APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rentang Waktu Di Antara Kita

Rentang Waktu Di Antara Kita

Kisah asmara modern yang penuh emosi ini menyoroti perjuangan sepasang kekasih dalam mempertahankan cinta sejati mereka. Menghadapi jurang perbedaan usia yang membentang lebar, keduanya harus bergelut dengan konflik batin serta harapan yang tak kunjung padam di tengah keterbatasan waktu. Perjalanan menyentuh hati ini membuktikan bahwa ketulusan perasaan mampu melampaui segala rintangan dan jarak yang memisahkan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Selina tiba di rumah sakit pagi itu dengan rasa gugup yang masih bercampur antusiasme. Ia mengenakan seragam perawat barunya dengan warna hijau, dan sepatu kets putih.

Sambil memegang clipboard, Selina berdiri di lobi sambil memandangi sekitar. Suasana rumah sakit begitu sibuk, suara langkah kaki bergema di lantai marmer, dan obrolan kecil antara pasien serta tenaga medis terdengar di mana-mana.

"Selina!" Suara Kian terdengar dari ujung koridor. Ia berjalan cepat menghampirinya dengan jas dokter berwarna putih yang melambai seiring langkahnya.

"Hai, Ki!" Selina tersenyum lega melihat wajah yang dikenalnya.

"Nervous banget ya?" tanya Kian sambil menatap wajah Selina yang tegang.

"Banget. Aku takut salah apa-apa," jawab Selina jujur.

Kian terkekeh kecil. "Santai aja, kamu 'kan baru hari pertama. Ntar juga terbiasa. Yuk, aku kenalin kamu ke tim."

Mereka berjalan menyusuri koridor menuju ruang perawat. Sesampainya di sana, Kian membuka pintu dan memperkenalkan Selina kepada beberapa perawat senior.

"Pagi, semuanya. Ini Selina, perawat baru kita. Dia bakal bantuin di shift pagi sama siang. Tolong diajarin ya," kata Kian dengan nada tegas tapi santai.

Para perawat menyambut Selina dengan senyuman ramah. Salah satu dari mereka, seorang perempuan paruh baya bernama Bu Mira, maju dan menyalami Selina.

"Selamat datang, Selina. Jangan takut tanya kalau ada yang bingung ya," ucap Bu Mira dengan hangat.

"Makasih, Bu. Saya bakal belajar cepat kok," jawab Selina dengan semangat.

°°°

Setelah briefing singkat, Selina langsung diajak ke bangsal untuk membantu merawat pasien. Bu Mira mendampingi Selina sambil menjelaskan tugas-tugasnya.

"Selina, ini kita mulai dari bangsal anak ya. Kamu cek tanda vital pasien-pasien ini. Jangan lupa catet di chart mereka. Kalau ada yang nggak normal, langsung laporan ke saya atau dokter ya," jelas Bu Mira.

"Siap, Bu. Eh, tapi saya agak lambat nggak apa-apa kan?" tanya Selina sambil memasang senyum kecil.

"Ya gapapa, pelan-pelan aja. Asal catetannya bener, itu yang penting."

Selina mengangguk dan mulai bekerja. Saat ia sedang memeriksa suhu seorang anak kecil, Kian muncul di pintu bangsal.

"Sel, gimana? Masih selamat?" tanya Kian dengan senyum jahil.

Selina meliriknya sambil memegang termometer. "Selamat sih, tapi deg-degan banget. Kamu nggak bisa liat apa tangan aku gemeteran?"

Kian tertawa pelan. "Santai aja, nggak usah tegang. Kamu tuh bakal sering banget liat pasien kayak gini, lama-lama kebiasaan."

"Kamu gampang banget ngomongnya. Kamu kan udah dokter," balas Selina sambil mengerucutkan bibir.

"Dulu aku juga kayak kamu, Sel. Grogi, takut salah, tapi kuncinya cuma satu, jangan terlalu overthink. Fokus aja sama apa yang kamu kerjain sekarang."

Selina menghela napas. "Oke deh. Aku coba relax."

°°°

Waktu makan siang tiba, Selina dan beberapa perawat lain berkumpul di kantin rumah sakit. Kian yang kebetulan lewat menghampiri meja mereka.

"Sel, kamu makan apa?" tanya Kian sambil menatap nampan makanan Selina yang hanya berisi nasi putih dan sepotong ayam goreng.

"Ini aja, udah cukup kok. Aku nggak terlalu lapar," jawab Selina sambil tersenyum tipis.

"Jangan bohong deh. Nih, aku tau kamu nggak bakal nolak." Kian menyerahkan kotak kecil berisi brownies yang baru saja dibelinya.

"Serius, Ki? Aku jadi ngerepotin kamu mulu."

"Nggak usah lebay. Aku cuma nggak mau kamu pingsan gara-gara kelaperan," kata Kian sambil terkekeh.

Para perawat lain yang duduk di meja yang sama mulai berseloroh.

"Wih, perhatian banget nih, Dokter Kian," celetuk salah satu perawat, Dina.

"Ini bukan perhatian, ini namanya investasi. Dia bakal bantu aku kerja lebih cepat," balas Kian santai.

Selina hanya tersenyum sambil memakan brownies itu. Dalam hati, ia merasa nyaman karena kehadiran Kian membuatnya lebih percaya diri menjalani hari pertamanya.

°°°

Sore harinya, Selina bertugas membantu Kian di ruang tindakan. Seorang pasien laki-laki tua dengan keluhan sesak napas sedang diperiksa oleh Kian.

