APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rintihan Sekretaris Suamiku

Rintihan Sekretaris Suamiku

Eva Renata adalah istri setia yang tulus mengurus suaminya, Ebin Permana. Namun, pernikahan mereka hancur saat Ebin tergoda oleh Dinda, sekretaris barunya. Stuart, sang asisten, melihat langsung perselingkuhan Ebin di hotel ketika Eva menanti di rumah. Kebohongan ini terbongkar saat Eva datang ke kantor dan mendengar suara mesra dari dalam ruangan suaminya. Dengan hati yang hancur, Eva kini mulai mengawasi gerak-gerik menyimpang Ebin bersama selingkuhannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bab 1

Senandung ringan di teras rumah dengan cat putih bersih. Bunga bunga terasa segar kala pemiliknya menyirami mereka dengan air yang segar. Matahari mulai naik perlahan hingga sinarnya menghangat.

Ini masa masa yang paling di sukai Eva. Sinar matahari pagi yang menyegarkan.

"Aaaahhh ... Segarnya ..." Eva adalah sosok yang sangat lemah lembut pada semua tanamannya atau pun peliharaannya.

"Poppy" Eva memanggil kucingnya yang tengah menjilati kukunya di teras rumah itu.

"Sini Pop, berjemur" Eva membawa Poppy ke pangkuannya di bawa sinar matahari pagi.

"Sayang?" Ebin keluar dari rumah dengan langkah lebarnya.

"Udah siap? Udah semua yakin?" Eva meneliti semua yang di bawa Ebin.

"Udah semua kok, makan siang udah nih di dalam. Makasih yaaa ... Aku mau berangkat dulu ... Pulang juga paling jam biasanya Sayang" Pamit Ebin sambil mengecup kening Eva.

"Hati hati ya ..."

"Iya ... Bye Poppy" Ebin berlalu menuju mobilnya yang sudah terparkir di halaman rumah.

Eva melambaikan tangannya kala melihat ban mobil mulai bergerak menjauh. "Eeemm Poppy kita bersih bersih rumah yuuukk" Eva menurunkan Poppy dari pangkuannya.

Eva mulai meneliti rumahnya, ada beberapa kertas yang berserakan di lantai. Ada purniture miring dan sebagainya, "Haaaaaa" Eva memulai tugasnya seorang diri. Eva tak memiliki asisten rumah tangga. Ia memilih mengerjakan semuanya sendiri.

Meski Ebin kadang kasian padanya yang sibuk sendiri di rumah, tapi Eva bersikeras untuk tidak menggunakan asisten rumah tangga. Karena Eva masih menganggap biasa saja pekerjaan seperti menyapu dan mengepel apalagi mencuci baju dan mencuci piring.

Eva adalah wanita yang suka sekali bersih bersih. Mungkin dia bisa di sebut OCD jika terlalu sibuk mengatur ruangan agar rapi.

Keringat bercucuran dari pelipisnya, hampir semua pekerjaan di lakukan Eva sendiri. Tapi ia merasa segar setelah melihat ruangan yang bersih, rapi dan tersusun.

Setelahnya barulah Eva membersihkan diri.

***

Di tempat lain, Ebin di puaskan dengan pekerjaan semeja penuh.

"Stuart, kenapa belakangan ini banyak banget pekerjaan. Tuh liat?" Ebin mengadu pada asistennya.

"Hehe iya, kamu 'kan udah buka cabang baru di kota sebelah. Jadi banyaklah pekerjaan kamu, kamu pilah berkas berkas itu, aku udah koordinasi sama cabang di kota sebelah, untuk semua dokumennya bermap biru, jadi kita mudah bedakan dengan map berkas lainnya" tutur Stuart sang asisten Ebin.

"Haaahhh ... Kamu cukup hebat Stuart. Kenapa kamu malah mau ikut aku ke perusahaan kecil gini? Kamu bisa aja buka perusahaan sendiri 'kan?" Cicit Ebin memandang Stuart.

"Ya ... Aku cari ilmu di sini dululah, nanti habis aku bisa dan paham barulah aku buat sendiri ... Kamu 'kan tahu aku ini kayak apa" Stuart menatap Ebin malas.

"Iya yaaa ... Manja" soroh Ebin.

"Udah tahu nanya" Balas Stuart.

Ebin dan Stuart sudah berteman lama sejak masa kuliah. Sampai sekarang pun Stuart masih terus mengikuti Ebin kemanapun, Stuart tipe laki laki yang simpel dan tak ingin banyak berpikir. Itulah yang membuat dia memilih menjadi asisten Ebin. Ia hanya perlu mengontrol dan memeriksa, dari pada menjadi seperti Ebin yang di penuhi pikiran kiri dan kanan.

