APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku

Keluarga kecilku yang tampak begitu sempurna dan penuh kehangatan rupanya hanyalah kepalsuan. Tanpa kusadari, ada sebuah misteri kelam yang sengaja disembunyikan oleh suamiku di balik dinding rumah kami sendiri. Saat satu demi satu petunjuk mulai terkuak, fondasi pernikahan kami pun mulai goyah. Kini, aku dipaksa untuk membongkar kebenaran pahit dan menghadapi kenyataan mengerikan yang selama ini tertutup rapat.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sudah seminggu Mas Adit tidak pulang ke rumah ini. Bahkan memberi kabar pun tidak. Terakhir dia hanya mengirimiku sebuah pesan yang mengatakan ada pekerjaan mendadak di luar kota dan sebuah permintaan maaf harus meninggalkanku sendiri di rumah ini.

Bosan, tentu saja. Seminggu hanya di rumah dan memikirkan siapa wanita yang bersama Mas Adit di cafe kemarin. Mengapa Mas Adit berani menciumnya di depan umum. Jika saudara kenapa tidak pernah cerita. Aku rasa aku mulai stres memikirkan itu semua.

Saat aku tengah berbaring di kamar karena pusing yang terus melanda sejak pagi. Mungkin ini di pengaruhi oleh stres dan kehamilanku yang masih di katakan muda. Terdengar suara mobil masuk ke bagasi rumah ini. Aku tau betul suara mobil itu. Suara yang selalu aku rindukan saat di rumah yang dulu tapi tak ku rindukan saat ini. Pikiranku masih terbayang jelas apa yang ia lakukan kemarin.

Dengan malas aku bangun dari tempat tidur untuk menyambut kepulangan suamiku. Bersiap-siap untuk tersenyum dan menganggap seolah-olah semuanya tidak terjadi apa-apa.

"Kamu sudah pulang, Mas," senyumku memudar saat ku lihat perempuan yang berada di belakang suamiku.

"Kenalkan, Ren. Ini..." Mas Adit menjeda ucapannya dan melirik wanita itu

"Vita," sambung wanita itu sambil melangkah menghampiriku dan mengulurkan tangannya kepadaku. Tapi ku lihat ada senyum sinis tersungging di bibir tipisnya.

"Rena," jawabku ingin membalas uluran tangan dari wanita yang memperkenalkan dirinya Vita. Namun belum sampai tangan ini menjabat tangannya, tangan itu sudah lebih dulu ia tarik dan sedekapkan di dada.

"Aku vita. Istri pertama Mas Adit," sambungnya.

Syok. Sangat syok aku mendengar penuturannya. Apa dia bilang. Istri pertama. Lalu aku, Siapa aku di sini. Kenapa Mas Adit cuma diam sambil menunduk saat aku menatapnya.

"Apa benar ini, Mas?" Tanyaku mendekati Mas Adit dan mencoba menatap matanya. Dia hanya menunduk saat aku mencoba menanyakan kebenarannya.

"Maaf!" satu kata lolos begitu saja dari bibirnya.

"Apa maksudnya ini mas?" Tak terasa air mataku meluruh tanpa aku suruh.

"Mas Adit sudah menikah denganku sebelum dia menikah dengan kamu. Jadi kamu itu maduku. Mengerti?" Jawab Vita dengan santainya.

"Tapi, kenapa, kenapa aku tidak tau tentang ini, kamu bohong kan, Mba?" Tanyaku sambil terisak.

"Mas jawab, Mas. Ini bohong kan, Mas?"

"Iya benar, Ren. Vita istri pertama Mas," jawab Mas Adit sambil tertunduk.

Saat itu ku rasakan duniaku runtuh. Isakku semakin keras terdengar. Tuhan tolong aku. Aku butuh pegangan saat ini. Kakiku rasanya kelu sampai aku terjatuh. Rasanya semua tulangku lunak.

"Rena," teriak Mas Adit saat aku terjatuh. Dia berusaha merengkuhku.

"Pergi, Mas! Pergi!" ku pukuli dadanya. Dada tempatku bersandar selama ini.

"Ayo berdiri, Ren. Kasihan anak kita."

"Peduli apa kamu, Mas sama anak kita. Kamu mempermainkan aku, Mas. Kamu jahat "

"Maafkan aku Rena. Maafkan aku!" Mas Adit merengkuhku dan ku rasakan penglihatanku mulai mengabur dan tak terasa aku terjatuh tak sadarkan diri.

