APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Putra Rahasianya, Aib Publiknya

Putra Rahasianya, Aib Publiknya

Alina Wijaya semula merasa hidupnya sangat indah. Ia adalah dokter sukses dari keluarga berada, dengan tunangan mapan bernama Ivan. Namun, dunianya runtuh seketika saat melihat Ivan memadu kasih dengan Kiara Anindita, bahkan memiliki anak rahasia bernama Leo. Ternyata, Ivan dan keluarga Alina sendiri hanya memperalat dirinya untuk memperkuat relasi bisnis. Alina sadar ia cuma dijadikan boneka pengganti. Enggan terus ditindas akibat pengkhianatan keji ini, Alina kini siap bangkit melawan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Namaku Alina Wijaya, seorang dokter residen yang akhirnya bertemu kembali dengan keluarga kaya raya yang telah kehilangan aku sejak kecil. Aku punya orang tua yang menyayangiku dan tunangan yang tampan dan sukses. Aku aman. Aku dicintai. Semua itu adalah kebohongan yang sempurna dan rapuh.

Kebohongan itu hancur berkeping-keping pada hari Selasa, saat aku menemukan tunanganku, Ivan, tidak sedang rapat dewan direksi, melainkan berada di sebuah mansion megah bersama Kiara Anindita, wanita yang katanya mengalami gangguan jiwa lima tahun lalu setelah mencoba menjebakku.

Dia tidak terpuruk; dia tampak bersinar, menggendong seorang anak laki-laki, Leo, yang tertawa riang dalam pelukan Ivan.

Aku tak sengaja mendengar percakapan mereka: Leo adalah putra mereka, dan aku hanyalah "pengganti sementara", sebuah alat untuk mencapai tujuan sampai Ivan tidak lagi membutuhkan koneksi keluargaku. Orang tuaku, keluarga Wijaya, juga terlibat dalam sandiwara ini, mendanai kehidupan mewah Kiara dan keluarga rahasia mereka.

Seluruh realitasku—orang tua yang penuh kasih, tunangan yang setia, keamanan yang kukira telah kutemukan—ternyata adalah sebuah panggung yang dibangun dengan cermat, dan aku adalah si bodoh yang memainkan peran utama. Kebohongan santai yang Ivan kirimkan lewat pesan, "Baru selesai rapat. Capek banget. Kangen kamu. Sampai ketemu di rumah," saat dia berdiri di samping keluarga aslinya, adalah pukulan terakhir.

Mereka pikir aku menyedihkan. Mereka pikir aku bodoh. Mereka akan segera tahu betapa salahnya mereka.

Bab 1

Lima tahun. Selama itulah mereka bilang Kiara Anindita telah pergi. Lima tahun sejak dia pura-pura mengalami gangguan jiwa setelah mencoba menjebakku karena membocorkan rahasia perusahaan, sebuah tindakan yang hampir menghancurkan karier medisku. Tunanganku, Ivan Gunardi, dan orang tuaku, keluarga Wijaya, telah meyakinkanku bahwa dia dikirim pergi untuk berobat, dipermalukan dan disingkirkan dari kehidupan kami selamanya.

Aku percaya pada mereka. Aku adalah Alina Wijaya, seorang dokter residen, yang akhirnya bersatu kembali dengan keluarga kaya raya yang telah kehilangan aku sejak kecil. Aku punya orang tua yang menyayangiku dan tunangan yang tampan dan sukses. Aku aman. Aku dicintai. Semua itu adalah kebohongan yang sempurna dan rapuh.

Kebohongan itu hancur berkeping-keping pada hari Selasa.

Ivan seharusnya sedang rapat dewan direksi. Dia mengirimiku pesan, "Mikirin kamu. Kayaknya bakal lembur malam ini. Nggak usah ditungguin ya."

Tapi aku ingin memberinya kejutan. Aku baru saja menyelesaikan shift 36 jam yang melelahkan di rumah sakit dan langsung pergi ke kantornya, Gunardi Medika, dengan membawa martabak kesukaannya. Satpam di lobi memberiku senyum sopan. "Pak Ivan sudah pergi sekitar satu jam yang lalu, Dokter Alina."

Sebuah firasat buruk mulai menjalari perutku. Aku meneleponnya. Ponselnya berdering sekali, lalu langsung masuk ke pesan suara. Aku mencoba pelacak di mobilnya, fitur yang baru sekali kugunakan saat dia lupa memarkir mobilnya di garasi mal yang sangat besar. Titik yang bersinar di layar ponselku tidak berada di rute biasanya. Mobilnya menuju ke sebuah kompleks perumahan mewah di sisi lain Jakarta, tempat yang bahkan belum pernah kudengar.

Aku mengemudi, tanganku mencengkeram setir dengan erat. Firasat buruk di perutku semakin menjadi-jadi, mengencang di setiap kilometer yang kutempuh. Alamat itu membawaku ke sebuah mansion modern yang megah, lampunya menyala terang, musik terdengar sampai ke taman yang terawat rapi. Kelihatannya seperti ada pesta.

Aku memarkir mobil di ujung jalan dan berjalan menuju rumah itu. Melalui jendela kaca dari lantai ke langit-langit, aku melihat pemandangan yang tidak masuk akal. Dan kemudian, aku melihatnya. Tunanganku, Ivan. Dia tidak mengenakan setelan jas. Dia mengenakan pakaian kasual, senyum santai terpasang di wajahnya.

Dia sedang menggendong seorang anak laki-laki di pundaknya, mungkin berusia empat atau lima tahun. Anak itu tertawa terkekeh-kekeh, tangan mungilnya memegang rambut gelap Ivan.

Dan kemudian aku melihat wanita yang berdiri di samping mereka, tangannya bertumpu di lengan Ivan.

Kiara Anindita.

Dia tidak terpuruk. Dia tidak berada di fasilitas perawatan. Dia tampak bersinar, mengenakan gaun sutra, terlihat seperti seorang ibu dan pasangan yang bahagia. Dia tertawa, suara yang kuingat dengan ngeri, dan mencondongkan tubuh untuk mencium pipi Ivan. Ivan memalingkan wajahnya dan balas menciumnya, sebuah gestur penuh kasih yang familier, yang dia lakukan padaku pagi itu.

Napas ku tercekat. Dunia seakan berputar. Aku terhuyung mundur ke dalam bayang-bayang pohon beringin besar, tubuhku gemetar hebat.

Aku bisa mendengar suara mereka melalui pintu teras yang sedikit terbuka.

"Leo makin besar ya," kata Kiara, suaranya penuh kepuasan. "Dia makin mirip kamu setiap hari."

"Dia punya pesona ibunya," jawab Ivan, suaranya hangat dengan kasih sayang yang kini kusadari tidak pernah benar-benar kuterima. Dia mengangkat Leo dari pundaknya dan menurunkannya.

"Kamu yakin Alina nggak curiga apa-apa?" tanya Kiara, nadanya sedikit berubah. "Lima tahun itu waktu yang lama untuk terus begini."

"Dia nggak tahu apa-apa," kata Ivan, suaranya diwarnai kekejaman santai yang membuatku sesak napas. "Dia terlalu bersyukur punya keluarga, dia bakal percaya apa pun yang kita bilang. Hampir menyedihkan."

"Alina yang malang, yang menyedihkan," cibir Kiara. "Masih mikir kamu bakal menikahinya. Masih mikir Papa dan Mama Wijaya lebih sayang sama anak kandung mereka daripada aku."

Ivan tertawa. Bukan tawa yang menyenangkan. "Mereka merasa bersalah. Itu saja. Mereka tahu mereka berutang budi padamu. Kita semua. Rumah ini, hidup ini... ini yang paling sedikit bisa kita lakukan untuk menebus apa yang kamu 'alami'."

Dia mengucapkan "alami" dengan gestur tanda kutip di udara. Seluruh cerita tentang gangguan jiwanya adalah sebuah pertunjukan. Sebuah kebohongan yang mereka semua ikuti.

Aku merasa mual. Orang tuaku. Mereka juga terlibat. Uang untuk kehidupan mewah ini, keluarga rahasia ini, berasal dari mereka. Dari kekayaan Wijaya yang seharusnya menjadi milikku.

Seluruh realitasku—orang tua yang penuh kasih, tunangan yang setia, keamanan yang kukira akhirnya kutemukan setelah masa kecil di panti asuhan—adalah sebuah panggung yang dibangun dengan cermat. Dan aku adalah si bodoh yang memainkan peran utama, tidak sadar bahwa para pemain lainnya menertawakanku di belakang tirai.

