APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar

Ranjang Kakak Ipar

Maora menghadapi situasi pelik setelah Haidar Alvaro, pria masa lalunya, sah menjadi suami kakaknya, Laura. Keadaan kian menyiksa saat Haidar memaksanya tinggal bersama. Kini, Maora terjebak di antara tuntutan untuk setia pada sang kakak dan godaan hasrat terlarang yang kembali membara. Haruskah ia mengorbankan keluarganya demi perasaan lama, atau sanggupkah ia bertahan menahan penderitaan batin ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam kemarin saat Maora dan Alvaro berdebat di pinggir jalan. Keputusan mereka final untuk kembali ke Bar Adrena dan menghabiskan sisa malam panjang itu.

Namun, tibanya di sana Maora memilih untuk menantang Alvaro lomba minum dengannya.

Awalnya Alvaro menolak, mengingat dia tidak tahu dengan orang asing yang ada di hadapannya saat ini. Namun, melihat Maora yang begitu antusias, dia pada akhirnya menyetujuinya.

Mula-mula semua masih terkendali, saat gelas pertama Maora habiskan tak tersisa. Namun, setelah gelas kedua, dia tidak bisa menahannya lagi. Pusing di kepalanya mulai terasa dan Maora mulai mengoceh tidak jelas.

"Riky, bajingan! Selama ini apa yang dia minta aku kasih, motor, uang, baju, HP dan lainya. Tapi si kunyuk itu malah selingkuh sama lacur murahan!" maki Maora.

Alvaro hanya menjadi pendengar yang baik, dia sama sekali tidak menyahut saat Maora mengungkap rasa kesal, kecewa, marah dan sedihnya itu.

Meskipun apa yang dialami Alvaro masih jauh lebih baik, pikirnya begitu.

'Gadis malang, secantik begini masih ada juga yang menorehkan luka yang begitu dalam.' ucap Alvaro dalam hati.

Waktu yang sudah semakin larut, Al membawa Maora kembali ke hotel yang dia tempati, dan tiba-tiba saja terlintas dalam benaknya ide konyol. Dia membisikkan sesuatu di telinga Maora, dan hal itu berhasil membuat wanita ini tersadar sepenuhnya.

“Bagaimana kalo kita buat malam ini, jadi malam yang wajib kita kenang,“ ucap Alvaro.

Maora tidak langsung menjawab, sejenak berpikir apakah ini tidak akan pernah disesalinya? Akan tetapi bayangan Riky, yang bercumbu dengan Sinta menghinggapi benaknya.

Ah, pria alim yang berkedok buaya tersebut membuat Maora naik pitam. Riky yang pendiam ternyata memiliki sifat seburuk binatang.

“DEAL!” ucap Maora setelah bergelut dengan hatinya.

'Riky saja mampu bermain gila, aku juga bisa … satu sama, Bajingan.' kata Maora dalam hati.

"Kemarilah." Alvaro menarik tangan Maora, mengajak gadis yang baru saja ditemuinya di bar tadi untuk masuk ke dalam kamar hotelnya.

Langkah Maora terhenti di ambang pintu, perasaan ragu merasuk hatinya, saat melihat ranjang berukuran king size. Dia tidak akan siap melakukan hal gila ini.

"Ada apa?" Suara Alvaro yang serak tapi lembut, mengejutkan Maora. Pria ini berdiri di hadapannya, manik mata perak yang terlihat begitu teduh, sangat menenangkan sangat berbeda dengan Riky, pria itu memiliki ribuan topeng yang terpasang sempurna di wajahnya.

Sial! Seharusnya Maora tidak mengingatnya lagi, rasa sakit yang diberikan Riky akan terganti dengan kenikmatan, ya kenikmatan dan itu akan dia dapatkan malam ini!

“Mau nggak kamu menghabiskan malam bersamaku?” tanya Alvaro setelah kebisuan yang hanya dia dapat dari Maora. Dia juga tersenyum, mengukir lengkungan yang begitu indah di wajah tampannya.

