APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Self Satisfaction

Self Satisfaction

Terbawa gairah yang membara, Luna dan Gian larut dalam keintiman yang mendalam. Walau diliputi keraguan dan kecemasan, Luna akhirnya menyerah setelah Gian berjanji akan bertanggung jawab atas segalanya. Tindakan penuh risiko itu pun mereka lakukan. Namun, kepuasan sesaat tersebut segera berganti menjadi ketakutan besar bagi Luna. Kini, ia harus berkejaran dengan waktu, berjuang mencari solusi cepat guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aduh, Mas, maaf, maaf," ucap perempuan itu seraya memungut ponsel Damar.

"Kamu lagi!" sentak Damar begitu mengenali wajah wanita dihadapannya. Nikita.

Pupil mata Nikita membesar. "Astagfirullah, Mas lagi. Maaf, Mas. Saya buru-buru." Seraya menggaruk telinganya tidak gatal.

"Kenapa, Say?" Citra terkekeh melihat kejadian itu.

"Sebentar, ya, Mas." Nikita yang masih memegang ponsel Damar tanpa sadar menghampiri Citra di meja kerjanya.

"Buruan foto aku sekarang. Cetak sekarang juga. Buat ukuran tiga kali empat. Bikin tiga lembar, sama ukuran dua kali tiga. Dua lembar. Total lima lembar, ya, Cit?" sambungnya

"Mendadak amat. Buat apa?"

"Diminta kantor. Lupa aku kemarin bikin. Ini juga lagi jam kerja. Jam tiga nanti harus sudah jadi."

"Ya, tapi dua kali lipat lo bayarnya? Soal dikerjai express gitu."

"Yaelah, perhitungan banget lo sama sahabat sendiri."

"Edah! Bisnis, Say." Citra tertawa dalam hati.

"Terserahlah." Nikita memilih untuk mengalah. Jika tidak? Urusannya tidak akan kelar-kelar! Hanya perihal duit. Apalagi si Citra itu nggak mau kalah debat.

Sementara Damar masih bengong di tempat kerena ponselnya dipegang Nikita. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba ponsel Damar bunyi. Dan tanpa sadar Nikita langsung mengangkatnya. Suara tenor pria.

"Astagafirullah…."

Dengan wajah bodoh Nikita menghampiri Damar yang menatap dingin padanya. Namun tidak bisa disembunyikan sedang menahan senyum.

"Maaf lagi, Mas. Ini handphone-nya." Nikita nyengir malu.

Damar menyambar ponsel mahalnya lalu keluar tersenyum geli. Dia menuju ke tempat mobilnya dipakir, dibukanya pintu mobil dan duduk di jok belakang stir. Damar membunyikan klakson sebagai tanda pamit. Beberapa saat setelah mobil Bugatti Divo merah itu menghilang di tikungan.

Nikita lalu berbalik ke arah Citra. Wanita itu memandangnya dengan penuh tanya.

"Kamu tahu siapa cowok ganteng itu?" tanya Citra setelah Nikita siap difoto

"Tahu. Cowoknya si Luna. Mau foto prewed, ya?"

"Baru pesan kartu undangan sama nentuin jadwal fotonya."

"Beruntung amat si Luna. Dapat calon suami ganteng mirip artis bollywood gitu, punya jabatan tinggi pula dikantornya."

"Dia punya ini…." Citra memainkan jarinya isyarat uang. "Dan pake susuk kali si Luna."

Nikita dan Citra tergelak.

****

Pagi yang tenang di sebuah kamar yang ditemani suara detakan jam terlihat seorang pria yang fokus mengenakan dasi berbentuk kupu-kupu di depan cermin berukuran 60 x 160 yang menempel di dinding kamarnya. Lalu pria itu meraih tuxedo yang tergantung di coat hanger di sebelah pintu kamar. Pagi itu dia akan segera melaksanakan akad nikah dengan istri pilihannya di sebuah masjid besar di Minahasa. Terlihat semua sanak keluarga sudah berkumpul di pelataran Mesjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, menunggu kedatangan calon pengantin wanita. Namun baru beberapa menit sebelum hari bahagia itu terlaksana mereka mendapat kabar buruk dari calon pengantin wanita. Empat jam sebelum akad nikah calon pengantin wanita diketahui meninggal dunia dengan meminum racun.

