APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Seorang Ibu

Rahasia Seorang Ibu

Kehidupan Rani Ramadhani tampak sempurna di mata Yuna, putrinya. Namun, semua berubah saat Rani meninggal secara tiba-tiba. Kepergian sang ibu menyisakan sebuah buku harian misterius. Melalui tulisan-tulisan rahasia di dalamnya, Yuna mulai menyingkap tabir masa lalu Rani yang penuh duka. Ia pun menyadari bahwa selama ini ibunya memikul beban berat dan rahasia kelam yang sengaja disembunyikan rapat-rapat dari keluarganya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Hiks.. Hiks.. Hiks.."

Dua orang anak kecil menangis terpaku di depan meja belajarnya. Saat ini, mereka berdua tengah menatap foto seorang ibu yang di pajang di dinding. Tidak lama, seseorang datang sambil mengusap lembut rambut dua orang anak kecil itu.

"Dek, ibu baik-baik saja. Kita hanya perlu mendoakannya." ucap anak gadis yang berusia 25 tahun itu. Matanya berlinang melihat foto wajah sang ibu.

Di tambah, kedua adik kembar menangis karena mengingat ibunya, membuat hati sang reporter ternama itu hancur. Disaat titik karirnya mencapai puncak, dirinya malah kehilangan seorang ibu yang sangat berarti dalam hidupnya. Dia terpaksa mengambil cuti beberapa hari untuk menemani adik-adiknya di rumah.

"Sebaiknya malam ini tidur lebih awal. Besok kakak akan bawa kalian jalan-jalan. Mau beli es krim yang besarkan?" goda Yuna sambil mencubit pipi temben sang adik. Saat ini, usia adik kembarnya sudah menginjak angka tujuh.  Sedang berada di fase gemes-gemesnya.

"Baik, Kak." ucap mereka kompak. Mereka berdua lalu berjalan ke tempat tidur dan menutup diri dengan selimut. Anak yang penurut sekali. Yuna sampai tersenyum melihat kelakuan adiknya begitu baik.

Setelah menemani sang adik beristirahat, Yuna keluar dan tak sengaja melihat pintu kamar ibunya terbuka. Dia melangkah masuk, menyusuri sudut kamar ibunya dengan tatapan sendu. Nafasnya sesak mengingat wajah ibunya yang selalu tersenyum di depannya.

"Ibu, sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Yuna seketika. Reflesh air matanya jatuh mengalir di kedua pipinya secara bersamaan. Hatinya hancur berkeping-keping. Tidak ada sepatah suara selain suara tangisan. Walau dirinya sudah dewasa, rasa sakit kehilangan masih bisa dia rasakan. Bahkan dirinya yang paling merasakan sakit di antara semua orang.

"Ibu.. Ibu.. Hiks.. Hiks.. Hiks.."

Yuna menyentuh tempat tidur, dimana ibunya sering berbaring. Menyentuh tempat duduk dimana ibunya sering merias wajah. Karena tidak terlalu fokus, Yuna sampai menabrak lemari kecil di dekat meja rias ibunya. Sebuah buku pun terjatuh ke lantai.

"Buku harian." Ucap Yuna yang membaca sampul buku itu.

Yuna berhenti menangis dan berjongkok mengambil buku itu. Wajah sendunya menjadi kebingungan. Selama ini, dirinya tidak sempat memeriksa tulisan ibunya. Bahkan Yuna tidak pernah melihat ibunya menulis di buku. Lalu, tanpa sengaja, Yuna menemukan sebuah buku di kamar ibunya.

"Apa selama ini, ibu selalu mencurahkan isi hatinya ke dalam buku harian ini?" tanya Yuna yang membolak balikkan buku di tangannya.

Rasa penasaran dengan isinya membuat tangan Yuna segera membuka lembaran buku sang ibu. Awalnya, senyum Yuna terpancar melihat tulisan ibunya yang sangat indah, mengalahkan tulisannya sendiri. Namun, ketika dirinya membaca tulisan sang ibu, betapa terkejutnya Yuna. Ibunya yang selama ini selalu tampil dengan senyuman menyambut anaknya, malah mendapat penderitaan terdalam.

Inilah kisah sang ibu yang akan di ungkapkan Yuna satu per satu. Rahasia dibalik senyum ibunya, terbuka perlahan demi perlahan.

