APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SAMANTHA

SAMANTHA

Menjalin kasih sejak kelas sepuluh, hubungan Samuel dan Anantha mulai retak di tahun kedua. Kesibukan Samuel memimpin OSIS membuat jarak di antara mereka, sementara Anantha sibuk menyembunyikan kariernya sebagai novelis daring. Keadaan kian memburuk dengan kemunculan Viola, sahabat kecil Samuel yang kini menyita seluruh fokusnya. Merasa dikesampingkan dan dikhianati oleh prioritas baru sang kekasih, Anantha kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau menyudahi asmara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Orang baru atau orang lama pemenangnya? Orang dia sahabatnya.

****

"Woi, Anantha bangun. Masih pagi juga udah molor!" Anya menggoyangkan lengan Anantha kuat agar gadis itu segera terbangun lantaran guru jam pertama sudah datang.

"Anya, Anantha masih ngan---" ucapan Anantha terpotong lantaran ia melihat siluet mata tajam Pak Beni. Anantha menyengir lebar, segera menegakkan tubuhnya seakan siap menerima pelajaran pagi ini.

"Selamat pagi anak-anak, hari ini kalian kedatangan siswi baru. Silahkan perkenalkan diri!" ucap Pak Beni pada seorang siswi perempuan yang baru saja masuk ke kelas mereka.

"Halo semuanya, gue Viola Adesta pindahan dari SMA Pelita semoga kita bisa berteman baik."

Siswi dengan nama Viola mengulas senyum tipis, wajahnya sangat cantik, tubuhnya menjulang tinggi, bak model terkenal di televisi.

"Viola kamu bisa duduk di depan Anantha!" ucap Pak Beni karena depan Anantha memang bangku kosong.

Anantha dan Anya saling pandang ia melempar senyum tipis saat Viola tersenyum ke arah mereka. "Gue Viola," kenalnya.

"Tau, lo kan baru aja kenalan!" cetus Anya membuang muka, ia terlihat tidak menyukai Viola. Anantha sampai menyikut lengannya pelan, merasa tak enak dengan teman barunya itu.

"Santai dong, An. Baru juga kenal udah ngegas aja!" bisik Anantha.

Viola memutar bola matanya malas, fokus dengan penjelasan Pak Beni di depan. Akhirnya bel istirahat berbunyi, Anantha yang sudah lapar langsung menarik tangan Anya agar segera berdiri. Di ikuti Jihan, teman baiknya yang duduk di belakang Anantha.

"Viola, lo mau bareng ke kantin?" ajak Anantha, melihat di kelas tidak ada yang mengajaknya.

"Ck, ngapain sih lo ngajak dia!" cetus Anya, ia menatap sinis ke arah Viola.

Anantha sendiri bingung kenapa Anya sampai begitu membenci Viola padahal mereka baru saja bertemu. "Anya, kasihan dia nggak ada yang nemenin," ucap Anantha.

"Yaudah lo pergi aja sama dia, gue bisa pergi sendiri!" Kedua mata Anantha membulat melihat Anya benar-benar meninggalkannya.

"Gue nggak ke kantin, lo pergi aja sama Kak Anya." Dahi Anantha berkerut, mendengar Viola memanggil Anya dengan embel-embel Kak.

Belum sempat bertanya Jihan sudah lebih dulu menarik tangannya untuk pergi. "Han, menurut lo Anya kenapa?" tanya Anantha.

Terdengar helaan napas panjang dari Jihan, ia menepuk dahinya pelan. "Masa lo lupa sih, Anantha. Kalau Viola adik tirinya Anya bukannya dia pernah nunjukin fotonya ke kita!" jelas Jihan.

Kedua mata Anantha membulat, makanya ia merasa tak asing dengan wajah Viola. Ternyata dia adalah saudara tiri Anya. Pantas saja jika Anya terlihat sangat tidak menyukainya.

Anantha menghampiri meja Anya yang saat ini tengah makan sendirian. "Anya, sorry!" ucapnya memelas.

Melihat Anya yang hanya mendiamkannya membuat Anantha tak menyerah. Ia masih memohon agar Anya memaafkannya. "Gue benaran nggak tahu, gue lupa juga. Maafin ya," rengek Anantha.

"Buruan pesen makan keburu bel masuk!" ucap Anya. Anantha tersenyum lebar, ia langsung duduk dengan nyaman karena Jihan  yang sudah memesankan makanan untuknya.