"Eh Stu! Kamu udah ketemu calon Sekretaris aku? Untuk di cabang baru itu?" tanya Ebin sambil memperbaiki kacamata anti radiasinya.

"Oh kayaknya besok dia datang. Hari ini dia interview sama Norin" Sahut Stuart sambil terus memainkan ponselnya.

"Ooohh gitu" Jawab singkat Ebin sambil mengangguk anggukkan kepalanya.

"Sudah hampir 4 hari aku gak ada Sekretaris, masa aku sendiri yang harus angkat telpon telpon yang cuma beberapa menit aja dan kadang kurang penting" cicit Ebin.

"Iya sabar donk"

"Aahh kamu ini! Sana pergi ke ruangan kamu juga, pantau terus pekerjaan yang lain" Titaj Ebin.

"Aciap bosku" Stuart berlenggang keluar dari ruangan Ebin.

"Ada ada aja anak itu" Ebin menggelengkan kepalanya.

***

Pukul 6 sore Ebin sampai di rumah. Guratan lelah dan penatnya begitu terlihat. Eva sudah menunggunya di teras rumah.

"Sayang?" Eva mengambil tas Ebin untuk mengurai lelah suaminya.

"Heemm makasih Sayang ..." Ebin merasa beruntung memiliki istri seperti Eva.

"Iya, mau mandi atau makan dulu?"

"Mandi aja ah biar segar. Abis itu makan deh" Pilih Ebin.

Eva menunggu Ebin sampai selesai mandi, di tempat tidur sudah di siapkannya baju untuk Ebin.

Eva menunggu sambil memainkan ponselnya. Ia melihat berbagia chanel memasak yang menjadi favoritnya.

Ceklek ...

Kamar mandi terbuka dan Ebin keluar terlihat lebih segar dari sebelumnya.

Ebin mengenakan pakaian dan langsung bergabung dengan Eva.

"Nonton apa nih?"

"Biasa" Eva memperlihatkan tontonannya.

"Heemmm mau coba masak itu?" Ebin menyerngitkan keningnya.

"Iya ... Kayaknya enak" Kekeh Eva.

"Pasti enak, apalagi kalau kamu yang masak Sayang" Ebin mengecup kening Eva.

"Sayang ... Eeemmm aku boleh minta sesuatu?" Tanya Eva tiba tiba.

"Apa?" Ebin menunggu pertanyaan Eva.

"Sayang, aku bosan sendiri di rumah ... Seandainya aku punya baby kayaknya seru Sayang" Ungkap Eva.

"Astaga sayang ... Kirain apa. Tapi 'kan kita udah janji tunggu setahun usia pernikahan kita baru kita punya anak, aku masih mau dapat banyak perhatian dari kamu sayang ... Nanti kalau kamu punya Baby, nah yang rawat aku siapa? Yang perhatiin aku siapa?" Manja Ebin.

"Iya udah deh ... Sebentar lagi 'kan setahun pernikahan kita sayang, ya deh ... Aku siap tunggu" Ucap Eva lagi mengurungkan niatnya memiliki anak dengan Ebin.

Keduanya saling mencintai tapi entah kenapa Ebin belum memiliki keinginan untuk memiliki anak. Sedangkan Eva, ia siap kapan saja. Tapi karena Ebin belum siap jadi ia memilih untuk mengikuti keinginan Ebin.

Tiba tiba ponsel Ebin berdering menganggu kebersamaan Eva dan Ebin.

"Siapa?" Eva membaca nama yang tertera di layar ponsel Ebin.

"Biasa tuh" Ebin memperlihatkan nama itu.

"Stuart?" Eva terkekeh.

"Angkat dulu, mungkin penting. Aku mau ke dapur siapkan meja makan. Nanti abis telpon langsung turun ya kita makan malam" Intruksi Eva.

"Siap sayangku" Ebin menerima panggilan dari Stuart.

"Halo Bin, besok sekretaris kamu datang. Dia akan perkenalkan dirinya dulu sebelum di kirim ke cabang baru" Terdengar suara Stuart dari sebrang telpon.

"Stu kamu itu di mana sih?" Ebin mengerutkan keningnya.

"Di kamar mandi" Sahut Stuart.

"Pantesan. Suara airnya kencang banget. Kamu lagi kencing ya?" Duga Ebin.

"Enak aja ... Itu suara keran. Aku mau mandi, jadi idupin keran. Dah aaahh aku mau kasih tahu itu aja" pamit Stuart.

"Siapa namanya ooyyy!"

"Aaaaaaa ... Siapa tadi? Dinda Dinda" Ucap Stuart lagi.

"Heeem. Oke dah mandi sana ...!" Ebin langsung memutuskan panggilan telpon itu.

