang membuatku semakin tak berdaya.

Manusia hewan itu bukan hanya kuat, tetapi tubuhnya terasa jauh lebih sempurna daripada manusia biasa. Sudah lama aku tidak merasakan keintiman seperti ini.

Tanpa sadar, tubuhku sedikit bersandar ke arahnya, hampir menyerah pada kekuatan dan auranya yang mendominasi. Dia tertawa kecil, suara beratnya menggema di telingaku.

"Masih pura-pura keras kepala?"

"Manusia selalu suka mengatakan yang berlawanan dengan keinginannya," gumamnya sambil terus mendekatkan tubuhnya ke tubuhku.

Tangannya mulai menjelajahi tubuhku, dan cakar khas hewan yang tajam menyentuh kulitku dengan sensasi yang sulit diabaikan. Ketika dia mulai mencoba menjangkau bagian dalam pakaianku, aku mengerahkan seluruh tenagaku dan mendorongnya sekuat mungkin.

Pintu akhirnya terbuka dan aku berlari keluar dengan napas terengah-engah, tanpa menoleh ke belakang.

....

"Kak Vina, terima kasih atas niat baikmu. Hidup di istana memang sepi, tetapi aku tidak bisa mengabaikan orang tuaku."

Setelah kejadian itu, aku sengaja menghindari Kak Vina selama beberapa hari. Saat berkeliling di harem, aku juga tidak melihat tanda-tanda keberadaan manusia hewan itu.

Apakah dia hanya tinggal di istana Kak Vina? Apakah kesehariannya hanya makan dan tidur di satu ruangan kecil?

Aku menggelengkan kepala dengan cepat, berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran itu. Namun, kenapa beberapa hari terakhir aku terus memikirkan makhluk itu?

Aku samar-samar mengingat, sebelum aku melarikan diri waktu itu, bulu singa khasnya begitu nyata di tubuhnya. Memang pantas disebut raja hutan. Hanya dengan melihatnya sekali, langsung bisa terpesona oleh keperkasaannya.

Aku segera menampar pipiku ringan. Tidak, aku tidak boleh memikirkan hal seperti ini lagi!

Ketika sedang duduk di tepi danau untuk menenangkan pikiran, tiba-tiba terdengar suara gemerisik di dekatku.

Suara itu ... mirip sekali dengan yang kudengar di kamar Kak Vina beberapa hari lalu. Ada sesuatu tentang suara itu yang membuat hati ini berdebar dan gelisah.

"Sayang, tarik kembali ekor ular itu. Kalau dibiarkan begitu, orang pasti akan melihatnya."

Suara itu ... bukankah itu milik Selir Yinari?

Selir Yinari dikenal sebagai wanita yang selalu dingin dan jarang tersenyum. Bahkan dalam percakapan singkat, dia sering menyindir orang lain. Namun sekarang, dia berbicara dengan nada manja seperti itu?

Tunggu. Ular?

Apakah dia juga bersama seorang manusia hewan? Jadi, di istana ini bukan hanya ada satu manusia hewan?

Aku menggigil. Aku selalu merasa jijik dengan hewan melata bersisik seperti ular. Membayangkan seseorang harus bersama makhluk seperti itu membuatku merinding. Aku ingin segera pergi dari tempat itu. Namun tiba-tiba, sesuatu menarik kakiku.

Rasa dingin yang menjalar ... itu jelas ekor ular! Aku berteriak ketakutan, tetapi sebelum suaraku sempat menggema, seseorang langsung membungkam mulutku.

Aku menggeliat, mataku membelalak ketakutan dan mengeluarkan suara tercekik, "Mmmhh!"

Setelah beberapa saat, orang itu akhirnya melepaskanku. Aku buru-buru menghapus jejak basah dari bibirku, air mata mulai mengalir karena rasa takut dan keterkejutan.

"Kenapa? Belum pernah dicium?"

Yang bertanya padaku adalah seorang manusia hewan dengan sisik berkilauan di wajahnya. Namun anehnya, dia tidak tampak menakutkan sama sekali. Bahkan, sisik-sisik itu justru memberinya daya tarik yang memikat. Sungguh enak dipandang.

"Hei! Apa yang kamu lihat!"

Itu suara Selir Yinari. Dia mendorongku dengan keras dan memutar matanya kesal.

"Ini manusia hewan milikku. Kalau kamu mau , cari saja yang lain sendiri!"

Setelah memarahiku, nada bicaranya berubah menjadi manja dalam sekejap. "Sayang, kenapa kamu bersikap akrab sama orang lain di depanku? Nggak heran kalau orang-orang bilang, ular itu pada dasarnya ...."

Belum selesai dia bicara, bibirnya langsung dibungkam oleh ciuman manusia hewan itu. Suara basah itu segera mengingatkanku untuk tidak melihat lebih jauh. Untungnya, ekor ular yang melilit kakiku sudah terlepas.

Aku segera berlari keluar dari balik bebatuan buatan itu. Sejak tahu bahwa istana ini dipenuhi manusia hewan, aku sering kali melarikan diri dengan cara seperti ini ... terburu-buru dan malu. Namun, apa yang sebenarnya kutakuti?

Yang kutakuti adalah, begitu aku menyerah pada keinginan, aku tidak akan bisa berhenti. Aku ingat betul, bagaimana malam-malam panjang di istana membuatku sulit tidur.