Penderitaan pertama yang ditulis ibunya dimulai sejak Yuna belum lahir di dunia ini.

**

**

**

"Aku hamil!" teriak Rani Ramadhani, salah satu siswa kebanggaan sekolahnya. IQ nya hampir mencapai angka sempurna. Bukan hanya itu, dia juga memiliki rupawan yang cantik. Semua siswa laki-laki takjub dengan kecantikan alaminya. Dari sini lah kesalahannya.

Rani pacaran dengan anak berandalan, anak kepala sekolah yang memiliki wajah tampan menawan. Tetapi sikapnya justru berbanding terbalik dengan Rani. Cinta yang sudah membuat Rani buta, menyerahkan apa yang tidak seharusnya dia serahkan pada laki-laki munafik seperti Bram.

"Lalu? kenapa?" tanya Bram sambil tersenyum kecut. Mereka berdua sedang berada di klinik sekolah karena Rani jatuh pingsan saat  sedang berolahraga.

"Kau harus tanggung jawab. Aku tidak mau pulang, aku takut mendapat amarah dari orang tuaku!" kata Rani terdengar memohon. Lagi-lagi Bram tertawa terkekeh.

"Tanggung jawab? Kau menyuruhku bertanggung jawab? Memangnya kau siapa? Kau hanya pacar bagiku, bukan calon istriku. Pacar bisa aku ganti dan aku buang jika sudah tidak membutuhkannya." Jelas Bram dengan suara di tekan. Nada suaranya begitu mengancam membuat Rani syok mendengarnya.

"Bram, kau harus tanggung jawab. Kesalahan ini bukan hanya kesalahanku, tetapi kesalahamu juga." bela Rani yang kukuh pendirian.

"Hei, Sang bidadari hatiku. Apa kau tahu, dirimu pacar yang keberapa? Kau berada di urutan 54. Aku masih punya banyak pacar sembunyi di sekolah ini yang mungkin juga mengalami hal sama denganmu. Hamil!" tegas Bram sambil tertawa.

"Apa?"

Rani membuka mulutnya, tidak percaya semua itu. Pacarnya, Bram rupanya bukan orang yang setia. Rani salah menilai selama ini. Dia pikir, Bram adalah anak yang baik meski sikap Bram tidak mengatakan itu. Terkadang, justru anak nakal lah yang paling pemberani dan bertanggung jawab.

"Bram.." Panggil Rani sambil memegang tangan Bram. Dia ingin Bram menjelaskan jika apa yang dikatakannya barusan adalah salah. Bram hanya bercanda, pikir Rani. Tetapi, Bram menghempas tangan Rani, lalu menarik kepala Rani dan berbisik.

"Sejauh ini, aku hanya mempermainkan perempuan saja. Siapa suruh kau kau tergoda dengan wajahku yang tampan. Sekarang kau dapat imbasnya. Jadi, apa yang terjadi padamu, bukan salahku. Semuanya salahmu, kau sendiri yang memberikan barang berhargamu padaku. Walaupun aku memintanya, setidaknya kau bisa menolak jika dirimu benar-benar wanita baik-baik."  kata Bram sebelum keluar dari klinik.

Tubuh Rani menjadi lemas, dirinya tidak punya tenaga dan energi. Air matanya jatuh bercucuran, hatinya rusak, begitupun dengan tubuhnya saat ini.

"Bram..." teriak Rani seorang diri.

Sepulang sekolah, anak kebanggaan sekolah itu berjalan pulang ke rumah. Tubuhnya gemetar ketika berdiri tepat di depan rumahnya. Tangannya tidak bisa diangkat memegang gang pintu. Rasa takut, marah, dan sedih, menyatu dalam dirinya.

"Apa yang harus aku lakukan? Tidak memberitahu siapapun?" ucap Rani yang panik. Keringat dingin bercucuran di dahi dan lehernya. Di tambah, pintu rumahnya di buka sang ibu, sementara dirinya belum siap.

"Ran, tolong bantu ibu ambil jemuran diluar. Ibu lagi memasak di dalam." kata sang ibu dengan senyum manis sebelum berbalik masuk.

Siang ini, langit di tutupi awan hitam. Sebentar lagi, hujan akan turun membasahi apapun yang ada di bawahnya. Hal ini mengingatkan Rani dengan dirinya. Dia sama seperti itu.

"Ran! Cepat ambil!" teriak sang ibu dari dalam. Rani adalah anak kedua dari keluarga sederhana. Semua kebutuhan hidup keluarganya serba cukup. Ayahnya bekerja kantoran dengan gaji yang tidak seberapa. Sementara ibunya tukang jahit di rumah. Itupun, ibunya tidak punya pelanggan menentu. Ya, semua di tentukan oleh rezeki masing-masing.

Rani memilih tidak memberitahu ibunya dan menyembunyikan kehamilannya dari keluarganya. Cukup dirinya yang tahu dan hanya dirinya yang boleh menderita.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DALAM CENGKERAMAN SANG MAFIA
8.3
Dominic Rodrigues, seorang mafia keji yang dikuasai dendam masa lalu, bertekad menghancurkan keluarga Amanda. Demi melindungi sang suami dari ancaman mutilasi yang mengerikan, Amanda terpaksa tunduk pada hasrat dan keangkuhan Dom. Terjebak dalam jerat utang dan rasa benci, sanggupkah Amanda yang tegar menghadapi dominasi sang mafia? Kisah romansa dewasa penuh misteri ini menyajikan intrik tajam serta gejolak emosi yang tak terduga.
Sampul Novel Dijual Suami Demi Pekerjaan
8.6
Dikhianati oleh suaminya sendiri yang kejam, seorang wanita dijadikan barang barter dan dikirim ke kediaman asing untuk menjadi ibu susu. Namun, situasi berubah drastis saat ia justru memikat perhatian sang tuan rumah—seorang pria berkuasa dengan fisik atletis dan aura maskulin yang kuat. Di balik kemewahan dan ketertarikan intens pria tersebut, tersimpan sebuah misteri besar yang siap mengguncang dunia. Akankah ia menemukan pelarian atau justru terjerat lebih dalam?
Sampul Novel MEMBUAT AZAB
9.5
Dalam kisah misteri ini, keberhasilan seseorang justru memicu malapetaka mengerikan akibat rasa iri yang tak terkendali. Dendam dan kecemburuan mendalam atas pencapaian sesama berubah menjadi kekuatan gelap yang mengancam nyawa secara fatal. Bagaimana sebuah kesuksesan bisa mengundang teror mematikan? Bersiaplah mengungkap misteri di balik kebencian ekstrem yang melampaui batas logika manusia, di mana setiap prestasi yang diraih menjadi awal dari petaka yang mengintai.
Sampul Novel Missing You Like Crazy
8.0
Kehidupan indah Rania hancur setelah Adipati, sang suami, hilang dalam kecelakaan pesawat tragis. Di tengah kesedihan mendalam dan kondisi mengandung, secercah harapan muncul beberapa bulan kemudian. Rania tak sengaja melihat pria yang sangat menyerupai Adi sedang bersama perempuan lain. Kini, ia dilingkupi tanda tanya besar: apakah sosok misterius itu benar suaminya yang berhasil bertahan hidup, atau sekadar orang asing berwajah sama?
Sampul Novel RAHASIA DI BALIK CINCIN
9.6
Kehidupan pernikahan Sari yang terlihat sempurna mendadak runtuh saat ia mendapati kenyataan pahit bahwa suaminya telah berselingkuh. Di sisi lain, wanita karier yang sukses ini juga tengah memendam rasa pada rekan kerjanya sendiri, Fajar. Kini, di tengah badai kehancuran rumah tangganya, Sari dihadapkan pada kebimbangan yang mendalam. Ia harus menentukan pilihan sulit: bertahan demi memperbaiki pernikahannya atau melangkah pergi demi merajut cinta baru bersama Fajar.
Sampul Novel Terjebak dalam Tipu Daya
9.1
Kehidupan pernikahan Sarah Gibson yang berusia 30 tahun mulai terganggu oleh insomnia parah akibat tekanan pekerjaan yang luar biasa. Atas rekomendasi penuh perhatian dari adik sepupunya, Sarah akhirnya menemui seorang hipnoterapis profesional yang diharapkan mampu meredakan stres dan membantunya tidur nyenyak kembali. Namun, sesi terapi tersebut justru membawa dampak yang tidak terbayangkan. Sarah kini terjebak dalam situasi yang menguji pertahanan dirinya di hadapan sang terapis.