APKDock Logo
Sampul Novel Release the Darkness

Release the Darkness

8.8 / 10.0
Terobsesi pada kaum abadi, penjelajahan Heaven dan Kaylein berakhir tragis di sebuah kastil tua New Orleans. Alih-alih jawaban, Kaylein dipaksa menjadi vampir, sementara kekasihnya dilecehkan oleh pemimpin klan yang kejam. Di tengah siksaan transformasi fisik dan penderitaan batin, kesetiaan sepasang kekasih ini benar-benar diuji. Akankah cinta lama mereka mampu bertahan dari cobaan berat ini, atau justru takdir baru yang akan menanti mereka?

Release the Darkness Bab 1

Heaven berlari dengan langkah tercepat yang sanggup ia lakukan, tak perduli kaki telanjangnya berkali-kali tergores kerikil tajam ataupun ranting-ranting pohon yang berserakan di sepanjang permukaan tanah. Pakaian yang ia kenakan bahkan tampak compang-camping karena berkali-kali terkoyak semak belukar. Wanita itu sama sekali tak memperhatikan langkahnya, yang ia lakukan hanya berlari dan terus berlari.

Heaven sesekali melihat ke belakang, memastikan sosok yang sangat ingin ia hindari berada jauh atau bahkan memutuskan berhenti mengejarnya. Namun Heaven rasanya ingin menjerit frustasi saat itu juga ketika melihat orang itu -entah masih bisa disebut demikian atau tidak- masih dengan gigih mengejarnya. Bahkan jarak mereka saat ini begitu tipis.

Heaven memekik saat kakinya terantuk akar pohon sehingga membuat langkahnya goyah dan tubuhnya terjerembab ke atas tanah yang keras dengan suara berdebam kencang.

Memejamkan mata, Heaven hanya pasrah ketika sosok yang sejak tadi mengejarnya langsung menerjang dan menindih tubuhnya sedemikian rupa. Mencengkeram tangannya dengan kasar dan mengunci semua pergerakannya. Heaven merasa sekujur tubuhnya kaku karena himpitan pria di atasnya ini. Heaven bahkan merasa begitu sesak untuk sekedar bernafas.

Heaven menatap dengan takut mata pria itu, pupil yang selama ini berwarna biru penuh karisma, terlihat berubah merah penuh aura pembunuh. Tanpa kata pria itu langsung mencabik dada Heaven dengan kuku-kuku tajamnya.

Heaven langsung berteriak, menjerit sejadi-jadinya ketika rasa perih yang menyayat terasa di dadanya. Darah segar mengalir dengan cepat memenuhi permukaan dada dan perutnya, bahkan ada darah yang memercik membasahi wajah pria yang tampak kehilangan seluruh kendali dirinya itu.

"Tidak!" Heaven terpekik ketika melihat pria itu menjilati jarinya yang berlumuran darah dengan ekpresi kenikmatan. Membuat Heaven merasa takut dan jijik dalam waktu yang bersamaan.

Pria itu menyeringai, memperlihatkan dua taring panjang yang menambah kesan menakutkan dalam dirinya. Taring yang Heaven sadari sepenuhnya, dulu tidak pernah dimiliki oleh pria ini.

"Tidak! Kay, sadarlah! Ini aku Heaven! Kaylein!" Heaven terus berteriak. Menggelengkan kepalanya dengan keras, berusaha sebisa mungkin menghindari kepala Kaylein yang sudah melesak ke lehernya.

Suara 'krak' terdengar dengan nyaring di tengah malam yang sunyi ini, ketika taring Kaylein akhirnya menembus kulit Heaven, menusuk tepat di mana urat nadi wanita itu berada.

Heaven memejamkan mata, nafasnya terputus-putus akibat rasa sakit yang membuat sekujur tubuhnya terasa ngilu. Kaylein yang memang kehilangan kendali sepenuhnya justru terus menghisap darah gadis itu dengan beringas, seperti orang yang benar-benar kehausan. Mengambil sebanyak apapun yang bisa ia dapatkan.

