APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran

Demi mendapatkan keturunan, Anita Artemio mendesak suaminya, Julian Narendra, untuk melakukan poligami. Reyna Anindira yang mendambakan kemewahan pun setuju menjadi istri bayaran untuk melahirkan anak mereka. Konflik mulai membara ketika Reyna jatuh cinta pada Julian dan menuntut status yang lebih tinggi dari kesepakatan awal. Di tengah ambisi Reyna untuk menguasai hatinya, Julian tetap setia mencintai Anita, memicu pergolakan batin yang sangat menguras emosi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Happy reading....

Semuanya dimulai hari itu di mana Rey duduk terdiam di depan dua peti mati yang berisi tubuh kaku kedua orang tuanya. Tidak ada kata yang keluar dari bibirnya yang pucat dan kering itu. Hanya terus menatap kosong dengan raut wajah kacau.

Wanita dengan rambut sebahu itu bahkan tidak menangis sedikit pun namun semua orang tahu jika rasa sakit yang dirasakannya lebih dari siapa pun yang ada dalam ruangan itu. Bagaimana tidak, dia ditinggalkan oleh dua orang yang menjadi sandarannya bersamaan.

Masih hangat dalam ingatan Rey di mana pagi ini kedua orangnya pamit untuk keluar kota. 

"Kau sungguh akan baik-baik saja sendirian di rumah?" tanya sang ibu menatap putrinya yang sedang asyik dengan ponselnya.

"Aku sudah biasa sendiri," ujar Rey tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel yang sedang memutar video anime Jepang. Kalimat itu secara tidak langsung menyindir pasangan suami istri itu. 

Mereka terlalu sibuk dengan profesi sebagai seorang polisi yang harus siap siaga dalam keadaan apapun. Hingga mereka lupa telah mengabaikan sosok yang sangat mereka sayangi.

"Rey, dengar---"

"Kalian bisa pergi sekarang." Rey beranjak begitu saja. Tak ingin lagi mendengar ocehan dari kedua orang tuanya. Bagi Rey apapun yang mereka katakan hanyalah alasan untuk membela diri. Rey bukan anak kecil lagi yang bisa mereka beri janji sekantong coklat ketika mereka pulang. Yang Rey inginkan kehadiran mereka. Memeluk atau hanya sekedar mengobrol hal-hal yang tidak penting.

Seperti dulu. Ketika Rey masih berumur sepuluh tahun. Namun rasanya itu mustahil karena berita yang diumumkan di televisi hari ini menghancurkan semua harapan Rey. Mobil yang ditumpangi kedua orang tuanya mengalami kecelakaan dan naasnya mereka meninggal di tempat.

Kini orang tua Rey benar-benar pergi untuk selamanya. 

"Kurasa Tuhan sedang bercanda padaku," kekeh Rey. Dia memang ingin orang tuanya pergi namun bukan pergi selamanya. Hanya mereka yang dimiliki gadis berumur dua puluh satu tahun tersebut.

Setitik air mata akhirnya jatuh di pipi Rey. Namun segera disapunya kasar. Wanita itu lantas bangkit membuat beberapa orang menatapnya bingung.

"Kau mau ke mana, Rey?" tanya seorang wanita berbadan gemuk menghentikan langkah Rey. Dia tetangga keluarga Rey.

"Aku sudah selesai," jawabnya datar.

"Setidaknya---"

"Tidak usah menahanku!" pekik Rey melepaskan tangan wanita itu dengan kasar. "Aku tetap di sini pun tak akan membuat mereka bangun lagi."

"Reyna! Jaga ucapanmu!" Wanita itu tersuluk emosi. "Aku tahu kau membenci orang tuamu tapi kau tidak sepantasnya berperilaku seperti ini sekarang!" lanjutnya.

"Lalu apa yang harus kulakukan?! Bahkan ucapan yang tidak ku anggap serius saja dikabulkan oleh Tuhan." Rey bercucuran air mata. Dia mulai terisak sambil menunduk.

"Aku tidak ingin orang tuaku pergi. Bukan ini yang aku inginkan, Bibi!" ujar Rey pilu. Rey berusaha untuk tetap tegar namun ternyata pada akhirnya pertahanan wanita itu pun luluh lantak oleh rasa sakit yang menggerogoti hatinya.

Tubuh Rey lemas membuat dia terduduk di atas lantai. Dengan sigap wanita tadi membawa Rey dalam dekapannya.