Tiga tahun lalu, ketika aku pertama kali masuk ke istana, aku pernah merasakan kenikmatan itu beberapa kali.

Kalau tidak pernah merasakannya, mungkin aku bisa bertahan. Namun, setelah tahu seperti apa rasanya, kehilangan itu terasa menyiksa. Aku menyentuh lembut daun telingaku. Bekas sentuhan kasar dengan duri kecil itu masih begitu terasa.

Manusia hewan ... ada singa, ada ular ...apakah ada yang lain? Yang bertubuh kekar dengan kulit kecokelatan. Yang memikat dengan kulit pucat. Dan yang lainnya ....

Tanpa sadar, pikiranku melayang terlalu jauh, hingga aku mendapati diriku sudah membuka pakaian. Namun, tepat saat itu, pintu kamarku terbuka dengan suara keras. Jantungku berdegup kencang, aku buru-buru membungkus tubuhku dengan kain seadanya.

Sayang, semuanya sudah terlambat. Aku telah tertangkap basah. Manusia hewan yang masuk kali ini berbeda. Tubuhnya tinggi dan ramping, dengan wajah yang luar biasa tampan. Sekilas, aku tidak bisa menebak dia manusia hewan jenis apa.

"Siapa kamu? Cepat keluar dari sini!" bentakku, mencoba menyembunyikan rasa gugup. Alih-alih pergi, dia tersenyum tipis.

"Kamu bisa memanggilku Zian. Aku datang malam ini untukmu. Aku nggak akan pergi."

Kekuatannya luar biasa besar. Dengan mudah, dia merobek pakaian yang tadi kupakai untuk menutupi tubuhku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hello Again, Husband!
9.5
Kehancuran Natta akibat dikhianati Hasbi membawanya kembali ke masa SMA berkat sebuah jam misterius. Bertekad membalas dendam, ia justru menemukan trauma masa lalu suaminya yang tersembunyi. Kehadiran Hasbi muda yang memikat kini membuat Natta bimbang antara menuntaskan amarah atau kembali jatuh cinta. Di tengah misteri dan kesalahpahaman yang mulai terungkap, ia harus memilih jalan hidupnya.
Sampul Novel Misi pangeran mermaid
8.2
Tirta, pangeran duyung berumur enam belas tahun, mengemban tugas penting ke daratan demi memenuhi ramalan kuno berusia seratus tahun. Ditemani kakaknya, Natasya, ia harus beradaptasi di dunia manusia. Namun, rencana itu terusik saat Tirta terpikat oleh Bella pada pertemuan pertama mereka. Kini, ia dihadapkan pada rintangan perbedaan dunia yang sulit ditembus. Bisakah jalinan asmara ini bertahan di kala misi besar mengancam takdir mereka?
Sampul Novel Misteri nyai Ratu Blorong
8.8
Legenda pesugihan laut selatan Jawa sering dianggap dongeng belaka. Namun, sosok Nyi Ratu Blorong sang siluman ular sebenarnya nyata dan melampaui mitos mistis itu sendiri. Entitas tak kasat mata simbol kekayaan ini tetap setia mendampingi para sekutunya hingga kini. Di tengah kehidupan masyarakat milenial yang modern, eksistensi gaibnya masih bertahan kuat tanpa disadari oleh manusia yang hidup berdampingan dengannya.
Sampul Novel Nilakandi
9.6
Enam tahun lamanya, Diwana tersiksa oleh mimpi berulang tentang gadis bergaun biru beraroma harum dan berlonceng, yang tak boleh ia sentuh atau ajak bicara karena aturan gaib. Batas antara khayalan dan kenyataan runtuh saat ia bertemu Nilakandi, sosok nyata yang sangat mirip dengan perempuan dalam tidurnya. Pertemuan ini perlahan menyingkap rahasia besar serta takdir misterius yang selama ini menyelubungi kehidupan Diwana.
Sampul Novel Pendekar Kristal Naga
7.9
Terdampar di pesisir Kepulauan Malaka, Gandar Maitreya yang merupakan keturunan klan Naga kini jadi buruan utama para pemburu bayaran. Musuh-musuhnya haus kekuasaan dan mengincar ingatan Gandar tentang Kristal Naga. Artefak legendaris tersebut memiliki kekuatan untuk menobatkan pemiliknya menjadi raja di tiga dunia: Manusia, Naga, dan Iblis. Demi bertahan hidup dari kepungan maut yang mengintai, Gandar harus berjuang memulihkan ingatan serta mengungkap jati diri aslinya dalam pelarian.
Sampul Novel Pendekar Sembilan Matahari
9.5
Demi berguru pada Empat Sesepuh, Chen Long rela bertahan dari segala penindasan di Perguruan Tong Lam Pai. Impian itu kandas saat ia ditolak, namun takdir mempertemukannya dengan seorang koki tua misterius yang mengangkatnya sebagai murid. Chen Long segera menyadari bahwa sang koki adalah sosok sakti mandraguna. Sayang, perjalanan cintanya dengan Xiao Liong Li penuh rintangan hingga memisahkan mereka selama lima belas tahun. Di tengah pencarian, kesetiaan Chen Long diuji oleh banyak wanita yang terpikat padanya.