APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rindu Yang Terlarang

Rindu Yang Terlarang

Bagi Alessandra Vega, berjumpa lagi dengan sang mantan jauh lebih menakutkan daripada melihat hantu. Naasnya, takdir justru menyeretnya kembali ke hadapan Fabian Reva, perwira militer yang dulu pernah bertakhta di hatinya. Urusan pekerjaan kini memaksa mereka untuk terus berinteraksi dengan intens. Alessandra pun terjebak dalam dilema besar antara kenangan indah masa lalu dan kenyataan pahit. Akankah asmara lama mereka kembali tumbuh, ataukah luka lama justru memicu perselisihan baru?
Bab
Bagikan

Bab 3

Alessandra berdiri di sana, matanya tertuju pada pintu yang baru saja ditutup Fabian. Detak jantungnya berdengung di telinganya, seperti lonceng yang menandakan bahaya yang semakin dekat. Keputusan yang baru saja diambil oleh takdir-atau mungkin lebih tepatnya oleh Fabian-merusak kedamaian yang sudah susah payah ia bangun. Tidak ada cara lain untuk menyebut situasi ini selain mimpi buruk.

Bergemuruh di dalam dadanya adalah perasaan yang saling bertentangan: amarah, kebencian, dan-meski sulit diakui-rasa takut. Takut akan apa yang akan terjadi selanjutnya, takut pada kenyataan bahwa ia harus berhadapan langsung dengan pria yang dulu pernah menggoreskan luka dalam di hatinya.

Ia menarik napas dalam-dalam dan menatap meja di depannya. Seharusnya ia bisa melupakan semua ini. Menatap tumpukan berkas di mejanya, ia mencoba memusatkan perhatian pada pekerjaannya. Ini adalah pekerjaan yang telah ia impikan, pekerjaan yang akan membawanya keluar dari bayang-bayang masa lalu yang suram. Namun, kenyataan bahwa Fabian ada di sini, begitu dekat, membuat semuanya terasa mustahil.

Suaranya yang berat, kata-katanya yang tajam, senyum menyebalkan yang selalu dia kenal... semuanya kembali mengingatkan Alessandra pada luka yang belum sembuh. Tidak, ia tidak bisa jatuh ke dalam perangkap emosional itu lagi.

Dengan tegas, Alessandra duduk di kursinya, menatap layar komputer di hadapannya. Namun, layar itu tidak memberikan jawaban apa pun. Hanya deretan tugas yang menunggu untuk diselesaikan. Ia mencoba untuk menekan ingatannya, tapi bayangan Fabian muncul kembali-senyumnya yang penuh tantangan, caranya berbicara seolah selalu memiliki kontrol, dan cara dia meninggalkannya tanpa penjelasan apa pun.

"Kau harus bisa menghadapinya," bisik Alessandra pada dirinya sendiri. "Ini bukan waktunya untuk terjebak dalam masa lalu."

Namun, kata-kata itu terasa kosong. Tidak ada yang lebih sulit daripada berdiri di depan pria itu dan berpura-pura bahwa tidak ada yang berubah.

Pikirannya kembali terombang-ambing, dan dalam sekejap, ia merasa kehadiran Fabian memenuhi ruang di sekitarnya. Tapi, itu bukan hanya karena dia adalah atasan barunya. Ada sesuatu yang lebih dalam yang ia rasakan, sesuatu yang membuat jantungnya berdegup lebih cepat setiap kali mereka bertemu-meskipun itu adalah perasaan yang ia benci dan usahakan untuk tidak ada lagi.

"Kenapa dia masih ada di sini?" gumam Alessandra, meremas gagang kursinya.

Sebulan yang lalu, dia tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya akan kembali bertabrakan dengan Fabian. Selama bertahun-tahun, ia telah membangun dinding kokoh untuk melindungi dirinya dari kenangan pahit tentang pria itu. Namun, sekarang, dinding itu terasa rapuh.