"Reyna ...," lirihnya mengusap pelan rambut wanita itu. 

"Aku ingin mereka kembali, Bibi. Tolong jangan ambil ayah dan ibuku ... hiks ... hiks," tangis Rey membuat semua tamu di sana ikut merasakan sakit yang sedang diderita oleh wanita itu.

Reyna kehilangan segalanya sekarang.

***

Acara pemakaman telah usai. Rey kembali ke rumahnya. Beberapa orang tetangga mengajak wanita itu untuk tinggal sementara waktu bersama mereka, namun Rey menolak. 

Bagaimanapun keadaan rumahnya dia akan tetap tinggal di sana.

Wanita itu melepaskan syal yang mengikat lehernya. Entah siapa yang memberinya tadi. Mungkin dia takut gadis itu sakit karena udara yang cukup dingin.

"Hah ...." Desahan panjang dari mulut Rey setelah tubuhnya sukses berbaring di atas tempat tidur. Mungkin karena terlalu lelah atau efek terlalu banyak menangis membuat mata Rey terpejam dengan cepat. Wanita itu meringkuk sendirian di dalam kamar besar itu. Hawa dingin yang berhembus dari jendela yang lupa Rey tutup membuat tubuhnya sedikit menggigil.

Entah menggigil kedinginan atau apa. Dahi wanita itu justru bercucuran keringat.

"Reyna!!!"

Rey menoleh. Dia seperti sedang berada di tengah-tengah jalan raya. Wanita itu bingung sambil terus melirik ke sana kemari. Mencari arah dari suara yang memanggilnya.

"Reyna!!!"

Panggilan itu kembali bergema memecah keheningan malam. Tubuh Rey mulai bergetar ketakutan.

"Ibu!!!" teriaknya keras.

"Reyna tolong ibu, Nak!!!"

Suara itu berasal dari arah depan Rey. Dengan cepat wanita itu berlari seraya terus memanggil sang ibu lantang.

"Ibu!!!"

Hingga langkah Rey terhenti saat melihat sebuah mobil yang hancur di depannya. Dengan langkah hati-hati wanita itu berjalan menghampiri mobil dengan posisi terbalik itu.

"I-ibu ...."

Suara Rey bergetar saat melihat eksistensi ibunya yang sudah berlumuran darah di dalam mobil.

"Ibu!!!" Dengan sekuat tenaga Rey mencoba memecah kaca mobil untuk mengeluarkan sang ibu. Rey tidak merasakan sakit sedikit pun walau kini tangannya berdarah.

Rey terus berteriak dan juga meminta tolong pada siapapun yang mungkin ada di sana.

"Tolong! Siapapun, tolong selamatkan ibuku!" isak Rey terus memukul kuat kaca mobil itu hingga pecah berkeping-keping. 

"Ibu, ulurkan tanganmu!" kata Rey mengulurkan tangannya untuk digapai oleh sang ibu. Namun wanita itu bergeming menatap Rey.

"Ibu, ayo cepat!!!" kata Rey tapi wanita itu tak kunjung menyambut tangannya.

"Lari, Rey ...."

Rey mengerutkan keningnya. "A-apa?"

"Lari Reyna!!!" pekik sang ibu menyadarkan Rey jika sebuah mobil besar merwarna putih melaju dengan kencang ke arahnya.

Bruk!!!!

"Ibu!!!"

Rey terbangun dari mimpi buruknya. Dadanya kembang kempis seperti baru saja melakukan lari maraton. Dia menoleh untuk mencari segelas air putih yang terletak di atas meja nakas.

Rey menghabiskan air itu dalam sekali tegukan. Dia memejamkan mata sesaat untuk menetralkan degub jantung dan napasnya yang terengah.

Sungguh mimpi yang sangat mengerikan.

Selama ini tidak pernah sekali pun Rey memimpikan orang tuanya lalu sekarang kenapa tiba-tiba saja setelah mereka telah tiada.

Rey kembali membaringkan tubuhnya setelah merasa lebih tenang. Tidak bisa dikatakan sepenuhnya tenang karena Rey justru penasaran kenapa dia bisa bermimpi demikian. Bahkan dia tidak ada di lokasi kejadian lalu kenapa otaknya bisa memproses dan membentuk sebuah mimpi yang begitu mengerikan?

Mobil, darah dan kaca pecah itu terasa begitu nyata seakan Rey ada di sana.

"Sebenarnya apa yang terjadi pada orang tuaku?" lirih Rey pelan. 