Astaga. Senyum Alvaro begitu menawan, sanggupkah nanti Maora menatap wajah ini di bawah kungkungan pria ini. "Mmm, aku—"

“Ikutin aja, lepaskan semua beban kita, Sa," potong Alvaro cepat. Kemudian dia pergi ke arah meja, memutar musik dari peralatan audio di dalam kamar.

Maora yang memiliki manik coklat ini sedikit meremang. Belum lagi gelenyar hangat di punggungnya. Pria ini mampu membangkitkan sesuatu yang aneh dalam diri Maora.

Maora menurut. Ia memejamkan mata dan mencoba mendengarkan musik yang terdengar.

Tidak lama ia bisa merasakan badannya mulai bergerak. Kepalanya mulai bergoyang mengikuti ketukan lagu.

Senyum Maora mengembang saat reff lagunya muncul.

“Dancing in the moonlight! seru Maora, dia benar-benar melupakan masalahnya dengan Riky, apa yang dikatakan Alvaro benar adanya. Musik mampu melupakan masalah yang ada.

Gerakan tubuh Maora semakin leluasa. “Oh my good, Alvaroooo!" ucap Maora setengah berteriak. Ia merasa emosinya meluap – luap saat ini. Ia membuka matanya dan melihat Alvaro yang berada di dekatnya tersenyum sambil ikut bergoyang.

“Kamu jago banget nge-dancenya … jangan berhenti ya," ujar Alvaro lembut. Maora mengangguk sambil menatap pria di hadapannya ini, tidak lupa juga dia mengukir senyum semanis mungkin.

Sebuah kecupan mendarat di bibir mungil Maora, membuat wanita ini membuka matanya lebar-lebar. Terkejut dengan aksi Alvaro yang sangat tidak dia duga. Ralat, Maora hanya belum siap.

Alvaro menarik bibirnya dengan cepat. Maora terdiam sesaat. Tidak yakin akan apa yang ingin ia lakukan berikutnya. Haruskah ia melepaskan momen ini? Kemudian ia terngiang akan apa yang Alvaro katakan kepadanya tadi.

“It’s gonna be a wild night!” tukasnya dalam bahasa inggris.

Maora tersenyum dan kali ini dia yang bergerak maju ke bibir Alvaro.

Mereka lalu saling berpangutan untuk beberapa lama. Desahan Maora dan Alvaro saling bergantian saat lidah dari keduanya keluar masuk dari bibir mereka.

Napas mereka saling memburu menandakan insting liar manusia mereka mulai muncul. Sesekali mereka berhenti dan saling menatap dan tersenyum.

Rasa akan napsu yang sudah memenuhi diri Maora dan Alvaro, telah membuat mereka mabuk kepayang dan kembali lanjut memperdalam ciuman mereka.

Maora ingin sekali Alvaro memegang seluruh tubuhnya. Semua hasrat birahi telah terpusat di kepalanya, dan tersalurkan dengan lumatan demi lumatan bersama Alvaro.

"Aku nggak tau ini beruntung atau apa, Sa. Tapi permainan lidah kamu udah bikin aku … on," bisik Alvaro di telinga Maora.

"Ihs, apaan sih." Lenguhan Maora keluar begitu Alvaro menghujami lehernya dengan kecupan-kecupan kecil meninggalkan tanda merah di sana.

Alvaro tidak melepaskan tautan mereka, dia menuntun tubuh gadis ini ke tepi ranjang, dengan cepat ia merebahkan Maora di atas kasur king size. Aroma parfum dari Maora mulai menyelimuti dua insan yang dimabuk oleh gairah dan juga pengaruh minuman Alkohol tadi di bar.

“Alvaro," panggil Maora tiba-tiba. “Ini juga bagian dari indahnya gemerlap dunia yang kamu bilang di awal?” tanya Maora mengutip perkataan Alvaro saat di Bar Adrena tadi.

