APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rhododendron

Rhododendron

Demi misi rahasia di desa terpencil, seorang gadis mafia nekat membangun keluarga palsu agar dapat membaur dengan warga setempat. Namun, penyamaran yang ia rancang dengan rapi mulai terancam saat beberapa pendatang baru mencurigai identitas aslinya. Di tengah situasi yang kian genting dan berbahaya, ia harus berjuang menyelesaikan tugasnya sekaligus melindungi rahasia gelapnya agar tidak terhindar dari ancaman orang-orang di sekitar.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jam sudah menunjukkan 11 malam dan Julia mulai cemas, bukan karena takut akan misi malam ini tapi cemas karena tidak menemukan alasan yang tepat untuk ngomong ke ibu kenapa dia harus pulang jam segini. Dia juga sudah yakin kalau Yuwana tidak akan membantunya sama sekali malah akan semakin memperburuk keadaan.

“Kenapa sih, Ju? Gelisah banget dari tadi!” Shakira juga jadi terganggu karena Julia kegelisahan.

“Kalau kamu nggak bisa bantu mending nggak usah bacot deh! Fokus aja sama penjualan malam ini supaya kita cepat selesai! Theo juga di mana sih?!” Kedatangan Theo yang terlambat juga membuat Julia tambah gelisah.

“Ya gimana caranya aku mau bantuin kamu coba kalau kamu nggak bilang apa yang buat kamu gelisah?” Shakira memandang ke sekelilingnya kali saja ada gerakan yang mencurigakan.

Julia menghela napas panjang, “Aku bingung gimana caranya kasih alasan ke ibu kenapa sampai pulang malam banget kayak gini.” Dia memperkecil suaranya takut Shakira malah menertawakannya karena memusingkan hal sepele itu.

Nyatanya Shakira memang benar menertawakannya sampai wajah Julia cemberut dan memukulnya, “Yah lagian ngapain pusing banget sih?! Emangnya kamu anak dipingit sampai harus tinggal di rumah terus? Bilang aja kalau kamu pergi jalan sama aku dan lupa waktu, ibu pasti bakalan maklumin.”

“Emang yah kalau ngomong sama anak blangsakan kayak kamu nggak bakalan ngerti! Ya kali aku dengan gampangnya bilang begitu sementara aku baru aja datang di tempat ini!” Suara Julia meninggi seiring dengan kebodohan yang dia rasakan mengenai jawaban Shakira.

“Serahkan barangnya!” Suara bass di belakang Julia membuat dia segera mengeluarkan senjata miliknya dan bersiap untuk menyerang siapa pun yang di belakangnya.

“Theo!” Ternyata Theo sudah berdiri di belakangnya bersama seseorang yang tingginya sepantaran Theo memakai masker yang membuat wajahnya tidak terlihat.

Theo memandangnya agak serius, “Apa yang kalian lakukan sampai tidak sadar kalau kita sudah ada di sini?” Julia dan Shakira hanya berpandang-pandangan. “Sudah tidak usah diperjelas, berikan saja barang itu kepada orang ini!” Tanpa ba-bi-bu Julia langsung memberikan paket berisi obat hina itu kepada orang pemakai masker yang datang bersama Theo.

Setelah bercakap-cakap dengan lelaki pemakai masker itu, Theo menepuk tangannya dan keluarlah beberapa orang yang memegangi seorang laki-laki yang sudah babak belur membuat Shakira dan Julia saling berpandang keheranan, “Apa saya harus membawa kalian kembali ke akademi kembali untuk melatih indra rasa kalian yang sudah berkurang? Apa kalian tidak merasa kalau sedari tadi sudah ada yang memata-matai kalian?!” Shakira dan Julia tertunduk malu karena telah membuat kesalahan.

“Kamu sudah yakin kalau orang tadi itu adalah orang yang bertransaksi dengan kita sebelumnya?” tanya Julia.

“Iya, saya menjemput dia dari rumah bosnya. Sebenarnya ada apa dengan kalian?! Apa yang kalian bicarakan sampai kalian tidak fokus dengan misi malam ini?!” Theo kembali membahas hal yang sama padahal Julia sudah berusaha untuk membicarakan hal lain.

“Julia gelisah karena harus pulang larut malam, dia bingung harus bilang apa sama ibu kalau pulang malam banget.” Akhirnya Shakira angkat bicara melaporkan apa yang menyebabkan kelalaian mereka malam ini.

