APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rintihan Sekretaris Suamiku

Rintihan Sekretaris Suamiku

Eva Renata adalah istri setia yang tulus mengurus suaminya, Ebin Permana. Namun, pernikahan mereka hancur saat Ebin tergoda oleh Dinda, sekretaris barunya. Stuart, sang asisten, melihat langsung perselingkuhan Ebin di hotel ketika Eva menanti di rumah. Kebohongan ini terbongkar saat Eva datang ke kantor dan mendengar suara mesra dari dalam ruangan suaminya. Dengan hati yang hancur, Eva kini mulai mengawasi gerak-gerik menyimpang Ebin bersama selingkuhannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari pertama Ebin bertemu dengan Dinda, kesan pertama yang Ebin dapatkan adalah, Dinda adalah wanita yang ramah dan sopan untuk bagian yang akan di dapatkannya nanti di cabang sepertinya sangat sesuai dengan karakter Dindan.

Tapi ada satu hal juga yang mengganggu Ebin. Jujur saja, kemolekkan tubuh ideal Dindah begitu indah di mata Ebin.

Tapi kembali lagi Ebin bekerja profesional. Ia tak ingin mengganggu gugat rencana awalnya hanya karena terpesona dengan kecantikkan dan kemolekkan Dinda.

"Dinda, eemm bisa kamu tolong bantu saya kerjakan ini, hari ini kebetulan admin di sini cuti, jadi bisakah kamu bantuin saya?" Tanya Ebin seenaknya.

"Ohh sangat bisa Tuan, saya juga lowong kok" Jawab Dinda tentu antusias.

"Makasih" Ebin juga merasa senang.

"Sekalian belajar gitu lhooo ... Aku udah beberapa bulan gak kerja, taku lupa caranya" Ucap Dinda dengan nada manja khasnya.

"Hmmmm silahkan. Tolong kamu piliha yang ini dan yang ini. Ini rute kota Merah dan ini rute kota Hijau." Ebin mulai mengintruksi Dinda.

"Siap tuan"

Keduanya sibuk sendiri dengan berkas masing masing di hadapannya.

Setelah berselang lama Dinda mencoba bertanya.

"Tuan, nanti di sana, Bosnya siapa ya? Namanya mungkin, jadi nanti saya langsung tahu gitu?"

Sebenarnya pertanyaan ini hanya memancing agar Ebin mau berkomunikasi lebih banyak lagi.

"Eemm di sana ada Angga. Dia adik sepupuku. Aku minta tolong dia untuk kerja di sana karena itu kota asal dia" Jawab Ebin.

"Ooohhh" Mendengar itu Dinda sedikit tenang, karena biarpun ia meninggalkan lelaki tampan di sini seperti Ebin, tapi di cabang berikutnya masih ada yang tampan juga.

"Kamu udah nikah Din?" Tanya Ebin tiba tiba.

"Belum" Jawab Dinda cepat.

"Wahh aku kira udah" Ebin cukup terkejut.

"Udah dari mana? Pacar aja gak punya. Cowok tuh gak ada yang suka sama aku." Pungkas Dinda bila mengingat dirinya yang selalu di tolak laki laki.

"Hahahaha ... Masa sih? Saya tadi kira udah karenaaa ..." Ucapan Ebin menggantung bingung apa ia harus melanjutkan atau tidak.

"Aahh sudahlah ... Hampir jam istirahat ini. Kemana si Stu tadi?" Ebin memperbaiki posisi duduknya.

"Stu?"

"Stuart, laki laki yang cinta hpnya tadi" Cicit Ebin.

"Oh namanya Stuart?" tanya Dinda.

"Iya, kamu suka dia? Jangan deh. Laki laki gitu mana bisa mengayomi wanita. Asik sama hp terus"

"Oohh gitu ..." Dinda mengangguk paham.

"Eehh" Satu berkas Dinda jatuh ke lantai secara tak sengaja.

Dinda menunduk dan meraihnya. Tapi saat hendak bangkit bahu kiri Dinda mengenai pinggiran meja. Bahkan meja itu sampai sedikit terangkat karena tersenggol Dinda.

"Aaww" Dinda sendiri terkejut bahunya merasa sakit.

"Dinda?" Ebin segera bangkit dan mengitari meja menuju kursi Dinda.

"Aduh ... Ketatap meja Tuan" Sahut Dinda.

"Iya, sakitkah?" Tanya Ebin khawatir.

