APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel REVEAL

REVEAL

Demi menemukan sahabat kecilnya, Rasen memutuskan kuliah. Di sana, ia malah bertemu Eleena, gadis unik yang terus mendekatinya hingga mereka bersahabat erat. Namun, hubungan manis ini goyah ketika sesosok hantu wanita hadir dan mengklaim sebagai sosok yang dicari Rasen. Perubahan sikap Rasen yang drastis pun membuat Eleena cemas. Mampukah Eleena membawa Rasen kembali, atau sang hantu justru sukses menjauhkan mereka demi membongkar rahasia kelam masa lalu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Rasen sedang berada di mall besar di kotanya, tepatnya di toko alat musik dan sedang bersama Rizki. Mereka sedang mencari gitar baru untuk Rizki beli. Anggara Rizki Purnama, sahabat Rasen dari SMA sampai sekarang.

Sayangnya tempat kuliah mereka harus terpisah sekarang. Rasen kekeuh ingin masuk ke kampus yang ia janjikan dengan sahabat masa kecilnya dulu, Universitas Dwirasa. Padahal Rasen mampu masuk universitas negeri yang lebih baik. Rizki sedikit menyayangkan keputusan Rasen, tapi apa boleh buat? Rasen sudah memutuskannya sedari dulu.

Rasen dan Rizki memang memiliki hobi yang sama yaitu bermain alat musik dan bernyanyi. Saat mereka SMA, duo mereka dikenal dengan Double R. Posisi Rasen dan Rizki sama-sama memainkan gitar dan menjadi vokalis. Keduanya sering muncul di acara pentas musik di sekolahnya dulu dan selalu mengikuti lomba-lomba di dalam maupun di luar sekolah. Tak heran mereka berdua agak terkenal karena duet mereka yang sangat bagus dan wajah mereka yang tampan.

"Sen, kita jadi ikut lomba di kampus gue?" tanya Rizki sambil mencoba memetik senar salah satu gitar yang sedikit menarik perhatiannya.

"Boleh tuh, saya tertarik. Hadiahnya juga lumayan." Rasen membalas tanpa menatap Rizki karena sedang melihat-lihat ukulele, ia juga merasa sedikit tertarik.

Gaya bicara Rasen yang kaku karena selalu menggunakan panggilan saya dan kamu ini sudah biasa di dengar Rizki. Rizki selalu menyuruhnya untuk tidak seperti itu, tapi Rasen bilang sudah terbiasa dan lebih sopan terdengar katanya. Aneh memang. Tapi Rizki sudah tidak memperdulikannya karena sudah terbiasa, malah untuk saat ini akan terdengar aneh bila Rasen tidak seperti itu.

"Lumayan 'kan, jadi nambah terkenal kita," balas Rizki dengan senyum sumringahnya yang bisa membuat perempuan-perempuan yang melihatnya tergila-gila. Untung saja di toko itu hanya ada pegawai laki-laki yang berjaga.

Sedang mengobrol ringan, Rasen sedikit menyadari seperti ada seseorang mengintip mereka dari balik kaca dekat pintu keluar, wajar saja semua toko disini hanya ditutup oleh kaca karena ini pusat pertokoan yang sedikitnya harus menarik minat pembeli dari orang-orang yang lewat.

Tapi Rasen tidak mau menghiraukannya, karena takut makhluk itu bukan manusia dan akan mengikuti Rasen sampai rumah. Rasen mencoba berpikir positif, mungkin itu salah satu gadis yang tertarik dengan Rizki dan hanya bisa melihatnya dari luar toko, pikirnya.

Wajar saja Rasen bisa berpikir seperti itu, karena tidak sekali dua kali ada kejadian para gadis-gadis memerhatikan mereka setiap mereka berada di tempat umum. Bahkan sampai para gadis mengikuti kemana mereka pergi.

Rasen kembali fokus mencoba beberapa ukulele, sepertinya ia juga ingin membeli salah satu dari ukulele tersebut.

***

"Saya mau beli boba dulu buat Arsha, kamu duluan aja kalau mau pulang, Ki," ujar Rasen menghentikan langkahnya dipersimpangan jalan menuju parkiran.

