APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rebirth: Aku Kembali Untuk Membalas Penghianatan Suamiku

Rebirth: Aku Kembali Untuk Membalas Penghianatan Suamiku

Regina Meizura Carlton meregang nyawa akibat pengkhianatan kejam dari suami, adik, dan orang tuanya sendiri. Beruntung, takdir memberinya kesempatan kedua untuk terlahir kembali. Kini, Regina bangkit dengan tekad membara untuk menuntut balas pada semua orang yang telah menghancurkan hidupnya. Di tengah perjuangannya, ia juga berjanji tidak akan lagi mengabaikan ketulusan cinta dari Axel Witsel Witzelm. Kisah penuh intrik dan konflik dewasa ini ditujukan bagi pembaca bijak.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Apa ini? Apa kau salah minum obat?"

Aku terkejut, tiba-tiba saja Axel mendorong tubuhku. Dia seolah menolakku. Ucapannya tajam membuatku mengernyit.

Hampir saja aku lupa, aku tidak pernah sama sekali berbicara atau dekat dengannya. Aku selalu bersikap cuek. Mungkin saja saat ini Axel akan menganggapku gila.

Tidak. Itu tidak boleh terjadi. Aku harus bisa dekat dengannya. Aku hanya menginginkan dia yang menjadi suami masa depanku.

Tidak akan ada lagi aku merasakan kemunafikan juga kebohongan Minna dan Nicholas. Aku harus bisa menggaet Axel lebih dulu.

"Umm ... ma–maaf, maafkan aku. Aku bukan sengaja. Kau masih ingat aku kan? Aku, Regina Meizura Carlton," ucapku menarik bibirku hingga membentuk sebongkah senyuman terindah tak lupa tanganku terulur dengan manis.

Saat ini mungkin saja aku terlihat seperti cegil yang sedang mengejar laki-laki. Axel menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan.

Dia terlihat bingung dan tatapan dinginnya membuatku sedikit merinding. Namun, sekejap berubah saat aku menatap wajah tampannya.

Dilihat lebih dekat, Axel benar-benar tampan, hmm ... bodohnya aku dulu sampai melewatkan laki-laki dengan wajah pahatan dari surga ini.

Sampai aku lupa diri menggelengkan kepala. Menatap wajahnya yang bersinar seperti cahaya bintang.

"Hmm!" Axel menjawab singkat dengan melipat kedua tangannya di dada dan menelitiku dari ujung rambut hingga kaki. Dia terlihat tidak suka dengan penampilanku saat ini.

"Mmm, aku ada acara makan malam. Jadi, aku sedikit mengubah penampilanku," ucapku menjawab dehamannya.

"Apa perlu segitunya untuk menarik perhatian seseorang. Kau terlihat seperti wanita murahan!" Dengkus Axel kesal dengan jawabanku.

Mungkin kalau itu aku yang dulu aku pasti akan memberikan tamparan keras di wajahnya dan sangat membenci ucapan Axel.

Tetapi, kali ini berbeda, kata itu terdengar seperti laki-laki yang sedang cemburu dengan wanita yang disukainya pergi kencan dengan orang lain.

"Benarkah?" kataku, aku memajukan wajahku dengan berani. Wajahku tersenyum tidak dapat diartikan oleh Axel.

Aku berencana tidak akan melepaskan Axel dari genggamanku.

Axel terlihat bingung.

Dia sadar ada yang berbeda dariku.

"Sudahlah!" ucap Axel seraya berbalik akan pergi, namun aku tidak menginginkan itu.

"Mau kemana? Aku kan belum selesai mengobrol denganmu. Memangnya kamu nggak penasaran? Aku pergi dengan siapa?" ucapku mungkin terdengar di luar nalar.

Aku tidak akan melepaskannya.

Ini memang bukan seperti diriku.

Aku yang dulu tidak seberani ini. Dulu ditatap pun sudah gemetaran.

Aku balik mencengkram tangan Axel, mencegahnya pergi.

Kembali Axel mengerutkan kening.

"Temani aku, aku ingin membeli sesuatu dan ingin makan malam. Anggap saja ini adalah permintaan maaf dariku. Aku salah. Aku selalu mengabaikanmu. Pokoknya kamu nggak boleh menolaknya!" tukasku tanpa ragu membuat segurat kebimbangan di wajah Axel.

