APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Scarlet Regret

Scarlet Regret

Kayshila Putri, mahasiswi beasiswa di Amerika, menjalin persahabatan erat dengan Kylie Abraham, adik dari pria kejam bernama Adrik. Nasib buruk menimpa Kayshila saat ia menemukan Kylie pingsan di sebuah gang. Alih-alih ditolong, ia justru dituduh polisi sebagai pelaku utama. Di tengah perjuangan membuktikan dirinya tak bersalah, Adrik yang menyimpan dendam mulai memburunya. Kini, Kayshila harus menghadapi ancaman Adrik dan mengungkap dalang asli di balik tragedi ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jam weker yang berada di atas nakas berdering di angka lima, menit ke empat lima, membangunkan sosok yang masih meringkuk di dalam selimut putih polosnya. Mata sayunya perlahan terbuka, menoleh, tangannya terulur mematikan jam yang sedari tadi terus berdering itu.

Tanpa berlama-lama, ia bangkit dan melangkah menuju kamar mandi. Tak butuh waktu lama-ia telah siap dengan celana jeans panjang dan kaos putih polos. Sentuhan ringan foundation dan lip gloss di wajahnya menambah aura kecantikan yang wanita itu miliki.

Dengan langkah lebar ia menuju dapur, menggoreng nasi goreng telur ceplok sebagai sarapan pagi sebelum ia berangkat menuju kampus.

"Kay?"

Suara itu membuatnya menoleh. Senyum lebarnya merekah saat melihat siapa sosok yang berlari kecil menghampirinya.

"Maaf telat, apa kamu sudah lama menunggu?" tanya wanita yang kini berdiri di depannya.

Kayshila menggeleng. Dengan senyum di wajahnya, ia menjawab, "Tidak, aku juga baru sampai. Yuk." Mereka bergandengan tangan memasuki bangunan putih di depan mereka, lalu berpisah menuju gedung fakultas masing-masing.

Kayshila Putri salah satu mahasiswi yang berhasil memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikannya di Uncle Sam. Mengambil jurusan sastra inggris. Mahasiswi tekun yang sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya.

"Literature is a group of works of art made up of words. Most are written, but some are passed on by word of mouth."

Kayshila mencatat bait demi bait yang diucapkan oleh dosen di depan papan tulis sana. Tiga mata kuliah akhirnya selesai, Kayshila membereskan segala peralatan tulisnya masuk ke dalam tas raselnya kemudian bergegas menuju ruangan sang sahabat.

"Permisi, apa Kylie ada di dalam?" tanyanya pada pria yang kebetulan berpapasan dengannya di pintu masuk FOB itu.

"Dia baru saja keluar," sahut pria itu, kemudian melanjutkan langkahnya.

Kayshila mengernyitkan kening. Tumben Kylie tidak menunggunya? Dia merogoh hp dalam saku jaketnya, menelpon nomor sahabatnya. Tidak aktif. Kemana Kylie pergi? Tidak biasanya sahabatnya itu pergi tanpa memberitahunya.

Sudahlah. Kayshila mengangkat bahu tak acuh, tak mau mempermasalahkan. Mungkin Kylie ada urusan mendadak hingga lupa memberitahunya.

Kayshila lantas melanjutkan derap langkahnya menuju kantin. Memesan segelas latte dan beberapa cemilan.

"Hey, girl. Sendiri aja?"

Kayshila mendongak, lalu kembali melanjutkan aktivitasnya begitu melihat siapa yang menyapanya.

Melihat Kayshila tak memberi tanggapan, pria itu pun menarik kursi di depannya. "Where's Kylie? Biasanya kalian selalu bersama."

"Kenapa tiba-tiba mencarinya? Apa kau ingin mengganggunya lagi?" ketusnya tanpa mengalihkan pandangan dari keyboard laptop di depannya.

"Don't get me wrong. Aku hanya ingin meminta maaf atas kejadian kemarin."

"Benarkah?" tanyanya dengan seulas senyum sarkastik. "Terus tunggu apa lagi? Kenapa kau tidak datang dan meminta maaf langsung ke rumahnya?"

Pria bernama Alex itu terkekeh geli. "Oh, c'mon, Kay. I don't want to die in vain."

"Apa maksudmu?" Kayshila menatap pria itu tajam, keningnya mengerut.

