APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Salahkah Aku Mendua

Salahkah Aku Mendua

Astrid terperangkap dalam pernikahan dingin tanpa cinta akibat perjodohan. Pengabaian konstan dari sang suami, Tristan, menorehkan luka batin yang begitu dalam baginya. Merasa tak pernah dihargai, Astrid memilih berpaling kembali kepada Deon, mantan kekasihnya. Di balik pencarian kenyamanan tersebut, ia merancang skenario balas dendam untuk memberi pelajaran pada Tristan. Astrid bahkan nekat mengancam akan mencari lelaki lain jika Deon menolak membantunya dalam rencana ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suara desahan erotis seorang wanita menggema di sebuah ruangan. Peluh bermanik tapi dengan senyum puas yang terpajang di bibir. Jemarinya mengusap wajah pria yang tengah memacu tubuhnya, keduanya terlena seakan sedang menikmati surga dunia yang akan merengkuh mereka.

Namun, dibalik kebahagiaan keduanya, ada air mata yang tengah mengalir tak terkendali. Seorang wanita lain sedang berdiri terpaku di balik pintu, menutup permukaan bibir agar suara isaknya tidak lolos dan terdengar oleh kedua manusia yang sedang dimabuk asmara.

"Apa salahku? Kenapa dia tega berbuat ini padaku?"

Semua berawal dari satu bulan yang lalu.

"Tanda tangani surat cerai ini!" Seorang pria melempar sebuah stopmap ke arah wanita yang terlihat duduk menunduk di sofa.

Astrid Rahdian Amanda menatap sang suami yang berdiri menatap tidak suka padanya. Wanita itu terkejut ketika melihat sang suami—Tristan Danendra melempar surat cerai ke arahnya.

"Apa maksudnya ini, Tris?" tanya Astrid bingung.

"Sudah jelas, 'kan! Mama sudah tidak ada, jadi kamu bebas aku pun sama," jawab Tristan yang seakan merasa bebas dengan kepergian ibu kandungnya.

"Tidak bisa, Tris. Aku sudah janji sama Mama untuk tidak pernah bercerai denganmu. Aku tidak bisa mengingkari janjiku!" tolak Astrid.

Tristan tersenyum miring, lantas bersedekap menatap hina pada Astrid. Pernikahan mereka terjadi karena sebuah perjodohan, ibu Tristan menginginkan putranya menikah dengan Astrid—putri dari sahabat karibnya. Namun, ternyata Tristan sudah memiliki kekasih, hanya demi menuruti impian ibunya, Tristan setuju menikah dengan wanita yang tidak pernah dicintainya sama sekali. Ibu Tristan mengidap leukimia, menginginkan putranya mendapat pasangan hidup yang baik, hingga kemudian memaksa Tristan menikah dengan Astrid.

Astrid sendiri tidak menolak, meski awalnya dia juga sudah mempunyai kekasih. Hanya karena kasihan dengan ibu Tristan, Astrid menerima perjodohan itu. Astrid adalah gadis baik yang sopan dan penuh kasih sayang, karena itu ibu Tristan sangat menyukai Astrid.

Satu minggu yang lalu, ibu Tristan berpulang. Hari ini pria itu langsung buru-buru menyodorkan surat cerai ke arah Astrid, meski pernikahan mereka baru saja berlangsung selama 3 bulan.

"Oh, oke! Tapi jangan salahkan aku jika berbuat semauku. Kamu juga perlu ingat, kalau kamu tidak pernah berhak mengatur apa yang mau aku lakukan, karena kamu tidak berhak atas diriku!" Tristan bicara dengan penuh penekanan.

Pria itu keluar dari kamar, membanting pintu begitu keras hingga membuat kedua pundak Astrid bergedik karena terkejut.

Astrid menghela napas kasar, menatap stopmap yang masih tergeletak di meja. 3 bulan menikah, tapi mereka bersikap seperti pasangan hanya ketika berada di depan ibu Tristan, selebihnya mereka seperti orang yang tidak saling kenal. Kini, apa yang sebenarnya diharapkan Astrid, jelas-jelas tidak diinginkan tapi kenapa memilih bertahan.

**

Astrid Rahdian Amanda adalah wanita berumur 27 tahun, berasal dari keluarga yang mampu dan mapan. Astrid mengurus perusahaan fashion milik keluarga sebagai seorang direktur utama. Andai Astrid mau, bisa saja meninggalkan Tristan hari itu juga. Namun, janjinya pada ibu Tristan membuat hatinya menolak berpisah dengan pria itu.