Dengan kecepatan yang mungkin saja Axel tidak sadari, aku sudah berhasil menggandeng lengannya. Membawa dia pergi bersamaku.

"Kau suka makan apa? Trus hobi apa? Apa kau suka nonton film? Atau jalan-jalan? Katakanlah. Aku ingin mengetahui semuanya!"

Aku benar-benar berubah menjadi cegil yang tidak tahu malu.

Aku yakin sebelum kematian itu, Axel menangis untukku. Dia benar-benar mencintaiku.

Tidak ada jawaban maupun penolakan keras seperti tadi dari Axel. Saat ini dia seperti sedang mempelajari sikapku.

Axel mungkin sedang mengira aku sedang bermain tipu daya dengannya.

"Apa warna kesukaanmu?"

Aku terus saja mengoceh dan berhenti di depan salah satu toko yang memajang beberapa mannequin laki-laki.

Axel mengikuti arah suaraku dan tatapanku yang tertuju pada mannequin tersebut.

"Bagaimana kalau kita mencoba yang ini," kataku, aku langsung menarik Axel masuk ke dalam toko tersebut.

"Warna biru ini sepertinya cocok untukmu," tanganku meraih syal rajut berwarna biru dengan motif bunga lili. Tanpa ragu aku berbalik dan mengalungkannya di leher Axel.

"Apa kamu suka?"

Aku benar-benar gila. Aku bahkan bersikap sangat agresif terhadap Axel. Dia benar-benar melongo melihat sikapku.

Tidak ada jawaban maupun penolakannya.

Axel hanya menatapku dalam diam. Gelombang matanya mengisyaratkan sesuatu yang dalam, namun dibaliknya tersimpan keraguan.

"Aku mau yang ini!" ucapku lagi tanpa aba-aba langsung menarik Axel ke meja kasir dan membayar yang sudah tersemat di lehernya.

"Terima kasih!"

Aku menggandeng lagi tangan Axel yang tanpa penolakan. Dia benar-benar mengikuti kemana kakiku melangkah.

Sampai pada tempat yang dijanjikan oleh Minna dan Nicholas, aku sudah melihat Minna mondar-mandir di depan ruangan yang sudah dipesan.

"Ka–kakak ... kenapa kakak lama sekali. Kasihan kan kak Nick, dia terus menunggumu dan merasa khawatir," ucap Minna manja yang berlari ke arahku dan segera menyandarkan lagi kepalanya di lenganku.

"Ah, maaf aku telat!" Lagi aku mendorong perlahan kepala Minna dari lenganku.

Aku benar-benar tidak mau lagi berdekatan dengan ulet keket pengganggu itu.

Namun, setelah aku meneliti, aku mencium parfum Nicholas di tubuh Minna. Sepertinya mereka tadi sudah sangat berdekatan ketika tidak ada diriku.

Dan satu fokusku tanpa sengaja aku malah melihat leher Minna dengan kissmark disana. Juga baju Minna terlihat kusut.

Kali ini Minna menggunakan baju press body hingga benar-benar menampilkan bentuk lekuk tubuhnya. Minna memang paling jago melakukan perpaduan itu, siapapun yang melihat pasti akan membangkitkan rasa penasaran untuk mencobanya.

Hmm ... ternyata begini cara kalian melakukannya. Setiap ada kesempatan kalian selalu melakukannya. Aku benar-benar bodoh bahkan dulu tak pernah menyadarinya.

"Oya, aku membawa tamu dadakan, nggak apa-apa kan?" Minna baru menyadari saat aku berbicara dan dia melihatku menggandeng tangannya.

Bagi Minna itu adalah pemandangan langka apalagi dia tahu aku tidak terlalu suka dekat-dekat Axel. Ya, benar itu dulu karena semua dalam pengaruh dan kendali dari pasangan tidak tahu malu ini.

"Oh ... tapi, tumben sekali kak Regi membawanya? Bukannya dia selalu bersikap kasar pada kakak? Kakak juga nggak suka dengannya kan?" satu sudut bibir Minna terlihat kecut saat menatap Axel.

Jelas Minna menganggap Axel sebagai penghalang semua rencana mereka.

"Siapa bilang? Aku nggak merasa seperti itu. Axel, dia cukup ramah dan dia juga cukup penurut. Buktinya dia tidak keberatan aku menariknya kesini. Dan sepertinya nggak salah ... kan lebih banyak yang datang bukankah akan lebih seru!"