Theo menggelengkan kepalanya, “Kita pulang bersama, ada beberapa hal yang harus saya bicarakan dengan ibu itu.” Julia memandang Theo agak ragu, entah kenapa dia khawatir kalau Theo atau anggota lain memperlakukan ibu kurang baik tapi perkataan Theo tidak bisa ditentang apalagi setelah dia melakukan kesalahan malam ini.

***

“Malam bu, Julia pulang,” ucap Julia agak canggung karena keadaan rumah yang agak sepi. Keadaan rumah masih sepi, tidak ada yang menjawab salam Julia membuat Julia agak khawatir.

“Ibu lagi bersihkan tempat tidur, tunggu aja!” Suara datar Yuwana mengagetkan mereka semua yang ada di situ. Ternyata Yuwana berada di kamar yang paling ujung dan keluar dari sana dengan sangat diam sampai mereka tidak menyadari dan itu membuat mereka agak sedikit malu karena seharusnya mereka bisa mengantisipasi itu.

Dalam kecanggungan itu untungnya kedatangan ibu menyelamatkan mereka, “Ya ampun Julia udah pulang, ibu hampir khawatir sampai marahin Yuwana karena nggak temani kamu keluar.” Ibu mengusap pundak Julia hangat. “Eh ada pak Theo juga toh, silahkan duduk pak, mau saya bikin minum apa?”

“Tidak usah repot-repot bu, saya ke sini cuma mau membicarakan beberapa hal mengenai Julia.” Ibu beringsut duduk di sofa sendiri miliknya dengan wajah agak serius.

“Ada apa dengan Julia, pak?” Yuwana juga ikut bergabung di sampingnya.

Theo tersenyum ramah, “Tidak usah terlalu tegang bu, saya cuma membicarakan beberapa hal seperti salah satunya kejadian malam ini. Saya cuma ingin bilang kalau misalnya Julia sampai pulang selarut ini berarti dia pergi sama saya dan dia aman bersama saya. Ibu tidak perlu menyuruh sepupunya untuk menemaninya karena dia punya banyak teman seperti yang ibu lihat apalagi sahabatnya yang satu ini bernama Shakira, dia adalah sahabat Julia sejak kecil. Jadi saya yang akan bertanggung jawab atas kegiatan Julia ketika saya mengajaknya pulang dan ibu tidak perlu khawatir.”

“Halo ibu, kenalkan saya sahabat karib Julia, panggil saja Shakira.” Shakira yang memang dasarnya ceplas-ceplos langsung menyalami ibu akrab.

Ibu tersenyum dengan kelakuan Shakira, “Ah iya pak, saya khawatir saja karena tadi Yuwana bilang Julia pergi dengan seseorang yang tidak dikenal ternyata malah keluar sama gadis yang sangat cantik, kalau begitu kan saya tidak perlu khawatir.”

“Saya tadi sudah bilang ke Yuwana kok tadi bu, kalau saya mau keluar sama teman saya ini dan teman saya juga sudah kenalan sama dia!” Julia menatap Yuwana sinis.

Ibu mulai merasakan ada hawa yang tidak enak antara Julia dan Yuwana, “Sudahlah Ju, kamu tau kan Yuwana orangnya kayak gimana.” Ibu tertawa canggung hanya agar dua anak itu tidak panas lagi.

“Shakira juga akan segera bersekolah di sekolah yang sama dengan Julia dan Yuwana mungkin Yuwana bisa lebih kenal lagi dengan Shakira supaya tidak salah paham.” Theo memberikan tatapan tajam ke Yuwana, menganggap kalau anak ini bisa jadi masalah ke depannya. “Mungkin itu saja yang ingin saya sampaikan bu, saya permisi dulu.”

“Iya pak Theo, terima kasih sudah mengantarkan Julia.” Mereka semua berdiri mengantarkan Theo, Shakira dan teman-teman Julia pulang.

Kening Julia berkerut ketika Shakira ikut naik ke mobil Theo sementara dia membawa mobil tadi, “Sha, kamu nggak amnesia kan? Kenapa numpang di pak Theo? Kan kamu bawa mobil tadi,” tegur Julia.

