APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Scent of Love

Scent of Love

Kebahagiaan Shane Johnson sirna setelah Gerald Davis, kekasih yang melamarnya setelah setahun berpacaran, tega berkhianat. Gerald berselingkuh dengan sahabat dekat Shane, Hyena Anderson. Saat Shane terpuruk akibat pengkhianatan sang tunangan, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalu yang pernah sangat ia cintai. Pertemuan tak terduga ini pun memicu tanya, mampukah rasa cinta yang dulu pernah ada di antara mereka kini bersemi kembali?
Bab
Bagikan

Bab 1

Bab 1. Lane County Fair

“Upss … maaf,” ujar Shane saat kardus kue yang dibawanya menyenggol botol air milik stan sebelah.

“It’s oke,” jawab seorang lelaki muda sambil membenarkan botol air yang terguling akibat senggolan kardus gadis berambut pirang yang dicempol ke atas.

“Hai … kenalkan, aku Shane. Shane Johnson. Dan kau?”

“Hi Shane, boleh aku memanggilmu begitu? Aku Andy Smith,” jawab lelaki muda itu dengan senyuman ramah.

“Tentu saja boleh, Andy. Maaf, aku agak grogi. Karena ini pengalaman baruku. Aku baru pertama kali ikut acara ini. Kau sendiri bagaimana?”

“Yeah … sama, aku juga baru pertama ikutan. Belum tahu antusias pengunjung tahun ini seperti apa.” Andy menjawab sambil mengatur dan menyusun gelas-gelas minuman di stan-nya.

“Wah … kita sama-sama baru di sini. Baiklah, And. Eh boleh kupanggil seperti itu? Terdengar lebih akrab” Shane tertawa kecil.

“Ayo kita lakukan yang terbaik, semoga pengunjung suka dengan dagangan kita!” seru Shane bersemangat sambil mengacungkan lengannya membentuk hurup L.

Andy tertawa melihat tingkah Shane yang seperti anak sekolah.

Shane, gadis muda berusia dua puluh tiga tahun itu menyelesaikan kursus baking dan pastry- beberapa bulan yang lalu. Bazar kali ini merupakan debut pertamanya, dan dia sangat berharap bisa meraup banyak pelanggan. Dia sangat menyukai aroma kue yang baru saja diangkat dari panggangan.

Andy Smith, lelaki muda berusia dua puluh satu tahun, menyukai kopi dan minuman. Keluarganya mengelola sebuah kedai kopi di pinggiran California. Semasa kuliah dia menjadi barista di sebuah kedai kopi dekat kampus. Ini juga kali pertama dia memberanikan diri ikut bazar.

Suasana pagi itu masih sepi, yang ada hanya para pemilik stan yang mulai merapikan dagangan mereka. Lane County Fair, bazar tahunan yang selalu diadakan di pertengahan musim panas.

Semua ada di sini. Makanan, minuman, permainan, musik, pakaian, hingga hasil kebun.

Menjelang siang, pengunjung mulai berdatangan dan musik juga mulai dimainkan hingga membuat suasana semakin meriah. Satu dua orang pengunjung mendatangi stan Shane, membeli sepotong dua potong untuk di makan sambil melihat-lihat stan yang ada di sana. Juga sekalian mampir di stan Andy untuk membeli minuman yang dijual lelaki muda itu.

***

= Dua tahun kemudian =

Pagi ini, Shane Johnson mengendarai mobil Ford Focus berwarna beige kesayangannya yang sudah menemani beberapa tahun belakangan ini, melintasi jalan tol luar kota dari Portland menuju Eugene, kota di mana neneknya tinggal selama ini. Dia harus sampai sebelum pukul sebelas. Upacara pemakaman Diane Swan, nenek dari ibunya, akan di lakukan pada pukul satu siang ini. Josephine sudah mengingatkan untuk datang sebelum waktu pemakaman.

Ayah dan Ibu Shane, Edward dan Josephine Johnson sudah berada di Eugene lebih dari satu minggu,

karena Granny masuk rumah sakit sebelum akhirnya meninggal. Usia Granny hampir menginjak delapan puluh tahun, sudah cukup tua walau sangat sehat sebelumnya. Dia mandiri, selama ini hidup sendiri di Eugene, kota yang tenang dekat samudra Pasifik Utara dan jauh dari keramaian dengan orang-orang yang ramah dan saling peduli.