Dia ditemukan tewas di kediamannya, sementara di undangan tertera akad nikah akan diadakan sekitar pukul 09.00 dan resepsi pukul 12.00 Wita. Dari keterangan saksi, calon pengantin wanita mengakhiri hidupnya dengan meminum racun tikus. Pengantin wanita diduga memiliki motif bunuh diri karena mengalami depresi akibat sakit yang dideritanya. Sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun cair. Calon pengantin perempuan meninggal dengan mengenakan pakaian pengantin pada detik itu juga.

Sang mempelai pria pun tak kuasa menahan rasa sakit. Dunia seperti gelap di mata Damar. Ia tak sadarkan diri setelah mendapatkan kabar itu, pernikahannya gagal. Damar dan beberapa keluarga kemudian menyaksikan pemakaman jenazah calon istrinya di kabupaten Bunaken.

Kembali ke Minahasa, setelah kehilangan calon istri yang sangat dicintainya Damar terlihat seperti manusia linglung. Dan di malam itu, tanpa ada keluarga yang mengetahuinya Damar pergi ke Desa suluan Minahasa. Lokasi yang dikenal sebagai tempat paling angker. Karena banyak orang bunuh diri di jurang itu. Kedatangan Damar yang tiba-tiba di lokas dan terlihat sudah gelap mata nekat mengakhiri hidupnya karena orang dicintainya telah meninggal dunia, sehingga tidak ada lagi alasan baginya untuk hidup di dunia ini. Di detik ketika ia hendak melompat ke jurang, seorang wanita rambut hitam legam, bola mata berbentuk bulat, jernih, dan bulu mata yang lentik dan usianya dua puluh tiga tahun tiba-tiba menarik tangannya. Terlihat sang wanita memeluk erat tubuh kurus itu hingga berhasil menggagalkan niat Damar.

Perlahan bayangan hari itu memudar. Seperti di-fade out bila dalam adegan sebuah film.

Damar ingin menangis bila ingat lagi kejadian pahit menimpa diri dan keluarganya dua tahun lalu. Namun di sela tangisnya itu kadang ada senyuman. Perlahan tapi pasti, pahlawannya itu bisa memudarkan kenangan pahit tentang hari itu walau di hari-hari tertentu kadang kelebatan menganggu.

Deringan telepon, sontak membuat Damar sedikit tersentak mendengarnya.

"Halo. Tunggu 30 menit, saya sementara di jalan menuju ke sana," ujar Damar seraya memastikan sambungan telepon secara sepihak. Mobil itu meluncur dengan kecepatan rata-rata.

*****

Selepas Azan magrib sekitar jam tujuh malam, pulang kerja, di mana orang-orang menikmati waktu santainya. Justru sebaliknya dirasakan oleh wanita blasteran arab yang tampak terengah-engah di depan

pintu rumah minimalis berlantai dua berwarna dominan putih, ada balkon di depan dan di samping, ada kolom tenang juga kolom ikan, bahkan tanaman hidroponik yang subur dalam pipa. Tak lama berselang, wanita itu menarik napasnya yang sejak tadi terengah-engah secara perlahan-lahan.

Seminggu sebelumnya dia sudah janji akan datang ke rumah Luna. Untuk membicarakan soal performance grup bandnya di acara resepsi pernikahan sahabatnya itu.

"Sialan!" makinya dalam hati. Kerutan di dahinya menggambarkan perasaan kesal wanita itu. Jika diingat-ingat kembali. Dia betul-betul sial hari ini!! Bayangkan saja! Mulai dari terjebak macet pagi tadi, diomelin bosnya, kemudian sepatu kesayangannya hilang entah kemana.

Sekarang giliran motornya bermasalah!!

Apes-Apes!!

Lima menit berselang, gejolak kelelahannya berangsur-angsur hilang. Diketuk pintu rumah tersebut. Tak lama orang tua sahabatnya menyambut dia ramah, karena Nikita sudah dianggap anak sendiri.

"Gimana kabar ibumu. Nak?" tanya wanita paruh baya usianya kisaran 65 tahun. Tersenyum lembut sambil menepuk bahu wanita muda berparas cantik di depan matanya.

Nikita pun menjawab, "Sehat, Tante." Dia menggaruk telinganya mengurangi rasa canggung. Makhluk saja dia sudah jarang main ke rumah sahabatnya terakhir pun sewaktu SMA.

Rasa lega merayapi wajah Ibu Mila tak lain adalah Ibu Luna, mengatakan besok akan menemui ibu Nikita. Ibu Mila sedikit berceloteh, kangen shopping bersama lagi.

"Oh Iya, Tante, aku izin ketemu Luna boleh?" Nikita cengar-cengir merasa tak enak hati meninggalkan Ibu Mila sendirian.