"Sakit Tuan, kayaknya tergores gitu deh"

"Ya ampun bentar ya saya cari plaster atau obatnya biar bisa mengurangi rasa sakit" Ebin bergegas mencari kota obatnya.

Setelah di temukan, Ebin kembali ke samping Dinda. Dengan sigap ia membuka satu plaster dan siap mengobati bahu Dinda.

"Tapi tunggu"

Ebin terdiam, begitu pula dengan Dinda.

"Lukanya di dalam, gimana saya obatinya? Kamu bisa obati sendiri?" Tanya Ebin.

"Ah? Mana bisalah Tuan kan di bahu" Cicit Dinda yang tak ingin kehilangan moment bersama Ebin yang langka seperti ini.

"Aduh ... Masa bajumu di buka?" Goda Ebin.

"Ya buka aja Tuan" Dinda sudah hendak membuka kancing kemejanya.

"Tunggu tunggu, kita ke toilet dulu. Di sana aja obatinya gimana?" tawar Ebin.

"Aku takutnya ada yang tiba tiba masuk. Sayangkan, kalau keliatan tubuhmu"

"Aahh boleh deh ... Ke toilet aja. Malu ih kalau kayak gitu" Setuju Dinda, karena ia hanya membutuhkan Ebin seorang bukan satu kantor.

Sesampainya di kamar mandi, Dinda mulai membuka satu persatu kancing kemejanya hingga bagian perut saja.

"Astaga" Ebin masuk dan tak sengaja melihatnya.

"Din ...? Aduh" Ebin jadi salah tingkah.

Dinda malah tersenyum puas dan senang. " Kenapa? Gak apa apa kok. 'kan cuma kita berdua aja nih. Lagian aku pake tank top juga kok." kilah Dinda agar Ebin tenang dan kembali melihatnya.

Ebin pria normal, tentu ada rasa yang di rasakan tubuhnya ketika melihat hal seperti ini di depannya.

Tank top putih polos di kenakan Dinda, tentu membuat kulit putih Dinda juga ikut terlihat. Belum lagi dua gundukan itu yang seperti ingin menyembul dari dalamnya..

"Sini bahunya, aku pasangin" Ebin masih grogi.

"Silahkan" Dinda berbalik dan membuka kemejanya agar bahunya terlihat.

Punggung yang mulus di balik tank top tadi pun terlihat dengan jelas di mata Ebin. Putih mulus dan lembut, mungkin nyamuk juga akan tergelincir di sana.

Ebin menelan salivanya dengan susah payah. Saat melirik arah lain, Ebin malah menemukan cermin yang memantulkan tubuh Dinda dari depan.

Ini benar benar cobaan iman Ebin. Wanita cantik di hadapannya, tubuh indah, dan di dalam toilet berdua pula. Heemm bisa menang banyak Ebin.

"Aku, aku pasangin ya?" Ebin mulai tak mengenakan ucapan 'Saya' lagi pada Dinda.

"Iya" Dinda tersenyum puas.

"Wah iya luka ini Din" Ebin fokus pada bahu Dinda yang sedikit lecet terkena pinggiran meja tadi.

"Obati aja Tuan" Imbuh Dinda sudah pasrah mau di apakan.

Gerakkan sedikit saja di tubuh Dinda sudah membuat Ebin kembali menegang.

"Tu ... Tunggu ya"

Ebin mulai mengoleskan obat di bahu Dinda yang terluka.

"Aaahh" Dinda tiba tiba mendesah.

"Sstt pelan pelan Tuan" Desah Dinda begitu seksi.

Satu bagian tubuh Ebin menegang sempurna.

"Iya, maaf yaa"

Ebin melanjutkan dengan memasangkan plaster di luka tersebut. Dinda sekali lagi menggerakkan tubuhnya seperti menggeliat geli.

"Din, jangan gitu ... Aku ... Gak fokus" Jawab Ebin asal.

"Maaf tapi geli terus sakit gitu" Sahut Dinda.

"Hmm udah tuh" Ebin menjauhkan dirinya dari Dinda.

"Makasih ya Tuan" Dinda begitu tulus.

"Sama sama, udah ayo kita keluar dulu dari sini ... Gak baik lama lama berduaan dalam toilet." usul Ebin.

"Kenapa?" Pancing Dinda.

"Nanti toiletnya bau" cicit Ebin.

Dinda malah terkekeh lucu mendengar cicitan Ebin.

***

Ebin pulang dengan rasa gundah. Rasanya ia seperti kehilangan sesuatu di tubuhnya sehingga membuatnya lemas seperti ini.

