APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain

Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain

Bencana melanda saat hujan deras memicu banjir di area parkir bawah tanah, mengurung Yuni dalam situasi kritis karena pintu darurat yang terkunci rapat. Di tengah kepanikan, ia segera menghubungi kekasihnya, Wibi, untuk meminta bantuan darurat. Namun, panggilan darurat Yuni justru ditanggapi dengan kemarahan. Wibi memilih mengabaikan nyawa kekasihnya demi membantu Maya mengevakuasi seekor kucing yang terjebak di atas pohon. Tanpa rasa iba, Wibi memutuskan kontak dan membiarkan Yuni berjuang sendirian.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Jangan berlama-lama! Tim Tiga, masuk semuanya! Korban hilang diketahui seorang perempuan, usia 24 tahun, posisi pastinya belum jelas!"

Perintah Kapten Cipto membuat semua anggota tim penyelamat bersiap dan masuk ke parkiran.

Saat itu, Maya menarik tangan Wibi. "Kak Wibi, di dalam berbahaya. Biar mereka saja yang masuk."

"Nggak bisa. Aku ketua tim. Jangan khawatir, tunggu saja di luar."

Begitu dia selesai bicara, Kapten Cipto langsung menarik Maya ke samping. "Orang nggak berkepentingan jangan mengganggu penyelamatan. Silakan mundur ke luar garis pembatas!"

Berhadapan dengan Kapten Cipto, Maya hanya bisa mengentakkan kakinya, lalu terpaksa menyingkir.

Aku tertawa kecil. Maya, hanya Wibi yang bodoh ini yang terpancing rayuanmu. Orang lain pasti tidak akan peduli.

Aku mengikuti Wibi masuk ke dalam parkiran.

Saat itu, lumpur sudah mencapai paha. Bahkan pria dewasa pun kesulitan bergerak, apalagi aku.

Sayangnya, mereka tidak tahu lokasi tepatku.

Aku baru tahu, ternyata kamera pengawas di parkiran sudah rusak.

Manajer properti baru tahu aku turun ke parkiran setelah melihat pesan bantuan yang kukirim lewat WhatsApp.

Mobilku diparkir di Zona D, area paling dalam dari parkiran itu.

Salah satu anggota tim Wibi berusaha menarik kakinya dari lumpur dan berkata sambil terengah-engah, "Wibi, pacarmu juga tinggal di kompleks ini, 'kan?"

"Apa dia …."

"Nggak mungkin. Yuni itu cuma tahu bersaing dengan perempuan lain. Dia nggak akan keluar."

"Tapi, bukannya dia bilang dia terjebak saat telepon?"

Wibi mengatupkan bibirnya rapat-rapat. "Nggak mungkin. Dia cuma sengaja bilang begitu karena tahu aku bersama Maya."

"Dia memang suka merepotkan!"

Mendengar itu, anggota tim lainnya memilih diam. Aku hanya bisa tersenyum pahit.

Merepotkan? Seumur hidup, ini pertama kalinya aku disebut merepotkan.

Ya, aku memang tidak bisa seperti Maya yang manja. Aku sudah terbiasa hidup mandiri.

Pertama kali aku meminta bantuan Wibi, dia menolaknya mentah-mentah. Sejak itu, aku tidak pernah lagi merepotkannya.

Sampai hari ini, aku benar-benar tidak punya pilihan lain selain mencarinya, dan aku malah dianggap merepotkan.

Wibi, kalau kamu tahu bahwa menutup telepon dariku menyebabkan kematianku, apa kamu akan menyesalinya?

Lebih dari 40 tim penyelamat dan staf properti dikerahkan. Setelah 10 jam, akhirnya manajer properti menemukan tubuhku.

Saat itu, tubuhku sudah membengkak, dengan lumpur memenuhi hidung dan mulutku. Dengan tangan gemetar, dia menunjuk sesuatu yang tampak seperti sosok manusia di dalam lumpur. "Itu ... itu dia!"

Tubuhku tersangkut pada lambang mobil, jadi tidak sepenuhnya tenggelam. Namun, lumpur sudah menutupi seluruh tubuhku.

Mendengar kabar itu, tim penyelamat bergegas mendekat. Mereka menyiapkan tandu dan menarik tubuhku dari lumpur.

Setelah diletakkan di tandu, semua orang yang melihat kondisiku langsung menundukkan kepala, termasuk Kapten Cipto. Dia menarik napas panjang, memberi hormat selama satu menit, lalu memberi aba-aba kepada tim untuk membawa tubuhku keluar.

Saat itu, Wibi dan timnya juga datang. Mereka membantu mengangkatku keluar.

Wibi menggelengkan kepala. "Kenapa datang ke parkiran bawah tanah di waktu seperti ini? Orang yang punya sedikit akal sehat pun nggak akan keluar di cuaca seperti ini. Sayang sekali."

Saat tubuhku diangkat keluar, angin tiba-tiba bertiup, dan entah bagaimana, tanganku terkulai, menampakkan sebuah kalung yang menggantung di genggamanku.

Wibi kebetulan memalingkan wajahnya. Aku hanya bisa tersenyum pahit. Wibi, lihatlah, kita benar-benar tidak pernah sejalan.

Kalau saja kamu menoleh, kamu pasti tahu bahwa orang yang mati itu aku.

Kalung ini adalah hadiah ulang tahun darimu, satu-satunya hadiah yang kamu berikan selama dua tahun kita berpacaran.

Ketika aku meninggal, aku sangat kecewa padamu dan tidak ingin ada hal apa pun yang mengikatku. Jadi, aku melepaskannya. Mulai sekarang, aku juga tidak akan mengganggumu lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku
9.6
Saat ajal menjemput akibat mutilasi yang kejam, korban berusaha menghubungi kakaknya demi meminta pertolongan terakhir. Namun, panggilan telepon darurat itu justru disambut dengan kemarahan dan ancaman karena sang kakak lebih mementingkan pesta ulang tahun orang lain. Tanpa sempat menjelaskan situasi mengerikan yang sedang dihadapi, komunikasi diputus sepihak. Kisah tragis dalam novel horor modern ini menyajikan misteri memilukan tentang penyesalan yang terlambat setelah kematian menjemput.
Sampul Novel Manusia Kelabang
8.6
Misteri kelam menyelimuti legenda mengerikan tentang penciptaan Manusia Kelabang. Ritual kuno ini menuntut sepuluh ribu kelabang dewasa yang masih hidup dikurung bersama tiga belas gadis perawan di dalam sebuah ruangan batu tertutup rapat. Tanpa setetes pun air atau makanan selama bulan Agustus, mereka dibiarkan bertahan hidup. Setelah tiga puluh hari berlalu dalam kegelapan, akumulasi teror tersebut akan mengubah para korban dan ribuan serangga itu menjadi entitas baru yang sangat berbeda.
Sampul Novel MURIDKU KENIKMATAN KU
8.2
BERISI ADEGAN HOT++ Seorang duda sekaligus seorang guru, demi menyalurkan hasratnya pak Bowo merayu murid-muridnya yang cantik dan menurutnya menggoda, untuk bisa menjadi budak seksual. Jangan lama-lama lagi. BACA SAMPAI SELESAI!!
Sampul Novel Permainan Kakak Tercinta
8.8
Undangan menginap di rumah sang kakak berubah menjadi situasi mencekam. Teror dimulai saat sang adik melihat senyum ganjil di wajah suami kakaknya ketika sedang mencuci muka. Meski sempat ditenangkan, sang adik justru dikunci di dalam kamar bersama pria tersebut. Di tengah kepanikan, ia akhirnya menyadari bahwa seluruh kejadian mengerikan ini adalah rencana yang telah dipersiapkan oleh kakaknya sendiri.
Sampul Novel Pria yang Menguntitku
8.8
Di balik mata boneka di atas ranjangnya, ada seorang pria yang diam-diam mengintai. Sang penguntit kerap menyusup ke rumah, berbaring di kasurnya, hingga meninggalkan jejak di pakaiannya. Saat rahasia ini terungkap, pria itu mengira sang wanita gemetar ketakutan di sudut ruangan. Namun, ia tidak menyadari bahwa semua ini adalah jebakan. Wanita itu justru sengaja memancingnya dan telah lama menanti kehadirannya dalam permainan obsesi yang gelap ini.
Sampul Novel Rahasia Kelam Suamiku
8.8
Mimpi burukku dimulai di sebuah vila Puncak. Di sana, aku mendapati adik Baskara yang dikira telah tiada rupanya masih hidup. Suami dan orang tuaku bahkan merawat anak hasil hubungan gelap mereka. Lima tahun lamanya aku diperalat demi menutupi skandal keji ini. Kini, Baskara berniat menjebloskanku ke rumah sakit jiwa. Usai membakar vila itu untuk kabur, aku terpaksa bersekutu dengan rival terbesar suamiku demi membalas pengkhianatan mereka.