APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin

Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin

Setelah tewas mengenaskan akibat pengkhianatan keji mantan suami dan selingkuhannya, Lara Anggraini mendapatkan kesempatan kedua. Ia bereinkarnasi ke dalam raga seorang wanita yang merupakan istri dari mantan bosnya, seorang Presdir dingin yang kaku. Di balik kemewahan hidup barunya ini, Lara tidak tinggal diam. Ia mulai menyusun siasat matang demi menuntut balas pada orang-orang yang telah menghancurkan masa lalunya. Akankah dendam membara Lara terbalaskan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Klek!

Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka. Muncul sesosok lelaki tampan dengan handuk putih yang masih menggantung di bahu kirinya.

Rahang kokoh yang tegas dan mata elangnya membuat tatapan matanya terkesan mengintimidasi.

'Pak Abian?' batin Lara dalam kepanikannya.

Tatapan sang atasan masih terasa sama. Dingin dan menusuk. Membuat siapa saja yang ditatapnya seketika tertunduk.

"Masih hidup? Aku pikir kamu akan mati setelah meminum racun serangga itu," ucapnya datar tanpa ekspresi.

"Ra-racun serangga?" Lara yang tak sepenuhnya mengerti, mengedarkan pandangan matanya, hingga terpaku pada sebuah botol hijau kosong yang tergeletak di samping tempat tidur.

"Pak Abian, saya bukan--" Rasa sakit bagai tertusuk ribuan jarum tak kasat mata membuat tenggorokan Lara terasa nyeri luar biasa.

"Barusan kamu memanggilku apa?" tanya Abian tak paham. Melihat istrinya kesakitan pun ia tak gegas memberi pertolongan.

"Sa-saya sebenarnya--" Lara tercekat. Bahkan mengeluarkan suara rintihan kesakitan pun ia tak mampu.

Tubuhnya terasa ngilu, bagai terlilit kawat berduri yang semakin mengerat setiap kali Lara berusaha mengeluarkan suara.

'Ada apa denganku? Kenapa tubuhku terus merasakan sakit ketika berusaha menjelaskan?' batin Lara kebingungan.

"Jangan mengharapkan belas kasihan dariku. Sekali pun kamu mati aku tidak akan peduli," pungkas Abian sebelum berlalu pergi.

Lara berdiri mematung di hadapan cermin. Merasakan rasa sakit yang perlahan menghilang dari sekujur tubuhnya.

"Cepat ganti bajumu! Ikut aku pergi ke pemakaman Sekretarisku sekarang!" titah Abian menyambar cepat jas hitamnya di atas gantungan baju dan kembali berlalu pergi.

Sebagai seorang atasan yang telah menikah, tentunya membawa seorang istri pergi melayat adalah sebuah formalitas. Sebab itu, meski Abian membenci pernikahan ini, ia tetap meminta sang istri menemaninya pergi.

Lara membeku. Otaknya berusaha menyambung setiap kalimat dan kejadian aneh yang ia alami saat ini. "Sekretaris Pak Abian adalah aku. Itu artinya ...."

Dalam kepanikan, Lara gegas berlari keluar dari dalam ruangan mencari keberadaan Abian.

Hingga sampai di ruang makan, langkah Lara terhenti.

Pandangan mata keluarga besar yang terdiri dari ayah, ibu, dan putranya, tertuju pada satu titik. Yakni kedua telapak kaki Lara yang menapaki lantai tanpa alas.

"Lea? Kamu bangun kesiangan lagi? Ayo makan dulu, Sayang!" seru salah seorang wanita paruh baya seraya tersenyum ramah.

Lara celingukan sesaat mencari seseorang yang dipanggil Lea, sebelum sadar jika dialah orang yang dimaksud.

Prang!

Pisau dan garpu yang dibanting di atas piring membuat seluruh anggota keluarga yang berada di sana berlonjak kaget. Tak terkecuali Lara.

"Mau sampai kapan kamu bengong di sana?! Mau buat kami kelaparan menunggumu?!" bentak Abian lantang.

"Abian!" sungut sang ayah.

Tanpa pikir panjang, Lara segera mendekati meja makan dengan perasaan ragu. Lantas memegangi satu kursi dan hendak menariknya.

"Duduklah di sebelah Suamimu! Buatkan dia roti selai. Abian suka selai coklat," timpal sang ibu.

'Su-suami?' batin Lara bingung.

Seketika itu Lara mengingat kembali, jika sang atasan beberapa hari yang lalu menikahi seorang gadis atas perjodohan keluarga.

Mungkinkah Lara kini menjadi penghuni raga ini setelah pemilik sebelumnya meninggal keracunan obat serangga?

Tak banyak bicara, Lara gegas menuruti perintah. Layaknya seorang bawahan dengan atasannya.

Namun baru saja Lara menarik kursi di sebelah Abian, pria itu gegas berdiri. "Aku kehilangan selera makan. Aku tunggu kamu di mobil," pungkas Abian sebelum berlalu pergi.