Sesampainya di rumah, ia melihat Eva sedang membuang sampah.

"Eva?" Panggilnya.

"Eehh ... Udah pulang sayang? Kok lemes?" Eva menyadari kelesuan Ebin.

"Aku kecapean Eva ... Aku masuk dulu ... Mau mandi" Pamit Ebin.

"Eem mandilah dulu, abis itu makan bareng yaa" Imbuh Eva.

"Emang kamu sudah masak?" Tanya Ebin ragu.

"Udahlah ... Apa sih yang belum aku kerjakan" Eva berkacak pinggang.

"Oh ya ... Aku lupa istriku begitu lihai di rumah"

"Iya donk. Udah sana mandi" Usir Eva.

"Emm" Ebin pun berlalu.

"Haaahhh Eva, bisa gak sih kamu seksi sedikit, masa nyambut aku pake traning panjang sama sarung tangan?" Cicit Ebin saat sudah di kamar mandi.

###

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya
9.5
Dua belas tahun lamanya aku mengabdi pada Davian Adhitama, sang pewaris takhta teknologi. Sejak umur enam belas, aku dijual demi mengobati kanker ibuku, lalu menjadi sekretaris sekaligus kekasihnya. Namun, kepulangan Kania, cinta masa kecil Davian, menghancurkan segalanya. Davian memilih menikahi Kania dan mendepakku begitu saja. Sebagai ganti atas seluruh masa muda yang telah kuhabiskan bersamanya, ia hanya menawarkan uang pesangon senilai miliaran rupiah.
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda
8.7
CEO muda sukses, Rio Darmawan, merasa jenuh dengan tekanan perjodohan dari keluarganya yang terus-menerus. Ia selalu menolak calon pilihan orang tuanya karena tidak ada yang cocok. Namun, segalanya berubah saat ia terpikat oleh Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang mandiri. Walau hubungan mereka ditentang keras oleh keluarga besar, Rio bertekad kuat memperjuangkan cintanya. Kini ia menghadapi pilihan sulit antara mengikuti kata hati atau tunduk pada tuntutan keluarga.
Sampul Novel Crazy Maid ( Indonesia )
8.5
Felicity Jolicia Addison, gadis manja yang asing dengan urusan dapur, nekat menyamar sebagai Cia. Demi mendapatkan jet pribadi dari ayahnya, ia rela menjadi pelayan Jerrald Nataniel Mendez, pengusaha jet asal Spanyol. Jerrald dibuat pusing oleh ketidakmampuan Cia yang hampir membakar dapur saat merebus air. Meski dianggap gila karena boros dan polos, interaksi unik pelayan amatir dan majikan angkuh ini perlahan menumbuhkan benih cinta di antara mereka.
Sampul Novel HASRAT TERLARANG GIGOLO
8.1
Demi menghidupi ibu yang sakit jiwa dan tiga adiknya, Bagaskara yang berusia 20 tahun terpaksa menjadi pria sewaan. Ia pun tergiur tawaran fantastis dari Arta Syakila, miliarder wanita berumur 27 tahun yang rela membayar 500 juta rupiah demi satu malam bersamanya. Meski hidup bergelimang harta, motif Arta menyewa gigolo masih menjadi misteri. Akankah Bagas mampu keluar dan hidup tenang, atau malah terjebak selamanya dalam rahasia gelap sang wanita kaya?
Sampul Novel ISTRI TERCINTA BOS BESAR
9.7
Elitta kehilangan kekasih dan kasih sayang ayah akibat ulah Vivian. Setelah pertunangannya batal, sang ayah memaksanya menikahi pria yang dianggap miskin. Vivian merasa di atas angin, hingga ia menyadari suami Elitta adalah Vito Vincent Ravello, CEO Sunmart sekaligus mantan kekasih yang dulu ia buang. Kini Vivian bertekad merebut Vito kembali. Mampukah Elitta menjaga pernikahan dan pria yang dicintainya dari rencana jahat Vivian?
Sampul Novel Karena Anak Hatiku Melunak
9.4
Demi melunasi utang, keluarga tiri Tanti tega menjualnya kepada Darian hingga ia hamil. Enam tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali saat Ade, putra Tanti, divonis menderita penyakit sumsum tulang belakang. Hasil tes DNA membuktikan Ade adalah anak kandung Darian. Demi menebus masa lalunya, Darian bersedia menjadi donor. Kini, Tanti menghadapi dilema besar: mempertahankan kebenciannya pada Darian atau menerima uluran tangannya demi menyelamatkan nyawa sang anak.