Heaven merasakan tubuhnya kian melemah, kulitnya yang putih terlihat mulai memucat, nafasnya tersengal seiring kesadarannya yang mulai menghilang.

"Kaylein..." lirih gadis itu sebelum akhirnya menyerah pada kegelapan yang menyelimutinya.

Kaylein tersentak, dengan cepat pria itu mengangkat tubuhnya dari tubuh Heaven yang tak sadarkan diri. Matanya yang berwarna merah berangsur-angsur berubah menjadi biru, warna aslinya. Dia menatap Heaven, keadaan sekitar dan keadaan tubuhnya sendiri yang berlumuran darah dengan tatapan bingung bercampur nanar. Terlihat kehilangan orientasi untuk sesaat.

Lelaki itu kemudian menatap Heaven yang terbaring dengan wajah pucat, disentuhnya pipi wanita itu. Saat itulah Kaylein terpana melihat tangannya yang berlumuran darah. Dengan kuku-kuku panjang, meski tak sepanjang beberapa saat yang lalu.

Tubuh Kaylein langsung berubah dingin, tangan dan bibirnya bergetar, menolak dengan keras kenyataan pahit yang mungkin baru saja terjadi. Berulang kali menggelengkan kepala dengan frustasi, Kaylein langsung merengkuh tubuh Heaven ke dalam pelukannya. Menangis terisak-isak bagaikan anak kecil. Dikecupnya kening Heaven berkali-kali.

"Heaven, sayangku. Bangunlah... maafkan aku. Jangan pergi..." bisiknya di sela-sela isakan.

Kaylein bahkan sesekali tersedak dalam tangisnya. Bagaimana bisa ia melakukan hal sekeji ini terhadap wanita yang ia cintai? Dengan tangannya sendiri!

"Arrggghh!" dengan kecepatan di luar nalar, Kaylein bahkan perlu waktu untuk menyadari apa yang baru saja terjadi.

Tubuh pria itu terlempar sejauh empat meter dari tubuh Heaven dan terbentur dengan keras di sebuah pohon.

Di depan sana, terlihat Xavier, salah satu sosok yang membuat Kaylein berubah menjadi mahluk terkutuk seperti ini. Sosok pria bengis yang telah menghancurkan hidupnya. Pria yang juga dengan begitu kejam telah menodai Heaven tepat di depan matanya. Pria itu kini tengah berjalan ke arah Heaven, mengangkat wanita itu dengan mudah ke dalam gendongannya. Seakan tubuh wanita itu seringan bulu.

"Jangan... sen-tuh dia," lirih Kaylein sambil menyentuh dadanya yang sempat terbentur tadi.

Xavier menyeringai dengan ekspresi jahat, menatap Kaylein dengan tatapan merendahkan sebelum akhirnya mengecup bibir Heaven dengan mata yang sama sekali tak beralih dari Kaylein.

"Aku sudah pernah menyentuh seluruh tubuhnya, tepat di depanmu. Kau sama sekali tak bisa melakukan apa-apa. Jadi, apa kau pikir kali ini kau bisa melakukan sesuatu jika aku menyentuhnya?"

Xavier lagi-lagi menyeringai melihat sorot kebencian yang terlihat di mata Kaylein.

"Hahh... sudahlah, aku tak ingin berdebat denganmu lebih lama. Wanita ini akan mati jika tidak cepat diobati," ujar pria itu sambil memutar tubuhnya membelakangi Kaylein, "ah, satu lagi. Perubahanmu belum sempurna, aku masih bisa mencium bau manusia dari dalam tubuhmu. Ikut denganku sekarang jika kau tak ingin menjadi makan malam bagi semua hewan buas di luar sana."