Lara berdiri mematung. Bukan sebab kecewa dengan perilaku Abian terhadapnya, namun dengan takdir yang membawanya kembali. Mungkinkah Tuhan memberinya kesempatan untuk membalas dendam?

Namun mengapa harus di tubuh ini?

"Jangan terlalu dipikirkan, Lea. Abian memang sifatnya keras kepala. Tapi Mama yakin, cepat atau lambat dia akan luluh dengan kelembutanmu," sahut ibu Abian yang berhasil membuyarkan lamunan Lara.

"Kalau begitu saya permisi. Pak Abian meminta saya untuk ikut melayat dengannya." Lara berlalu pergi. Tak menghiraukan tatapan heran dari kedua mertuanya tersebut.

"Apa Lea baru saja memanggil Abian, Pak?"

"Biarkan saja. Mungkin itu salah satu caranya mendekati Abian," pungkas ayah Abian mengabaikan keanehan menantunya.

Setelah mengganti baju, Lara gegas berlari ke luar dari kediaman mewah tersebut, untuk segera menghampiri Abian yang berpesan akan menunggunya di mobil.

Lara bergegas menghampiri pintu belakang mobil dan hendak membukanya.

"Heh! Duduk di depan! Aku bukan Supirmu." Kalimat lantang itu seketika membuat tubuh Lara membeku. Sebab dari dulu hal yang paling ia takuti di tempat kerja adalah teriakkan atasannya.

Lara segera berpindah ke kursi di samping kemudi. Namun sambutan yang ia dapatkan kala itu adalah tatapan aneh Abian yang menelisik dari bawah hingga ke atas tubuhnya.

Pria itu hanya diam membisu, sebelum kembali bersikap acuh seperti biasanya.

Mobil mewah itu kini dipacu menuju jalanan kota.

Setelah hampir setengah jam berada dalam keheningan. Mobil itu pada akhirnya berhenti di depan sebuah rumah. Tangis kesedihan dari pelayat terdengar meriuhkan suasana duka.

Lara diam termenung. Tatapan matanya yang mulai berair, mengarah ke jalanan becek yang harus dilewatinya jika ingin sampai di rumah duka. 'Ini benar-benar rumahku' batinnya kalut.

"Jangan memintaku untuk menggendongmu! Jika tidak sanggup melewati lumpur, terbanglah sa--" Abian yang salah menangkap maksud tatapan Lara, tak sempat menuntaskan kalimatnya, saat mendapati sang istri telah terlebih dahulu turun dari mobil dan memasuki rumah duka dengan berlari cepat.

Gegas Abian menyusul dengan penuh kebingungan.

Lara menerobos kerumunan para pelayat yang tengah membacakan doa di sekitaran jenazah. Dan gegas membuka kain jarik yang digunakan menutupi wajah jenazah.

Tubuh wanita itu seketika membeku. Bulir bening berjatuhan dengan derasnya, tatkala mendapati tubuh gempalnya telah terbujur kaku dengan wajah pucat pasih.

"Apa yang sedang kamu lakukan?! Duduk!" Abian menarik kasar lengan Lara hingga membuat wanita yang semula membelakanginya itu berbalik menghadapnya. Membentaknya lirih dengan mata melotot tajam.

Di tengah dukanya, Lara bingung harus berbuat apa. Melihat saat ini seluruh pasang mata memandang aneh ke arahnya. Terpaksa Lara menuruti perintah Abian untuk duduk dan berbaur dengan pelayat lainnya.

"Permisi, Pak. Saya mencari keluarga Mendiang. Saya adalah Atasan di tempat Mendiang bekerja. Saya ingin mengucapkan bela sungkawa. Barangkali Bapak bisa panggilkan Suaminya?" ujar Abian sopan pada salah seorang pria yang tengah duduk di sebelahnya.

Lara jelas mendengar kalimat itu, tapi dia lebih memilih untuk diam.

"Lara ini yatim piatu, Pak. Dan sepertinya Suaminya tidak akan datang sampai pemakaman selesai. Jadi para tetangga yang akan membantu mengurusi pemakamannya," jelas pria itu.

"Kenapa tidak datang? Memangnya Suaminya pergi ke mana, Pak?"

"Setelah menjual rumah ini kemarin malam, kabarnya sekarang dia menikah lagi di rumah barunya. Selebihnya saya tidak tahu, saya tidak ingin mencampuri urusan orang lain," pungkas pria itu tersenyum segan. Membuat Abian akhirnya terdiam.

Lara menautkan kedua tangannya di pangkuan. Mencengkeram erat ujung gamisnya. Wajah yang semula menampilkan kesedihan dan duka mendalam itu kini menampakkan kilat amarah yang berusaha ia redam.

Tetes demi tetes air mata kembali berjatuhan. Amarah yang bergemuruh terasa begitu menyesakkan dada. 'Dengan kesempatan kedua untuk hidup, aku akan membantumu mendapatkan karma, Mas Prasetya!' tekadnya kuat dalam hati.