¤¤¤

Aku terbangun kala matahari telah menampakan kembali cahayanya. Terbangun dalam ruangan yang asing kembali. Ini bukan kamar yang aku tempati seminggu belakangan ini. Ini kamar berbeda. Dimana aku ini.

Bergegas aku keluar kamar hingga ku tahu bahwa saat ini aku menempati kamar tamu di rumah ini. Bukan lagi kamar utama yang selama satu minggu ini ku tempati. Di sini, aku merasakan seperti terbuang.

"Kenapa bengong di situ?" Terdengar seorang bertanya dari belakang tempatku berdiri.

"Tidak," jawabku setelah yang ku tau ternyata Vita yang bertanya.

"Mau tau kenapa kamu di kamar tamu?"

"Tidak," jawabku datar.

"Kamu harus sadar ya, Rena. Aku ini istri pertama jadi kamar utama itu hanya aku yang boleh menempati. Harusnya kamu berterima kasih padaku karena masih mengizinkan kamu tinggal di sini dan mengizinkan Mas Adit untuk belum menceraikanmu karena sejujurnya kamu itu sudah tidak berguna lagi di sini."

"Apa maksudmu, Mbak?"

"Jangan panggil aku Mbak. Meskipun aku istri pertama tapi aku tidak mau kamu memanggilku Mbak!"

"Apa maksudmu, Vita dengan aku yang sudah tidak berguna lagi?" Tanyaku bingung

"Kamu tau, Rena sebenarnya kehadiran kamu dulu aku yang mau karena suatu alasan tapi sekarang gak ada lagi alasan aku untuk tetap menginginkan kamu di sini karena mungkin saja kamu akan jadi duri dalam daging bagi hubunganku dan Mas Adit kedepannya."

"Apa sih maksudmu sebenarnya, Vit aku semakin gak ngerti sama arah pembicaraan kamu," jujur aku semakin bingung dengan jawabannya. Siapa dia kenapa dia dulu menginginkan aku untuk di posisi ini.

"Ada apa ini?" Tanya Mas Adit saat pertama kali memasuki ruang tengah tempat aku dan Vita berbicara. Karena letak kamar tamu di sebelah ruang tengah.

"Tidak, Mas. Aku hanya menyapa maduku. Iya kan, Rena?" Jawab Vita sambil matanya mengkode aku untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.

"I-i-iya, Mas."

"Kamu tidak apa-apa kan, Ren?" tanya Mas Adit terlihat khawatir. Mungkin ia mengkhawatirkan aku yang semalam sempat jatuh pingsan karena syok mengetahui fakta ini.

"Tidak!" jawabku datar dan bergegas kembali masuk ke kamar.

Dalam kamar air mataku kembali luruh. Berbagai macam pikiran ada di dalam isi kepalaku. Apa sebenarnya maksud Vita. Apa selama ini Mas Adit memanfaatkanku, tapi untuk apa. Bahkan uang saja aku tidak punya. Lalu apa yang dia mah dariku.

Tidak sengaja aku meraba perutku. Perut yang masih rata tapi ada kehidupan di dalamnya. Ada janin yang harus aku jaga. Ada satu nyawa lagi yang harus aku pertahankan. Aku harus kuat demi anakku.

"Kenapa semuanya jadi seperti ini?" Tanyaku dengan derai mata. Bertanya pada apapun yang ku harap bisa menjawab pertanyaanku ini meski yang ku temui hanya udara kosong di depanku dan semua benda mati yang ada dalam kamar ini.

"Ibu!"

Aku menyebutnya sekarang. Setelah sekian lama aku hampir melupakan sosok ibu hari ini aku mengingatnya dan merasakan jika aku membutuhkannya. Meskipun dulu ibu sering kasar padaku tapi hanya dia yang aku punya saat ini. Mungkin aku bisa sedikit bersandar padanya.

Ku kemasi barang-barang dan memasukannya dalam tas. Tidak banyak, supaya aku mudah membawanya karena aku sadari aku tidak mungkin seperti dulu. Ada janin dalam perutku saat ini.

Aku bergegas membawa tas untuk keluar dari rumah ini. Tujuanku hanya satu, pulang ke rumah ibuku. Aku butuh ketenangan untuk saat ini untuk berfikir bagaimana aku kedepannya.

"Mau kemana kamu?" Aku di kagetkan oleh suara Mas Adit di ruang tamu. Mungkin begitu terburu-burunya aku hingga tak menyadari bahwa Mas Adit tengah duduk di sofa ruang tamu.

"Aku mau pulang!" jawabku datar. Masih ku rasakan sakit yang menikam dada ini.