Pikirannya masih melayang, tetapi akhirnya, dengan penuh tekad, ia menekan tombol di mejanya untuk memanggil asisten.

"Sarah," panggil Alessandra, suaranya tidak terlalu keras, namun cukup untuk menarik perhatian asisten muda yang sedang duduk di luar.

"Ya, Nona Vega?" Sarah masuk dengan langkah cepat, matanya terfokus pada Alessandra.

"Aku butuh laporan yang lengkap tentang proyek terbaru," kata Alessandra, berusaha untuk tetap terdengar profesional meskipun hatinya sedang bergemuruh.

Sarah mengangguk, lalu menunduk, membuka dokumen yang dibawanya. "Tentu, Nona."

Alessandra melanjutkan pekerjaannya, mencoba menenggelamkan dirinya dalam tugas-tugas yang harus diselesaikan. Namun, pikirannya tetap tidak bisa lepas dari Fabian. Apa yang sebenarnya dia inginkan? Mengapa pria itu begitu ingin memaksanya berada di bawah pengawasannya?

Hari itu berlalu begitu lambat, dan setiap kali ia melihat pintu ruangannya terbuka, ia menahan napas, berharap itu bukan Fabian yang datang untuk mengganggunya. Setiap pertemuan dengannya terasa seperti perang-pertarungan antara masa lalu dan masa kini yang tak bisa ia hindari.

Namun, meskipun Alessandra berusaha keras untuk tidak peduli, ia tahu dia terperangkap. Entah itu dalam pikirannya sendiri, atau mungkin dalam cara Fabian memandangnya. Ada sesuatu yang tidak bisa ia definisikan-sesuatu yang tidak bisa ia lupakan.

Saat malam tiba, Alessandra pulang ke apartemennya dengan langkah gontai. Selama perjalanan, pikirannya terus terfokus pada Fabian. Mengapa dia begitu ingin mempermainkannya? Apakah dia benar-benar merasa perlu membuktikan sesuatu?

Sesampainya di apartemen, Alessandra menyalakan lampu dan duduk di sofa. Tubuhnya terasa letih, tetapi pikirannya tetap tidak bisa berhenti berputar. Apakah mungkin dia benar-benar merindukan Fabian?

Itu pertanyaan yang tidak ingin ia jawab.

Alessandra menutup matanya, mencoba untuk tidur, tetapi setiap kali ia hampir terlelap, bayangan Fabian kembali datang. Senyum sinisnya, kata-katanya yang tajam, dan cara dia selalu memiliki cara untuk membuatnya merasa tidak berdaya.

Namun, tidak ada yang bisa menghapus kenyataan ini. Dia harus menghadapi Fabian lagi, entah dia suka atau tidak. Dan yang lebih penting, dia harus menyiapkan dirinya untuk kemungkinan bahwa perasaan lama, meskipun telah lama terkubur, bisa kembali muncul begitu saja.

Pagi berikutnya datang dengan cepat. Alessandra bangun dengan kepala yang berat, merasa seolah-olah dia sedang menghadap ujian besar. Meskipun malam sebelumnya dia berusaha untuk tidak memikirkan apa pun selain pekerjaan, pagi ini semua kekhawatirannya datang menghampiri lagi.

Apa yang akan terjadi jika ia benar-benar bertemu Fabian di kantor? Apa yang harus ia katakan pada pria itu setelah semua yang telah terjadi?

Dengan langkah mantap, ia keluar dari apartemennya dan menuju ke kantor, mencoba menekan perasaan yang mengganggunya. Setiap detik terasa lebih berat daripada yang sebelumnya. Ia tahu hari ini akan menjadi titik balik-tempat di mana dia harus membuat pilihan besar: apakah ia akan terus berjuang dengan amarah dan kebencian, ataukah ia akan membuka pintu untuk perasaan yang telah lama ia kubur?

Ketika dia sampai di kantor, pintu ruangannya terbuka lagi, dan seperti yang ia duga, Fabian berdiri di sana.