Anantha mengedarkan pandangannya ke arah kantin, matanya tertuju pada meja paling ujung belakang. Melihat gerombolan Samuel, tetapi tidak ada pria itu di sana. Karena rasa penasarannya, Anantha pun menghampiri meja itu.

"Deka, Samuel kemana?" tanya Anantha pada pria setengah bule tersebut.

"Loh, dia bilang tadi mau ke kelas lo." Anantha terkejut mendengarnya, apakah Samuel berniat menemui dirinya.

Ia pun segera pergi dari sana setelah mengucapkan terima kasih. Anantha bahkan tidak memperdulikan makanannya yang sudah Jihan pesankan. Tujuannya saat ini adalah kelas untuk mencari keberadaan Samuel.

Baru di depan pintu, langkah Anantha terhenti melihat Samuel yang tengah mengobrol dengan Viola. Keduanya terlihat sangat akrab, bahkan Samuel mengobrol santai dengan Viola seperti saat ia mengobrol dengannya.

"Samuel," panggil Anantha. Melangkahkan kakinya masuk ke dalam, berhadapan dengan Samuel dan juga Viola.

"Kamu, kenal sama Viola?" tanya Anantha.

Samuel mengangguk. "Dia sahabat gue dari kecil, Viola dia---"

"Gue udah kenal, Anantha kan?" tanya Viola, meski tadi Anantha belum memperkenalkan diri.

Anantha mengangguk, tersenyum manis ke arah Viola. Ia dengan sengaja melingkarkan tangannya di lengan Samuel. "Pacarnya Samuel," tekannya.

Viola tersenyum tipis sempat melihat ke arah tangan Anantha yang menggandeng tangan Samuel mesra. "Kata Deka tadi kamu ke kelas nyariin aku, kenapa?" tanya Anantha.

"Oh, gue nyariin Viola." Jawaban dari Samuel membuat Anantha sangat kesal, tidak bisakah Samuel mengatakan iya saja daripada membuat Anantha malu di hadapan Viola.

"Oh," balasnya singkat melepaskan rangkulannya pada lengan Samuel.

Samuel tersenyum tipis, justru mengenggam tangan Anantha erat. "Udah makan belum?" tanyanya.

Anantha menggelengkan kepalanya melirik ke arah Viola singkat. "Tadinya mau makan tapi karena kamu nggak ada di kantin jadi aku nyariin kamu, ternyata lagi ngapel!" sindirnya.

"Nggak usah ngajak ribut! Viola cuma sahabat gue, ayo ke kantin gue nggak mau lo ada alasan lagi buat bolos!" ucap Samuel, menarik tubuh Anantha agar segera pergi.

"Viola lo nggak ke kantin sekalian?" tanya Samuel.

Viola menggelengkan kepalanya pelan. "Aku udah dibawain mama bekal, kamu tahu sendiri kalau aku nggak bisa makan sembarangan, El."

Samuel mengangguk. "Gue pergi dulu, kalau ada apa-apa kabarin gue!" Viola menggangguk dengan senyuman manis di bibirnya.

Anantha yang mendengar itu memajukkan bibirnya kesal. Mengapa Samuel sangat perhatian pada Viola. Apakah Samuel pernah menyukainya?

"Kenapa bibir lo monyong gitu?" tanya Samuel sembari mencubit kedua pipi Anantha.

Anantha menatap Samuel sinis. "Kili idi ipi-ipi kibirin gie!" cibir Anantha menirukan ucapan Samuel dengan nada mengejek.

"Punya pacar baru, Mas?" sinisnya.

"Dia cuma sahabat gue, Anantha. Lo pacar gue," tekan Samuel.

Anantha menghembuskan napas kasar. "Cuman sahabat tapi kok perhatian banget? Kalau ada rasa bilang," sindirnya.

"Suka banget nyari penyakit, nanti nanges!" ejek Samuel balik. Anantha semakin kesal mendengarnya, bukan membujuk Samuel justru semakin kompor.

"Ngeselin, samperin aja sahabat kamu itu. Aku bisa ke kantin sendiri!" Anantha mendorong tubuh Samuel kesal.

Namun, dorongan Anantha seakan tak berarti apa-apa. Tubuh Samuel tetap di tempat tidak berpindah sama sekali. Samuel menarik tubuh Anantha sampai menabrak dada bidangnya menatap wajah gadis itu lekat.

"Dia cuma sahabat gue Anantha, nggak lebih! Lo pacar gue dan gue cuma sayang sama lo, jadi nggak usah mikir yang nggak-nggak!" Samuel mengetuk dahi Anantha pelan.