Selama menikah, Tristan tidak pernah memberikan hak yang seharusnya diberikan untuk Astrid. Jangankan bercinta, menyentuh Astrid saja Tristan tidak mau.

Astrid yang hanya ingin berbakti pada suami dan keluarga, selalu pasrah dengan perlakuan Tristan. Hatinya pernah yakin jika lambat-laun Tristan pasti akan menerima dirinya.

**

Astrid kembali ke perusahaan setelah seminggu ambil cuti untuk masa berkabung ibu mertuanya. Wajah Astrid sedikit pucat dan lelah, bukan hanya memikirkan kepergian mertua yang sangat baik padanya, tapi juga semalaman memikirkan sang suami yang tidak pulang ke rumah.

"Astrid!" Seseorang memanggil namanya, membuat wanita itu menoleh.

"Deon." Astrid menatap seorang pria yang tengah berjalan menghampiri dirinya.

Deon Cayetano, pria blesteran Indonesia-Italia, berumur satu tahun lebih tua dari Astrid, memiliki tinggi badan sekitar 185cm, kulit putih bersih, dengan hidung mancung dan rahang yang kokoh.

"Kamu kok sudah mulai masuk?" tanya Deon ketika sudah berdiri berhadapan dengan Astrid.

"Ya, karena aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan terlalu lama," jawab Astrid dengan seutas senyum di bibir.

"Kamu bisa serahkan padaku, kenapa tidak istirahat saja. Pasti lelah mengurus semuanya sendiri," kata Deon menunjukkan rasa simpati pada Astrid.

Deon menjabat kursi direktur di perusahan Astrid, sedangkan wanita itu adalah direktur utama di sana.

"Ah, mana bisa aku terus merepotkan dirimu. Kamu sudah terlalu banyak membantuku," balas Astrid yang tidak mau bergantung pada Deon.

"Kenapa sungkan? Kalau bukan aku, lalu siapa? Kamu tahu sendiri bagaimana hubungan kita selama ini, 'kan!" Deon menatap lembut pada Astrid.

Astrid merasa kikuk jika Deon menatapnya begitu, merasa seakan kembali ke waktu beberapa bulan yang lalu, ketika dirinya masih belum menyandang status nyonya Danendra.

"Aku masuk dulu, lain waktu kita bicara lagi, oke!" Astrid sesegera mungkin meninggalkan Deon, tidak ingin terlalu lama berdua dengan pria itu.

Deon menatap punggung Astrid, lantas menghela napas pelan ketika sebuah kekecewaan dan penyesalan kembali singgah di hatinya.

"Kenapa harus seperti ini?"

**

Astrid harus kembali fokus dengan pekerjaan yang sudah ditinggalkan selama satu minggu. Meski sang sekretaris membantu dengan bolak-balik ke rumah Astrid untuk meminta tanda tangan, tapi tetap saja ada beberapa yang tidak bisa ditangani oleh sang sekretaris.

Astrid memijat kedua pelipisnya, berkas yang menumpuk tampak tidak akan ada habisnya.

Hingga suara ponsel membuat fokus Astrid terpecah. Ia pun segera menjawab karena itu adalah panggilan dari ibunya.

"Halo, Ma!" sapa Astrid langsung.

"Halo sayang, bagaimana kabarmu? Mama ingin sekali makan siang dengan kamu dan Tristan, apa ada waktu?" tanya ibu Astrid dari seberang panggilan.

Astrid menghela napas pelan, tapi karena tak ingin mengecewakan ibu, Astrid pun mengiakan. Setelah ibu mengakhiri panggilan, Astrid pun mencoba menghubungi sang suami. Namun, sepertinya Tristan memang tidak mau menjawab panggilan darinya.

"Kenapa menjawab panggilanku saja tidak mau?" Astrid benar-benar harus bersabar terhadap Tristan untuk bisa mempertahankan pernikahan mereka.

Astrid menengok arloji yang melingkar di pergelangan tangan. Ia berjanji akan menemui ibu pada pukul setengah satu, sedangkan sekarang sudah pukul sebelas siang. Hingga akhirnya Astrid berpikir untuk mendatangi kantor Tristan.

"Bila, aku akan keluar. Mungkin sampai makan siang usai," pamit Astrid pada sekretarisnya.

"Oh ya, Bu." Gadis berumur 25 tahun itu langsung berdiri ketika atasannya berpamitan.

