APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Hidup Angga berubah total setelah patah hati menyerangnya. Akibat rencana gila Doni, ia harus menemani Riri, sepupu temannya sendiri, hingga kehilangan keperjakaannya dalam sebuah malam tak terduga. Menyadari potensi besar Angga, Doni menawarinya pekerjaan sebagai penghibur para wanita kesepian. Walau awalnya Angga menolak karena merasa tak berbeda dengan gigolo, bayaran yang melimpah serta bakatnya sebagai pemuas hasrat membuatnya tak mampu mundur dari dunia baru tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Riri melempar selimut yang menutup tubuhnya, kedua matanya memang seperti sudah otomatis terbangun ketika pagi telah tiba. Wanita itu kemudian menuju lemari pakaian untuk mengambil handuk dan pakaian ganti lalu beranjak ke kamar mandi.

Lima belas menit kemudian wanita itu keluar dari kamar mandi dengan memakai sebuah gaun tipis berwarna ungu berlengan pendek sebatas lutut. Riri beranjak mengambil tas yang dia gunakan semalam untuk kemudian memeriksa ponsel yang dari semalam belum dia keluarkan dari sana.

Tapi ada satu hal yang membuat dia tertegun. Sebuah benda asing ada di dalam sana. Benda itu terasa asing lantaran dia tidak pernah membeli atau memilikinya. Sebuah kotak beludru. Penasaran, Riri mengambil benda itu dan membuka isinya. Seketika ingatan kejadian berputar kembali.

Tentang bagaimana caranya dia mendapatkan kotak berisi cincin yang tiba-tiba saja diberikan kepadanya oleh seorang pemuda berkacamata. Pria itu tampak muram, tetapi walau begitu tidak menghilangkan ketampanannya.

"Jangan memikirkannya!" Riri menghalau bayangan pria tak bernama yang ditemuinya tadi malam.

"Tapi ini cantik sekali," gumam Riri sambil mengeluarkan cincin tersebut dari dalam kotak. "Sayangnya aku mendapatkannya dengan cara aneh seperti itu." Riri kemudian menyematkan cincin itu di jari manisnya dan mendapati bahwa cincin itu terlalu besar untuk ukuran jarinya. "Cincin ini memang bukan punyaku, wajar saja ukurannya tidak pas," sahutnya sambil menghela napas. "Kalau ada kesempatan aku ingin mengembalikan ini kepada pemiliknya. Meski dia bilang memberikannya padaku tapi aku tidak bisa menerimanya begitu saja kan? yang jadi masalah sekarang adalah dimana aku bisa menemukan pemiliknya?"

Saat sedang sibuk memperhatikan cincin tersebut tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.

"Ya, ada apa?" sahut wanita itu ketus.

"Kau dimana?" tanya seseorang dibalik sambungan telepon.

"Di rumah," jawab Riri meski agak bingung dengan maksud pertanyaan orang itu.

"Hari ini kau sibuk tidak?"

Mendengar hal itu Riri tiba-tiba mendapatkan firasat.

"To the point saja, ada apa?"

"Baguslah kalau kau mengerti. Hari ini aku tidak bisa ke toko, jadi aku minta kau jaga tokoku ya. Itung-itung biar ada kegiatan."

Nah kan, dugaan Riri tidak pernah salah. Orang itu selalu saja cepat tanggap kalau masalah memanfaatkan sumber dayanya sebagai manusia.

"Doni...," Riri mendecak, menyebut namanya. Orang yang paling tidak ingin dia sebut sebetulnya. Tapi karena dia adalah sang sepupu dan rumahnya tidak jauh dari toko orang itu. Maka mau tidak mau, Riri kerap kebagian getahnya untuk sesekali membantu persoalan orang itu.

"Kau harus membayarku dengan mahal kali ini," timpal Riri.

"Iya, iya. Aku tahu. Tapi sekarang bisnisku sedang tidak berjalan terlalu lancar. Nanti kalau sudah berjalan aku akan membayarmu kok, tenang saja. okay?"

