APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sebatas Pernikahan Bisnis

Sebatas Pernikahan Bisnis

Trauma masa lalu membuat Arjuna menutup rapat hatinya dari cinta. Demi merebut warisan keluarga dan mendepak ibu tirinya, ia menawarkan pernikahan kontrak kepada Anjani. Di sisi lain, Anjani yang terlilit utang mendiang orang tua terpaksa setuju, terlebih ia memang telah lama mencintai Arjuna secara rahasia. Di balik kesepakatan bisnis ini, mampukah mereka menyembuhkan luka batin masing-masing dan mengubah hubungan tanpa rasa menjadi cinta yang nyata?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Hai, my sweetheart!” seru seorang pria sambil membuka pintu dengan tiba-tiba lalu membentangkan tangan seolah menyambut seseorang dari kejauhan. Namun, bukan salam hangat yang ia dapat, melainkan pukulan-pululan clutch bermerek coach. 

“Dasar anak nakal!”

Wanita lansia tersebut terus memukul sambil menyeru gemas. Balutan tunik tosca berbahan sutra berpadu blazer putih, memberikan kesan elegan bagi wanita berusia 70 tahun tersebut. Awet muda? Tentu. Terlihat dari bagaimana ia masih bisa mengejar dan memukul pria disana. Disisi lain asistennya, Kris. Hanya bisa menahan tawa.

“Kau sungguh tak membantu, Kris!” Pria itu berlari mengitari tubuh Kris yang lebih besar darinya. Tak mendapat pembelaan dari pria tersebut. Akhirnya Arjuna menyerah. Deru nafas mulai tak beraturan, sedangkan ia melihat sang Nenek masih tetap segar bugar mengejarnya. Apa dunia sudah terbalik?

“Ok! Cukup, Nek!” Ia menyerah. “Sepertinya aku harus mulai workout!” Nafas Arjuna memburu, pertanda ia begitu kelelahan. Pria itu bertolak pinggang sambil mengatur nafasnya. 

“Kau sungguh tidak sopan! Tidak bisakah ketuk pintu terlebih dahulu!” dengus sang nenek.

Pria itu hanya tersenyum. “Baiklah, Nek. Maafkan aku,” ucap Arjuna sambil meraih kedua pipi sang nenek. “Terima kasih sudah mengingatkanku.” Arjuna memeluk wanita tersebut. Sedangkan Kris, hanya bisa tersenyum. 

Tok Tok Tok

Suara ketukan pintu terdengar tiga kali. “Hello Nenek, aku datang!” 

Seseorang datang. Arjuna dan wanita itu lantas menengok ke arah yang sama. Dilihatnya seorang pria bersama gadis berusia sekitar 25 tahun datang sambil bergandengan tangan. 

“Apa kabar, Nek?” tanya pria itu sambil memeluk neneknya hingga menggeser posisi Arjuna saat itu. 

“Hai! Rama, Nenek baik. Bagaimana denganmu?”

“Luar biasa, Nek ...”

Nenek mengusap punggung pria itu sambil mengarahkan pandangannya pada seorang gadis disana, “Itu ...” Nenek menghentikan ucapannya. “Oh, ya ...” pria itu melepas pelukannya lalu menuntun gadis disana mendekat pada sang nenek. 

“Kayla Ziudith, Putri Abimanyu Manendra,” ujarnya, “Dia kekasihku, calon cucu menantu yang ingin ku kenalkan pada Nenek ...” timpalnya.

Arjuna terkesiap. Bola matanya membesar sambil menelan air liur. Tak disangka, pria disana datang membawa kejutan untuk keluarga tersebut. Nenek hanya tersenyum sambil menyambut gadis berambut ikal panjang tersebut. 

“What the hell!” gumam Arjuna. 

“Hallo!” Suara lembut gadis itu membuyarkan cacian Arjuna dalam hati. 

Oh ya! Pria yang baru saja datang bersama gadis itu adalah cucu bungsu dari keluarga Barathawardana, Rama Barathawardana. Namanya kerap disebut Rama. Ia merupakan putra kedua dari another mom alias adik tiri Arjuna. Meskipun begitu, mereka memang terlihat sangat mirip. 

Sejak kematian ayah mereka dua tahun silam, Arjuna dan Rama tengah bersaing untuk menduduki posisi tertinggi di perusahaan keluarga. Mereka saling mencari cara untuk bisa menggantikan posisi ayahnya. Bahkan saat ini, Arjuna tahu benar, mengapa gadis itu bisa dibawa untuk pertemuan keluarga seperti ini. 

“Kau memang licik, Rama,” gumam Arjuna masih terlihat tidak senang.

“Baiklah. Mari kita duduk.”

Nenek mempersilahkan duduk orang-orang disana.

***

Sore itu nenek yang kerap disapa Nyonya Nirwasita, mengadakan pertemuan keluarga. Karena sifatnya internal, Kris dan Kayla pun hanya menunggu di ruang tunggu, sedangkan mereka, Arjuna dan Rama duduk bersebelahan di kursi tamu ruang kerja sang nenek. 

Nyonya Nirwasita duduk sambil menggerakkan kursi ke kanan dan ke kiri, memandang lurus bergantian antara kedua cucu kandungnya. Bagaimana pun, Rama masih darah daging putranya, itu mengapa ia tak pernah membedakan status Arjuna ataupun Rama. 

“Bulan depan akan ada rapat dewan direksi—” 

Nyonya Nirwasita memulai percakapannya, lantas kedua cucu pun mendongak, memandang lurus sang Nenek. Setelahnya Arjuna memandang Rama dari samping. Ia melihat pancaran mata yang terlihat penuh harap.

“Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan untuk bisa mencapai posisi mendiang ayah kalian?” 

Arjuna lantas menoleh dengan cepat. “Apa, Nek?”

“Aku ingin seseorang yang jadi pemimpin adalah orang yang kompeten, yang bisa bertanggung jawab. Tidak terpengaruh oleh apapun. Tidak hanya mengandalkan otot, tapi bisa mengandalkan otak.”

Lagi-lagi Arjuna melihat senyum tak biasa di wajah Rama. Seperti ia sudah punya strategi untuk mencapai puncak tersebut. 

“Kalian harus lebih waspada. Kuharap kalian tahu bahwa posisi ini sangat mengerikan. Diluar sana, banyak yang inginkan posisi ini. Jika kalian lemah, maka kalian akan musnah,” ucap Nyonya Nirwasita seraya memperingatkan cucunya. 

Suasana menjadi sangat tegang, begitu pula dengan Arjuna. Kini ia merasa bahwa wanita itu sedang tidak memihak padanya. Apakah warisan itu akan jatuh ke tangan Rama? Terkanya dalam hati. 

“Terima kasih, Nek,” ucap Rama dengan senyum tersirat. 

“Di rapat dewan direksi nanti, tolong persiapkan planning kalian sebaik mungkin,” pinta wanita lansia itu lalu beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruangan.

Rama dan Arjuna lantas mengekori. Mereka berjalan seolah mereka adalah kakak beradik yang akrab. Sejujurnya, tak ada yang salah dengan hubungan “tiri” mereka. Akan tetapi, Arjuna terlanjur benci, karena Rama masih berada di bawah kendali ibu tirinya, seorang wanita yang telah merampas kebahagiaan ibu kandungnya. Itulah sebabnya, Arjuna sangat membenci mereka. 

“Mari Kayla, aku antarkan pulang.” Rama menuntun gadisnya menuju mobil, namun belum genap pintu terbuka, seseorang menghentikannya. “Bisa kita bicara sebentar, Kayla.”

Arjuna menghentikan langkah kaki mereka. gadis itu menoleh sesaat sebelum ia menatap Rama seraya meminta izin. “Aku tunggu di mobil, ya.” Rama memberi izin lantas mengusap pucuk kepala gadis itu sebelum pergi. 

Detik berlalu tanpa suara. Mereka berdiri berdampingan, memandang ke sebuah kolam di belakang kantor tersebut. Ada perasaan yang tak bisa diungkapkan. Bahkan suasana menjadi “canggung” saat itu. Entah mengapa. 

“Sejak kapan kau dekat dengannya?” Pertanyaan itu seolah memecah keheningan. Sesekali Arjuna menengok ke samping. Melihat wajah gadis yang sejak beberapa tahun lalu tidak berubah. Ada rasa sesal di dadanya. Tanpa sadar ia menghadapkan pandangannya pada gadis itu. 

Tak ada jawaban. Hanya seulas senyum penuh ejekan yang tergambar di raut wajah gadis itu. Sedetik, dua detik. Seolah pertanyaan itu hanyalah basa basi semata. 

“Ka—”

“Sejak kau mematahkan hatiku—” sela gadis itu, “dua tahun lalu,” tambahnya dengan jelas. 

Rasa tak ingin berlama-lama berada didekat pria itu, Kayla hendak menjauh, karena baginya, tak ada lagi yang harus dibicarakan dengan Arjuna. Faktanya, Kayla sempat dekat dengan Arjuna dua tahun yang lalu, tepat sebelum sang ayah meninggal. Saat itu, Arjuna merupakan sosok yang hangat, perhatian, dan bisa menjadi sandaran bagi Kayla. Namun karena ayahnya mendesak apa yang dibencinya, Arjuna jadi bertindak sesuka hati tanpa mempedulikan keberadaan gadis itu, hingga tanpa penjelasan, akhirnya Arjuna pergi.

“Kay—”

Arjuna meraih tangan gadis itu, seolah ingin meluruskan apa yang terjadi dua tahun lalu. Namun, momen itu sungguh tidak tepat. Seseorang tengah berdiri diantara mereka. Rama telah menahan tangan Arjuna yang masih menggenggam gadis itu. “Kau tidak ada hak menahannya, hubungan kalian sudah lama berakhir, ‘kan?” tegas Rama, memperingatkan saudara tirinya. 

Arjuna pun melepaskan genggaman itu lalu memandang kepergian gadis tersebut.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kehormatan Yang ternoda
9.0
Nasib malang menimpa Salmah, gadis desa miskin yang harus merawat Ayuna sendirian akibat diperkosa. Tiga tahun kemudian, Jhondra Mahardika sang pelaku datang lagi demi merebut anak itu. Langkah ini ia ambil lantaran istrinya, Dinda Kirana, mandul setelah rahimnya diangkat. Agar hak asuh sang putri tidak hilang, Salmah terpaksa menerima tawaran menjadi istri kedua Jhondra. Sayangnya, keputusan tersebut justru menyeretnya ke dalam kehidupan pernikahan yang penuh siksaan batin.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Sampul Novel Kubuat Kamu dan Selingkuhanmu Menyesal
9.7
Aryo melupakan perjuangan masa lalunya setelah meraih kesuksesan besar. Ia mengkhianati Santi, sosok istri setia yang selalu menemani langkahnya dari bawah hingga berhasil. Saat ini, pesona fisik wanita lain membuat komitmen Aryo goyah. Kesetiaannya sebagai kepala keluarga kini berada di ujung tanduk. Apakah ia akan kembali memilih istri dan anaknya, atau justru hanyut dalam godaan nafsu bersama selingkuhannya?
Sampul Novel Mendarat di Hatimu yang Retak
8.4
Pertemuan kembali setelah sepuluh tahun membawa perubahan besar bagi Liora Anindya dan Arlo Dirgantara. Liora sangat mencintai dunia penerbangan, sementara Arlo justru membenci langit akibat pengkhianatan mantan tunangannya yang merupakan seorang pramugari. Luka lama tersebut membuat Arlo yang dulu hangat kini menjadi sosok yang dingin. Profesi Liora sebagai pramugari pun membangkitkan trauma mendalam pada diri Arlo. Di tengah kebencian dan kenangan masa kecil, mampukah cinta mereka menyembuhkan luka Arlo?
Sampul Novel Mimpi yang Mengubah Hidup: Si Malaikat
9.0
Sebuah pengalaman tidak biasa terjadi saat aku pertama kali harus berbagi ranjang dengan seorang pria, dengan posisi sahabatku yang tidur tepat di antara kami. Keadaan menjadi semakin mengejutkan ketika pagi hari tiba. Secara sembunyi-sembunyi, pria tersebut memberikan sebuah ciuman hangat kepadaku. Kejadian tak terduga itu berlanjut dengan sebuah komitmen darinya, di mana ia berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya atas diriku setelah momen intim yang terjadi di pagi itu.
Sampul Novel Musuhku Bankir Crazy Rich
9.6
Elaine Tanjung kehilangan segalanya setelah ayahnya dituduh menggelapkan dana triliunan rupiah. Yakin sang ayah dijebak, ia berencana menghancurkan keluarga Suryajaya dengan memikat bankir kaya raya, Indra Suryajaya. Indra yang terobsesi pada Elaine pun mencoba menolongnya dari keterpurukan finansial. Namun, saat misi balas dendam berjalan, Elaine justru mulai melihat sisi lain Indra yang tak terduga, hingga mengancam rencana serta hatinya sendiri.