"Sel, tolong ambilin stetoskop aku di meja," kata Kian sambil memeriksa tekanan darah pasien.

"Siap, Dok!" Selina langsung bergegas mengambil stetoskop dan menyerahkannya.

"Makasi. Sekarang kamu bantu aku catet hasil pemeriksaan ini di chart pasien, ya," ujar Kian.

Selina mengangguk dan mulai mencatat sesuai instruksi Kian. Setelah pasien selesai diperiksa, Kian memuji kerja Selina.

"Bagus, Sel. Kamu rapi banget nyatetnya. Dokter lain pasti seneng kerja sama kamu."

Selina tersipu. "Aku masih belajar kok."

"Tapi aku serius. Kalau kamu terus kayak gini, kamu bakal cepet adaptasi."

°°°

Malam harinya, saat Selina bersiap pulang, ia dan Kian sempat berbicara di lobi rumah sakit.

"Ki, aku mau bilang makasih banget. Kalau nggak ada kamu, aku nggak yakin bisa survive hari ini," ujar Selina dengan nada tulus.

"Sel, kamu jangan terlalu ngegantungin diri ke aku ya. Kamu harus belajar mandiri juga," jawab Kian sambil tersenyum kecil.

"Iya, aku ngerti kok. Tapi tetep aja, kamu bantu aku banyak banget."

"Yaudah, traktir aku kopi minggu depan aja, biar lunas."

Selina tertawa. "Siap, Dokter Santai!"

Hari pertama Selina di rumah sakit memang melelahkan, tapi juga penuh pelajaran berharga. Dengan dukungan dari Kian dan rekan-rekannya, ia merasa semakin yakin bahwa ia bisa menghadapi tantangan ini. Namun, Selina juga mulai menyadari bahwa bekerja bersama Kian membuka sisi lain dari pria itu yang perlahan menarik perhatiannya lebih dalam.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Absurd Boyfriend With Kianna
8.5
Kianna Augustephie, gadis pendiam yang suka menulis, memendam kekaguman pada Giorgio Fernandes. Ketampanan sang idola sekolah bahkan menginspirasi novel romantis karyanya. Namun, kejutan datang saat Gior tiba-tiba mendekat dan kerap melontarkan rayuan konyol yang tak terduga. Tingkah absurd cowok populer ini sukses membuat Kianna bingung sekaligus jatuh hati. Akankah kisah cinta fiksi dalam bukunya benar-benar terwujud nyata bersama Gior?
Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia
8.1
Impian Belleza tentang cinta sejati sirna setelah ia dipaksa menikahi Rafaele demi aliansi bisnis mafia. Di tengah jeratan dunia hitam dan dominasi sang suami, ia bertahan hanya untuk melindungi keluarganya. Namun, situasi memanas saat ayahnya tewas di wilayah Jefferie, memicu dendam membara dalam diri Belleza. Sembari mengandung dan menghadapi intrik pengkhianatan yang perlahan terungkap, ia berjuang mencari kebenaran. Akankah dendam ini menghancurkan mereka, atau justru menumbuhkan cinta?
Sampul Novel Cinta Terhalang Restu Abi
8.2
Tujuh tahun berlalu sejak Aisyah Putri Rasyid terpaksa mengakhiri hubungannya dengan Malik Putra Narendra demi mematuhi sang ayah. Kenangan pahit di hari kelulusan SMA itu mendadak terkoyak saat tasbih yang dulu ia kembalikan kepada Malik tiba-tiba muncul di depan pintu rumahnya. Kehadiran benda tersebut membawa kembali sosok sang mantan kekasih ke dalam hidup Aisyah. Akankah takdir menyatukan kembali cinta lama mereka yang sempat terhalang restu?
Sampul Novel Dirka & Viona
8.2
Dirka menjalani hidup yang serbawanita namun hampa tanpa kehadiran orang tua. Di tengah kekhawatiran para pelayan setianya akan kelangsungan warisannya, sebuah perjalanan ke tempat penuh memori masa kecil mempertemukannya dengan seorang gadis misterius yang hendak bunuh diri. Kejadian tersebut mengorek kembali trauma masa lalu Dirka. Walau gadis itu memilih bungkam, Dirka tidak sanggup mengabaikannya dan memilih membawanya pergi guna menyelamatkannya dari keputusasaan.
Sampul Novel Menikahi Ceo
8.7
Arga, seorang CEO yang dingin soal asmara, mendapati hidupnya berubah setelah bertemu Raisya, siswi SMA tegar yang tinggal bersama sang kakak. Pertemuan tak sengaja di depan rumah memicu aksi usil Raisya yang perlahan meluluhkan hati Arga. Sayang, kisah unik ini kandas ketika Raisya kuliah ke luar negeri dan melupakan Arga. Saat kembali, Raisya mendapati Arga telah bertunangan. Akankah cinta lama mereka membara lagi, atau Arga memilih setia pada tunangannya?
Sampul Novel Terpesona oleh Istri Seribu Wajahku
8.7
Demi menikahi pria biasa, Marsha yang berprofesi sebagai dokter hebat, CEO, tentara bayaran, dan pakar teknologi rela menyembunyikan jati dirinya. Sialnya, sang tunangan yang ternyata pewaris kaya justru membatalkan pernikahan dan menghinanya. Begitu rahasia Marsha terbongkar, mantan kekasihnya itu menyesal dan memohon kembali. Namun, sesosok pria yang sangat berkuasa tiba-tiba hadir melindunginya serta menegaskan bahwa Marsha adalah istrinya yang haram disentuh.