"Kau kan tahu sendiri kalau-"

"Iya, aku tahu. Tidak usah diulang lagi. Kepalaku rasanya mau pecah kalau kau mengomel terus. Oh... aku juga punya sesuatu di toko yang waktu itu kau pesan. Aku sudah siapkan jadi sekalian bisa kau ambil juga," potong Doni cepat sebelum Riri sempat menyelesaikan kalimatnya.

Mendengar 'sesuatu' di toko sepupunya Riri akhirnya memilih untuk menyerah. "Baiklah, tapi aku ingatkan kalau benda itu tidak cocok dengan permintaanku maka kau akan aku bunuh."

"Hehe... dicoba saja dulu siapa tahu cocok. Sampai jumpa lagi, sepupu. Kali ini baik-baiklah pada mereka," pesan Doni sebelum hubungan telepon di matikan.

"Selalu saja seenaknya."

***

"Halo?"

"Yo, Angga! Selamat siang oh? Kurasa sudah sore sih sekarang," kata seseorang di balik telepon. Dia terkekeh dan Angga melirik ke arah jam dinding di ruangan tersebut. Memang sudah pukul tiga sore saat itu. Dari suaranya yang sangat familiar Angga bisa menebak siapa orang iseng yang menghubunginya dengan nomor baru kepadanya saat ini. Tidak lain tidak bukan, temannya yang dulu pernah satu kerjaan meski mereka kemudian berpisah karena keduanya memutuskan resign dan melanjutkan hidup masing-masing.

"Doni, ada apa menelepon?" Meski Angga sebetulnya malas untuk berbasa-basi dengan orang itu, tetapi dia menahan keinginannya untuk menutup telepon dan justru malah menanyakan keperluan pemuda itu kepadanya.

"Masih menganggurkan kau? Aku butuh sedikit bantuan," kata Doni lagi.

"Bantuan apa? kalau pinjam uang tidak ada."

"Hei kau sensitif sekali, kenapa kau ini? putus cinta ya? hahaha..." Tawa renyah terdengar dari sana dan seketika Angga mengerutkan keningnya. Dia tampak seperti sedang diolok-olok oleh lelaki yang usianya lebih tua dari Angga.

"Mau mati, kau bangsat!"

"Hei... santai bro, oh? Jangan-jangan betulan."

"Jangan dibahas."

"Sorry, aku tidak tahu kalau itu betulan terjadi. Katakan padaku, apa yang terjadi? Kau bertengkar lagi dengan pacarmu?"

Angga menggeleng, meski seseorang di balik telepon tidak akan mengetahuinya. "Aku dicampakan bahkan sebelum aku sempat melamarnya."

"Kau-apa? hei bung, bukankah itu langkah yang besar? Maksudku kau kan-"

"Aku tahu, aku pengangguran tidak punya masa depan. Dan sekalinya punya uang dari hasil kerja serabutan. Aku tahu. Tidak usah di perjelas," ungkap Angga sarkas.

"Dengar, putus cinta bukanlah akhir dunia kau tahu. Kau boleh bersedih tapi jangan berlarut-larut. Hidupmu masih panjang dan ada banyak perempuan yang kurasa bersedia menggantikan posisi mantanmu itu. Siapa tahu kau sudah bertemu dengannya belum lama ini."

"Bicara apa sih kau bangsat. Langsung saja bantuan apa?"

"Sepupuku sedikit resek hari ini. Dia kusuruh menjaga toko-ku, tapi setelahnya dia terus-terusan menerorku. Aku jadi tidak bisa fokus. Karena itu aku meneleponmu supaya kau membantu dia."

Angga menarik telepon yang beberapa saat lalu menempel di telinganya dan menatap benda itu lekat-lekat seolah-olah dia betulan sedang menatap lurus ke arah orang yang sedang meneleponnya. "Memangnya apa yang bisa aku lakukan untuk membantu dia? Kenal saja tidak."

"Tidak tahu, pokoknya kau pergi sajalah ke toko dan lakukan Sesutu. Aku sedang diluar sekarang dan tidak memungkinkan untuk pulang. Intinya kau akan tahu apa yang bisa kau lakukan kalau kau sudah bertemu dia secara langsung. Kalau kau belum kenal yang kenalan saja sekalian. Sekilas info saja dia juga baru putus dengan pacarnya lho," Setelah menjelaskan sesuatu seperti itu Doni langsung menutup teleponnya. Bahkan tanpa merasa perlu mendengar jawaban dari Angga.