"Wah, Arsha apa kabar, Sen? Udah lama gue gak liat dia, makin cantik pasti," ujar Rizki dengan senyuman cerahnya. Rizki memang sedikit tertarik dengan adiknya Rasen. Tapi dia tidak berani dekat-dekat karena perbedaan umur mereka, juga karena Rasen yang selalu galak jika ia membahas soal Arsha, seperti sekarang ini contohnya.

"Baik kok, pastinya makin cantik. Makanya saya sembunyiin dari kamu biar dia ga tergoda sama pedofil," balas Rasen mendelik.

"Haha, santailah, tau diri gue, Sen. Lagian mana berani gue sama kakaknya yang galak." Rasen memelototi Rizki dan Rizki hanya tersenyum mengacungkan dua jari telunjuk dan tengahnya bertanda piece.

"Ampun, Sen. Ya udah deh gue balik duluan ya. Lu hati-hati, katanya parkiran bawah angker haha. Lu parkir di bawah 'kan?" tanya Rizki.

"Iya tadi di depan penuh, jadi disuruh ke bawah sama tukang parkirnya."

"Hati-hati, nanti lu ada yang ngikutin haha, gue duluan yaa." Rizki pamit sambil sedikit berlari meninggalkan Rasen yang terlihat sangat kesal mendengar akhir ucapan dari Rizki yang sompral.

Rasen berbalik mencoba tidak peduli dan tidak mau memikirkan ucapan Rizki. Rasen melirik jam tangan di pergelangan tangannya, segera ke tempat boba favorit adiknya karena jam sudah menunjukkan pukul setengah empat sore. Terlalu asik mereka di toko musik sehingga membuat mereka tidak sadar menghabiskan banyak waktu di sana.

***

Di parkiran bawah, Rasen mengingat ucapan Rizki tentang parkiran bawah yang angker. Rasen terpaksa memarkirkan motor kesayangannya di parkiran bawah karena saat dia sampai tadi di parkiran atas sudah penuh, entah memang lahannya tidak cukup luas di sana atau mungkin pengunjung sedang ramai-ramainya.

Rasen sedang memakai helmnya, dia merasa ada yang mengawasi. Sialnya, parkiran di sini sedang sepi. Rasen hanya bisa menepis pikiran-pikiran buruknya. Tapi tidak bisa karena merasa ada seseorang yang terus menatap ke arahnya. Rasen melihat sekitar, kosong. Tidak ada orang, hanya ada barisan motor dan mobil yang berjejer rapih, tidak terlalu penuh. Perasaannya semakin tidak karuan.

Rasen merasa ada seseorang mendekat ke arahnya. Rasen gugup, tidak berani melihat ke arah sekitarnya lagi. Dia mencari kunci motornya di dalam tas selempangnya tapi karena sedikit panik, alhasil dia tidak menemukannya. Rasen merasa seseorang itu sudah berada di dekatnya dan membuat perasaan Rasen semakin tidak karuan.

Hingga akhirnya Rasen terperanjat saat ada seseorang yang menepuk bahunya. Sangat terkejut, itu yang Rasen rasakan. Dia berbalik dan melihat seorang gadis berdiri tepat di hadapannya.

"Wah jodoh kali ya, kita bisa ketemu disini," ujar gadis itu santai dengan cengiran yang membuat dia terlihat cantik. Rasen diam karena masih terkejut.

"Lo kenapa? Kok kaget banget kayanya, kaya abis liat setan aja sih? Apa lo pikir gue setan, ya? Haha," tanya gadis itu mengejek diiringi tawa. Rasen melihat ke arah belakang gadis itu, ada sosok lain yang bersembunyi di balik mobil yang berada beberapa meter di depan mereka. Sepertinya sosok gadis yang ada di rooftop kampusnya kemarin.

Benar, sosok itu masih mengikutinya. Tapi tiba-tiba sosok itu perlahan mundur dan menghilang saat Rasen menyadari keberadaannya.

"Woi, kok lo diem aja sih? Liat apaan sih di belakang gue?" tanya gadis itu lagi karena tidak dapat jawaban dari Rasen, ia pun menengok ke belakang tidak mendapati apa-apa kecuali sepasang kekasih yang baru keluar dari lift.

"Oh, lo lagi liat mantan lo sama pacar barunya?" tanya gadis itu lagi sok tahu.

"Apa sih, sok tau! Lagian kamu sok kenal banget sama saya." Akhirnya Rasen bersuara. Rasen sudah sedikit tenang karena sosok hantu gadis itu sudah menghilang, tapi di sisi lain Rasen jadi tau bahwa sosok itu benar-benar masih mengikuti Rasen.

"Ya abisnya, lo itu gue tanya baik-baik gak jawab. Lo lagi ngapain di sini?"

"Lagi mancing. Emang kamu gak liat saya lagi ngapain?" Suara Rasen terdengar kesal. Entah mood Rasen sepertinya sedang buruk. Gadis itu sedikit sebal, tapi dia tidak menunjukkannya.

Perasaan tidak tenang Rasen kembali muncul. Rasen sedikit gugup, ia berpikir sepertinya semua ini gara-gara sosok hantu gadis itu yang masih mengikutinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cermin
8.7
Pasca-kecelakaan, Inestia Rossi bisa melihat hantu dan mendeteksi kematian. Baginya, cermin adalah satu-satunya media yang jujur mengungkap wujud asli mereka. Di tengah trauma cinta, ia bertemu Rangga, pria skeptis yang memberinya keberanian. Meski kerap terancam kasus mengerikan di apartemennya, Ines pantang menyerah. Walau konflik keluarga sempat memisahkan mereka, takdir mempertemukan keduanya kembali untuk berjuang dalam status hubungan yang baru.
Sampul Novel Cinta Rahasia Berakhir Api Dendam
8.3
Hidupku hancur setelah menyadari bahwa Raja, CEO dingin yang kucintai, hanya menjadikanku pion balas dendam. Atas perintahnya, aku dijebak ke penjara, dipermalukan lewat rekaman intim, dan warisan ayahku dihancurkan oleh kekasihnya. Setelah menderita siksaan kejam di balik jeruji besi, kini aku telah bebas. Aku kembali ke hadapan Raja bukan untuk mengemis cinta, melainkan membawa amarah membara demi menghancurkan hidup sang iblis yang telah memusnahkan segalanya.
Sampul Novel ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir
9.2
Isabella terjerumus ke prostitusi kelas atas akibat pengkhianatan sang ayah. Saat menemukan cinta, duka justru menghampiri karena calon suaminya tewas misterius. Demi membalas dendam, ia menyelidiki kasus ini, hingga terungkap bahwa pembunuhnya adalah Ronald, pria pertama yang membelinya. Kini, Isabella terjebak pusaran konspirasi antar-keluarga yang mengancam nyawanya, sembari berjuang mengungkap rahasia jati diri aslinya.
Sampul Novel Istri Balas Dendam
8.7
Eleanor tewas dalam kecelakaan tragis menjelang pernikahannya. Sang kekasih, miliarder Kieran Lancaster, menuntut balas dendam kepada Vivianne, putri sopir truk penyebab petaka tersebut. Demi menyelamatkan sang ayah dari jerat hukum, Vivianne terpaksa menikahi Kieran untuk menggantikan posisi Eleanor. Pernikahan itu menjadi neraka akibat kebencian dan sikap dingin suaminya. Namun, lambat laun Kieran mulai bimbang setelah menyadari bahwa Vivianne hanyalah korban tak bersalah.
Sampul Novel Kaka Iparku Brengsek
8.7
Nadia Pamungkas menghadapi petaka setelah memilih menetap di kediaman kakaknya, Tasya, di Jakarta. Kesibukan Tasya membuat Nadia sering berinteraksi dengan kakak iparnya, Aldo. Pria blasteran yang semula bersikap ramah itu lambat laun menunjukkan ketertarikan tak wajar pada Nadia. Keduanya pun terjebak dalam hubungan terlarang hingga melakukan kekhilafan fatal. Kini, keutuhan keluarga mereka berada di ambang kehancuran. Akankah skandal gelap ini terbongkar?
Sampul Novel VIRGIN
9.3
Demi membebaskan keluarganya dari jerat kemiskinan, Rayana mengambil keputusan nekat dengan menjual daya tarik fisiknya kepada pria hidung belang. Namun, gadis polos ini tetap bersikeras mengajukan satu syarat mutlak: ia harus tetap suci. Kini, ia berada di persimpangan jalan, terjepit antara kerasnya realitas hidup dan prinsip diri. Sanggupkah Rayana mempertahankan mahkotanya, atau ia justru akan hancur dalam kesepakatan berbahaya ini?