Alvaro tersenyum lalu membelai telinga Maora dengan lembut dan menggeleng. “No, ini hadiah dari rasa sakit kita dengan cinta," jawab Alvaro, sejurus kemudian dia mendaratkan kecupan di bibir Maora.

'Oh God.' pekik Maora dalam hati.

Maora mengalungkan tangannya di leher Alvaro, sedangkan lelaki ini menyusuri wajah Maora, beralih turun ke leher jenjang gadis ini, dan semakin turun berhenti tepat di dadanya.

'Ini salah, Ra! Ini tidak benar. Sadar, Maora.' Suara hati Maora mengingatkannya tentang apa yang dilakukannya.

Akan tetapi setiap ada yang baik, akan ada setan yang membisikkan. Begitu pula hasutan hati Maora yang lain.

'Nikmati, Ra! Kau pantas mendapatkannya. Kau PANTAS!'

Maora melenguh panjang, saat Alvaro semakin kencang bermain di dadanya, dia menggeliat, mengerang menikmati sesuatu yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

“Ikuti kata hati kamu, Maora," ucap Alvaro. Pria ini seakan mengerti tentang perseteruan batinnya.

Maora mengangguk cepat, rasa akan sentuhan Alvaro dan juga libido yang sudah meningkat, telah mengalahkan logika berpikirnya.

Ruangan yang luasnya lebih lima meter persegi ini, menjadi saksi saat dua anak manusia mulai terhanyut dengan gelombang asmara. Maora pasrah, dia bagaikan pidana yang akan dijatuhi hukuman oleh hakim.

Ketika tangan Alvaro menyusup kebalik gaun Maora dan menyusuri lekuk tubuhnya. Telapak tangan Al yang semakin merayap ke atas, menyentuh kulitnya langsung, membuat wanita ini diambang nirwana.

Kenikmatan yang mencapai puncaknya, membuat Alvaro dan Maora tanpa sadar sudah menanggalkan pakaian masing-masing.

Manik perak milik Alvaro, melebar sempurna, melihat tubuh Maora. Dia menelan ludah, degup jantungnya bergermuruh kencang. Untuk pertama kali dalam hidupnya, melihat pemandangan Tuhan yang begitu indah.

Udara yang dihasilkan dari pendingin ruangan, membuat Alvaro dan Maora menggigil kedinginan ketika angin itu menerpa tubuh mereka langsung.

Maora menelan ludah, tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya, ketika gua gunung kawi yang masih tertutup, dibobol oleh ular piton Alvaro.

"Al, aku takut," cicit Maora.

"Tidak ada yang perlu ditakuti, Sayang. Aku akan melakukannya dengan perlahan. Aku janji." Alvaro kini sudah di bawah kaki Maora.

“Ini pertama bagiku, Al.” Maora semakin mengeratkan cengkramannya pada bantal di sampingnya.

“Iya ... aku paham. Tahan sedikit ya."

"Ahhhkkk! Al, ini sakit!" pekik Maora dan reflek memukul lengan Al. Ketika dia merasakan sesuatu yang besar dan juga keras membobol miliknya.

“Iya, tapi jangan KDRT dong!" tukas Alvaro, sambil meringis menahan sakit akibat pukulan Maora.

Maora menahan napasnya sejenak ketika Al meminta izin. Maora bisa merasakan ada sesuatu yang mulai masuk ke dalam dirinya. Sesuatu yang besar dan keras. Namun, terasa hangat. Sesuatu yang perlahan-lahan mulai menyentuh selaput mahkota berharganya. Mulai memenuhi dinding samping bagian pintu masuk surga dunia, seperti menusuk, dan mulai terasa sakit.

Maora melirik sedikit ke bawah dan melihat ular piton Alvaro sudah masuk bagian kepalanya. Lelaki ini menepati janji dan mempenetrasi Maora dengan perlahan dan lembut.