"Tidak jelas si bangsat itu. Apa pula tiba-tiba menyuruhku datang ke tokonya segala," sungut Angga tetapi meski begitu dia tetapi beranjak dari posisinya segera. Kalau dipikir memang dia juga tidak punya kegiatan, jadi sekalian saja kalau dia ke toko si Doni kemungkinan dia jadi bisa sedikit mengeluarkan pemikiran yang tidak perlu dari kepala.

Kalau sudah seperti ini tidak ada pilihan lain selain melihat sendiri apa yang terjadi. Dan orang itu mungkin ada benarnya. Berkenalan dengan orang baru mungkin akan membuat Angga bisa sedikit melupakan kejadian menyakitkan semalam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Pembantu Kalian
9.2
Tujuh bulan sudah keluarga ipar menumpang di rumahku dan bertingkah bagai benalu. Tragisnya, aku malah diperlakukan layaknya pembantu di rumah sendiri, sementara suami enggan mengusir mereka karena merasa iba. Batas kesabaranku kini telah habis. Aku pun mulai menyusun taktik cerdik untuk membuat mereka tidak betah, agar mereka segera angkat kaki dan pergi selamanya demi mengembalikan kedamaian hidupku.
Sampul Novel Cinta Wanita Malam
9.8
Kehidupan Sania di SMA Brawijaya mendadak gempar sejak Gevan, kakak kelas idola, menjemputnya di kos. Namun, ketenangan Sania di kelas XI IPS 2 seketika terusik oleh kehadiran Bara, siswa baru yang sangat dingin. Pertemuan perdana mereka langsung memicu ketegangan saat Bara mengungkap dusta Sania di hadapan guru. Kini, Sania terjebak di antara pesona hangat Gevan dan sikap sinis Bara yang penuh misteri.
Sampul Novel I`m Holding You
8.0
Masa lalu Bima menyimpan rahasia kelam. Hubungan satu malam yang tak disengaja membuat Levina hamil tanpa tahu siapa pelakunya. Bertahun-tahun berlalu, Levina mendatangi klinik Bima demi mengobati putri kecil mereka, Anetta, yang mengidap penyakit langka. Bima sangat terkejut mengetahui anak itu adalah darah dagingnya, padahal ia sendiri sudah menikah empat tahun tanpa keturunan. Kini, ia bimbang untuk mengakui dosanya demi kesembuhan Anetta dan nasib pernikahannya.
Sampul Novel Mawar Hitam Berdarah
9.7
Lelah didera siksaan batin oleh mertua dan suaminya yang tidak adil, Maria akhirnya memilih bercerai. Ia dicap cacat karena belum punya anak, bahkan suaminya tega menikah lagi secara sepihak. Namun, takdir mempertemukannya dengan bos menyebalkan yang perlahan meluluhkan hatinya. Saat cinta baru mulai tumbuh, sang mantan suami justru datang memohon untuk rujuk. Maria kini terjebak di antara masa lalu atau memulai lembaran baru.
Sampul Novel Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
8.8
Tiga tahun menikah, Lena gagal meluluhkan hati Theo. Kecewa karena diabaikan saat terluka demi wanita lain, Lena memilih bercerai dan menyebar rumor bahwa suaminya impoten. Ia lalu bangkit sebagai desainer elit yang sukses. Namun, saat mengira Theo akan menikahi kekasih lamanya, sang mantan suami justru menyudutkannya di sebuah peragaan busana demi membuktikan kejantanannya yang sempat diragukan Lena di depan publik.
Sampul Novel PERTAMA UNTUK NAIMA
8.4
Naima, yatim piatu yang merantau mandiri, tidak menduga bahwa aksi heroiknya menyelamatkan orang asing membawa perubahan besar. Ketulusan Naima membuat Alberico jatuh cinta dan berusaha keras mendekatinya. Sempat bimbang, Naima akhirnya menantang Albe untuk menikah siri. Namun, rahasia masa lalu Albe terkuak dan memicu salah paham besar hingga memisahkan mereka. Sanggupkah cinta mereka bertahan melewati badai konflik dan ujian berat ini?