"Dinda? Dinda!" Ebin mengulang nama itu agar ia tak lupa keesokkan harinya.

Segera Ebin turun dari kamarnya menuju dapur. Eva pasti sudah menunggunya di sana.

"Ayo makan suamiku Sayang" Ajak Eva sangat lembut.

"Makasih ... Waahh kayaknya enak banget nih" Puju Ebin melihat menu menu yang ada di meja makannya.

"Udah jangan di liatin, makan gih" Titah Eva manja.

"Siap Nyonya"

Itulah sekilas keseharian Ebin dan Eva. Sudah hampir setahun usia pernikahan mereka tapi Ebin masin mengurungkan niat untuk memiliki anak. Satu yang Ebin takutkan jika ia memiliki anak, ia takut akan kesulitan mengurusnya, apalagi Eva seorang wanita yang tak ingin memiliki pembantu atau asisten rumah tangga. Ebin takut Eva tak mampu mengurusnya sendiri. Pasti akan melibatkan dirinya. Itulah yang membuat Ebin belum ingin memiliki anak. Biarlah Eva menikmati masa masa kebersamaan mereka ini.

###

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya
9.5
Dua belas tahun lamanya aku mengabdi pada Davian Adhitama, sang pewaris takhta teknologi. Sejak umur enam belas, aku dijual demi mengobati kanker ibuku, lalu menjadi sekretaris sekaligus kekasihnya. Namun, kepulangan Kania, cinta masa kecil Davian, menghancurkan segalanya. Davian memilih menikahi Kania dan mendepakku begitu saja. Sebagai ganti atas seluruh masa muda yang telah kuhabiskan bersamanya, ia hanya menawarkan uang pesangon senilai miliaran rupiah.
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda
8.7
CEO muda sukses, Rio Darmawan, merasa jenuh dengan tekanan perjodohan dari keluarganya yang terus-menerus. Ia selalu menolak calon pilihan orang tuanya karena tidak ada yang cocok. Namun, segalanya berubah saat ia terpikat oleh Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang mandiri. Walau hubungan mereka ditentang keras oleh keluarga besar, Rio bertekad kuat memperjuangkan cintanya. Kini ia menghadapi pilihan sulit antara mengikuti kata hati atau tunduk pada tuntutan keluarga.
Sampul Novel Crazy Maid ( Indonesia )
8.5
Felicity Jolicia Addison, gadis manja yang asing dengan urusan dapur, nekat menyamar sebagai Cia. Demi mendapatkan jet pribadi dari ayahnya, ia rela menjadi pelayan Jerrald Nataniel Mendez, pengusaha jet asal Spanyol. Jerrald dibuat pusing oleh ketidakmampuan Cia yang hampir membakar dapur saat merebus air. Meski dianggap gila karena boros dan polos, interaksi unik pelayan amatir dan majikan angkuh ini perlahan menumbuhkan benih cinta di antara mereka.
Sampul Novel HASRAT TERLARANG GIGOLO
8.1
Demi menghidupi ibu yang sakit jiwa dan tiga adiknya, Bagaskara yang berusia 20 tahun terpaksa menjadi pria sewaan. Ia pun tergiur tawaran fantastis dari Arta Syakila, miliarder wanita berumur 27 tahun yang rela membayar 500 juta rupiah demi satu malam bersamanya. Meski hidup bergelimang harta, motif Arta menyewa gigolo masih menjadi misteri. Akankah Bagas mampu keluar dan hidup tenang, atau malah terjebak selamanya dalam rahasia gelap sang wanita kaya?
Sampul Novel ISTRI TERCINTA BOS BESAR
9.7
Elitta kehilangan kekasih dan kasih sayang ayah akibat ulah Vivian. Setelah pertunangannya batal, sang ayah memaksanya menikahi pria yang dianggap miskin. Vivian merasa di atas angin, hingga ia menyadari suami Elitta adalah Vito Vincent Ravello, CEO Sunmart sekaligus mantan kekasih yang dulu ia buang. Kini Vivian bertekad merebut Vito kembali. Mampukah Elitta menjaga pernikahan dan pria yang dicintainya dari rencana jahat Vivian?
Sampul Novel Karena Anak Hatiku Melunak
9.4
Demi melunasi utang, keluarga tiri Tanti tega menjualnya kepada Darian hingga ia hamil. Enam tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali saat Ade, putra Tanti, divonis menderita penyakit sumsum tulang belakang. Hasil tes DNA membuktikan Ade adalah anak kandung Darian. Demi menebus masa lalunya, Darian bersedia menjadi donor. Kini, Tanti menghadapi dilema besar: mempertahankan kebenciannya pada Darian atau menerima uluran tangannya demi menyelamatkan nyawa sang anak.