Maora menggigit bibirnya. Menarik selimut, untuk mencoba meredakan rasa sakit saat proses memecah mahkota berharganya saat ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkit dari Kematian Palsuku
8.7
Dikhianati setelah sepuluh tahun menikah, aku disiksa hingga cacat oleh Mahendra dan selingkuhannya, Kiana. Ditinggalkan sekarat dalam kecelakaan, aku berhasil memalsukan kematian lewat insiden kebakaran berkat bantuan Prakoso. Aku pun bangkit menjadi pelatih balap legendaris yang sukses di luar negeri. Tiga tahun berlalu, kini aku berada di puncak karier. Namun tiba-tiba, Mahendra kembali muncul di hadapanku, membawa penyesalan mendalam dan memohon kesempatan kedua.
Sampul Novel Dua Istri CEO
9.0
Setelah kebersamaan mereka yang intim, Brian terkejut saat Azzura mendesaknya untuk berpoligami. Sebagai pria kaya dan tampan, Brian menolak keras karena hatinya hanya milik Azzura. Sikap keras kepala istrinya yang tanpa alasan jelas ini memicu kemarahan sekaligus keraguan dalam diri Brian. Namun, di tengah konflik tersebut, Azzura memeluk erat suaminya untuk menegaskan bahwa perasaannya tidak berubah dan cintanya tetap tulus hanya untuk Brian.
Sampul Novel Dulu Aku Bodoh, Sekarang Tidak Lagi
9.3
Solene sangat hancur saat suaminya yang berprofesi sebagai dokter mendiagnosisnya mengalami kehamilan ektopik. Sang suami tampak panik dan mendesaknya untuk segera melakukan operasi aborsi demi menyelamatkan nyawanya, bahkan menyarankan adopsi anak. Namun, Solene kemudian tidak sengaja mendengar rencana busuk suaminya dengan wanita lain. Ternyata, diagnosis tersebut hanyalah kebohongan demi memuluskan rencana membawa anak kandung rahasianya, Leo, masuk ke dalam rumah dan menguasai seluruh warisan harta.
Sampul Novel PERTAMA UNTUK NAIMA
8.4
Naima, yatim piatu yang merantau mandiri, tidak menduga bahwa aksi heroiknya menyelamatkan orang asing membawa perubahan besar. Ketulusan Naima membuat Alberico jatuh cinta dan berusaha keras mendekatinya. Sempat bimbang, Naima akhirnya menantang Albe untuk menikah siri. Namun, rahasia masa lalu Albe terkuak dan memicu salah paham besar hingga memisahkan mereka. Sanggupkah cinta mereka bertahan melewati badai konflik dan ujian berat ini?
Sampul Novel The Beautiful Replacement
8.0
Karir modeling Seraphine hancur, meninggalkannya dalam lilitan utang hingga hampir menjadi penghibur. Saat terpuruk, ia mendapat hak asuh keponakannya setelah sang kakak meninggal. Tak disangka, Arche, mantan kakak iparnya yang kaya raya, justru datang melamarnya. Sera berniat memanfaatkan kekayaan Arche demi melunasi utang-utangnya. Namun, ketulusan Arche perlahan menggoyahkan niat buruk tersebut. Akankah Sera tetap memanfaatkan Arche, atau malah jatuh cinta padanya?
Sampul Novel Undangan Eksklusif Dari Presdir
8.4
Naura mendapatkan amplop misterius tanpa pengirim dari Sinta, rekannya yang cemas. Khawatir surat itu adalah pemecatan memalukan, Sinta sengaja memberikannya kepada Naura demi menyembunyikan masalah dari orang tuanya. Siapa sangka, isi undangan tersebut justru sangat mengejutkan. Naura ditawari menjadi istri seorang presdir dengan mahar fantastis senilai 100 juta dolar. Kini, ia berada dalam dilema besar untuk mengabaikan tawaran gila itu atau menerimanya.