APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sahabat Bad Boy VS Dosen Moody

Sahabat Bad Boy VS Dosen Moody

Kehidupan Susan, mahasiswi 20 tahun di pinggiran Jakarta, mendadak berubah setelah menjadi korban jebakan keji yang menyisakan trauma mendalam. Di tengah luka batin tersebut, ia harus bangkit demi masa depannya. Namun, perjalanan menemukan cinta sejati membawanya pada dilema rumit. Susan kini dihadapkan pada tiga pilihan sulit untuk sosok pendamping hidupnya: sang sahabat setia, mantan kekasih masa lalu, atau dosennya yang dikenal sangat emosional.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tatapan Brian terasa dingin di mata Susan. Walau sekilas pupil mata Brian membesar sesaat kaget tadi. "Sial. Anak ini, kenapa selalu memasang ekspresi aneh begitu kalau melihatku!" Pria itu segera membuang pandangannya ke arah lain. 

Selama perkenalan, hati Brian gemas mendengar dirinya diunggul-unggulkan. Dari membicarakan gelar pendidikannya yang sudah S3 hingga status lajangnya di usia dua puluh delapan tahun. Ini dirasa mirip ajang mencari jodoh untuk Brian ketimbang kelas konseling. Beberapa kali salah tingkah, matanya tidak fokus dan tangannya iseng menggerak-gerakan pointer. 

Brian terus mengumpat dalam hati, merasa identitas pribadi diumbar. "Cukuplah. Ya, Tuhan ...." Brian membatin sambil tersenyum kecut.

Susan terus saja menertawakan Brian dalam hati, bukan sambutan seharusnya tapi sambitan karena besar tubuh Brian dirasa mirip patung sembah. Seketika Brian menoleh cepat ke arahnya. Susan pun beringsut di kursinya. "Eh, eh, dia sadar! Aduh!" batin Susan. 

"Keterlaluan!” batin Brian. "Terima kasih Bu Ike. Cukup lengkap, ya." Sindiran halus dilemparkan pada Bu Ike yang akhirnya merasa canggung. "Perkenalkan saya Brian Adney William, panggil saja Brian atau Kak Brian. Jangan Bapak. Mohon kerja sama dari rekan-rekan semua selama sesi ataupun di luar sesi konseling nanti." 

Kurang lebih satu jam Brian memberi pengarahan dan dilanjutkan sesi tanya jawab. Pandangan Brian yang seringkali menyorot sambil menilai perilaku Susan yang ternyata tengah dicari dalam penelitiannya.

"Awas aja dia! " cetus Brian dalam hati. 

***

Sementara itu. Di suatu kamar kos tidak jauh dari kampus, seorang pria sedang meringkuk di hamparan karpet memejamkan matanya yang tidak tidur. 

"Woy, bangun. Jam 10, nih. Ngampus?" tanya Agus.

Dicky membuka setengah matanya melirik ke arah Agus yang menendang-nendang ujung kakinya sedari tadi. "Gak. Absenin aja. Titip barcode."

"Sekarang gak bisa, cuy. Absen barcode tambah ketat. Lo harus pegang kartunya sendiri," jelas Agus.

"Ah, terserah, lah. Ya udah kalo gak bisa." Dicky menjawab malas.

"Sip. Nanti siang kau beliin gue makan, ya! Itung-itung numpang nginep dikosan gue. Hahaha" sindir Agus.

"Berisik, cabut sana buruan!"

Agus pergi meninggalkan Dicky di dalam kamar kos. Dia kembali memeluk bantal dengan wajah lelah dan mata sembab, tubuhnya yang lunglai seperti kehabisan energi enggan beranjak sedikit pun.

Namun, beberapa saat kemudian dia meraih ponsel dari saku celananya, melihat tidak ada pesan dari siapa pun. Hanya sebuah notifikasi dari aplikasi tentang keberadaan Susan yang berjarak kurang dari satu kilometer.

Pria itu menatap lama, mengusap-usap nama itu dengan ibu jari pada layar ponselnya. DIa menggeser pelan pada sebuah tombol notifikasi. 

Clear All.

Dicky meletakkan ponselnya dengan sembarang dan kembali memeluk erat bantal di sisinya, perlahan kembali memaksa memejamkan mata.

Seakan-akan kini tidur bukanlah sesuatu yang bisa dia nikmati, selalu saja berakhir dengan gelisah ataupun mimpi buruk, bisa jadi alam bawah sadarnya sudah terlalu terluka mengingat kejadian dua minggu sebelumnya.

Dua minggu lalu, kala itu Dicky baru saja masuk ke kamarnya setelah sibuk menyiapkan sesuatu di taman belakang dan bergegas mandi. Masih berlilitkan handuk di pinggang sambil menggosok kepalanya dengan handuk kecil, dia merogoh ponsel dalam saku jaket lalu memeriksa notifikasi di depan layar yang masih terkunci.

SINYAL TIDAK TERDETEKSI

Dengan cepat dia membuka kunci layar ponselnya dan mengecek satu aplikasi. Phone tracker, alat pendeteksi yang dirahasiakannya selama ini, agar dengan mudah menemukan posisi keberadaan Susan. Namun, sinyal terputus membuatnya tidak dapat melihat titik keberadaan gadis itu.

Dicky menggoyang-goyangkan ponselnya, berkeliling kamar seperti mencari sinyal. Lalu dia keluar menuju balkon melongok ke seberang rumahnya, tampak lampu teras kamar Susan menyala. Sepengetahuannya, Susan tidak pernah keluar malam kecuali saat latihan karate, itu pun dulu saat masih aktif di kegiatannya.

"Lowbatt kali." Dicky membatin berusaha berpikir positif sambil kembali bersiap-siap.

Pria itu kini mengenakan kaus putih pada tubuh atletisnya. Lalu melekatkan jam tangan sport hitam, memakai krim rambut, dan menyisir rapi rambutnya yang gelap kecoklatan. Menyemprotkan wewangian khas favorit dari leher hingga kaki, saking tidak puasnya. 

Segala rencana tersusun rapi dan nyaris sempurna, langkah perdana dia akan menyatakan cinta pada sahabat sekaligus gadis tetangganya itu. Dicky menghela napas. “Ah, semoga berhasil,” gumamnya.

Dicky begitu bersemangat. Menemui gadis yang menurutnya, akan menjadi calon kekasihnya malam itu. Setengah berjalan cepat ke arah rumah Susan, memanjat ke balkon membawa tas kantung berisi satu pot keramik kecil dengan setangkai mawar putih yang tertanam. Bunga tanaman ibunya yang sengaja dia minta untuk diberikan malam ini. 

Namun, sungguh di luar rencana. Beberapa jam menunggu di teras kamar gadis itu, Dicky menyaksikan kejadian pahit setelah bertahun-tahun mengenal Susan. Susan malah terlihat pulang dengan Eli seroang pria tetangga baru, baru saja turun dari mobil dengan dua kakak mereka. 

Dicky dia berjalan jongkok lalu mengintip dari celah-celah pagar balkon. “Dari mana mereka?”

Dicky sangat asing melihat Susan yang dikenalnya selalu bersikap dingin dengan rata-rata pria, kini malah bersikap manis pada Eli. Bahkan interaksi keduanya terlihat begitu hangat, akrab, bisa dikatakan mirip sepasang kekasih. 

Setelah keadaan mulai sepi kini, Dicky lalu beranjak dari tempatnya dan kembali pulang dengan penuh rasa kecewa. 

Dia menjatuhkan dirinya kasar, menelungkup di atas ranjang kamarnya. Tangannya menarik sprei dan menggenggam keras, melempar segala benda yang berada di sekitarnya. Wajahnya merah padam tertutup peluh dan air mata kekecewaan, bahkan dirinya tidak mampu menangis akibat sulit meneriakan kemarahan besar dalam hatinya. 

Napasnya menderu berat dan cepat, melontarkan kata-kata penuh emosi. "Sia-sia semuanya!! Aku selama ini gak bisa menyentuhmu dengan cara seperti itu, bisa-bisanya dia. Brengsek!" Dicky merutuki diri, menyesali sikapnya. "Jadi apa selama ini?! Baru diberi manis aja, Eli jadi berharga buat kamu! Apa kamu pikir aku selalu butuh kamu, ya, cewe sombong! Bikin muak. Sial!" cacinya tanpa henti.

Dicky membenamkan kepala di bawah bantal dan tangannya mengepal memukul-mukul keras di atas ranjang. Sekejap dia lupa rasa pedih pada telapak tangannya yang terluka akibat meremas duri pada tangkai mawar yang dia hempaskan tadi.

"Sumpah, aku akan ninggalin kamu, San!!" Dicky mengungkap kelemahan hatinya.

Pria itu tidak mampu membentengi emosinya lagi, pikiran negatif menyelimuti dirinya saat ini. Serangkaian rencana buruk muncul saat terlintas bayangan yang dilihatnya tadi oleh mata kepalanya sendiri. Hatinya begitu geram, menganggap perhatian Susan akan musnah setelah tujuh tahun bersamanya. Kini tergantikan oleh kemunculan Eli si pria asing. 

Dicky membisu dan meratap begitu lama. Semakin dalam terlarut lamunan yang menyesakkan, dia berkutat dalam pikiran yang semakin sesat untuk rencana selanjutnya. Memiliki gadis itu dengan berbagai cara.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA TAK PERNAH SALAH
8.0
Terpikat pesona Tania, Lian rela mengakhiri hubungannya dengan Yasmin demi menerima perjodohan dari Bu Nurma. Namun setelah menikah, Lian hanya mendapati sikap dingin Tania yang masih tenggelam dalam duka atas kepergian mendiang suaminya, Brian. Kehangatan di antara keduanya baru tercipta saat badai melanda. Sayangnya, momen intim itu terancam sirna ketika Brian, yang selama ini diyakini telah tewas dalam kecelakaan kapal, tiba-tiba muncul kembali hidup-hidup.
Sampul Novel Cool vs Cold
8.4
Hidup Avril berubah total sejak kehadiran Jay yang tiba-tiba. Sosok pria itu perlahan membangkitkan kembali emosi yang sekian lama ia kubur dalam-dalam. Lewat ketulusan dan kasih sayang yang nyata, Jay mampu meruntuhkan pertahanan dingin di hati Avril. Momen ini menyadarkan Avril bahwa menerima cinta sejati menuntut keberanian besar untuk melangkah. Sebuah kisah hangat tentang bagaimana ketulusan mampu mencairkan kebekuan jiwa yang paling rapat.
Sampul Novel Hot Love - Birahi Anak Yakuza
8.2
Kenzo, pewaris tunggal pemimpin Yakuza, menolak dijodohkan demi mengejar perempuan Rusia misterius yang ditemuinya di kafe. Penolakan ini memicu konflik besar hingga Kenzo tertembak, lalu diselamatkan oleh Alena, wanita yang ia cintai. Namun, hilangnya Alena membuat Kenzo frustrasi dan mengacau di Hong Kong hingga menyulut perang gangster. Saat melarikan diri bersama kakak angkatnya, Sakura, Kenzo tak tahu bahwa Alena sebenarnya adalah anak dari calon mertuanya sendiri.
Sampul Novel Nikmatnya Cinta Suci
9.7
Kehidupan mapan pengusaha muda bernama Rubi seketika runtuh saat memergoki Candy, sang istri, berselingkuh dengan orang kepercayaannya, Jeff. Usai menjebloskan keduanya ke penjara, Rubi mengasingkan diri ke desa demi mencari kedamaian. Di sana, ia jatuh cinta pada Dara, seorang janda sederhana. Sayang, cinta mereka terganjal restu orang tua Rubi yang mempermasalahkan status sosial Dara. Sementara itu, bahaya mengintai dari balik jeruji besi saat Candy dan Jeff menyusun rencana balas dendam keji.
Sampul Novel Suami CEO-ku yang Suka Memerintah
8.2
Rosalynn lelah diabaikan oleh Brian, suaminya yang dingin dan kerap digosipkan dengan selebritas. Ia pun mantap meminta cerai. Pascaperceraian, Brian justru terpikat oleh kecerdasan seorang desainer anonim di perusahaannya sendiri. Saat Brian begitu terobsesi mengungkap sosok misterius tersebut, ia tidak menyadari bahwa kebenaran di balik identitas wanita itu akan menghancurkannya dengan penyesalan masa lalu yang sangat mendalam.
Sampul Novel Usir Mantan Suami, Dia Dapat 6 Adik!
8.1
Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin dengan Simon, sang dokter keluarga dan anak kembarnya tewas dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri. Simon menuduhnya sengaja menjebaknya demi mengincar kekuasaan. Namun, sebuah keajaiban membawanya kembali ke masa lalu, tepat di hari Simon tidak sengaja meminum afrodisiak. Sadar akan akhir tragis yang menantinya, kali ini ia memilih membiarkan wanita idaman Simon yang menyelamatkannya, sementara ia melangkah pergi untuk mengubah takdir.