APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Kafe Suamiku

Rahasia Kafe Suamiku

Demi kebebasan, Dara Jelita terpaksa menikahi Raka Barawijaya atas tuntutan ayahnya. Remaja 18 tahun ini pun bertekad menyelidiki rahasia kelam di balik Kafe Nirwana, bisnis milik sang suami. Namun, penyelidikan tersebut justru menjebak Dara dalam misteri mendalam bersama sosok Raka yang buas. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: menghancurkan bisnis suaminya atau justru menyelamatkan pria itu dari ancaman berbahaya yang sedang mengintai.
Bab
Bagikan

Bab 3

Raka memicingkan mata saat terpaksa menjumput celana dalam bolong tersebut karena penasaran. Ia meneliti dari berbagai sisi, dan ternyata memang sama buluknya. Tidak ada pengaruh dilihat dari sudut mana pun.

"Yang benar saja, aku baru melihat bentuk celana dalam seperti ini. Apa kebangkrutan ayahnya terlalu parah sampai nggak mampu beli yang baru?" gumamnya sendiri.

"Mas Raka ...!"

Terikan itu membuat Raka terkejut dan menoleh pada Dara yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi, lalu refleks menjatuhkan benda tersebut hingga kembali masuk ke koper yang masih terbuka.

"Mas Raka ngapain!" ujarnya panik, berjalan pelan karena masih menahan sakit, berusaha secepatnya mendekati Raka yang berdiri di dekat koper miliknya.

Dengan buru-buru, Dara menutup koper tersebut. Padahal sebelum dia menutup benda itu, Raka sudah melihat semua barang-barang tidak berharga yang ada di dalamnya.

"Enggak sopan tau!" omel wanita yang masih memakai handuk di kepalanya itu.

"Tadi kamu yang nyuruh ambilkan handuk, ‘kan? Salah saya di mana?"

"Iya, handuk. Kenapa pake pegang-pegang celana dalam orang?" Dara meletakkan kembali koper tersebut di samping almari.

"Kalo nggak bolong juga saya nggak pegang. Tadi penasaran saja. Barang kali model terbaru memang bentuknya seperti itu."

Ucapan Raka membuat Dara melotot dan membekap mulutnya sendiri seketika. Ia tidak ingat kalau benda miliknya itu memang ada beberapa yang sudah bolong dan masih dipakai.

Kali ini wanita berlesung pipit itu tidak berani berbalik, apalagi menemui wajah Raka yang masih berdiri di belakangnya. Ia masih berpikir keras, bagaimana cara menepis rasa malu yang membuatnya hampir pingsan itu.

"Buang saja. Beli yang baru. Baju-baju kamu juga keliatan sudah nggak ada yang bagus," sambung Raka.

"Tetep aja itu nggak sopan," sahut Dara yang masih membelakangi Raka. Ia hampir menangis mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut suaminya itu.

Apa yang ia dengar barusan, membuatnya berhasil mengingat kembali jika ia jarang sekali membeli baju baru. Sebagian besar yang ia pakai hanya bekas dari Widya, kakaknya.

"Dara ...," panggil Raka dengan menyentuh kedua lengan wanita yang ada di hadapannya supaya berbalik. Benar saja, kini ia melihat air mata yang menggenang di pelupuk itu.

"Kenapa nangis?"

"Enggak. Aku cuma ingusan," sahutnya sambil memainkan jemari. Ia memendam banyak rasa. Sedikit sedih karena mengingat sesuatu, dan malu luar biasa karena Raka sudah melihat apa yang seharusnya tidak pernah dilihat. Harga dirinya benar-benar jatuh ke dasar lapisan terdalam Bikini Buttom, lalu bertemu dengan Spongebob.

"Saya nggak lihat ingus, saya lihat mata kamu berkaca-kaca. Sekarang ganti baju, kita keluar beli baju baru buat kamu."

"Ta-tapi ... belum Lebaran. Ngapain beli baju? Lagian mau pakai baju apa? Katanya nggak ada yang bagus?" Dara mulai tidak percaya diri. Kebanyakan baju yang ia bawa hanya atasan dan rok panjang, juga jilbab yang hanya itu-itu saja.

"Ya sudah, kalau gitu telanjang saja. Saya lebih suka," ucap Raka, ia melengos pergi dari hadapan Dara, dan berdiri di depan cermin merapikan rambutnya.

"Dasar mesum!" gerutu Dara dengan lirikan sinisnya.

*

"Maaf, aku baru ke sini, Bu," ucap Raka pada wanita yang terbaring lemah di bed pasien ruang inap VVIP tersebut.

Wanita yang berusia lebih dari paruh baya itu tersenyum tipis. Lalu tatapannya berpindah pada Dara, yang berdiri tepat di sisi Raka. Ia menunduk santun, lalu membalas senyuman ibu mertuanya itu.