Alex menghembuskan napas kasar, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, dan memandang lekat wanita yang duduk terhalang meja di depannya.

"Aku hanya ingin memperingatimu, berhati-hatilah berteman dengannya."

lagi-lagi omongan kosong itu. Kayshila memutar bola mata malas. Entah sudah berapa orang yang memperingatinya dengan hal yang serupa.

"Sebaiknya, kau pergi kalau hanya ingin menyebarkan rumor yang tidak berguna, Lex."

"Ini demi kebaikanmu, Kay."

Kayshila menghela napas jengah. Tak membalas ucapan dari pria tersebut.

"Itu bukan hanya sekedar rumor belaka. Apa kamu tidak pernah menaruh curiga, mengapa banyak orang yang tidak mau berteman dengannya?" Alex jeda sejenak kemudian melanjutkan, "Itu karena kakaknya-"

"Cukup!" Kayshila mengangkat telapak tangannya, menyuruh Alex untuk tidak melanjutkan omongan kosongnya.

"Apa pun yang kalian katakan, itu tidak akan berpengaruh padaku."

Dengan perasaan dongkol, Kayshila membereskan peralatan tulisnya, memasukkan ke dalam tas ranselnya lantas beranjak pergi dari tempat tersebut menuju Cafe tempatnya bekerja.

Selain menjadi mahasiswa, Kayshila juga bekerja paruh waktu di sebuah kafe yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Alasan utamanya adalah untuk mencari tambahan penghasilan, selain uang beasiswa bulanan yang diterimanya. Sepulang dari kampus, wanita itu akan langsung menuju tempat kerja dan mengganti pakaiannya di sana.

Demi menghemat biaya, kadang, Kayshila membawa bekal yang ia buat sendiri. Sama seperti sekarang wanita itu menyantap masakan yang ia bawa bersama dengan karyawan lainnya.

"Kay, kenapa kamu tidak buka restoran sendiri saja?"

Kayshila tersenyum bukan kali pertama pertanyaan itu dilontarkan padanya.

"Iya, benar, masakanmu sangat enak. Aku yakin kalau kamu buka restoran sendiri, pasti akan laku, " ucap karyawan lainnya.

"Apalagi masakan ini, masakan Indonesia. Belum ada di daerah sini, benarkan teman-teman?"

Mereka semua menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan wanita berbadan Endomorph itu.

"Doakan saja, semoga aku punya biaya untuk buka restoran sendiri."

Mereka semua mengaminkan doa wanita berkulit langsat khas wanita Indonesia itu.

Tidak ada yang tidak tahu bagaimana kegigihan Kayshila dalam mengenyam pendidikan, serta dedikasinya dalam bekerja.

"Kenapa kamu harus bekerja? Kan, sudah ada uang bulanan yang kamu terima dari beasiswamu?"

Kayshila mengulas senyum. "Aku hanya ingin menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman dalam dunia kerja."

"Bukan karena uang?" tanya wanita berambut blonde itu.

"Iya, kamu benar. Itu memang poin utama." Mereka berdua pun tergelak.

Jam yang menempel di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Kayshila bergegas mengganti pakaiannya, bersiap untuk meninggalkan kafe.

Ia merogoh tas ranselnya, ingin memastikan tidak ada pesan penting yang masuk. Kayshila mengerutkan keningnya, melihat begitu banyak panggilan dari Kylie.

Tumben, wanita itu meneleponnya sebanyak ini? Namun, sekali lagi, nomor Kylie tidak aktif saat ia mencoba menghubunginya balik.

Sudahlah, besok saja ia bertanya pada wanita bermata abu-abu itu. Mungkin Kylie ada keperluan penting dengannya.

Kayshila berjalan sendirian, menyusuri lorong jalan setapak yang tampak sunyi. Sebagian orang sudah terlelap dalam mimpinya masing-masing.

Derap langkah Kayshila terhenti secara refleks. Dua meter di depannya, terlihat tubuh seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri. Gegas, ia berlari menghampiri wanita itu.

Matanya seketika terbelalak, dan sontak ia membekap mulutnya sendiri saat membalikkan tubuh wanita tersebut.

"Kylie!" Tangannya gemetar hebat, diliputi ketakutan. Dari sela rambut kecoklatan Kylie, darah mengalir deras, membasahi permukaan aspal yang dingin.

"Kylie, bangun, Ky. Tolongggg." Kayshila tak dapat menahan air matanya yang mulai tumpah. Ia meraung-raung, memohon pertolongan, namun tak seorang pun datang.

Dalam keputusasaan itu, terdengar suara langkah kaki yang berat dan cepat. Tanpa peringatan, beberapa pria dengan seragam kepolisian muncul dari ujung jalan yang gelap. Mengepung tempat itu dalam sekejap.

"Angkat tangan, dan jangan bergerak!" Suara tegas itu memecah keheningan malam, membuat Kayshila terdiam seketika. Detak jantungnya berdetak keras memekakkan telinganya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Terlahir Kembali: Sekali Digigit, Dua Kali Pemalu
9.0
Lima tahun pernikahan Rylie dan Mathias hanya menyisakan kepedihan hingga ajal menjemputnya. Begitu terbangun di masa lalu, Rylie bertekad segera meminta cerai demi menghindari luka yang sama sebelum Mathias beralih ke wanita lain. Mathias sempat mengira ini hanyalah sebuah trik, namun keteguhan Rylie justru memicu kepanikan hingga ia memohon kesempatan baru. Rylie kini bimbang, terjebak di antara rasa trauma mendalam dan sisa cinta untuk suaminya.
Sampul Novel Kim Nana
9.7
Demi sang adik, Kim Nana rela membuang masa mudanya setelah ditinggalkan begitu saja oleh orang tua mereka. Kini, meski sukses secara finansial, kepedihan masa lalu telah membentuknya menjadi wanita yang dingin dan kaku. Beratnya beban kehidupan membuat Nana mati rasa dan enggan membuka hati untuk cinta. Akankah ada pria yang mampu mencairkan hatinya yang beku? Bisakah Nana memaafkan masa lalu serta orang tuanya? Simak kelanjutan kisah perjuangannya.
Sampul Novel Koleksi Kisah Nakal (21+)
9.2
Menyajikan dinamika hubungan modern, antologi romansa dewasa ini mengungkap berbagai rahasia tak terduga dalam setiap pertemuan. Pembaca akan diajak menelusuri liku gairah serta emosi mendalam lewat momen-momen intim yang penuh kejutan di tiap babak. Di sini, situasi biasa dapat berubah menjadi peristiwa menggoda yang sangat berkesan bagi para tokohnya. Kisah-kisah ini mengeksplorasi hasrat yang tak terbayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Luka Sang Bidadari
8.8
Kehancuran keluarga akibat perselingkuhan sang ayah meninggalkan trauma mendalam bagi Alina Dzakiya. Kehadiran Raka, sahabat yang kini menjadi suaminya, sempat menjadi penawar luka tersebut. Namun, saat Alina tengah mengandung anak pertama mereka, pengkhianatan yang sama justru dilakukan oleh Raka. Kepercayaannya pun kembali hancur. Kini Alina dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan atau menyerah pada nasib kelam yang dahulu dialami ibunya.
Sampul Novel Suami Rahasia Sang Bintang
9.2
Karier menyanyi Anastasia Noire hancur akibat fitnah keji. Saat terpuruk, ia menyelamatkan nyawa seorang pria dan mengklaimnya sebagai suami demi keselamatan. Publik pun mencelanya. Namun, mereka tidak tahu bahwa lelaki misterius itu adalah Maximilian Kingsley, seorang miliarder rahasia. Di tengah kepungan pengkhianatan, Anastasia kini harus mencari tahu apakah Maximilian adalah penyelamat sejati atau justru ancaman baru bagi hidupnya.
Sampul Novel Tawanan Sang Penguasa "Terbelenggu Takdir, Terikat oleh Cinta"
9.1
Keyra terperangkap dalam konspirasi politik rumit dan menjadi tawanan Aditya. Sang penguasa dingin yang menyimpan luka rahasia itu ternyata memendam perasaan mendalam. Di tengah kepungan dendam serta pengkhianatan yang mengancam, hubungan mereka justru mulai tumbuh. Ketika kekuasaan kian membebani, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit antara ambisi takhta atau perasaan cinta. Akankah ikatan hati mereka mampu bertahan dan menjadi penyelamat di tengah badai takdir?