APKDock Logo
Sampul Novel SEKEPING SURAT UNTUKMU

SEKEPING SURAT UNTUKMU

8.0 / 10.0
Setiap pekan, sebuah surat cinta tanpa identitas selalu mendarat di loker seorang siswi SMA. Misteri pengirim anonim ini begitu menyita perhatiannya, hingga ia terobsesi melakukan pencarian demi mengungkap sosok di balik pesan-pesan manis itu. Sayangnya, fokusnya yang teralihkan membuat gadis ini buta terhadap kehadiran seseorang yang tulus menyayanginya. Ia tidak sadar bahwa pemilik cinta sejati yang dinantinya berada sangat dekat di sisinya.

SEKEPING SURAT UNTUKMU Bab 1

Langit sore mulai memerah saat bel sekolah berbunyi, menandakan berakhirnya jam pelajaran hari itu. Suara riuh para siswa yang bergegas pulang menggema di lorong-lorong sekolah. Aira melangkah pelan menuju lokernya, seperti biasa, tanpa tergesa. Kepalanya masih dipenuhi pelajaran matematika yang membuatnya sedikit pening. Ia membuka pintu loker dengan gerakan lambat, berharap menemukan buku catatannya yang tertinggal. Namun, bukan buku catatan yang menarik perhatiannya kali ini.

Di antara tumpukan buku dan alat tulisnya, ada sebuah amplop kecil berwarna putih. Matanya terpaku pada amplop itu. Tangannya terhenti sejenak, mencoba memahami apa yang baru saja dilihatnya. Amplop itu tampak sederhana, tanpa hiasan atau gambar apa pun, hanya tertulis namanya di bagian depan: *Untuk Aira*. Tulisan tangan itu rapi, nyaris sempurna, seperti seseorang yang benar-benar berhati-hati saat menulisnya.

Rasa penasaran mulai menyusup di benaknya. Siapa yang menulis surat ini? Dengan hati-hati, Aira mengambil amplop tersebut dan membukanya. Isinya adalah secarik kertas dengan tulisan tangan yang sama rapi dan tegasnya.

"Aira, sejak lama aku ingin mengungkapkan perasaanku. Namun, keberanian itu tak pernah benar-benar datang. Mungkin ini caraku untuk lebih dekat denganmu, meski dari kejauhan. Akan ada banyak kesempatan untuk kita, tapi saat ini, biarkan aku bersembunyi dalam huruf-huruf ini. Dengan perasaan tulus,"

Aira membaca surat itu berkali-kali, mencoba mencari petunjuk lebih lanjut tentang siapa pengirimnya. Namun, tidak ada nama, tidak ada tanda-tanda siapa sosok di balik inisial "S" itu. Hanya sebuah pesan singkat, tapi penuh makna, yang meninggalkan seribu tanya di benaknya.

"Siapa ini?" gumamnya pelan, memandangi surat itu dengan kening berkerut.

Ia mengulang lagi kata-kata di surat itu, mencoba mengenali gaya penulisan atau mungkin menemukan petunjuk tersembunyi. Tapi semuanya terasa samar. Satu-satunya hal yang pasti adalah bahwa seseorang di sekolah ini menyimpan perasaan padanya. Entah siapa, entah sejak kapan.

Rasa penasaran mulai menjalar di benak Aira. Tatapannya kosong sejenak, tenggelam dalam spekulasi tentang siapa sosok misterius di balik huruf "S" itu. Ia memutar otak, mencoba mengingat siapa saja yang mungkin dekat dengannya atau menunjukkan tanda-tanda ketertarikan. Tapi semuanya terasa seperti teka-teki yang sulit dipecahkan.

Sebelum sempat lebih jauh tenggelam dalam pikirannya, Rina, sahabatnya, datang menghampiri dengan ceria.

"Aira! Kok masih di sini? Ayo pulang!" seru Rina sambil melempar senyum. Tapi senyumnya memudar saat melihat wajah serius Aira. "Kenapa kamu kayak mikir berat gitu?"

Aira hanya menggeleng pelan, masih memegang surat itu di tangannya. "Aku... nemu sesuatu di loker."

Rina langsung penasaran. "Apa? Surat?" tanyanya sambil mencoba melihat lebih dekat. "Dari siapa? Aduh, siapa yang naksir kamu nih?"

Aira menghela napas dan menyerahkan surat itu kepada Rina. Ia berharap sahabatnya bisa memberikan sedikit pencerahan tentang misteri ini. Rina membaca surat itu dengan cepat, lalu matanya membesar.

"Wow! Ini serius banget!" Rina memandang Aira dengan tatapan penuh rasa penasaran. "Siapa sih 'S' ini? Kamu tahu siapa yang sering kasih perhatian ke kamu?"

Aira menggeleng lagi. "Enggak tahu. Aku benar-benar enggak ada ide. Ini aneh banget."

Rina tersenyum penuh semangat. "Wah, kita harus cari tahu siapa dia! Ini kayak misteri seru. Serius deh, ini pasti ada petunjuk. Kamu nggak curiga sama siapa pun?"

Aira hanya mengangkat bahu. Baginya, ini bukan hanya soal menemukan siapa pengirim surat itu, tapi lebih dari itu-rasa aneh yang muncul dalam dirinya. Ada sesuatu yang berbeda dari surat ini, seolah-olah perasaan pengirimnya begitu tulus, meskipun ia tidak tahu siapa orang di baliknya.

Dan sejak hari itu, surat misterius itu selalu ada di pikiran Aira. Entah mengapa, hatinya terusik. Siapa sebenarnya yang mengirim surat itu? Dan kenapa harus bersembunyi di balik inisial "S"? Satu hal yang pasti, Aira tahu bahwa hidupnya mungkin tidak akan sama lagi setelah ini.