Kaylein mengepalkan tangannya dengan erat. Andai saja waktu bisa diputar kembali. Ia tidak akan pernah datang ke tempat terkutuk ini. Heavennya tak akan menderita seperti ini dan yang paling penting, ia tak akan pernah berubah menjadi salah satu bagian dari clan sialan ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Release the Darkness

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Harga Cinta Terpendam
9.0
Dulu aku terpaksa menghancurkan Bram demi melindunginya. Sekarang, ia kembali sebagai pengacara berdarah dingin yang berniat merebut Kania, putriku. Bram sama sekali tidak menyadari bahwa Kania adalah anaknya sendiri, dan aku sedang berjuang melawan leukemia yang mematikan. Di tengah tuntutan hukumnya yang kejam, aku harus bertahan hidup. Menjelang ajal, kuikhlaskan semuanya untuk Kania dan kutinggalkan sepucuk surat yang akan menghancurkan hidup pria yang sangat kucintai.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
9.1
Demi pernikahan cepat, Nadine bersedia menikahi pengusaha yang diisukan jatuh miskin. Siap bekerja keras demi rumah tangga mereka, ia justru dikejutkan oleh berbagai keberuntungan tak terduga, mulai dari hadiah mobil mewah hingga vila. Di balik itu semua, sang suami misterius selalu menjadi penolong di setiap masalahnya. Kecurigaan Nadine akhirnya terbukti saat orang-orang mulai menyanjungnya; suaminya bukanlah pria bangkrut, melainkan seorang konglomerat terpandang.
Sampul Novel KENIKMATAN SELINGKUH
8.7
Arsyla, wanita 23 tahun, menjalani pernikahan harmonis bersama Edi yang berusia tiga tahun lebih tua. Meski belum dikaruniai anak setelah dua tahun menikah, mereka tetap tenang demi fokus menata keuangan. Edi bekerja keras sebagai OB berpenghasilan minim demi membiayai adik-adik yatimnya. Arsyla menerima kondisi ini dengan tulus. Suatu sore, Edi pulang ke kontrakan sederhana mereka dengan tubuh lelah demi menyambung hidup keluarga.
Sampul Novel Menikah Demi Perceraian
9.3
Sebastian Alvero Abraham terjebak pernikahan dengan Latasha Revalina Mahendra yang berusia delapan tahun lebih muda. Awalnya, Vero merasa bagai pengasuh karena sifat kekanak-kanakan Reva. Namun lambat laun, keceriaan gadis itu membawa kebahagiaan tak terduga. Sayangnya, saat benih cinta mulai tumbuh, niat terselubung Reva menikahi Vero justru terbongkar. Akankah rasa kecewa Vero menghancurkan rumah tangga yang baru seumur jagung setelah rahasia besar ini terungkap?
Sampul Novel Pernikahan Kontrak Berakhir
8.6
Althea terpaksa mengakhiri pernikahan kontraknya dengan Darius lebih awal setelah menemukan kenyataan menyakitkan. Kehadiran Liora, wanita yang mengandung anak Darius, memicu rasa dikhianati yang mendalam. Meski Althea hancur oleh amarah dan kekecewaan, Darius justru melepaskannya tanpa bertanya. Kini Althea harus berjuang menghadapi luka batin karena menyadari bahwa dirinya bukanlah satu-satunya wanita di hati Darius dalam hubungan yang penuh kepalsuan ini.
Sampul Novel Terbawa Hasrat
7.9
Kehidupan glamor Xena Foster yang serbanyaman seketika berubah saat ia mengenal Morgan Louise. Ketampanan lelaki itu tidak hanya memikatnya, tetapi juga menyulut gairah hebat yang belum pernah dirasakan Xena sebelumnya. Namun, pertemuan yang terasa seperti takdir ini justru membawa petaka. Sosok asli Morgan menyimpan kebenaran kelam yang meruntuhkan hidup Xena. Kini, ia harus bertahan di tengah kepedihan cinta dan ancaman kehancuran akibat rahasia tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan