APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar.

Ranjang Kakak Ipar.

Pernikahan menjadi mimpi buruk bagi Ayudia saat ia dipaksa bersanding dengan Aidan, kakak iparnya. Aidan yang didera duka mendalam atas kematian istrinya—kakak kandung Ayudia—meluapkan dendam dan rasa sakit itu melalui siksaan kejam kepada Ayudia. Terperangkap dalam rumah tangga yang menyerupai neraka, Ayudia harus menghadapi trauma psikologis yang sangat berat akibat kebrutalan suaminya. Sanggupkah ia bertahan melewati penderitaan ini, ataukah ada kebahagiaan tersisa untuknya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah kepergian sang adik, tidak ada hal yang dilakukan oleh Jasmine. Wanita hamil itu, lalu memilih untuk masuk ke dalam rumahnya. Duduk di sofa ruang tamu, sambil menyaksikan film drama yang selalu ditunggu-tunggu olehnya. Setiap hari jika tidak ada sang adik, hanya dihabiskan oleh Jasmine dengan menonton film atau lainnya. Apalagi semenjak dokter meminta dirinya untuk tidak banyak bergerak dan melakukan hal berat, semakin membuat sang suami overprotektif kepada dirinya.

“Aduh, kamu kenapa nendang Mama kuat sekali, Nak.” Saat ini, Jasmine merasakan begitu ngilu, akibat tendangan yang dilakukan oleh anak yang ada di dalam kandungannya. Anaknya memang sudah sangat aktif, dan itulah yang menyebabkan dokter meminta Jasmine untuk banyak beristirahat. Karena takut, ada hal yang tidak diinginkan terjadi apalagi Jasmine memiliki riwayat penyakit darah rendah.

Jasmine yang merasa mengantuk, segera naik ke lantai atas di mana kamarnya berada. Wanita hamil itu seketika langsung tertidur, cukup lama Jasmine tidur hingga pukul 12.00 Jasmine terbangun dari tidurnya.

"Astaga hampir dua jam aku tidur," gumam Jasmine. Wanita hamil itu, lalu beranjak dari tempat tidurnya. Hari ini, hujan turun dengan sangat deras, terlihat dari balkon kamar yang sudah basah karena air guyuran hujan.

Jasmine mengecek ponselnya berharap sang suami, akan memberikan kabar namun, hal itu ternyata hal sebuah harapan karena tidak ada satu pesan berasal dari Aidan. Suaminya jika sudah bekerja, maka akan lupa akan segalanya dan hal itu membuat Jasmine hanya bisa bersabar.

"Mungkin. Mas Aidan sibuk," ucap Jasmine berusaha menahan rasa rindunya. Demi mengisi waktu luang, Jasmine memilih untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya. Jasmine mngusap penuh buncit miliknya yang tak lama lagi akan mengempis.

“Rasanya Mama sudah tidak sabar menunggu kehadiran kamu, Sayang. Mama sudah pengen mengajak kamu bermain, kamu harus berjuang bersama dengan Mama ya, Sayang.” Saat Jasmine sedang mengobrol dengan sang adik tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi dengan langkah yang sedikit susah membuat Jasmine pelan-pelan keluar dari dalam kamarnya.

Jasmine membuka pintu rumahnya namun, tidak ada orang di sana pandangan mata Jasmine menoleh pada pintu gerbang, ternyata ada seseorang yang menggunakan jas hujan berdiri di sana sambil melambaikan tangan. Jasmine segera mengambil payung dan melangkah keluar, dengan sangat hati-hati Jasmine menghampiri orang tersebut.

“Paket ibu, maaf mengganggu waktunya.” Jasmine segera membuka pintu gerbang rumahnya, rumah yang ditinggali oleh Jasmine memang sepi jika siang hari, itulah yang membuat kedua orang tuanya meminta Ayudia untuk bisa tinggal bersama dengan kakaknya.

“Terima kasih, Pak!” ujar Jasmine. Wanita hamil itu, lalu mengambil paket tersebut lalu kembali menutup gerbang. Namun, baru beberapa langkah tiba-tiba saja Jasmine terpeleset sehingga membuat wanita hamil tersebut tergelincir dan membuat dirinya terjatuh. Kurir yang mengantarkan paket tersebut, belum pergi dari tempat tersebut segera masuk menolong Jasmine.

Darah segar mengalir di bawah kakinya, dan hal itu membuat kurir tersebut kaget.

“Tolong, selamatkan anak saya!!” ujar Jasmine dengan menahan rasa sakit yang begitu besar.

***

Ayudia berlari sekuat tenaga menuju ke rumah sakit bersama dengan Echa, sungguh kabar mengenai Jasmine membuat Ayudia begitu terkejut. Dengan derai air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya, menandakan bahwa Ayudia begitu menyesal sudah meninggalkan sang kakak seorang diri di dalam rumah.

“Bagaimana keadaan Kak Jasmine?” tanya Ayudia. Mendengarkan pertanyaan yang diberikan oleh Ayudia membuat ketiga orang yang ada di sana menoleh ke arah samping. Ayudia bisa melihat bagaimana mereka bertiga memandang dirinya.

Kedua orang mertua Jasmine terlihat begitu sedih, mama mertua sang kakak segera mendekat dan memeluk Ayudia dengan begitu erat. Wanita paruh baya itu, menangis di dalam pelukan Ayudia.

“Kita doakan supaya Jasmine dan anaknya selamat ya. Kakak kamu wanita kuat,” ujar Dira. Mendengar hal itu, semakin membuat perasaan Ayudia tidak enak, wanita itu semakin tidak tenang.

Dira sang mertua kakaknya lalu melepaskan pelukannya, wanita cantik itu meminta Ayudia untuk duduk di kursi yang ada di depan ruang rawat namun, baru saja Ayudia dan Echa akan duduk. Aidan suami dari sang kakak berdiri dan menatap ke arah Ayudia dengan tatapan yang begitu membenci.

“Kamu wanita sialan!! Kenapa kamu meninggalkan istriku seorang diri, hah?” Suara Aidan cukup tinggi membuat Abi sang ayah iku berdiri dan menenangkan sang anak yang saat ini, dalam keadaan emosi tinggi. Ayudia yang mendapat makian seperti itu sungguh terkejut, dirinya terdiam dengan menundukkan kepalanya. Ayudia tidak bermaksud meninggalkan sang kakak seorang diri, namun Ayu juga ingin bertemu dengan sahabatnya.

Aidan terus saja memaki Ayudia, pria itu tidak peduli dengan kondisi bahwa saat ini mereka ada di mana, dan hal itu membuat Abi marah besar pada anaknya tersebut.

“Aidan, apa-apaan kamu? Tidak sepantasnya kamu berbicara seperti itu, dia adalah adiknya Jasmine berarti adiknya kamu juga, harusnya kamu bisa bersikap sopan dengannya,” ucap Abi dengan nada tinggi. Pria paruh baya itu, begitu kesal dengan sang anak yang bertindak kekanak-kanakan apalagi menyalahkan Ayudia akan apa yang terjadi.

“Karena dia istri Aidan, harus bertarung nyawa di dalam sana, Pa. Aidan tidak tahu harus berbuat apa lagi, istri dan anak Aidan saat ini dalam mas kritis semua karena wanita sialan ini,” tunjuk Aidan dengan emosi yang sudah memuncak,

Sedangkan Ayudia hanya bisa menundukkan wajahnya, wanita cantik itu tidak tahu harus merespon seperti apa yang jelas bukan hanya mereka yang merasa terluka dengan kejadian ini tapi Ayudia juga merasakan hal yang sama.

Suasana kembali tenang, saat ini mereka semua sedang menunggu dokter memberikan penanganan kepada Jasmine, Ayudia berdoa di dalam hatinya supaya sang kakak baik-baik saja. Hingga ponsel Ayudia berdering, tanpa menunggu banyak waktu Ayudia segera mengangkat panggilan tersebut.

“Hal …”

“Dasar anak sial, bagaimana bisa anak kesayanganku bisa seperti ini? Kamu memang selalu tidak pernah becus dalam menjaga segalanya. Awas saja jika sesuatu hal terjadi pada Jasmine, maka Mama tidak akan pernah memaafkan kamu.”

Ayudia hanya bisa terdiam mendengar kalimat yang begitu menyakitkan oleh mamanya, Anita sang mama memang terlihat sangat jelas membedakan mereka berdua, padahal Jasmine dan Ayudia sama-sama anak yang lahir dari kandungannya. Panggilan tersebut sudah terputus, Ayudia masih bisa menahan rasa sesak di dalam hatinya jika yang memaki dirinya itu adalah orang lain.

Namun, orang yang memaki dan memarahinya dengan kalimat yang begitu menyakitkan itu juga ibu kandungnya, membuat Ayudia begitu sakit dirinya sangat tidak sanggup untuk hidup dengan segala hal yang terjadi, sesak di dalam dadanya dengan segala kemungkinan yang dilakukan.

“Keluarga pasien!!” Seorang suster keluar dari dalam ruangan tersebut, hal itu membuat mereka semua segera berdiri.

“Saya suaminya suster, apa yang terjadi pada istri saya.”

“Pasien memanggil suami dan adiknya, mohon segera masuk. Saat ini kondisi pasien sangat buruk,” ujar suster tersebut. Aidan memandang ke arah Ayudia dengan tatapan tidak suka, pria itu benar-benar membenci wanita yang ada di depannya sekarang.

“Jangan egois, sekarang kalian masuk. Papa akan sangat marah dengan kamu Aidan, jika kamu menghalangi Ayudia masuk!!”

Aidan tidak bisa membantah sang papa sehingga akhirnya dirinya dan sang adik ipar masuk ke dalam ruangan tersebut bersama-sama.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Pelakor?
8.4
Di hari pernikahan putranya, seorang istri diusir suaminya dari kursi utama demi Liana, wanita masa lalu sang suami. Lebih menyakitkan lagi, putranya sendiri mendukung keputusan itu dan menolak menyajikan teh pernikahan untuk ibu kandungnya demi menyenangkan Liana hari itu saja. Menghadapi konspirasi suami dan anak kandungnya yang tega menyingkirkannya di momen penting tersebut, wanita ini akhirnya menyadari bahwa dedikasi dan pengorbanannya selama 25 tahun membina rumah tangga hanyalah sebuah lelucon belaka.
Sampul Novel Dicerai suami karena mandul
9.1
Safina berniat memberikan kejutan istimewa untuk Reza pada hari pernikahan mereka. Namun, momen spesial itu berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki sang suami berselingkuh di rumah sendiri. Alih-alih menyesal, Reza justru memutuskan untuk menceraikan Safina. Dengan kejam, ia menjadikan kondisi Safina yang mandul sebagai alasan perpisahan. Kini, Safina harus berjuang menghadapi kenyataan pahit akibat pengkhianatan suaminya.
Sampul Novel KEPINCUT PAPA MUDA
8.2
Althea, dokter mandiri ahli waris kakeknya, iba pada anak kembar yang mengiranya ibu mereka karena sama-sama tumbuh dari orang tua tunggal. Saat terjerat konflik warisan dengan tantenya, Althea malah terpikat oleh Evander, ayah duda si kembar yang awalnya dingin. Hubungan unik mereka pun tumbuh penuh rintangan dan romansa manis.
Sampul Novel Melepas dengan Ikhlas
8.0
Fitnah keji dan hinaan dari mantan ibu mertua yang serakah telah menghancurkan hidup Mutia. Kepedihannya kian mendalam karena sang suami justru enggan membelanya. Enggan terus menderita akibat ketidakadilan ini, Mutia memilih pergi membawa luka batin. Ia bertekad bulat tidak akan pernah kembali lagi. Mampukah Mutia meraih kebahagiaan baru setelah melangkah pergi? Ikuti perjuangan emosionalnya menghadapi pengkhianatan ini.
Sampul Novel MENANTU KONTRAK
9.2
Pasca diusir ibu tirinya, hidup Anindya yang sulit berubah saat ia menerima pernikahan kontrak dengan Reivan. Reivan adalah miliarder dingin yang trauma akan masa lalunya. Pernikahan ini diatur oleh Nyonya Nadia demi mengabulkan keinginan terakhir Nenek Zylvana yang sakit keras. Kehadiran sang nenek yang manja perlahan mencairkan jarak di antara mereka. Sayangnya, ego Reivan memicu konflik hebat yang memaksa Anindya mempertaruhkan nyawa demi cinta saat rahasia mulai terungkap.
Sampul Novel Pemilik Hati
8.2
Nila telah lama menikah dengan Chandra, namun bayang-bayang Raksa belum juga hilang dari benaknya. Walau berstatus istri sah, ia tetap menanti kehadiran mantan kekasihnya itu. Demi impian bersatu kembali dengan cinta sejatinya, Nila bahkan rela menunda kehamilan. Bagi dirinya, ikatan pernikahan yang sakral dan sekali seumur hidup ini hanya layak ia jalani bersama pria yang sangat dicintainya.