Setelah prosesi pemakaman selesai dilangsungkan, Lara dan Abian gegas kembali pulang.

Dalam perjalanan pulang, Lara hanya terdiam dengan tatapan kosong.

Dan Abian menyadari hal itu, namun memilih diam dengan segala kebingungannya. Pasalnya, sang istri adalah keturunan bangsawan yang ia ketahui tak pernah kenal dekat dengan sekretarisnya. Lantas, bagaimana wanita itu menangisi kematian orang asing?

Bahkan mengenai alas kaki, gamis, dan lumpur. Lea adalah seorang wanita perfeksionis. Tak mungkin baginya berjalan tanpa alas kaki dan mengenakan gamis hitam yang begitu longgar dan menutupi seluruh kakinya.

Namun terlepas dari hal-hal aneh itu, Abian masih memilih diam dan tak peduli.

"Mulai besok kamu akan menggantikan posisinya sebagai Sekretarisku. Sampai aku mendapatkan pengganti yang baru."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Fantasi Gilaku
8.0
Alice, istri yang selama tujuh tahun pernikahannya belum pernah merasakan kepuasan dari David, suaminya yang diam-diam ternyata gay dan berselingkuh dengan mantan pacarnya. Alih-alih marah, Alice justru menikmati melihat suaminya bersama pria lain. Pertemuannya dengan Jane, wanita yang trauma karena pernah dilecehkan dan diperkosa oleh pria, membuat keduanya menemukan kecocokan yang tak terduga. Mereka menjalin hubungan terlarang yang menggetarkan, hingga Alice memutuskan menceraikan David demi Jane. Namun, hadirnya Steve membuat Alice jatuh cinta lagi, memicu kecemburuan Jane. Bisakah tiga hati menemukan bahagia? Sebuah kisah tentang tabu, hasrat, dan cinta yang tak biasa.
Sampul Novel Indra, Reinkarnasi Tiga Dewa
9.6
Dunia sihir Nobel terancam punah akibat virus mematikan kiriman Raja Iblis untuk membasmi manusia. Indra, seorang yatim piatu yang tumbuh di kalangan ras Triton, harus kehilangan tempat tinggalnya yang hancur diserang monster terinfeksi. Demi melawan kegelapan, ia memulai perjalanan bersama Aruna yang misterius dan Rai, pendekar yang bertekad membangun kembali kerajaannya. Akankah Indra berhasil menguak jati dirinya sekaligus menghentikan wabah iblis ini?
Sampul Novel Kronik Takdir Terlama
8.1
Menjelajahi multiverse dan berbagai lini masa, sang protagonis berjuang agar bisa hidup berdampingan dengan orang-orang tercinta. Mereka bukan hanya penopang emosi, tetapi juga sekutu terkuat dalam mengubah tatanan dunia. Berbekal pemahaman masa lalu dan masa depan, ia berusaha memperbaiki takdir demi hari esok yang lebih baik. Perjalanan lintas dimensi ini menjadi pembuktian kekuatannya dalam menghadapi tantangan besar yang siap menghadang di masa depan.
Sampul Novel Mr. Devil
8.1
Hidup Ellena hancur setelah ayah kandungnya sendiri tega menjualnya demi ambisi bisnis yang kotor. Kini, ia menjadi tawanan di mansion megah milik Hogue, sosok vampir kejam dengan hasrat menyimpang yang kerap menyiksa fisiknya. Diperlakukan layaknya budak tanpa harga diri di bawah kekuasaan pria sadis tersebut, Ellena terjebak dalam penderitaan yang tiada akhir. Mampukah ia bertahan hidup menghadapi segala kekejaman Hogue?
Sampul Novel Suamiku Menukar Nyawa Anakku Dengan Kekasih Gelapnya
8.8
Demi menyelamatkan putrinya yang sekarat akibat kanker pankreas, seorang ibu nekat menukar sisa umurnya dengan sistem misterius untuk mendapatkan obat penawar ajaib. Naas, sang suami justru menganggapnya gila. Pria itu dengan tega merebut obat mukjizat tersebut dan menyerahkannya kepada cinta pertamanya, hanya untuk memulihkan bekas luka kecil di wajah selingkuhannya tanpa memedulikan nyawa anaknya sendiri.
Sampul Novel Tidak Mungkin Membebanimu Lagi
8.7
Alpha Nikolas Morrison kini sekarat akibat racun merkuri. Demi memutus paksa hubungan kami, kuhancurkan cincin pernikahan kami dan kusodorkan dokumen pembatalan kontrak. Meski dia bersimpuh memohon belas kasih dalam kondisinya yang sekarat dan tak berdaya, tekadku sudah bulat. Kuseret Alpha yang kini lemah itu ke altar Dewi Bulan. Aku mengancam akan meminta sang Dewi mencabut seluruh restu-Nya jika dia bersikeras menolak mengakhiri ikatan kami selamanya.