"Apakah kematian mereka bukan murni kecelakaan?" Rey kembali berspekulasi sendiri. Bukan tidak mungkin jika orang tuanya memiliki musuh. Mereka seorang polisi. Bisa saja ada yang dendam pada mereka.

Rey membulat matanya. "Lalu apakah aku akan menjadi target selanjutnya?"

Itu masuk akal bukan? Jika tidak kenapa sang ibu menyuruh Rey untuk lari. Tapi Rey harus lari dari siapa?

"Tidak. Mungkin itu hanya perasaanku saja," kata Rey menggeleng pelan. Mungkin ini hanya efek Rey terlalu kehilangan orang tuanya.

Semoga saja seperti itu.

To be continue....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dibunuh Demi Cinta Pertamanya
8.3
Mendapat kesempatan hidup kedua setelah dibunuh oleh suaminya sendiri, Arthur, protagonis bertekad menjauh sejauh mungkin. Di masa lalu, pernikahan yang ia paksakan memicu bunuh diri Aiko, cinta pertama Arthur. Sebagai balas dendam, Arthur memotong tali pengaman terjun lenting istri dan anaknya hingga tewas. Kini, setelah terbangun tepat di malam ia menjebak Arthur dengan kehamilan, ia segera mengundurkan diri dari kantor, pindah rumah, hingga meminta mutasi ke luar negeri untuk lolos dari maut.
Sampul Novel Hasrat Istriku
8.4
Naya menghadapi pilihan sulit antara mengejar mimpi dalam karier atau menjaga keutuhan rumah tangganya. Demi mempertahankan posisi di tempat kerja, ia terpaksa menyembunyikan status pernikahannya dari semua rekan kerja. Walau sangat menyayangi Ghiyas, ambisi besar Naya terus menguji kesetiaan cintanya. Di awal pernikahan mereka yang masih seumur jagung, ia kini dituntut untuk mengambil keputusan besar. Apakah ia akan memilih pekerjaannya atau mempertahankan suaminya?
Sampul Novel New duda
8.2
Akibat dikhianati berulang kali, Galuh terpaksa menyandang status duda. Meski sempat memaafkan perselingkuhan pertama dan kedua, pintu hatinya tertutup rapat saat sang mantan istri kembali bermain api untuk ketiga kalinya. Pengkhianatan beruntun ini meninggalkan trauma mendalam bagi Galuh terhadap komitmen pernikahan. Di tengah rasa sakit yang menyiksa, mampukah ia menyembuhkan luka masa lalunya dan membuka diri untuk menemukan cinta sejati yang baru?
Sampul Novel Sang Anak Konglomerat
8.6
Dewi mengemban tugas berat untuk merawat William, seorang putra konglomerat yang kini lumpuh dan depresi. Tragedi kecelakaan yang menewaskan istri serta calon bayinya telah mengubah William menjadi pria yang sangat kasar, arogan, dan sensitif. Akibat perangai buruknya itu, tidak ada satu pun perawat yang sanggup bertahan mendampinginya lebih dari tiga hari. Kini, mampukah kesabaran dan keteguhan hati Dewi melewati batas waktu yang gagal dihadapi para pendahulunya?
Sampul Novel Tergoda Gairah Ayah Tiri
8.9
Angel sangat mengagumi ayah tirinya yang rupawan sebelum rasa itu tumbuh menjadi cinta terlarang. Hubungan mereka melampaui batas setelah sang ayah menyatakan cinta saat mabuk. Namun, konflik batin Angel kian menyiksa ketika ibunya membeberkan fakta mengerikan: pria itu adalah pembunuh ayah kandungnya. Kini, Angel terjebak dalam dilema besar, tersiksa di antara hasrat cinta dan tuntutan balas dendam yang membara.
Sampul Novel Tidak Mungkin Membebanimu Lagi
8.7
Alpha Nikolas Morrison kini sekarat akibat racun merkuri. Demi memutus paksa hubungan kami, kuhancurkan cincin pernikahan kami dan kusodorkan dokumen pembatalan kontrak. Meski dia bersimpuh memohon belas kasih dalam kondisinya yang sekarat dan tak berdaya, tekadku sudah bulat. Kuseret Alpha yang kini lemah itu ke altar Dewi Bulan. Aku mengancam akan meminta sang Dewi mencabut seluruh restu-Nya jika dia bersikeras menolak mengakhiri ikatan kami selamanya.