"Pulang kemana, ini rumahmu, rumah kita"

"Ini bukan rumahku, ini rumah kalian. Aku mau pulang ke rumah ibu"

"Ngapain kamu ke rumah Ibu. Dia gak akan mau nerima kamu. Apa belum cukup perlakuan dia sama kamu selama ini?"

"Tapi dia tetap ibuku, Mas" jawabku tak suka karena perkataan Mas Adit. Ya memang ibuku tidak memperlakukanku dengan baik. Tapi mau bagaimanapun dia tetap ibuku, dia yang melahirkanku

"Ibu seperti apa yang tega menjual anaknya" bentak Mas Adit. Selama hampir dua tahun aku menikah dengannya baru kali ini dia membentakku

"Apa maksudmu, Mas?" Air mataku sukses luruh di pipiku mendengar penuturannya. Tapi bukanya menjawab Mas Adit malah pergi meninggalkanku sendiri dengan berbagai pertanyaan yang berkecamuk di dalam otak ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aktor Idola Dan Author Barbar
8.4
Erick Adrian, aktor terkenal bergelimang harta dengan pacar seorang model, selalu resah akibat citranya di film dewasa. Nasibnya berubah total setelah berseteru dengan penulis bernama Kaemila. Akibat kecelakaan tragis yang membuat Kaemila lumpuh serta amnesia, Erick terpaksa menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab. Akankah ingatan Kaemila kembali dan ia sanggup menerima sang aktor menjadi suaminya?
Sampul Novel Cinta di Tepi: Tetaplah Bersamaku
9.4
Dua tahun lalu, Regan menikahi Ella demi melindungi wanita lain. Menganggap Ella licik, Regan mengabaikan ketulusan istrinya selama sepuluh tahun dengan sikap dingin. Namun, saat Ella mulai lelah dan ingin menyerah, ketakutan justru melanda Regan. Ketika nyawa Ella terancam saat mengandung anak mereka, Regan akhirnya tersadar bahwa cinta sejatinya selama ini hanyalah untuk sang istri.
Sampul Novel Cinta untuk Yessie
8.6
Yessie Montghomory, guru SMA berusia 25 tahun, harus menghadapi kenyataan pahit setelah mengandung anak dari Austin McDowell. Ternyata, pria yang memikatnya itu hanyalah murid nakal yang berengsek. Demi masa depan sang bayi, mereka terpaksa menikah dan tinggal bersama di apartemen Atlantic Ave. Sayangnya, Austin tidak berubah; ia tetap bandel dan diam-diam masih menemui Erica. Di tengah pernikahan dingin tanpa cinta ini, Yessie menuangkan segala rasa sakitnya ke dalam sebuah novel tanpa judul.
Sampul Novel Ikuti Saja Mau-Nya
9.5
Manusia kerap menganggap takdir Ilahi tidak adil. Namun, kisah romansa modern ini mengulas sudut pandang berbeda dari seorang hamba yang menjalani garis hidupnya tanpa mengeluh. Berbekal keyakinan penuh, ia percaya waktu akan menunjukkan bahwa keputusan Sang Pencipta adalah yang terbaik. Lewat kepatuhan serta kesabaran dalam berserah diri, ia membuktikan bahwa rencana Tuhan selalu menyimpan hikmah yang sangat mendalam bagi umat-Nya.
Sampul Novel Mencuri Hatimu
8.8
Demi kesepakatan rahasia, seorang wanita mengandung anak pria asing sebelum menikahi tunangan masa kecilnya. Walau pernikahan mereka semula hanya transaksi formal, perlahan benih cinta tumbuh di hati keduanya. Namun, saat waktu melahirkan tiba, sang istri justru menuntut perceraian. Sadar akan kesalahannya, sang suami kini memohon agar ia kembali, menyadari bahwa wanita itu adalah satu-satunya cinta sejatinya.
Sampul Novel Niat Jahat Majikanku
9.4
Niat bekerja sebagai pengasuh bayi justru membawa perempuan ini ke dalam situasi tak terduga bersama majikannya, Pak Jeff. Demi menguji kelayakan sang pengasuh, miliarder yang mengidap gangguan emosi tersebut menuntut pelayanan khusus berupa pasokan susu segar setiap hari untuk dirinya dan sang anak. Meski merasa malu, ia berusaha tetap profesional demi mempertahankan pekerjaannya yang berharga. Namun, rahasia hubungan intim ini akhirnya terendus oleh ayah Pak Jeff, yang kemudian memanggilnya ke ruang kerja secara mendadak pada suatu malam.