Theo membuka jendela tempat duduknya, “Mobil itu buat kamu Ju, saya lebih tenang kalau kamu punya akses kendaraan sendiri.” Akhir ucapan Theo dan juga senyum penuh arti Shakira membuat Julia kicep terlebih ibu yang bingung dan Yuwana yang menatapnya tajam.

Akhirnya malam itu ditutup dengan kepergian rombongan Theo, Julia ingin cepat-cepat pergi dari situ karena malas bercakap dengan Yuwana, “Saya bingung siapa kamu sebenarnya sampai orang seperti dia dengan gampangnya bisa kasih kamu mobil semahal itu. Apa benar kamu keluarga kami atau kamu hanya berpura-pura menjadi keluarga kami?” Mereka saling bertatap-tatapan, Julia berpikir sepertinya Yuwana lah masalah terbesar Theo selama dia di sini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam seorang ibu
8.3
Kehidupan Maya runtuh seketika setelah putrinya tewas di tangan anak pejabat yang kebal hukum. Sadar bahwa keadilan tak akan pernah berpihak padanya lewat sistem yang korup, sang ibu memutuskan bergerak sendiri. Ia merancang pembalasan dendam yang matang demi menghukum sang pelaku, meski nyawanya menjadi taruhan. Akankah misi berbahaya ini membawa kedamaian yang ia cari, atau justru menghancurkan sisa hidupnya? Inilah perjuangan nekat seorang ibu demi kebenaran.
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Akibat pandemi global, Amore Acresia terpaksa menyudahi studinya di Los Angeles dan kembali ke Kudus. Sialnya, kepulangan Acre justru membawa petaka saat mobilnya tidak sengaja menabrak seorang tentara arogan bernama Alexander Yudha yang tengah bertugas. Insiden itu menghancurkan ponsel Alex hingga terlindas ban mobil, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut ganti rugi penuh. Perselisihan tajam ini perlahan berubah menjadi benih cinta, sebelum akhirnya tugas negara memisahkan mereka.
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Demi membalas dendam atas kematian orang tuanya yang tewas secara licik, Akeno Taoka menyamar. Anggota Yakuza dari klan Barakujaga ini menjadi guru SMA di Tatsuno demi mendekati Reina Akinara. Reina adalah putri dari Tuan Kudesai, pemimpin klan musuh yang jadi targetnya. Namun, di tengah misi rahasia tersebut, sebuah fakta mengejutkan tentang identitas asli Reina mendadak terungkap. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau ia justru luluh oleh pesona targetnya?
Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Kabar duka wafatnya sang ayah mengejutkan Putri Mahkota Manggalya saat ia menghadiri pesta di Negeri Suwarna. Akibat kekosongan takhta, Pangeran Rahagi yang baru berumur sepuluh tahun pun segera dinobatkan. Di tengah duka mendalam, sang Putri memilih mengasingkan diri demi memulihkan batinnya. Namun tanpa diduga, di bawah kepemimpinan raja bocah tersebut, Manggalya justru menjelma menjadi kerajaan agresif yang gencar melakukan ekspansi wilayah secara membabi buta.
Sampul Novel Istri Tercampakkan, Legenda Hukum Bangkit
8.9
Demi menjadi istri idaman Baskara Wijoyo, aku rela melepas karier hukum selama tiga tahun. Namun, pengorbananku sia-sia saat Baskara membiarkan lenganku melepuh demi melindungi mantan kekasihnya, Aurelia, dari tumpahan kopi. Kecewa dengan sikapnya, aku memilih pergi. Kini, aku terlahir kembali di ruang sidang sebagai Nemesis, pengacara tangguh tak terkalahkan. Aku siap meruntuhkan reputasi Baskara dalam kasus terbesar yang tengah ia hadapi.
Sampul Novel Istriku Dewi Perang yang Sakti
9.7
Lima tahun di penjara menempa Dirga Maharaja menjadi panglima perang tertinggi Negara Naga berkemampuan medis tiada tanding. Sialnya, hari pertama kebebasannya justru diawali pengkhianatan oleh sang istri tercinta. Di titik terendah ini, takdir mempertemukan Dirga dengan sosok wanita luar biasa yang rela mendampinginya menghadapi rintangan apa pun, bahkan jika harus melawan dunia. Dirga pun bersumpah akan melakukan segala cara demi menjadikan wanita penyelamatnya itu sosok paling bahagia di bumi.