APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SALAH KIRIM KADO

SALAH KIRIM KADO

Akibat kado yang salah kirim, Sarah mengetahui pernikahan siri suaminya, Indra, dengan Siska. Kecewa dan marah, Sarah merancang rencana mempermalukan mereka sebelum mengajukan cerai. Saat menghadapi badai hidup ini, Dareen muncul dan mengungkapkan perasaan cintanya yang telah lama disimpan. Ketika Indra bangkrut, Siska yang materialistis mulai menyebar fitnah untuk memisahkan Sarah dan Dareen. Mampukah Sarah meraih kebahagiaannya, atau ia akan hancur oleh dendam Siska?
Bab
Bagikan

Bab 2

Mas Indra pulang kantor dengan wajah masam. Aku yakin ada masalah yang disembunyikannya dariku. Aku tak peduli. Rasanya hatiku sudah nano-nano. Kalau nggak ingin membuat dia dan perempuan centil itu menyesal, mungkin aku sudah mencak-mencak tak karuan mendapat kado nggak jelas itu darinya siang tadi.

Mas Indra meletakkan sepatu pantofelnya di rak lalu membuka dasinya dengan cepat. Biasanya aku selalu menyambutnya dengan senyum ceria saat dia pulang ngantor, tapi kali ini aku benar-benar malas. Kubiarkan saja dia menjatuhkan bobotnya dengan kasar di sofa sebelahku.

"Emm ... boleh nanya sesuatu nggak, Sayang?" tanya Mas Indra sedikit salah tingkah. Aku hanya meliriknya sekilas.

"Tanya ajalah, Mas. Nggak ada yang larang kok," jawabku sekenanya.

Mas Indra hanya meringis kecil. Apa dia akan menanyakan soal paket sial*n itu?

"Kamu ... menerima paket dari kurir nggak hari ini?" tanyanya sedikit ragu sembari menggaruk pelan kepalanya. Aku tahu itu karena dia ingin menutupi kegugupannya.

"Paket apa sih, Mas? Paket buatku, ya?" tanyaku pura-pura tak tahu.

"Paket sepatu," jawabnya singkat.

"Oh, jadi isi paket itu sepatu? Ada tuh di atas meja kamar," jawabku singkat. Aku memang sengaja membungkusnya kembali seperti semula. Hanya terlihat ada bekas guntingan yang sudah kulakban agar tertutup lagi.

Wajah Mas Indra begitu sumringah. Dia pasti mengira aku tak pernah membuka paket itu sebelumnya. Biar saja, sengaja aku masih bersandiwara untuk dua hari ini. Karena lusa, aku akan membuat dia dan perempuan gatelnya itu menyesal sudah bermain-main denganku. Tunggu saja pembalasanku dalam reuni nanti.

"Paket itu bukan buat kamu, Sayang tapi buat kado tetangga kita. Kamu ada sendiri dan aku sudah memesannya spesial buat kamu. Tunggu saja besok mungkin paketnya datang, oke?" ucapnya dengan senyum tipis.

"Tetangga kita, Mas? Siapa? Ada acara apa kok pakai kado-kadoan segala," ucapku ketus. Kulipat tangan ke dada sembari menatapnya lekat. Biar saja dia makin gugup dan salah tingkah.

"Itu loh Mas Amin mau beliin sepatu istrinya, tapi nggak bisa cara order di market place. Makanya minta tolong aku buat orderin. Dia bilang buat kado anniversary mereka," ucapnya meyakinkan.

"Oh jadi paket itu buat Mbak Dania?" tanyaku lagi. Mas Indra hanya mengangguk kecil lalu mengambil paket itu dari dalam kamar.

Dasar kadal buntung. Mana mungkin sepatu itu buat Mbak Dania. Aku dan dia kadang-kadang belanja bareng dan ukuran kaki kita sama. Sama-sama 37 sedangkan sepatu high heels itu size 39.