Aira menatap surat itu sekali lagi sebelum memasukkannya ke dalam tas. Perasaan campur aduk mulai menguasai pikirannya. Satu sisi, dia penasaran, tetapi di sisi lain, ada sesuatu yang membuatnya sedikit gugup. Siapa pun pengirim surat ini, mereka pasti tahu cukup banyak tentangnya. Tapi mengapa harus anonim? Kenapa harus menyembunyikan identitasnya?

"Aira, ayo, jangan dipikirin terlalu serius!" Rina menyenggol lengan Aira, mencoba membuat suasana lebih ringan. "Mungkin ini cuma iseng, atau bisa jadi secret admirer beneran. Toh, siapa tahu 'S' ini ganteng!" Rina tertawa kecil, berusaha menghilangkan ketegangan.

Aira tersenyum tipis, tapi pikirannya tetap melayang. Siapa saja yang mengenalnya cukup dekat? Arman? Siswa paling populer di sekolah yang sering menjadi pusat perhatian? Tapi rasanya tidak mungkin, Arman terlalu terbuka untuk melakukan hal seaneh ini. Reno, sahabat cowoknya yang selalu ada di sisinya sejak SMP? Dia tipe yang bisa menyimpan perasaan, tapi Aira ragu. Reno terlalu santai untuk membuat gerakan misterius seperti ini.

Ketika mereka melangkah keluar dari gerbang sekolah, suasana sore semakin menenangkan. Angin sepoi-sepoi berhembus, membawa aroma pepohonan dari taman dekat sekolah. Rina, yang biasanya cerewet, mulai bercerita tentang tugas matematika yang sulit, tapi Aira tidak terlalu mendengarkan. Surat itu terus menghantui pikirannya.

Di perjalanan pulang, Aira memikirkan ulang kata-kata dalam surat itu. Ada sesuatu yang dalam, meskipun singkat, seakan-akan pengirimnya benar-benar mengenalnya. Kalimat, *"Biarkan aku bersembunyi dalam huruf-huruf ini,"* membuat hatinya berdetak lebih cepat. Apakah orang itu begitu pemalu atau terlalu takut untuk mengungkapkan diri?

Sesampainya di rumah, Aira langsung menuju kamarnya. Dia duduk di pinggir tempat tidur, membuka surat itu lagi, dan membacanya dengan lebih teliti. Tak ada petunjuk lain selain inisial "S." Tapi inisial itu terus bermain di benaknya. Siapa yang sering menggunakan huruf depan "S"? Nama-nama mulai terlintas di pikirannya-Stevan, Shinta, atau mungkin Safira, teman sekelasnya yang dikenal sering menulis puisi cinta anonim untuk orang lain sebagai lelucon?

"Ah, nggak mungkin Safira," gumam Aira pada dirinya sendiri. Surat itu terasa terlalu serius dan tulus untuk menjadi sekadar lelucon.

Dengan hati-hati, Aira menyimpan surat itu di laci meja belajarnya. Ia tahu rasa penasaran ini akan terus menghantuinya sampai ia menemukan jawabannya. Tapi, saat itu, dia memutuskan untuk membiarkan misteri itu tetap menggantung untuk sementara. Ada sesuatu yang anehnya membuat Aira ingin terus menerima surat-surat itu-seperti sebuah teka-teki yang ingin ia pecahkan, perlahan-lahan.

Sebelum tidur malam itu, Aira merenung. Apa yang membuat pengirim surat itu tidak bisa mengungkapkan perasaannya secara langsung? Apakah ada hal yang membuat mereka terhalang? Atau mungkin ada perasaan takut akan penolakan? Berbagai spekulasi memenuhi pikirannya, tetapi satu hal yang pasti, rasa penasaran itu semakin membesar, seperti api kecil yang terus ditiup angin.

Di balik semua keraguannya, satu hal mulai terasa jelas: siapa pun si "S" itu, orang tersebut mungkin lebih dekat dari yang dia bayangkan. Dan Aira tahu, ini baru permulaan dari sesuatu yang mungkin mengubah hidupnya.

Bersambung...

Lanjut Membaca

Daftar Isi SEKEPING SURAT UNTUKMU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam bagi sang wanita. Apakah pernikahan ini berjalan atas dasar cinta lama yang tersisa, ataukah sang suami tengah menyusun rencana balas dendam demi membalas luka masa lalunya? Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, pasangan suami istri ini harus berkomitmen di tengah bayang-bayang masa lalu. Kini, rahasia serta konflik mulai menguji kesetiaan dan keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.3
Delapan tahun menikah, Jessica selalu memercayai alasan pekerjaan Rio Aditya setiap hari jadi pernikahan mereka. Namun, rahasia busuk terungkap saat ia mendengar rencana Rio untuk menceraikannya demi Nadia. Di tengah pengkhianatan tersebut, Jessica justru menerima diagnosis medis yang fatal: kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya tidak lagi mencintainya sejak ia keguguran, Jessica memutuskan untuk merelakan hubungan mereka dan pergi dalam damai tanpa pernah bertemu lagi.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali bersama seorang wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menjanjikan pesta pernikahan formal sebagai ganti atas keputusannya menikahi perempuan itu. Statusku sebagai putri bangsawan dan menantu konglomerat membuatku menolak keras menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan, aku akan membuat hidupnya hancur hingga dia jatuh miskin.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah didera kemalangan setelah orang tuanya menjadikan dirinya jaminan utang pada mafia kejam. Kini ia terkurung dalam kehidupan bak penjara, sembari terus dihantui oleh trauma masa lalu yang begitu kelam. Di tengah penderitaan ini, Alena bertekad mencari tahu alasan mengapa orang tuanya tega meninggalkannya dalam bahaya. Mampukah ia bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan