APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saat Dia Menang, Aku Hilang

Saat Dia Menang, Aku Hilang

Selama sepuluh tahun, hubungan dengan Julian Jovan, grandmaster catur jenius dari Benua Nathan, tidak pernah berujung pada pernikahan. Julian menolak komitmen demi fokus pada target kariernya. Tanpa berdebat, kekasihnya diam-diam mempersiapkan keberangkatan Julian ke Kejuaraan Dunia. Di saat Julian berhasil meraih piala kemenangan di hadapan dunia, ia tidak menyadari bahwa pasangannya yang sedang sekarat tengah menandatangani surat persetujuan kematiannya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 4

Jariku terhenti lama di layar sebelum akhirnya aku membalas.

[Kau lupa? Aku lagi di retret kesehatan.]

[Sinyalnya di sini jelek.]

Aku kira Julian nggak akan bertanya lebih jauh.

Selama ini, dia nggak pernah peduli ke mana aku pergi.

Tapi kali ini, Julian justru bertanya.

[Retret yang mana? Di mana tempatnya?]

Akhirnya dia mengalihkan pandangannya dari catur padaku.

Tapi saat itu mobil sudah berhenti di depan rumah sakit.

Aku nggak balas pesannya.

Bagian perawatan rumah sakit berada di gedung tersendiri, di belakang rumah sakit utama.

Tempatnya jauh lebih tenang dari IGD yang ramai.

Seorang perawat membantu mengurus administrasiku.

Suaranya pelan, seakan takut mengganggu tempat yang tenang.

“Nyonya Eva Castina, kamar Anda di lantai 3. Pemandangannya mengarah ke taman.”

“Apa perlu aku kabari pihak keluarga?”

Aku menggelengkan kepala dan menjawab, “Nggak ada keluarga yang perlu dikabari.”

Dia pun mengangguk tanpa bertanya-tanya lagi.

Perawat di sini sangat profesional, terbiasa menghadapi berbagai macam perpisahan.

Kamarnya lebih nyaman dari perkiraanku.

Dindingnya biru muda dan lampunya lembut.

Di luar jendela ada taman kecil dengan beberapa pohon sakura yang sedang gugur.

Aku baru saja ganti pakaian baju pasien saat ponselku berdering lagi.

Ada pesan suara dari Julian.

“Eva, aku baru saja melewati kafe yang dulu sering kita datangi.”

Suara Julian terdengar santai, sama sekali nggak menyadari ada sesuatu yang berbeda.

“Sekarang ada barista baru di sana. Kelly bilang, latte mereka sekarang lebih enak.”

“Katanya, nanti kalau aku sudah pulang, kita harus mencobanya.”

Aku masih bisa dengar tawa Kelly di belakang suaranya.

Bahkan kenangan kami kini bukan hanya tentang kami berdua.

Aku mematikan pesan suara itu dan meletakkan ponsel di sampingku.

Malam semakin larut, kamar begitu sunyi.

Yang terdengar hanya dengung samar mesin di kejauhan.

Aku berbaring dan menatap langit-langit kosong di atasku.

Aku pun teringat semua malam yang serupa selama 10 tahun terakhir.

Julian tenggelam dalam riset caturnya di ruang kerja, sedangkan aku berbaring sendirian dan menunggunya tidur.

Kadang dia baru tidur menjelang pagi.

Aku sudah terbiasa sendirian.

Entah berapa lama aku terlelap dalam lamunan, aku hampir tertidur saat panggilan dari Julian masuk.

Nada deringnya terdengar keras di kegelapan.

Aku mengangkat telepon, suara tegasnya langsung terdengar, “Eva, aku perlu bantuanmu.”

“Kelly bakal pulang larut malam karena sibuk dengan persiapan pertandingannya.”

“Aku perlu kau pergi ke apartemennya sekarang dan beri makan kucingnya.”

Mendengar ini, aku tercengang beberapa detik, lalu menjawab, “Julian, aku ‘kan sudah bilang aku lagi nggak di Nagoya.”

“Kalau gitu, pulanglah,” katanya dengan dingin. “Ini darurat. Aku nggak mau Kelly kehilangan fokus gara-gara hal sepele gini.”

Aku langsung teringat alergiku yang parah terhadap bulu kucing.

Setiap kali terpapar bulu kucing, asma dan biduran langsung kambuh.

Dengan kondisiku sekarang, itu bisa sangat berbahaya.

“Julian, kau tahu aku alergi kucing …”

“Alergi?” Julian memotongku dengan kesal. “Eva, jangan berlebihan. Itu cuman hal sepele.”

“Cuman beri makan kucing saja. Kau bisa pakai masker, kan?”

“Ini untuk mendukung rekan caturku. Masa gitu saja kau nggak mau?”

Suaraku melemah, “Aku beneran nggak bisa …”

“Nggak bisa apa? Memangnya kau sesibuk itu?” Suaranya tiba-tiba tajam.

“Eva, selama 10 tahun ini, satu-satunya hal yang kau peduli hanyalah membuatku menikahimu, ‘kan?”

“Lalu sekarang, begitu aku suruh kau melakukan sesuatu yang berguna, kau malah cari alasan.”

“Betapa egoisnya kau!”

Dari kejauhan, terdengar suara Kelly yang lembut menegur, “Julian, jangan gitu sama Eva …”

Aku bersandar di ranjang rumah sakit sambil mendengarkan tuduhan-tuduhannya.

Air mata frustrasi mengalir di pipiku.

Selama 10 tahun, aku memang nggak punya kehidupan sendiri, nggak ada karier, nggak ada teman...

Selama ini, Julian adalah pusat dari seluruh hidupku.

Ironisnya, saat aku mulai berpikir untuk diriku sendiri, dia akhirnya berkata jujur.

Baginya, aku adalah wanita yang egois dan penuh drama.

Beban hidupnya yang nggak pernah melakukan apa-apa selain mengejar janji nikah.

Aku menghapus air mata dan tersenyum getir, lalu berkata, “Kau benar, Julian.”

“Aku sedang sibuk.”

“Aku sibuk mati.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B80536" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B80536
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful ESCAPE
8.3
Rasa ingin tahu menyeret Louisa Gonzales, resepsionis hotel berusia 24 tahun, ke dalam petaka setelah ia tidak sengaja melihat aksi pembunuhan oleh gangster asal Italia. Kini, hidupnya dikendalikan oleh sang bos mafia, Dominic Theodoretti, yang memanfaatkan masa lalu Louisa sebagai peretas ahli. Saat terperangkap di Sisilia di tengah ancaman mematikan, ia terpaksa membongkar rahasia kehamilannya kepada Dominic demi bisa bertahan hidup dan merencanakan pelarian bersama.
Sampul Novel CINTA DI BALIK CADAR
8.0
Katrina terpaksa meninggalkan Reyhan karena tembok perbedaan keyakinan lalu pindah ke Surabaya. Sepuluh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, Reyhan tidak mengenali Katrina yang kini telah berhijrah menjadi mualaf dan mengenakan cadar. Di saat keduanya saling merindukan, rintangan baru muncul. Katrina dijodohkan dengan Hardin, sahabat dekat Reyhan. Sementara itu, Reyhan sendiri bersiap menikahi Anggia. Akankah kisah cinta lama mereka bersatu, atau justru kandas?
Sampul Novel Di Bawah Rintik Hujan
8.9
Bahtera rumah tangga Juan Malvin dan Azalea tengah dilanda guncangan hebat yang mengancam pernikahan mereka. Keadaan kian pelik saat kehadiran Marissa, staf baru di kantor, mulai mengusik dan menjadi pihak ketiga di antara mereka. Di tengah badai konflik yang tiada habisnya, komitmen serta rasa percaya pasangan ini benar-benar diuji. Sanggupkah Juan dan Azalea menyelamatkan pernikahan mereka dari godaan luar dan rintangan yang terus mengintai?
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Pertemuan pertama dengan Will Greyson langsung membuat Hanna muak karena sikap lancang miliarder angkuh tersebut. Kekesalan Hanna memuncak saat Will mendadak melamarnya hanya untuk dijadikan alat terapi pribadinya. Walau mendapatkan penolakan keras, pria sombong itu tidak tinggal diam. Hanna yang telanjur geram pun bertekad memberi pelajaran, sementara Will justru semakin tertantang untuk menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya.
Sampul Novel My Beautiful Bride
9.7
Trauma masa lalu mengubah CEO Ethan Daniel menjadi sosok yang dingin dan kasar. Ketika sang kakek menuntutnya memenuhi janji pertunangan masa kecil, Ethan sempat acuh. Namun, semua berubah saat ia bertemu Anna. Gadis sederhana ini justru memikat perhatiannya karena berani menolak pesona serta harta melimpah sang konglomerat. Penolakan tersebut memicu rasa penasaran Ethan yang tak biasa diabaikan. Di tengah perjuangannya mendekati Anna, luka lama Ethan kembali membayangi. Akankah ketulusan Anna mampu menyembuhkan hatinya?
Sampul Novel Side the Away
9.2
Laura pergi ke New York untuk menyembuhkan luka hatinya, tetapi kemunculan Gino mendadak mengacaukan hidupnya. Walau Gino ingin menghapus masa lalu, Laura bimbang antara rasa lama dan komitmennya pada Mario, pria yang sangat berjasa baginya. Meski telah menerima lamaran Mario, Laura sulit menepis pesona manis Gino. Kini, ia harus memilih antara cinta masa lalu yang perih atau ketulusan Mario menjelang hari pernikahan mereka yang kian dekat.