Sedangkan orang tua Shane sendiri tinggal di Seattle, tidak terlalu jauh dari Eugene, perjalanan berkendara hanya memakan waktu sekitar lima jam saja. Dua orang saudara Shane yang lain juga tinggal di dekat Seattle dan Washington, dan mereka sudah berkumpul di Eugene. Hanya tinggal Shane saja yang belum hadir. Cukup memalukan, mengingat gadis itu yang tinggal di Portland, berada paling dekat dengan Eugene, hanya dua jam berkendara.

Matahari mulai memancarkan kehangatan di akhir musim dingin. Shane merapatkan sweater putih gading kesayangannya. Menyalakan penghangat mobil dan musik untuk menemani selama perjalanan. Untung Jessica sebulan yang lalu sempat mengunjungi Granny di awal dia masuk rumah sakit. Saat itu mereka sempat bercerita dan bercanda walau neneknya sudah telihat melemah.

Pekerjaan Shane sebagai seorang baker, membuatnya tidak begitu leluasa untuk cuti. Walau ‘Morning Breakfast’ adalah usaha milik bersama, tapi dalam pekerjaan Shane sangat profesional. Dia bersama rekannya, Andy Smith - seorang barista muda, membuat peraturan kerja yang wajib diikuti oleh seluruh karyawan dan pimpinan. Andy sendiri, selain sebagai barista juga memegang pembukuan kafe.

Dari awal perkenalan di Lane County Fair itu kemudian berlanjut dengan ide mendirikan kafe bersama. Dari semula hanya tiga orang karyawan, sekarang berkembang menjadi lebih dari sepuluh karyawan.

Morning Breakfast, cukup terkenal di lingkungan pekerja kantoran yang biasanya di pagi hari sibuk memikirkan sarapan dan suka sekali duduk bersantai sepulang kerja, sekadar menikmati sepotong kue dan secangkir kopi bersama rekan dan teman. Untuk itulah Shane dan Andy memilih lingkungan perkantoran untuk kafe pertama mereka.

Shane berkonsentrasi dengan kendaraannya, rasa sedih menggelayut di hati. Dia sangat menyayangi Granny, begitupun sebaliknya. Pernah satu kali dia mengungkapkan keinginannya untuk mengajak Granny pindah ke apartemen di dekat sungai Willamette, tapi Granny bersikeras untuk tetap di Eugene, karena semua temannya ada di sana dan dia mengenal hampir semua penduduk Eugene.

Tiba-tiba, ponsel yang diletakkannya di dashboard mobil bergetar, segera meraih sambungan bluetooth dan di pasangkannya di telinga kanan.

“Yes, Mom?”

“Halo, Honey. Sudah sampai di mana dirimu? Masih jauhkah?”

“Sekitar dua puluh menit lagi aku sampai, Mom”

“Baiklah, hati-hati di jalan.”

Setelah mengucapkan bye, Shane memutuskan sambungan ponsel. Dia tahu, ibunya sudah cemas memikirkan di yang belum juga sampai. Pagi-pagi sekali gadis bermata coklat itu mampir ke kafe untuk membuat adonan donut. Kemudian menunggu karyawan datang dan memberikan instruksi untuk melanjutkan pembuatan donut yang sudah hampir mengembang. Setelah selesai, dia sarapan dan bergegas berangkat.

Mobil yang di kendarai Shane memasuki halaman rumah duka Heaven, satu-satunya yang ada di Eugene, kota dengan penduduk yang hanya seratus ribu lebih itu. Setelah memarkirkan kendaraan di dekat pohon cemara hutan yang sudah setinggi atap rumah duka, dia turun lalu merapikan sweater dan celana kainnya yang sedikit kusut. Mengambil tas dan mengenakan selendang hitam untuk menutupi kepala sambil memperbaiki kuncir rambut yang melorot.

Begitu memasuki rumah duka, suasana sedih semakin terasa. Selain orang tua dan kerabat Shane, nampak beberapa orang tetangga Granny, datang untuk mengucapkan doa perpisahaan. Melihat kedatangan Shane, Josephine segera bangkit dari duduk menghampiri gadis itu. Raut wajahnya menunjukkan kesedihan, mata dan hidung yang memerah kebanyakan diusap.

Josephine langsung memeluk putri bungsunya itu, ketika mereka bertemu di tengah ruangan, lalu menggandeng Shane ke arah peti jenazah. Granny berbaring dengan pakaian putih dan rosario di genggaman tangan, senyum damai terukir di wajahnya. Shane menitikkan air mata saat dia mulai berdoa di samping peti jenazah Granny. Mencium kening dan mengusap wajah pucat dan berkeriput perlahan. Granny masih sangat cantik di usianya. Air mata Jessica luruh saat teringat pertemuan terakhirnya bersama Granny.