Ucapanku membuat Minna bungkam dan kesal. Dia tidak lagi beradu argumen denganku, namun kedua tangannya mengepal dengan erat.

"Ayo kita masuk Kak, kak Nick sudah lama sekali menunggu kakak," Minna mengalihkan suasana dan menuntut langkah kami.

Duar duar! Aku tidak terkejut seperti saat ini. Ketika aku membuka pintu, aku melihat papaku, Nicholas dan ibu tiri yang selalu digadang-gadang papa berada disana.

Mereka mempersiapkan kejutan untuk dengan tiupan alat pesta ulang tahun dengan hiasan kertas yang langsung bertaburan di atas kepalaku.

Lalu dihadapanku berdiri Nicholas membawa buket bunga untuk menyambut kedatanganku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dari Masalalu
9.7
Setelah sebelas tahun berlalu, perasaan Ratih kepada Arsenna, teman SMA yang pernah ia cintai, mendadak terusik kembali akibat sebuah pertemuan tidak terduga. Hubungan mereka kian rumit saat mimpi-mimpi aneh yang saling terhubung mulai datang secara misterius. Berada di batas antara kenyataan dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah keduanya memahami takdir ini? Simak perjuangan Ratih dan Arsenna mengungkap ikatan masa lalu mereka agar bisa bersatu di masa kini.
Sampul Novel Godaan Ranjang Sang CEO-tamat
8.0
Gwen Florine terdesak oleh biaya operasi kanker paru-paru ayahnya yang mencapai lima puluh ribu dolar. Di situasi sulit ini, Nicholas Kennedy, sang mantan kekasih yang pergi sepuluh tahun lalu, datang menawarkan bantuan keuangan. Namun, CEO tersebut mengajukan syarat pernikahan. Gwen pun sepakat demi sang ayah, dengan menegaskan bahwa ini hanyalah pernikahan kontrak. Di tengah bayang masa lalu, mampukah Gwen membentengi hatinya dari pesona Nicholas?
Sampul Novel Love and Hurt
8.0
Bagi Tiffany Ananda Putri, bertemu lagi dengan Jimmy Stevano Cavarro adalah petaka yang merusak hidupnya secara beruntun. Kehadiran pria itu dianggap sebagai kesalahan takdir yang fatal. Di sisi lain, Jimmy tidak goyah. Ia berjanji akan selalu mencintai Tiffany tanpa peduli waktu, mulai dari masa lalu hingga masa depan nanti. Jimmy tetap teguh memegang perasaannya, meski kini hubungan mereka telah dipenuhi oleh luka serta kebencian yang teramat dalam.
Sampul Novel Menikahi Lelaki Brengsek
8.9
Kehidupan indah Raden Roro Ayu, bangsawan berpendidikan tinggi, runtuh setelah mengandung anak dari Nanda, sahabat dari pacarnya sendiri. Pernikahan terpaksa ini membawa penderitaan bagi Ayu hingga memicu dendam membara, merusak kedamaian keluarga, dan melahirkan permusuhan besar. Sementara itu, Sonny yang tetap mencintai Ayu menolak merelakannya. Ayu pun kini berada di persimpangan jalan, terjebak antara pernikahan dinginnya atau pulang ke pelukan Sonny.
Sampul Novel Penyesalan Ibu Mertua
9.5
Febri mendesak Yusuf memilih antara dirinya atau ibunya sendiri. Kehadiran Ibu Sella merusak keharmonisan pernikahan mereka hingga berujung pada perceraian. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, akankah Ibu Sella memahami kewajiban Yusuf sebagai suami? Simak perjuangan emosional Febri menghadapi pahitnya menjadi menantu di kediaman keluarga suaminya.
Sampul Novel Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami
7.9
Nazharina mengira perceraian akan mengakhiri luka batinnya. Namun, takdir berkata lain saat Arian, mantan suaminya yang dulu begitu dingin, tiba-tiba menjadi bos baru di tempat kerjanya. Kini, pria itu berubah drastis menjadi sangat posesif dan mengawasi setiap langkah Nazharina. Di tengah kecemburuan dan proteksi ketat sang mantan, Nazharina pun bimbang. Apakah sikap ekstrem Arian ini adalah wujud cinta sejati, atau hanya obsesi kelam untuk menguasai dirinya lagi?