"Istri kamu cantik sekali, Nak," puji Dewi, ibu Raka.

Satu-satunya alasan Raka mau menikah adalah hanya karena menuruti permintaan ibunya. Dewi tidak menerima, saat Raka menyatakan sesuatu yang membuat hatinya terluka.

Lelaki dengan sorot mata tajam itu mengatakan satu hal, bahwa ia tidak tertarik dengan ikatan pernikahan. Lalu meminta ibunya untuk menerima keputusan tersebut. Namun, Dewi tidak bisa menyetujui permintaan anak satu-satunya itu. Ia tidak bisa membiarkan Raka hidup seorang diri di dunia, dan merasakan apa yang ia rasakan selama ini.

Dengan susah payah Dewi meyakinkan Raka, hingga anak lelakinya itu luluh. Rasa cinta yang begitu besar pada sang ibu, membuat Raka kalah hingga memutuskan untuk menuruti permintaan itu. Ya, Dewi menganggap hal tersebut sebagai permintaan terakhirnya pada Raka.

"Dara yang sabar, ya? Sikap Raka memang suka dingin," ucap Dewi lirih. Kondisinya semakin melemah ketika usai kemoterapi. Rambutnya yang sudah banyak diselingi uban juga mulai rontok dan hanya tersisa sedikit.

"Oh, iya, Bu. Enggak apa-apa. Mungkin dulu ngidamnya es Tea Jus gula batu, ya?"

Seketika Raka melirik Dara sinis. Sementara itu ibunya menahan tawa. Ia cukup terhibur dengan sikap menantunya yang ternyata di luar dugaan. Melihat kepolosan Dara, Dewi semakin yakin bahwa anaknya tidak salah memilih teman hidup.

Wajah Dara menciut mendapat lirikan maut dari Raka. Ia memalingkan wajah ke sisi lain sambil bergumam dalam hati.

Pantes aja mukanya kelihatan horor, garing banget hidupnya. Baru diledekin begitu aja mukanya udah kayak mau ngamok.

"Doain Ibu cepet sembuh, ya? Biar kesampaian bisa gendong cucu."

Ha? Cucu?

Kedua insan tersebut kompak menoleh dengan mata melotot. Bagaimana bisa mereka punya anak? Bagi Raka, menikahi Dara bukanlah masalah besar. Sekalian mencari teman tidur. Namun, memiliki anak tidak pernah ada dalam wacana hidupnya.

Begitu pun dengan Dara. Dia tidak bisa membayangkan bila harus melahirkan anak Raka. Kalau bapaknya saja cuek dan dingin macam es batu begitu, anaknya nanti bakal seperti apa? Prasasti hidup?

*

Mobil terhenti tepat di teras kafe milik Raka. Sore ini cukup ramai, terlihat dari pelataran parkir yang dipenuhi oleh motor dan beberapa mobil.

Tanpa bicara, Raka membuka pintu dan keluar dari mobil. Praktis Dara mengikuti. Ia pun berjalan membuntuti Raka yang sudah lebih dahulu melangkah masuk. Tanpa bergandengan, mereka berdua bahkan tidak memikirkan hal tersebut.

"Kalau mau makan, pesan saja. Terserah mau pilih makanan apa. Saya ada kerjaan di dalam sebentar. Jadi, tunggu saja di sini, jangan pergi ke mana-mana," titahnya. Lalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Dara.

Wanita berjilbab abu-abu itu menuruti, ia melihat daftar menu yang ada di atas meja. Dara mulai membaca satu per satu daftar makanan dan minuman yang tertera di sana. Sudah membacanya sampai selesai, tapi tidak ia temukan menu minuman Wiski, Wine, atau Vodka, yang Raka sebutkan malam itu di telepon.

Apa benar minuman keras tersebut harus dipesan secara rahasia? Hati Dara terus bertanya-tanya.

Kali ini tatapannya mengelilingi setiap sudut kafe ini. Tidak ada yang aneh atau mencurigakan. Semua terlihat biasa saja seperti kafe pada umumnya. Ada banyak karyawan yang berlalu lalang mengerjakan pekerjaannya masing-masing. Namun, ia yakin betul semalam tak salah dengar.

Sekali lagi ia meneliti untuk menemukan nama ruangan yang masih menggantung di dalam kepala. Ruang Safir. Ia berpikir bahwa mendapatkan minuman yang dipesan secara rahasia itu bisa saja dengan cara diantar ke ruangan tersebut.

Dara yakin akan mendapatkan jawaban, jika ia bisa menemukan ruang yang ia maksud. Wanita bertubuh langsing itu memberanikan diri untuk masuk lebih dalam, dengan alasan mencari toilet.