Astrid pun pergi, mengemudikan mobil menuju perusahaan Tristan yang berjarak tak jauh dari perusahaan miliknya.

**

Astrid berjalan di koridor menuju ruang sang suami. Begitu hampir sampai di pintu ruangan yang dituju, sekretaris Tristan langsung menyambut Astrid.

"Siang, Bu!" sapa sekretaris Tristan.

"Bapak Ada, Fi?" tanya Astrid sopan.

Sekretaris Tristan yang bernama Sufiana itu sedikit kebingungan menjawab pertanyaan Astrid, bahkan sampai menundukkan kepala seakan takut.

"Ada apa?" tanya Astrid curiga.

"It-itu, Bu …." Sufiana tidak berani menjawab, tapi Astrid melihat kalau Sufiana terus melirik ke arah pintu ruang kerja Tristan.

"Tidak usah dijawab!" Astrid sepertinya tahu yang sedang terjadi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Bukan Milikku
9.3
Tugas negara adalah prioritas Letnan Imam, tetapi pengkhianatan Serda Resti merusak janji suci mereka. Walau Resti kini milik pria lain, bayangnya belum hilang. Usai kecelakaan, Imam menemukan cinta baru dalam diri Dokter Utami. Namun, misi di Lampung mempertemukannya dengan Lita, siswi yang sangat mirip dengan Resti. Saat kesetiaan Imam diuji, Utami memilih mundur, sementara Lita sendiri sudah punya kekasih. Siapa yang akan mengisi kekosongan hati sang Letnan?
Sampul Novel Kubeli Kesombongan, Gundik Suamiku
8.7
Kehidupan Keysa, istri seorang abdi negara yang juga dosen dan influencer, mendadak terusik. Ia harus menghadapi Risa, perempuan kaya raya yang diduga menjadi selingkuhan suaminya. Di hadapan Risa yang kerap memamerkan hartanya dengan sombong, Keysa tidak tinggal diam. Ia justru bangkit menjadi sosok yang jauh lebih tangguh. Mampukah Keysa membungkam kesombongan Risa dan memenangkan persaingan sengit ini? Ikuti kisah perjuangan emosional Keysa.
Sampul Novel Pernikahan Pengganti
8.5
Evelyn ditinggalkan Nathan di hari pernikahan mereka setelah lima tahun bersama. Demi menyelamatkan nama baik keluarga, Adrian yang merupakan kakak Nathan maju menggantikan adiknya di altar. Pernikahan tanpa cinta ini perlahan mengungkap konspirasi di balik hilangnya Nathan dan motif tersembunyi Adrian menikahinya. Evelyn kini harus menghadapi rahasia kelam yang mengancam masa depannya.
Sampul Novel Ragu yang Berujung Temu
9.0
Mikha menghadapi dilema besar saat Khalil, cinta lamanya selama sepuluh tahun, dan Malik melamarnya secara bersamaan. Demi mencegah luka yang lebih parah, ia harus menentukan pilihan. Sayangnya, pernikahan yang ia pilih justru terasa dingin dan hampa sejak malam pertama. Saat badai rumah tangga dan bayang-bayang perceraian mengintai, hadirlah wanita lain yang berniat merebut sang suami. Kini, Mikha harus berjuang menjaga komitmen pernikahannya sembari berharap mukjizat akan datang.
Sampul Novel Suami Kedua Ayla
8.6
Kebahagiaan rumah tangga Ayla hancur setelah suaminya, Fawaz yang merupakan anggota TNI, lenyap secara misterius. Sebuah wasiat tak biasa ditinggalkan Fawaz, meminta istrinya menikah dengan Pierre Nasution, sahabat barunya. Namun, keluarga besar meragukan kebenaran pesan itu. Ayla pun didera dilema besar, mencurigai Pierre sengaja memanfaatkan keadaan demi cinta, atau bahkan dalang di balik hilangnya Fawaz.
Sampul Novel UNDER PINK MOONLIGHT
8.0
Sofia, gadis kota kecil, terpaksa tinggal bersama tiga sepupunya: Max, Kaileen, dan Sean. Sambutan hangat mereka menyembunyikan kutukan keluarga yang memaksa ketiganya mencintai wanita yang sama. Demi memutus kutukan, Lariette meminta Sofia menikahi mereka untuk melahirkan anak perempuan. Namun, usai Sofia berkorban dan memenuhi janji, Lariette justru berkhianat serta berniat mencelakakannya.