Aku mundur perlahan, gerakanku kaku. Aku masuk ke mobil, tubuhku gemetar begitu hebat hingga aku hampir tidak bisa memutar kunci kontak. Ponselku bergetar di pangkuanku. Sebuah pesan dari Ivan.

"Baru selesai rapat. Capek banget. Kangen kamu. Sampai ketemu di rumah."

Kebohongan santai itu, yang diketik saat dia berdiri di samping keluarga aslinya, adalah pukulan terakhir. Dunia tidak hanya berputar; dunia hancur menjadi debu di sekelilingku.

Aku pergi, bukan menuju apartemen kami bersama, tetapi menuju masa depan yang tidak bisa mereka kendalikan. Kesedihan itu seperti beban fisik, menghancurkan dadaku. Tapi di bawahnya, bara kecil yang keras dari sebuah tekad mulai menyala.

Mereka pikir aku menyedihkan. Mereka pikir aku bodoh.

Mereka akan segera tahu betapa salahnya mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Paman dari Tunanganku
8.8
Setelah mengetahui kebenaran pahit di kehidupan sebelumnya bahwa Samuel mengabaikannya demi mencintai adiknya sendiri, sang protagonis menolak melanjutkan kebodohan tersebut. Dalam kesempatan hidup kedua ini, ia menolak pernikahan politik dengan Samuel. Sebagai gantinya, ia memilih Jeffrey Gusmawan, paman Samuel sekaligus penguasa tertinggi di keluarga mereka. Keputusan mengejutkan ini tidak hanya membalikkan keadaan, tetapi juga membuat Samuel kehilangan akal sehatnya di hari pernikahan.
Sampul Novel Cabe-cabean Kekasih Vice President
7.8
Pertemuan tidak terduga di sebuah kelab malam mempertemukan Alexander Richard dengan Soraya, gadis berusia 19 tahun yang polos dan apa adanya. Walau perbedaan usia mereka terpaut delapan belas tahun membuat sang Vice President awalnya mengira hubungan ini tidak serius, ia justru jatuh hati teramat dalam. Sayangnya, masa lalu Soraya menyimpan rahasia yang berhubungan dengan luka lama Alexander. Kini, ia mesti berjuang mengatasi trauma besarnya demi mempertahankan cinta sang gadis impian.
Sampul Novel Gairah panas sang presdir
8.0
Pengkhianatan masa lalu mengubah Joshua menjadi pria dengan gairah seksual berlebih yang tak terkendali. Luka batin akibat perselingkuhan itu mengubah perilakunya secara drastis. Di tengah kondisi ini, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswi muda secara tidak terduga. Akankah hubungan dengan gadis tersebut mampu menyembuhkan trauma mendalam Joshua dan memulihkan dirinya yang dulu, ataukah kehadiran sang mahasiswi justru membuat situasi hidupnya semakin rumit?
Sampul Novel KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA
9.6
Mia lelah terus-menerus direndahkan oleh ibu mertuanya karena dinilai miskin dibanding menantu lain. Di balik hinaan kejam itu, Mia memilih diam dan menyimpan rahasia besar. Tak ada yang tahu bahwa ia sebenarnya sangat kaya raya, memiliki aset melimpah serta tumpukan emas dari hasil kerja kerasnya menulis online. Ia sengaja menyembunyikan kekayaan ini agar suami dan mertuanya yang serakah tidak bisa merampas harta tersebut.
Sampul Novel Maduku Putri Konglomerat
9.4
Demi keluar dari jerat kemiskinan, Hilman memilih mengkhianati janji sucinya. Ia diam-diam menikahi putri dari keluarga kaya raya demi meraih takhta materi dan kemewahan. Keputusan egois ini seketika menghancurkan hati sang istri pertama, meninggalkan luka batin yang teramat dalam akibat pengkhianatan pria yang sangat ia sayangi. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya lebih memilih harta dibanding kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Mendapatkan Kembali Yang Kumiliki
9.8
Masa lalu Valerie hancur karena cinta buta yang menjebloskannya ke penjara selama lima tahun. Begitu bebas, ia justru dikhianati oleh suami dan saudara tirinya. Namun, sebuah keajaiban misterius membawa Valerie kembali ke masa lalu. Berbekal kesempatan kedua ini, ia menyusun rencana cerdik untuk merebut kembali haknya dan menghancurkan bisnis mereka. Di puncak kejayaannya sebagai wanita berpengaruh, seorang pria dari masa lalunya datang melamar.