Ia sudah melewati pintu yang bertuliskan staff only. Lalu sedikit terkejut saat hampir bertabrakan dengan salah satu karyawan.

"Maaf, Mbak. Cuma karyawan yang boleh masuk," ucap pekerja tersebut.

"Oh, iya. Maaf, Mas, saya istrinya Mas Raka. Mau ketemu sebentar." Jawaban spontan itu terdengar cukup masuk akal.

"Oh, maaf saya nggak tau, Mbak. Silakan," ucap lelaki muda itu, sebelum ia pergi ke luar.

Dara kembali melangkah masuk. Langkah demi langkah terasa mulai menegangkan. Entah kenapa hatinya tidak tenang. Sepertinya, ada sesuatu yang tersembunyi di balik kafe milik suaminya itu.

Ia menyapu pandangan, tak juga menemukan nama ruangan yang ia cari. Hingga langkahnya terhenti sama sekali, saat sebuah tangan memegang bahunya cukup kuat ....

Jantungnya berdebar. Lalu pertanyaan besar dengan mudah bersarang di kepala. Siapa yang memergokinya?

*****

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Yang Di hina Miskin Jadi Kaya
8.0
Sering direndahkan keluarga suaminya, Andi, karena hidup sederhana, Nur bertekad mengubah nasib. Rasa sakit hati itu ia jadikan cambuk untuk merintis usaha sendiri dari bawah. Berkat perjuangan kerasnya, Nur berhasil menjelma menjadi pebisnis sukses yang kaya raya. Namun, saat berada di puncak keberhasilan finansial tersebut, ia justru harus menghadapi ujian berat berupa pengkhianatan dari sosok yang sangat ia percayai.
Sampul Novel DANGEROUS LOVE
8.3
Kehidupan Jenar, gadis lugu yang pendiam, berubah drastis setelah mendatangi sebuah pesta di klub malam. Di bawah pengaruh alkohol, ia melewati malam penuh gairah bersama Remo, seorang aktor terkenal. Kejadian tak terduga ini seketika mengacaukan hidup Jenar, apalagi ia sudah mempunyai kekasih. Namun, Remo yang terkenal posesif dan playboy justru siap bertanggung jawab. Akankah Jenar tetap setia pada pacarnya, atau malah terpikat oleh pesona Remo?
Sampul Novel Dosen Suamiku
9.8
Wasiat mendiang kakek memaksa Adara Adila Calista, mahasiswi berumur 22 tahun, menikah dengan cucu sahabat kakeknya. Ia sangat terkejut saat mengetahui calon suaminya adalah Rafka Shaquile Zhafran, dosen yang kerap membuatnya jengkel di kampus. Rafka, CEO berusia 24 tahun, terpaksa menyetujui perjodohan ini demi keluarganya dan demi menghindari ancaman kehilangan warisan. Bagaimanakah kelanjutan pernikahan Adara dengan sang dosen yang ia benci dalam ikatan takdir ini?
Sampul Novel ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir
9.2
Isabella terjerumus ke prostitusi kelas atas akibat pengkhianatan sang ayah. Saat menemukan cinta, duka justru menghampiri karena calon suaminya tewas misterius. Demi membalas dendam, ia menyelidiki kasus ini, hingga terungkap bahwa pembunuhnya adalah Ronald, pria pertama yang membelinya. Kini, Isabella terjebak pusaran konspirasi antar-keluarga yang mengancam nyawanya, sembari berjuang mengungkap rahasia jati diri aslinya.
Sampul Novel Miliki Mu
8.9
Demi menyelamatkan bisnis sang ayah yang kolaps dan membiayai pengobatan ibunya, Cherly terpaksa menyetujui rencana Hartono. Tugasnya adalah mendekati Edward, cucu Hartono yang berhati dingin, untuk memberikan seorang penerus. Di usia 33 tahun, Edward masih dilingkupi kesedihan mendalam akibat kepergian Yuni, tunangannya yang wafat lima tahun lalu. Ia pun sangat membenci Cherly yang dianggap licik dan murahan. Akankah kehangatan Cherly mampu mencairkan dinginnya hati Edward?
Sampul Novel Obat Posesif Untuk Ratu Es
8.4
Sebagai Ratu Es, aku memendam rahasia kelainan PGAD yang menyiksa. Ketika menghadiri gathering di Puncak tanpa membawa obat penekan hormon, aku justru terjebak dalam kamar sempit bersama bosku yang kaku, Dhimas Pakpahan. Di tengah gairahku yang mendadak tak terkendali, Dhimas hadir memberikan sentuhan intim serta menghajar rekan mesum yang nyaris melecehkanku. Namun kini, ketakutan baru melandaku saat Dhimas dengan posesif mengklaim bahwa hanya dirinyalah satu-satunya obat bagi tubuhku.