"Aku antar ke rumah Mas Amin dulu, ya, Sayang. Sekalian mau cari angin sebentar," ucapnya lagi, mengambil kunci motor di tempat gantungan kunci.

"Ikut dong, Mas. Aku juga mau cari angin. Lumayan kalau dapet banyak, bisa buat nerbangin orang-orang yang demen SELINGKUH ke luar angkasa," ucapku dengan penekanan penuh kata selingkuh. Mas Indra sampai tersedak mendengar ucapanku.

"Apaan sih kamu, sayang. Nggak nyambung," ucapnya lagi dengan mengibaskan telapak tangannya ke arahku.

"Kamu di rumah ajalah. Nggak bagus kena angin malam nanti bisa masuk angin," ucap Mas Indra lagi.

"Kalau takut aku kena angin malam naik mobil aja atau pakai jaket juga bisa. Pokoknya aku ikut, Mas. Lagipula aku juga mau ngobrol sama Mbak Dania," jawabku lagi.

Kulangkahkan kaki menuju kamar dengan niat mengambil jaket dari dalam lemari.

"Mau kemana, sayang?"

"Ambil jaket," jawabku singkat.

"Udah deh, Sarah. Kamu di rumah aja. Aku cuma sebentar kok. Kayak nggak pernah ke rumah Dania aja, sih?" Mas Indra mulai terlihat sewot saat aku bersikukuh ingin ikut mengantar paket itu ke rumah Mbak Dania.

"Yaudah kalau gitu. Pilih aku ikut antar paketnya atau justru aku sendiri yang antar paket itu ke rumah Mbak Dania? Kamu kan capek baru pulang ngantor masak mau pergi lagi. Mandi aja dulu biar aku yang antar paketnya," jawabku tak mau kalah.

Mas Indra terlihat makin gugup lalu menyugar rambutnya kasar.

"Besok aja deh nganter paketnya. Biar aku sendiri yang kasih paket ini ke Mas Amin di kantor," ucap Mas Indra dengan nada kesal.

Dia pikir aku masih gampang dibohongi seperti hari-hari sebelumnya? Nggak akan! Aku yakin dia pasti akan ke rumah perempuan itu untuk mengantar paketnya. Dasar bunglon. Aku akan buat hari-harimu ke depan penuh dengan kekhawatiran dan nggak akan tenang.

Kudengar ponsel dari saku celananya berdering. Diambilnya ponsel itu dengan sedikit kasar. Aku masih melihat bagaimana dia menjadi salah tingkah saat kutanya siapa yang menelepon barusan dan kenapa dia langsung matikan.

"Siapa, Mas? Kok diem aja?" tanyaku lagi dengan ekspresi tak bersahabat.

"Orang iseng mungkin. Dah biarin aja, nanti juga bosan sendiri," ucapnya lagi. Mas Indra melangkah kembali ke sofa ruang tengah.

"Orang iseng gimana sih, Mas? Coba diangkat aja itu ponselmu berisik banget. Kalau nggak mau angkat, bawa sini deh biar aku yang angkat"

Klik. Mas Indra justru kembali mematikan ponsel itu lalu menggeletakkannya di atas meja. Tapi lagi-lagi layar ponselnya kembali menyala. Kulihat nama yang tertera di sana.

"SIS siapa tuh, Mas? Kenapa nggak diangkat dari tadi?" tanyaku lagi.

"Dia teman sekolah. Paling ngajakin kopdar dan aku malas," jawabnya lagi.

Gegas kuambil ponsel itu dan menekan tombol hijau di sana. Mas Indra terlonjak kaget melihat ulahku barusan.

"Mas, kenapa di matiin, sih? Aku mau ngomong. Kenapa tad-- Suara perempuan terdengar dari seberang.

"Mbak, tolong jaga sikap, ya. Kalau panggilan Mbak dimatikan itu berarti yang punya nomor lagi nggak mau ngomong sama situ. Jangan ditelepon berulang kali. Sedikit tahu diri gitu bisa, kan? Lagipula yang kamu telepon itu sudah beristri!" Ucapku cepat.

Kulirik wajah Mas Indra yang terlihat pias, sedangkan perempuan itu mematikan begitu saja panggilannya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asal kalian puas
9.3
Di balik bayang kegelapan, seorang asisten rumah tangga harus menghadapi situasi mengerikan ketika Pak Karmin, Pak Darmaji, dan Pak Doyo mempermainkan tubuhnya bergantian. Di tengah gejolak nafsu dan ketakutan yang melanda, sang majikan, Pak Arga, diam-diam menyusun rencana licik. Kecewa terhadap sang istri, ia berniat membawa asistennya itu ke tempat terpencil demi melampiaskan hasrat pribadinya secara rahasia. Akankah siasat buruk itu berjalan mulus?
Sampul Novel Bukan Istri Bayaran
9.8
Demi keluar dari situasi pelik yang menjepit hidupnya, seorang wanita nekat menjalin kesepakatan dengan Alister Bagaskara. Pria dewasa tersebut menjadi satu-satunya sosok yang mampu menolongnya. Sebagai ganti atas bantuan itu, ia menawarkan diri untuk dinikahi. Pernikahan tanpa cinta ini pun terpaksa dijalani demi bertahan hidup. Kini, ia harus mengarungi bahtera rumah tangga dan berbagi hari bersama Alister, pria asing yang kini resmi menjadi suaminya.
Sampul Novel Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya
9.2
Tiga tahun merajut kasih, Claudia justru ditinggalkan Antonius tepat di hari pernikahan mereka. Di tengah cibiran para rival yang menertawakan kemalangannya, Claudia membuat kejutan besar. Ia memamerkan akta pernikahan dengan Bennett Dreskin, musuh bebuyutan mantan kekasihnya. Pernikahan yang semula dikira sekadar formalitas itu berubah manis saat Bennett menyatakan cinta di depan media. Claudia pun sukses membalikkan nasib dari pengantin terbuang menjadi wanita paling bahagia.
Sampul Novel Dilahirkan Sebagai Ancaman
9.3
Zaira Callista Ramadhani, atau Zee, dibesarkan dalam kebencian sang ibu tanpa alasan jelas. Walau kakeknya memberi nama 'Kliwon' demi melindunginya, ia tetap disiksa, berbanding terbalik dengan kakaknya, Ayla, yang selalu dimanja. Zee dicap sebagai aib masa lalu hingga batinnya lelah dan ia tumbuh menjadi sosok dingin yang pemberontak. Begitu rahasia besar tentang kelahirannya tersingkap, Zee akhirnya berani bangkit melawan takdir kejam yang selama ini menindas hidupnya.
Sampul Novel Gadis Penghibur Tuan CEO
8.5
Nasib malang menimpa Ajeng Kirei Aswari yang dijual ayahnya ke dunia malam sejak usia delapan belas tahun. Satu dekade berlalu, hidupnya bergantung pada sosok CEO sukses, Reynold Bill Timur. Hubungan mereka terhalang restu keluarga Bill yang menuntut pernikahan setara. Meski terpaksa menikahi wanita pilihan keluarga, Bill enggan melepas Ajeng dan menyeretnya ke pusaran skandal. Kini, Ajeng terjebak dalam dilema moral antara bertahan atau menyakiti istri sah Bill.
Sampul Novel PERFECT PARTNER
8.4
Arsitek menawan nan keras kepala, Amanda Altakendra, mengunci rapat hatinya akibat luka masa lalu. Namun, pertahanan itu goyah setelah ia tak sengaja bersua dengan Darko Dio Archelaus di sebuah klub malam. Penguasa Archelaus Corp yang dingin itu seketika terobsesi dan mengerahkan segala upaya untuk mengikat Amanda sebagai pendamping hidupnya. Mampukah sang triliuner meruntuhkan ego Amanda dan menyembuhkan traumanya?