"Oh, astaga! Kamu pengen banget ketemu Luna, tante pikir kamu datang karena kangen sama tante lho" canda Ibu Mila sambil tertawa. "Tentu boleh, Nak. Dia ada di kamarnya. Mungkin dia capek banget setelah pulang dari Malang. Dia udah nggak keluar dari kamarnya dari kemarin."

Nikita mengangguk kecil sebagai tanda pengertian dan dengan sopan pamit pergi ke kamar Luna di loteng. Ketika dia sampai di sana, dia melihat Luna sedang rebahan dengan punggungnya bertumpu di kepala tempat tidur. Wajahnya terlihat lelah.

"Kamu kenapa, Lun? Sakit?" tanya Nikita sambil masuk dan menarik kursi putar yang ada di dekatnya.

Tanpa menoleh, Luna menjawab, "Aku pengen aja lupain semuanya, Niki." Tatapan matanya kosong, seolah-olah dia sudah kehilangan harapan untuk besok.

Bersambung....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bahagiaku Bukan Denganmu
7.9
Pasca-perselisihan besar, Imron menceraikan Humaira demi meminang Laras yang dirasa lebih menarik. Namun, penyesalan segera tiba karena Laras tak becus mengurus rumah tangga dan menyimpan rahasia gelap yang membahayakan mereka. Saat tak sengaja berjumpa kembali dengan Humaira yang kini tampak jauh lebih menawan, hasrat Imron untuk rujuk pun berkobar. Akankah ia tetap terjebak dalam kepalsuan Laras, atau mampu merebut kembali hati mantan istrinya?
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bertahan dalam pernikahan dingin demi Liam, sebelum dikhianati bersama adik tirinya saat sang ibu tiada. Muak, ia memilih cerai meski dicibir. Tak disangka, Liam menyesal dan bersujud memohon di bawah hujan agar kembali. Namun, desas-desus rujuk itu diabaikan Cathryn. Kini, seorang taipan kuat berdiri di sisinya, siap melindungi istri tercintanya dan menghancurkan siapa saja yang berani mengusiknya.
Sampul Novel Mutiara yang Tersia-siakan
8.7
Empat tahun pernikahan terasa hampa bagi sang istri karena suaminya selalu menolak mengajaknya ke tempat-tempat romantis dengan dalih norak. Sikap dingin itu runtuh saat cinta lama sang suami kembali, bahkan pria itu rela membawanya ke gunung legendaris demi kebersamaan abadi. Sadar akan posisinya, sang istri memilih bercerai dan memulai hidup baru di luar negeri. Namun, penyesalan mendalam justru membuat mantan suaminya mengejarnya hingga mencari dirinya dengan putus asa di antara puing reruntuhan.
Sampul Novel Obsesi Mister Daniel
7.9
Daniel, miliarder yang memimpin Walmart di San Francisco, begitu mendambakan Elena, seorang pelayan yatim piatu. Lantaran cintanya terus-menerus ditolak, Daniel nekat menyekap dan merenggut kesucian Elena. Ancaman terhadap keselamatan keluarga pun dilayangkan agar Elena mau menikah dengannya. Elena terpaksa tunduk, namun mengajukan syarat agar pernikahan digelar di masjid dengan paman sebagai wali. Akankah sang CEO menyanggupinya?
Sampul Novel Sakit Ini Lebih Dari yang Kau Pahami
9.6
Kehidupan Seren Ayandra hancur akibat dendam dan kepura-puraan Arden Valez, pria keras yang didera trauma masa lalu. Meski awalnya dikuasai kebencian, Arden kini didera penyesalan mendalam karena takut kehilangan Seren. Uniknya, walau terus disakiti, hati Seren selalu kembali pada sosok Arden yang menjadi badai sekaligus rumah baginya. Di balik rasa bersalah, kedua jiwa yang terluka ini mencoba saling menyembuhkan dalam ikatan cinta yang nyata walau tak sempurna.
Sampul Novel Sudah Terlambat, Mantan Pewaris Mafia
8.4
Tiga minggu sebelum pernikahan, tunanganku yang merupakan pewaris mafia memalsukan amnesia demi selingkuh dengan seorang influencer. Ia bahkan tega membuatku patah tulang demi melindungi selingkuhannya, lalu berniat mendepakku dari rumah. Baginya, aku tak lebih dari boneka mainan. Namun saat ia menanti kepulanganku, aku memilih lenyap. Kutinggalkan cincin dan pesan bahwa aku tahu semua kebohongannya. Sekarang, giliran diriku yang melupakannya.