Jarak wajah mereka sangat dekat, membuat detak jantung Anantha berdebar sangat kencang. Anantha buru-buru mendorong tubuh Samuel lalu membalikkan tubuhnya. Menyentuh dadanya yang berdebar-debar.

Samuel justru terkekeh melihatnya merangkul bahu Anantha membawanya menuju kantin. Tidak akan Samuel biarkan Anantha kelaparan sehingga menjadi alasan dia untuk bolos.

"Gue nggak mau denger kabar kalau lo di hukum lagi!" peringat Samuel.

Anantha menghela napas panjang. "Samuel, sebenarnya kalau Anantha di hukum itu bukan karena Anantha nakal tapi karena bentar lagi Anantha lulus jadi Anantha mau buat kenangan yang banyak di sekolah ini. Apalagi kalau Anantha di hukum Samuel selalu gantiin hukuman Anantha. Itu namanya romantis!"

"Ngeles sekali lagi, bibir gue yang akan buat lo diem!" sarkas Samuel.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dunia Pelita
9.8
Pelita, model tangguh berlatar keluarga retak, kehilangan kesuciannya akibat insiden tragis. Kejadian ini mengikat takdirnya dengan Adhim, pemimpin geng motor yang juga putra kiai. Demi menebus dosa, Adhim menawarkan pernikahan. Namun, Pelita yang enggan berkomitmen menjadi ragu. Perbedaan dunia mereka yang kontras kini menjadi ujian terbesar. Mampukah hubungan mereka bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu kelam dan konflik yang terus mengintai?
Sampul Novel Ipar Jadi Pacar
9.2
Mimpi Rheana tentang pernikahan indah sirna di malam pertama. Andre, suaminya, ternyata menikah hanya demi warisan dan mencintai wanita lain, Kania. Kemalangan Rheana memuncak saat ia terjebak dalam skandal satu malam di sebuah pesta ulang tahun. Betapa terkejutnya Rheana ketika mengetahui pria di malam itu adalah Samuel Rahardyan, adik iparnya sendiri yang baru pulang dari luar negeri dan belum pernah ia temui.
Sampul Novel Maria
9.3
Masa lalu yang kelam merenggut seluruh impian Maria. Usai dikhianati oleh sang kekasih, ia harus menanggung beban berat karena mengandung tanpa pertanggungjawaban. Penderitaannya kian mendalam ketika kedua orang tuanya meninggal dunia, tak mampu bertahan di tengah cemoohan publik yang menghancurkan kehormatan keluarga mereka. Kini, Maria harus berjuang sendirian dalam kepedihan, menghadapi kenyataan pahit akibat kesalahan fatal yang telah merusak hidupnya.
Sampul Novel Obsesi Cinta Sang Pemain Wanita
8.5
Demi menghindari takdir kematian berulang akibat ancaman kejam Jonathan, Devanda mengambil langkah nekat. Ia menikahi Andriyan, sepupu Jonathan yang terkenal playboy, berharap pernikahan mereka akan cepat kandas. Namun, sikap dingin Devanda justru memicu obsesi mendalam dalam diri Andriyan. Kini, di tengah kejaran Jonathan yang ingin merebutnya kembali, Devanda harus bertahan menghadapi dua pria berbahaya tersebut demi meraih kebahagiaan sejatinya.
Sampul Novel Tanpamu, Hidupku Makin Bersinar
8.0
Pernikahan lima tahun yang Rebecca kira sempurna hancur seketika saat dia mengetahui bahwa akta nikahnya hanyalah kepalsuan. Di balik kelembutan tulus sang suami, pria itu rupanya telah menikahi gadis lain yang dia besarkan di Andoria—sebuah negara dengan aturan pernikahan sekali seumur hidup. Meski cinta dan kasih sayang suaminya selama ini nyata, Rebecca harus menghadapi kenyataan pahit bahwa hati suaminya terbagi untuk dua wanita sekaligus dalam romansa penuh misteri ini.
Sampul Novel Thief of Heart
9.5
Kehidupan Emma, staf baru H&D Group, berubah total sejak bertemu Devan, sang putra pemilik perusahaan. Akibat skandal saat bertugas di Kalimantan, mereka nekat menikah siri demi melegalkan hubungan, meski Emma memiliki tunangan dan Devan telah beristri. Awalnya, pernikahan siri ini disepakati akan berakhir begitu Emma menikahi tunangannya. Namun, benih cinta justru tumbuh di antara mereka. Akankah Devan jujur pada istrinya, atau Emma rela menjadi istri kedua?