"Kau siap untuk hari ini?" Fabian bertanya, suaranya rendah dan penuh tantangan.

Alessandra menatapnya dalam diam. Dia tahu satu hal pasti-permainan ini baru saja dimulai.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dunia Pelita
9.8
Pelita, model tangguh berlatar keluarga retak, kehilangan kesuciannya akibat insiden tragis. Kejadian ini mengikat takdirnya dengan Adhim, pemimpin geng motor yang juga putra kiai. Demi menebus dosa, Adhim menawarkan pernikahan. Namun, Pelita yang enggan berkomitmen menjadi ragu. Perbedaan dunia mereka yang kontras kini menjadi ujian terbesar. Mampukah hubungan mereka bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu kelam dan konflik yang terus mengintai?
Sampul Novel Menantu Dewa Perang
8.5
Ia kerap dihina dan dianggap sebagai menantu tak berguna yang tidak memiliki masa depan. Padahal, pria ini menyimpan identitas rahasia sebagai Dewa Perang yang ditakuti di seluruh dunia. Namun, sebuah tragedi memilukan terjadi tepat saat perayaan tiga tahun pernikahan mereka. Ia harus menyaksikan kenyataan pahit ketika istri tercintanya mengkhianati janji suci mereka dan berselingkuh secara terang-terangan di depan matanya sendiri.
Sampul Novel Pejuang LDR
8.8
Impian pernikahan Dissa dan Daniel terancam batal ketika Daniel memutuskan bertugas sebagai dokter relawan di wilayah konflik Gaza. Meski hubungan jarak jauh mereka awalnya berjalan baik, Daniel mendadak hilang tanpa kabar. Kecemasan Dissa memuncak saat ia menerima kiriman foto tunangannya bersama Jesika, mantan sahabatnya sendiri. Kini, ia didera kebimbangan untuk membatalkan pernikahan atau tetap bertahan memercayai Daniel, tanpa tahu bahaya nyata yang sedang dihadapi kekasihnya di sana.
Sampul Novel PENDEKAR TAPAK DEWA
8.5
Desa Tanaru rata dengan tanah akibat kekejaman kelompok La Kala di bawah pimpinan La Afi Sangia. Di balik tragedi itu, mantan jenderal berjuluk Wu Ying Jianke, Hongli, menemukan seorang bayi yang selamat secara ajaib. Bayi bernama La Mudu tersebut bersumpah akan ia latih menjadi pendekar hebat. Sebagai titisan dewa, La Mudu kini mengemban takdir besar untuk membalaskan dendam keluarganya sekaligus melenyapkan kejahatan di dunia.
Sampul Novel Pernikahan Paksa Dosen Killer
8.2
Demi sebuah tantangan, Aurelia Safira yang polos soal cinta nekat mendatangi tempat misterius. Namun, keputusan itu membawanya pada insiden tak terduga dengan pria asing. Kekacauan hidup gadis 19 tahun ini memuncak saat ia dipaksa menikahi Darius Aksara, dosen killer yang paling ia takuti. Setelah menikah, Lia baru menyadari bahwa suaminya menyimpan rahasia kelam dan profesi yang mengancam nyawa. Kini, ia terjebak dalam pernikahan penuh bahaya.
Sampul Novel Rahasia Kasus Kehilangan Cewek Cantik
8.4
Kota ini dicengkeram teror oleh aksi kejam komplotan bertopeng yang menculik ibu rumah tangga dan gadis muda. Sebagai jurnalis wanita, aku berusaha membongkar kasus mengerikan di mana para korban disekap, ditelanjangi, dan disiksa sebelum akhirnya dilepaskan. Penyelidikan ini menjadi sangat berbahaya karena para pelaku di balik topeng tersebut ternyata adalah sosok-sosok terkenal dan berpengaruh yang memanfaatkan kekuasaan mereka untuk bertindak keji tanpa terdeteksi.