Pastor tiba satu jam kemudian, acara prosesi pemakaman pun dimulai. Selama satu jam lebih acara misa berlangsung dengan khidmat. Hingga akhirnya peti jenazah Granny diangkut ke dalam mobil dan dibawa ke pemakaman umum yang ada di Eugene. Tepat pukul satu mereka tiba di areal pemakaman. Acara penguburan pun berlangsung dengan khidmat dan lancar. Shena yakin, Granny pasti sudah di surga tersenyum melihatnya. I Love You, Granny, semoga kau dan Grandad bahagia bersama Bapa di Surga, bisik Jessica saat menabur bunga di atas gundukan tanah yang masih basah.

Semerbak bunga mawar yang di tabur menyeruak ke udara. Semasa hidupnya Granny begitu menyukai bunga. Tak heran jika banyak tetangga juga teman dan orang-orang yang mengenalnya membawa sebuket bunga dan di taruh di atas makam Granny. Dia yang ramah dan supel membuat semua orang menyukainya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, nasib tragis menimpa Alesha Devandra. Reiner yang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Trauma mendalam membuat Alesha melarikan diri ke desa, namun ia justru mendapati dirinya tengah mengandung. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit: menuntut pertanggungjawaban dari Reiner yang mungkin telah lupa kejadian itu, atau membesarkan sang anak sendirian di tengah gunjingan orang-orang sekitar.
Sampul Novel Beautiful ESCAPE
8.3
Rasa ingin tahu menyeret Louisa Gonzales, resepsionis hotel berusia 24 tahun, ke dalam petaka setelah ia tidak sengaja melihat aksi pembunuhan oleh gangster asal Italia. Kini, hidupnya dikendalikan oleh sang bos mafia, Dominic Theodoretti, yang memanfaatkan masa lalu Louisa sebagai peretas ahli. Saat terperangkap di Sisilia di tengah ancaman mematikan, ia terpaksa membongkar rahasia kehamilannya kepada Dominic demi bisa bertahan hidup dan merencanakan pelarian bersama.
Sampul Novel CINTA SANG JANDA
9.4
Demi menghidupi anak tercinta setelah bercerai, Rahma rela melakoni pekerjaan apa saja yang halal. Suatu hari, sebuah insiden kecelakaan mempertemukan dirinya dengan Rian, sosok pria tampan yang kemudian selalu melindungi dan mendampinginya. Hubungan mereka kian dekat, namun perbedaan status sosial serta keyakinan membuat keluarga enggan memberi restu. Perjuangan cinta mereka pun kini diuji oleh rintangan berat dari nenek Rian. Mampukah keduanya bertahan?
Sampul Novel Jodoh Pilihan Oma
8.5
Kehidupan Dion berbalik arah setelah menolong Kayla dari ancaman bahaya bersama Nenek Melati. Kagum akan ketegaran Kayla, sang nenek bertekad menjodohkan mereka. Rencana ini ditentang keras oleh Bu Ratna yang lebih memilih Amara, sosok ambisius pengejar status, untuk Dion. Demi menyingkirkan Kayla, Amara merancang intrik licik untuk membongkar masa lalu kelam sang rival. Kini, Dion harus berjuang menghadapi tekanan keluarga dan konspirasi jahat demi melindungi cintanya.
Sampul Novel Kuperdaya Adik Iparku
7.9
Sekembalinya dari studi bedah di Amerika, Jolie terpaksa tinggal di kediaman mewah kakak iparnya demi menuruti Elie, sang kakak. Di sana, ia terjebak dalam dinamika rumit bersama Dave, Kendra, dan Gerald. Alih-alih tenang, Jolie justru menghadapi perlakuan obsesif dan tidak manusiawi dari tiga pria dominan: Jimin, Jungkook, dan Taehyung. Di tengah tekanan mereka serta konflik dengan Ara, mampukah ia bertahan dari jeratan obsesi yang menyesakkan ini?
Sampul Novel The Guardian Devil
9.6
Selama ini, Cindy menikmati hidup tenang di bawah perlindungan rahasia Mr. Auredo. Namun, kedamaian itu sirna ketika peran pelindung diwariskan kepada sang putra yang bernama Chris. Meski tetap menjaga Cindy, miliarder muda ini bertindak dengan egois dan dominan. Sikap kejam Chris membuat Cindy merasa sangat tertekan, hingga menganggapnya sebagai iblis alih-alih penjaga. Di bawah kendali penuh pria itu, sanggupkah Cindy bertahan menghadapi cara proteksinya yang ekstrem?