APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Istri yang Terlantar

Rahasia Istri yang Terlantar

Tiga tahun Arini menyembunyikan identitas aslinya demi menjadi istri Kristian, tetapi ia malah didepak begitu saja. Sakit hati, ia memutuskan bangkit dan menunjukkan jati diri sesungguhnya sebagai pewaris jaringan peretas sekaligus ahli parfum yang genius. Ketika Kristian memohon untuk rujuk karena menyesal, Kevin hadir melindungi Arini. Miliarder yang baru sembuh dari kelumpuhan ini dengan berani menantang Kristian, bersumpah tak akan membiarkan Arini kembali.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Nona Arina, maafkan aku! Aku tidak bermaksud menjatuhkan kopermu!"

Kartina bergegas menuruni tangga dengan menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan.

"Apa barang-barang ini aku masukkan ke dalam kantong untuk sementara?" imbuhnya sambil menyembunyikan rasa jijik di balik senyum manisnya. Kartina sudah lama muak dengan Arini karena dia menganggapnya tidak lebih dari gadis desa miskin yang tanpa malu-malu bergantung pada Kristian untuk kehidupan yang lebih baik.

Melihat pakaian-pakaian yang berserakan di lantai, Kristian mengerutkan kening dengan jengkel dan membentak, "Kamu ceroboh sekali!"

Tidak banyak yang ada di dalam koper, hanya beberapa potong pakaian dan hampir tidak ada perhiasan.

Tampaknya dia tidak menggunakan uang yang diberikan Kristian padanya selama bertahun-tahun. Melihat betapa sederhana dan hematnya dia menunjukkan bahwa dia tidak pernah mencoba mengambil keuntungan dari statusnya.

Namun, cinta tidak bisa dipaksakan atau dipalsukan.

"Koper Melani harus diprioritaskan terlebih dahulu. Masukkan saja barang-barang Arini ke dalam kantong untuk sementara. Aku akan menyuruh pelayan untuk membelikanmu koper yang baru besok," ucap Kristian sambil melirik ke arah koper yang rusak itu.

Arini tersenyum tipis dan pahit saat berkata, "Koper itu adalah koper yang kucuri dari para penculik saat kita kabur untuk menyelamatkan diri. Jika tidak ada koper itu, saat itu kita pasti sudah tenggelam."

Selama bertahun-tahun, Arini menjaga koper itu dengan baik, sama seperti dia menjaga pernikahan mereka. Namun sekarang, koper itu hancur, sama seperti pernikahan mereka saat ini.

Kristian tertawa dingin dan berkata, "Cerita itu mungkin bisa menipu kakekku, tapi tidak denganku."

Meskipun tidak dapat mengingat apa pun saat dia diculik ketika masih kecil, dia selalu merasa bahwa orang itu tidak mungkin Arini.

Beralih ke Kartina, Kristian meninggikan suara saat memerintah, "Cepat kemasi barang-barangnya!"

"Baik, Tuan," ucap Kartina sambil membereskan pakaian Arini dengan penuh semangat sambil menginjak pakaian itu dengan sengaja untuk mengotorinya.

Dengan nada manis yang memuakkan, dia mengejek, "Nona Arini, nenek Tuan Kristian selalu berkata bahwa manusia itu seperti pakaian. Jika pakaian seseorang terkena noda, tidak peduli seberapa banyak kamu mencucinya, nodanya tidak akan pernah benar-benar hilang."

Arini telah memperlakukan Kartina dengan baik selama bertahun-tahun.

Bagaimanapun juga, Kartina adalah kerabat jauh nenek Kristian.

Beberapa tahun yang lalu, ketika Kartina melakukan kesalahan yang hampir membuat Keluarga Sulistio berselisih dengan Kevin Lintang, putra tertua Keluarga Lintang, Arini-lah yang meredakan suasana. Dia telah menegosiasikan kesepakatan dengan Kevin, yang lumpuh, untuk mengamankan lahan yang strategis bagi proyek komersial Keluarga Sulistio. Pada saat itu, Kartina sungguh berterima kasih padanya. Namun kini, karena didorong oleh angin perubahan dalam Keluarga Sulistio, Kartina bertindak seolah-olah dia tidak pernah berutang budi padanya.

Semuanya bermuara pada satu hal, yaitu dukungan nenek Kristian telah memudar sehingga sikap keluarganya pun berubah.

"Kamu benar, pakaian yang kotor tidak akan bisa dicuci bersih sepenuhnya," ucap Arini, sambil melirik ke arah Kristian, lalu mengangkat bahu dan berkata dengan tenang dan tegas, "Jadi, aku tidak membutuhkannya lagi."

Lagi pula, pakaian yang polos dan biasa seperti itu bukanlah gayanya. Pakaian-pakaian itu tidak pernah cocok untuknya.

"Tapi, saat seseorang melakukan kesalahan, mereka harus menghadapi konsekuensinya," lanjutnya dengan suara yang dingin dan tidak seperti biasanya.

Udara di ruangan berubah. Untuk pertama kalinya, Kristian melihat Arini dari sudut pandang yang baru, di mana sifatnya yang lembut dan penurut kini tergantikan oleh sikap yang dingin dan tajam. Bahkan Kartina juga merasakan perubahan ini, tetapi dia buru-buru berkata dengan polos, "Aku hanya melayani Keluarga Sulistio, Nona Arini. Karena kalian sudah bercerai ...."

Plak!

Sebelum Kartina menyelesaikan kalimatnya, telapak tangan Arini mendarat pipi kirinya dengan sangat kuat sampai suaranya bergema di ruangan itu.

Kartina membelalak tidak percaya dan bertanya, "Beraninya kamu menamparku?"

"Suka-suka aku."

"Jika Nyonya tahu ...."

Plak! Tamparan kali ini mendarat di sisi pipinya yang lain dengan lebih kencang sehingga Kartina terhuyung mundur. Sekarang, kedua pipinya bengkak sehingga terlihat simetris.

Tamparan kedua sukses membuat tubuh Kartina tumbang dan terjatuh ke lantai. Pergelangan kakinya terkilir, dia menjerit kesakitan dengan raut wajah malu sekaligus marah.

Air mata mengalir di mata Kartina saat dia merengek, "Tuan Kristian, dia sudah keterlaluan!"

Namun sebelum Kartina sempat mengeluh lagi, Arini menghampirinya dan mencengkeram lehernya untuk menarik seuntai kalung dari lehernya.

"Ini adalah kompensasi untuk koper dan pakaian."

Arini mencengkeram lehernya sampai memerah dan air matanya tumpah.

"Sekarang, aku akan mengambil kembali apa yang sejak awal bukan milikmu."

Kalung itu terbuat dari batu zamrud bertatahkan berlian. Meskipun bukan perhiasan yang berharga, ukiran pada bagian belakangnya menunjukkan dengan jelas bahwa kalung itu bukan milik Kartina.

"Kamu ... kamu menyerangku dengan sengaja!" seru Kartina dengan suara serak sambil bernapas terengah-engah. Dalam kepanikannya, tanpa sadar dia mengompol.

Hampir mati lemas karena dicekik Arini, Kartina baru menyadari bahwa dia tidak pernah benar-benar mengenal Arini. Tidak hanya menyakitinya, wanita itu bahkan sanggup membunuhnya jika mau.

Namun, setelah menarik kalung itu dari leher Kartina, Arini berbalik dan pergi begitu saja.

Merasa putus asa, Kartina bangkit berdiri dan menghampiri Kristian sambil berkata dengan nada memohon, "Tuan, ini semua salah paham, kumohon ...."

"Keluar!"

Kesabarannya habis, Kristian menendang Kartina sehingga wanita itu terjatuh lagi.

Bau pesing yang tajam dan menyengat menusuk hidungnya, amarah Kristian yang sudah mencapai puncak pun meluap.

"Keluarga Sulistio tidak punya tempat untuk orang yang suka mencampuri urusan orang lain."

Sudah keluar dari vila dengan ponsel di tangan, Arini menghubungi nomor yang dikenalnya. Ketika panggilan telepon itu tersambung, dia berkata dengan santai, "Rania, aku sudah bercerai dan meninggalkan vilanya. Rumah dan mobilku berada di Nere. Apa kamu keberatan kalau aku menginap di tempatmu malam ini?"

Di ujung telepon lainnya, Rania Ghani tertegun sejenak sebelum menjerit kegirangan dalam hitungan detik.

"Astaga! Akhirnya kamu menceraikan pria idiot itu! Dari pada menginap, lebih baik kita berpesta! Pesta lajang!"

Bahkan dari kejauhan, Arini dapat mendengar tawa Rania yang berlebihan terdengar melalui telepon. "Jika orang-orang di Weco mengetahui sang pendiri telah kembali, servernya pasti akan meledak!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang
8.1
Cinta tulus Jilly selama tiga tahun hancur saat Elton tega membuangnya ke laut demi menyelamatkan Rachel. Menghadapi pengkhianatan kejam sang suami, Jilly memilih menyembunyikan kehamilannya dan berencana kabur dari pernikahan toksik mereka. Ketika Elton akhirnya berhasil melacaknya dalam keadaan kacau dan memohon maaf demi anak mereka, hati Jilly telah membatu. Baginya, sosok ayah dari bayinya sudah lama mati sejak hari di mana Elton lebih memilih nyawa wanita lain.
Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra didera pergolakan batin yang hebat. Di satu sisi, ia membenci kekejaman Azhar, namun di sisi lain, ketakutan kehilangan pria itu merayap saat rasa cinta mulai bersemi. Azhar sendiri awalnya hanya berniat memperbudak Citra demi memuaskan hasratnya. Namun lambat laun, naluri untuk melindungi wanita itu justru menguasai dirinya. Hubungan yang sarat akan luka ini pun berkembang menjadi ikatan rumit, membuktikan hadirnya rasa yang tepat di waktu yang salah.
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver, CEO sukses berusia 29 tahun, hidup dalam kekangan aturan ayahnya. Ia dilarang menjalin hubungan asmara karena telah terikat pernikahan sejak masa remaja dengan Olivia, anak dari sahabat sang ayah. Meski Christian telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari keberadaan sang istri, usahanya selalu nihil. Ironisnya, tanpa pernah ia sadari, sosok Olivia yang dicarinya selama ini sebenarnya selalu berada sangat dekat di dekatnya.
Sampul Novel Mantanku yang Berhati Dingin Menuntut Pernikahan
9.2
Carrie terjebak pernikahan kontrak dingin dengan Kristopher hingga ia jatuh hati. Saat krisis, sang suami malah memilih wanita lain. Kecewa atas pengkhianatan itu, Carrie menuntut cerai. Ketika ia mulai menata hidup dan didekati banyak pria, penyesalan mendalam menghampiri Kristopher. Demi merebut kembali hati sang mantan istri, pria itu datang membawa mahar fantastis senilai 40 miliar rupiah dan menuntut sebuah pernikahan baru yang penuh ambisi.
Sampul Novel Melahirkan Keturunan Untuk CEO
9.5
Demi biaya operasi ibunya yang sekarat, Kinara Ariana terpaksa meminta bantuan kepada bos di kantornya. Keputusan nekat wanita berusia tiga puluh tahun ini justru menyeretnya masuk ke dalam kehidupan sang CEO. Di tengah situasi pelik tersebut, sang ibu mendesaknya untuk segera menikah. Tak disangka, pria asing itu bersedia menjadi suaminya. Seiring waktu, rahasia masa lalu sang CEO perlahan terkuak dan mengubah arah takdir hidup Kinara untuk selamanya.
Sampul Novel Menjalani Sisa Hidup Sendiri
8.6
Pernikahan Colby dengan Ruben, sang pewaris Grup Gibson, terhalang restu keluarga. Brenda, nenek Ruben, menantang cinta mereka lewat taruhan tiga tahun. Jika berhasil bertahan, hubungan mereka akan direstui. Namun jika gagal, Colby harus mundur demi wanita yang sepadan. Colby sangat percaya diri karena Ruben bersedia mengorbankan apa pun demi dirinya. Sayangnya, di tahun ketiga yang krusial, keyakinan itu runtuh saat Ruben justru berkhianat.