APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sebatas Istri Bayang-Bayang

Sebatas Istri Bayang-Bayang

Syakila, seorang gadis berhijab yang anggun, harus menerima takdir dijodohkan dengan polisi berdedikasi bernama Reihan. Sayangnya, pernikahan mereka terasa dingin karena Reihan belum bisa melupakan kekasih modelnya, Sonia. Walau Syakila berusaha berbakti dengan tulus, suaminya tetap mengabaikan kehadirannya bagai bayangan. Syakila pun terjebak dalam kepedihan mendalam dan bimbang akan statusnya yang hampa. Akankah ikatan pernikahan ini sanggup bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu Reihan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Syakila memandang bayangan dirinya di cermin, mengenakan kebaya pengantin warna putih yang sederhana namun sangat anggun. Wajahnya dipoles lembut dengan riasan tipis yang menonjolkan kecantikan alami yang ia miliki. Di balik senyum tipis yang ia paksakan, ada kegelisahan yang bergejolak di dalam hatinya.

Hari ini seharusnya menjadi hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya, namun entah mengapa ia merasa seperti ada yang salah. Orang-orang di sekelilingnya sibuk memuji betapa cantiknya ia, betapa cocoknya ia dengan Reihan, lelaki yang akan menjadi suaminya dalam hitungan jam. Namun, hanya sedikit yang tahu bahwa hatinya dipenuhi keraguan dan kekhawatiran yang tak bisa terucapkan.

Saat itu, tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk pelan. “Syakila, sudah siap?” suara lembut ibunya terdengar, menyelinap masuk ke dalam ruangan.

Syakila menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. "Iya, Bu. Sebentar lagi."

Ibunya masuk, wajahnya dipenuhi kebahagiaan yang sulit disembunyikan. "Kamu cantik sekali, Nak. Reihan beruntung mendapatkanmu."

Syakila hanya tersenyum tipis, tidak tahu harus berkata apa. Baginya, kata-kata itu terdengar kosong, seolah bukan untuk dirinya. Apakah Raihan benar-benar beruntung? Ataukah ini hanya takdir yang dipaksakan?

Di dalam hatinya, Syakila terus bertanya-tanya, mengapa ia merasa tidak nyaman setiap kali memikirkan Reihan. Pria itu tampan, mapan, dan dari luar, tampak seperti pasangan yang sempurna. Tapi setiap kali mereka bertemu, ia selalu merasakan dinding dingin yang tak terlihat di antara mereka, seolah ada sesuatu yang ditahan, yang tidak ingin diungkapkan.

"Ayo keluar, sayang. Nak Reihan dan pak penghulu sudah menunggumu di sana," kata Bu Azizah seraya tersenyum bahagia.

"Iya, Bu," sahut Syakila dengan tersenyum tipis seakan menyembunyikan sesuatu yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.

Bu Azizah mengulurkan tangannya, menarik tangan Syakila dan membawanya ke dalam genggaman. Lalu mereka berjalan keluar dari dalam kamar tersebut.

Wanita paruh baya itu sangat bahagia saat melihat putrinya menikah dengan Reihan, putra temannya.

Saat Syakila berjalan ke luar menuju halaman rumah tempat pernikahan mereka akan dilangsungkan, ia melihat Reihan sedang berdiri di depan, mengenakan pakaian pengantin dan jas warna putih yang tampak gagah. Namun, tatapan matanya tidak seperti yang Syakila harapkan. Mata Reihan tampak kosong, tanpa kilau kebahagiaan yang seharusnya ada pada pengantin pria di hari pernikahannya.

Reihan tidak pernah benar-benar melihatnya. Syakila merasakan itu dengan sangat jelas, seolah-olah ia hanya menjadi bayang-bayang di latar belakang hidup Reihan, bukan cahaya yang menerangi hari-harinya. Tapi ia mengabaikan perasaan itu, mencoba untuk percaya bahwa semuanya akan berubah seiring dengan berjalannya waktu.

"Syakila, jangan melamun gitu, ibu tahu kamu sudah tidak sabar lagi kan ketemu nak Reihan?" Kata Bu Azizah.

Lagi-lagi Syakila hanya tersenyum tipis. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Syakila tahu semua orang mengatakan jika dirinya beruntung mempunyai calon suami yang tampan dan berseragam, tapi tidak dengan hati Syakila.

Syakila di tuntun sang ibu duduk di kursi yang ada di samping calon suaminya, lalu Bu Azizah menutup kepala Reihan dan Syakila dengan kerudung putih.

Ayah Syakila sudah meninggal, yang sekarang menjadi wali nikahnya adalah sang paman. Dengan di bimbing pak penghulu, Reihan mengucapkan ijab qobulnya di depan semua orang yang hadir dalam acara tersebut.

"Saya terima nikah dan kawinnya Syakila Humaira binti almarhum bapak Ahmad Aziz dengan mas kawin emas antam sepuluh gram dan uang dua puluh lima juta rupiah di bayar tunai!" Ucap Reihan dengan satu tarikan napas.

"Bagaimana para saksi?"

"SAH...!"

"Alhamdulillah..."

Pernikahan berjalan lancar dan penuh khidmat sesuai dengan rencana. Janji suci diucapkan, cincin disematkan, dan doa-doa dipanjatkan. Namun, di dalam hati Syakila, ia merasakan ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang tidak dapat ia sebutkan, tetapi terasa begitu nyata.

Saat pesta berlangsung, Syakila melihat Reihan duduk di sampingnya, namun pikirannya tampak jauh. Reihan lebih sering memandang ponselnya daripada berbicara padanya. Ketika Syakila memberanikan diri bertanya, "Kamu baik-baik saja?" Reihan hanya mengangguk singkat tanpa menoleh sedikitpun. Padahal mereka baru saja sah menjadi pasangan suami istri beberapa saat yang lalu.

Malam harinya setelah pesta usai dan mereka berada di kamar pengantin, keheningan yang berat menggantung di antara mereka. Raehan terlihat gelisah, seperti orang yang dipaksa berada di tempat yang tidak diinginkannya. Pria itu berjalan kesana kemari dan tak bisa tenang.

Syakila akhirnya tidak bisa menahan diri untuk bertanya kepada pria yang sudah sah menjadi suaminya itu. "Mas Reihan, ada apa? Aku merasa kita tidak benar-benar saling mengenal. Apakah kamu benar-benar ingin pernikahan ini?"

Reihan menghela napas panjang, akhirnya dia menatapnya dengan mata yang dipenuhi dengan rasa bersalah. "Maafkan aku, Syakila. Aku tidak bisa berpura-pura lagi sekarang. Ada seseorang dalam hidupku, dan aku tidak bisa mengabaikannya."

Kata-kata itu seketika menghantam Syakila seperti badai yang tiba-tiba datang tanpa peringatan. "Seseorang?" suaranya bergetar, sulit baginya untuk menerima kenyataan yang baru saja diucapkan.

"Namanya Sonia. Aku mencintainya, dan aku ... aku tidak tahu harus bagaimana." Raehan mengakui dengan berat hati.

Hatinya Syakila terasa hancur berkeping-keping, dan air mata yang selama ini ia tahan akhirnya mengalir tanpa henti. Syakila merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk yang tidak bisa ia hindari. Pernikahan yang ia harapkan bisa menjadi awal dari kehidupan yang bahagia ternyata hanyalah ilusi belaka.

"Kalau mas tidak bisa mencintaiku, kenapa mas mau menikah denganku, mas, kenapa?" Tanya Syakila dengan suara bergetar.

"Semuanya ini karena kehendak orang tuaku. Aku tidak bisa menolak permintaan ibuku untuk menikah denganmu," kata Reihan tanpa merasa bersalah sedikitpun pada Syakila.

Malam ini, malam pertama pernikahan mereka berdua, dimana kebanyakan pasangan pengantin saling mengenal satu sama lain. Tapi tidak dengan Syakila dan Reihan, malam pertama pernikahan mereka sekarang seperti neraka. Bagaimana tidak, Reihan dengan entengnya mengatakan mencintai perempuan lain di depan istrinya sendiri.

Syakila menjatuhkan dirinya di atas ranjang, meringkuk, menangis di atas tempat tidur, masih mengenakan pakaian pengantinnya. Reihan memilih untuk berbaring di samping Syakila, lalu memejamkan matanya dan tak memperdulikan perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu.

"Ya Allah, kenapa pernikahanku jadi seperti ini. Apa salahku ya Allah, kenapa?" Gumam Syakila dalam hati.

