APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia di Bawah Selimut

Rahasia di Bawah Selimut

Hanya dalam satu malam bersama pengasuh baru, perilaku anakku berubah drastis dan dia mulai menjauhiku. Demi keselamatan, aku segera memecat wanita itu dengan harapan situasi rumah akan kembali normal. Namun, dugaanku keliru. Saat mencoba mengambil sesuatu di kolong tempat tidur, kakiku tidak sengaja menginjak suatu benda. Di sanalah, di kegelapan bawah ranjang, aku justru melihat sepasang mata merah milik mantan pengasuh itu bersama wajah pucatnya yang mengerikan sedang menatapku lekat.
Bab
Bagikan

Bab 4

Linda mengangguk. "Dari apa yang kamu katakan, bayi hantu itu baru berusia beberapa bulan, jadi tubuh jiwanya seharusnya lebih lemah daripada anakmu. Dia membutuhkan ibunya untuk menenangkannya atau dia akan merasa nggak nyaman. Ini akan berpengaruh pada kelemahan tubuh jiwanya."

"Pantas saja ...."

Aku langsung teringat dengan semua makanan ringan dan mainan di bawah selimut tadi malam. Ternyata itu adalah taktik Mbak Rini untuk menyogok Dikka agar dia bisa membuat Dikka dekat dengannya.

"Jadi maksudmu, semuanya akan baik-baik saja kalau mereka nggak saling berhubungan?"

Linda mengusap pelipisnya. "Kamu terlalu menganggap enteng masalah ini. Menjauhkan mereka hanyalah langkah pertama, yang terpenting adalah menemukan abu bayi hantu itu."

"Abu?"

"Ya. Meskipun Dikka sudah diubah olehnya dan menunjukkan reaksi tubuh seorang bayi, selama kita menemukan abu bayi hantu itu terlebih dahulu, setelah hantunya masuk kembali ke dalam roda reinkarnasi, Dikka akan kembali normal juga."

Kata-kata Linda benar-benar membuatku berpikir keras.

"Tapi, karena dia berani menggunakan cara seperti ini, abunya pasti disembunyikan di tempat yang sangat tersembunyi. Menurut waktu dia datang ke rumahmu, kita hanya punya waktu lima hari lagi.”

"Bagaimana kalau ... kalau abunya nggak bisa ditemukan dalam waktu lima hari?" tanyaku dengan tubuh gemetar karena ketakutan dengan pertanyaanku sendiri.

"Kalau abunya nggak ketemu, jiwa hantu itu nggak akan bisa masuk kembali ke dalam roda reinkarnasi dan akan tetap melekat pada putramu. Ini akan memunculkan situasi satu tubuh dengan dua jiwa tanpa adanya air susu ibu yang memberinya makan."

Harapan yang baru saja berkobar di dalam hatiku seketika sirna.

Lima hari, hanya lima hari ....

Melihat ekspresi khawatir di wajahku, Linda menepuk pundakku dan membujukku, "Jangan terlalu khawatir, aku akan memikirkan caranya."

"Lalu, apa yang bisa aku lakukan sekarang?” Aku meraih tangannya, sangat ingin berkontribusi untuk menyelesaikan masalah ini.

"Beri dia makan dulu. Fisiknya sudah berubah, apa yang Mbak Rini berikan bukanlah makanan yang dimakan oleh makhluk hidup. Kalau terus seperti ini, cepat atau lambat tubuhnya nggak akan sanggup menanggungnya. Simpan jimat ini. Ini bisa menstabilkan jiwa putramu untuk sementara waktu."

"Yang paling penting sekarang adalah menemukan abu bayi hantu itu. Aku harus minta mantra kepada guruku, Mbah Rama agar bisa mendeteksi keberadaan abu itu. Kamu jangan sampai membuatnya curiga dan waspada."

Aku menganggukkan kepala, menunjukkan bahwa aku akan mengingatnya. Setelah mengatakan itu, Linda pergi dengan tergesa-gesa.

Saat malam tiba, Mbak Rini masih datang untuk mengantarkan makanan, yang awalnya lezat, tetapi sekarang tampak agak mengerikan.

Dia selesai menata makanan dan hendak menyuapi Dikka. Tiba-tiba aku bangun dan mengulurkan tangan untuk menghentikannya.

"Mbak Rini, dokter baru memasang jarum infus Dikka. Katanya, dokter akan memantau keadaannya untuk satu jam dan dia nggak boleh makan dulu. Aku lupa bilang, maaf." Aku tersenyum padanya dengan sedikit meminta maaf.

"Nggak apa-apa. Makanan ini akan tetap hangat, jadi saya akan meninggalkannya di sini. Ibu bisa memberinya makan nanti. Dia sangat lemah, jadi jangan sampai nggak makan."

Meskipun sedang berbicara denganku, mata Mbak Rini tetap tertuju pada Dikka.

"Eh, sepertinya kamu juga belum makan, jadi kamu bawa pulang saja buat dimakan. Nanti, aku bisa beli yang baru."

"Nggak bisa!" Suara Mbak Rini sedikit meninggi. Setelah menyadari ada yang tidak beres, dia meredam nadanya dan berkata, "Makanan di luar nggak bersih, lebih baik buat sendiri saja."

Aku mengiakan berulang kali. Setelah bicara beberapa hal dengannya, dia akhirnya bersedia untuk pergi.

Tampaknya memang ada masalah dengan makanan ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dan Ilmu Hitam
8.7
Pernikahan ini justru membawa perubahan aneh pada fisikku. Berat badanku melonjak drastis karena rasa lapar ekstrem yang membuatku makan lima kali sehari. Padahal, hasil pemeriksaan medis menyatakan tubuhku normal. Saat melakukan siaran langsung di internet untuk meminta bantuan, seorang warganet mengungkap kenyataan pahit. Suamiku diduga mengirim guna-guna yang menyiksa diriku sebagai istri sah, demi memberi keuntungan bagi selingkuhannya.
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Terlahir dari keluarga miskin yang dikutuk iblis, Bima tumbuh di dekat Gunung Pengantin yang angker. Akibat melanggar pantangan di sana, ia kehilangan Alif, sahabatnya yang diculik menjadi budak gaib. Beranjak dewasa, Bima berjuang mematahkan kutukan leluhur bermodalkan kekuatan khodam warisan. Meski misi mistis itu berhasil, ia harus membayar harga mahal. Orang tuanya tewas mengenaskan dalam ritual gaib, meninggalkan Bima sendirian dalam kepedihan mendalam.
Sampul Novel Kasih Ibu, Dosa Ibu
9.0
Sebagai influencer pengasuhan anak, istriku dikenal sangat keras mendidik putra kami. Namun, tindakan ekstremnya melampaui batas saat anak kami mendorong putri mantan pacarnya di sekolah. Demi menghukumnya, dia mengurung sang putra di balkon lantai 18, lalu pergi menemani anak dari cinta pertamanya. Di tengah kesendirian, tubuh kecil putra kami lolos dari jeruji pembatas hingga jatuh mengenaskan. Teriakan histerisnya meminta tolong diabaikan begitu saja oleh ibunya yang tidak pernah menoleh kembali.
Sampul Novel KUNCI LATHI
8.7
Azalia terbangun tanpa memori sedikit pun tentang masa lalunya. Satu-satunya petunjuk yang tersisa hanyalah kepingan mimpi buruk yang terasa begitu nyata dan mengerikan. Kehilangan identitas secara misterius memaksa gadis ini hidup dalam ketakutan yang mencekam. Kini, di tengah kegelapan yang terus mengepung, ia harus berjuang keras mencari jawaban. Mampukah ia mengungkap kebenaran di balik jati dirinya yang hilang dan lolos dari jeratan teror yang tiada henti?
Sampul Novel MULUT ISTRIKU MEMBUSUK
8.2
Keanehan mengerikan melanda istriku saat mulutnya membusuk dan mengeluarkan belatung. Bau bangkai menyengat yang mengiringi setiap ucapannya memaksaku menyelidiki rahasia kelam yang dia sembunyikan selama ini. Penyelidikan pribadiku mengungkap kenyataan yang jauh lebih mengerikan daripada penyakit biasa. Di balik paras cantiknya, tersimpan kebenaran fatal yang selama ini berhasil dia tutupi dariku tanpa celah.
Sampul Novel Purwoko Family: Selipan Utara
8.8
Pak Purwoko membawa keluarganya pulang kampung setelah bisnisnya bangkrut demi mencari kedamaian. Namun, mereka justru mendapati musuh di balik kejatuhannya ada di sana. Kini, mereka terjebak konflik perebutan usaha giling padi masa lalu antara orang tua Purwoko dan sang rival. Teror menyeramkan pun mulai mengancam keselamatan seisi rumah. Mampukah Pak Purwoko mengatasi bayang masa lalu dan menyelamatkan keluarganya dari pusaran bahaya ini?