Seharusnya Syakila menyadari semua ini sejak pertama kali bertemu dengan Reihan. Kecurigaan Syakila semakin dalam saat mereka nikah kantor beberapa bulan lalu, karena jarang sekali bertemu karena alasan sibuk dengan pekerjaan, Syakila mulai menyangkal pikirannya sendiri. Dan sekarang semuanya sudah terbukti, bahkan Reihan sendiri yang mengatakan kalau Reihan mencintai perempuan lain, tidak dirinya yang sudah sah menjadi istrinya. Hati Syakila benar-benar hancur berantakan. Tapi mau tidak mau Syakila harus tetap menjalani pernikahan ini.

Malam itu, dalam keheningan yang mencekam, Syakila menyadari bahwa ia menikah dengan seorang pria yang hatinya bukan miliknya. Ia hanyalah istri bayang-bayang, yang harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta sejati tidak selalu datang setelah pernikahan. 

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Seorang Adik yang Tersakiti
9.2
Terusir dari kos akibat kesulitan finansial, Aura, seorang penyanyi dangdut, menumpang di kediaman kakaknya, Maya. Di sana, ia berhadapan dengan Baskara, sang kakak ipar yang berwatak dingin. Ketertarikan Aura memicu insiden kamar yang melanggar batas moral. Setelah dihina dan direndahkan, Aura tidak tinggal diam. Ia bertekad membalas rasa sakit hatinya serta membuktikan kekuatannya, memicu konflik yang siap mengancam keharmonisan rumah tangga kakaknya.
Sampul Novel Bastard My Stepfather
7.9
Pernikahan enam tahun Dave Eshan Mahendra dan Dara Caroline akhirnya kandas akibat perselingkuhan sang istri. Namun di balik itu, Dave rupanya menyimpan rasa pada Clara, putri tirinya. Berita perceraian tersebut membuat Clara yang periang syok dan langsung menemui Dave di kantornya. Secara mengejutkan, Dave justru mengungkapkan cintanya. Sempat ragu, Clara akhirnya menerima cinta sang ayah tiri. Sayang, hubungan gelap ini justru menyeret Clara pada rahasia kelam yang tak terduga.
Sampul Novel Perangkap Cinta Tuan CEO
8.8
Rafael Valentino bertekad membalas dendam setelah dikhianati oleh Edgar Marvelo yang membawa kabur dana perusahaannya. Karena sang pelaku menghilang, Rafael melimpahkan amarahnya kepada Aurora, putri Edgar yang baru kembali dari Paris. Gadis tak bersalah ini dipaksa menebus kesalahan ayahnya hingga kehilangan kebebasan. Terperangkap dalam jerat sang CEO yang kejam, mampukah kebencian dan kepedihan di antara mereka berubah menjadi cinta?
Sampul Novel SALAHKAH  BERPOLIGAMI
8.3
Bian memendam tekanan batin dalam pernikahannya bersama Wiwit karena perbedaan usia, pendidikan, dan gaya hidup sang istri yang boros. Demi kedamaian, ia memilih mengalah. Namun, ketenangannya goyah saat mengunjungi cabang tokonya di luar kota. Di sana, ia bertemu Alma, sosok masa lalu yang belum terlupakan. Pertemuan tak terduga ini memicu gejolak batin baru yang menguji kesetiaan serta prinsip hidup Bian.
Sampul Novel Skandal Cinta Dokter Annastacia
8.8
Hidup dokter bedah Annastacia Brighton mendadak rumit saat diperebutkan oleh bosnya, John Baldere, dan bintang pop terkenal, JC. Kendati sang ayah menjodohkannya dengan John, JC terus mendekati Annastacia hingga terjadi cinta satu malam. Berbekal rekaman rahasia aksi mereka, JC memeras Annastacia agar mau bersamanya. Ketegangan memuncak saat JC nekat menculik Annastacia di hari pernikahannya dengan John. Siapa yang akhirnya memenangkan hati sang dokter?
Sampul Novel Tergoda Pesona Mafia Tampan
9.1
Lima tahun dihina Berti karena miskin dan mandul, Wulan akhirnya pergi. Saat mandiri, ia didekati Jefri, mafia pengincar PT WIPA. Rahasia besar terkuak: Wulan rupanya pewaris sah perusahaan itu. Kini ia bimbang di antara mantan suaminya, Haris, yang mengemis maaf agar bisa rujuk, dan daya pikat Jefri yang penuh risiko. Wulan pun harus menentukan takdirnya di tengah pusaran harta dan asmara.