APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Psychopath Love

Psychopath Love

Dapatkah seorang psikopat merasakan cinta yang tulus? Di balik kesempurnaan fisiknya, Johan menyimpan jiwa rapuh dan pikiran yang kacau. Kegelapan hidupnya hanya diterangi oleh kehadiran adik tirinya, sosok yang ia cintai secara diam-diam. Namun, pergolakan batin Johan mencapai titik kritis ketika sebuah kenyataan pahit terungkap. Bagaimana jadinya jika sang adik ternyata mencintai pria lain?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tiba-tiba terdengar siulan seseorang tak jauh dari mereka.

"President BEM lagi pamer adegan panas yaa...??" Ucap seorang Laki-laki kisaran usai 22 tahun berwajah oriental dengan mata sipitnya.

Ia berjalan mendekat ke arah mereka dengan tangan kiri di saku celana, sedangkan tangan kanannya sibuk memegangi permen cupa cup rasa stroberi.

"Tuan Muda, anda ini bicara apa...??" Rendy berkata dengan suara yang di rendah kan di telingan Laki-laki yang di panggil Tuan Muda tersebut.

Mata Johan menyipit dan memandang dengan pandangan merendahkan ke arahnya, meski begitu bibirnya tetap tersungging senyum lebar.

"Tuan Muda Jas Almamaternya di mana..??" Tanya Johan dengan sikap pura-pura ramahnya

"Nggak bawa tuh !" Jawab laki-laki berwajah oriental itu santai sambil mengulum permen rasa stroberinya dan melihatnya dengan pandangan menantang.

Lira langsung terkekeh mendengarnya, membuat Johan langsung memandang ke arahnya.

"Johan...!" Panggil seorang wanita dengan rambut panjangnya yang tergerai dari kejauhan. Ia melambaikan tangan ke arah nya.

Johan menengok sebentar ke arahnya, sebelum fokusnya kembali pada Adiknya, kemudian pandangannya teralih pada Rendy yang masih sibuk menasehati orang yang ia panggil Tuan Muda itu.

"Ren, kau jaga Lira selama masa OSPEK." Ucapnya sambil memandangi Lelaki berambut lurus dan tersisir rapi tersebut.

"Baik Kak." Rendy menjawab patuh.

Johan melirik sekilas ke arah Laki-laki bermata sipit yang masih sibuk dengan permen cupa cup nya.

"Aku percaya pada mu Ren." Johan menepuk pundak Rendy sesaat, membuat Lelaki itu mengangguk pasti

"Lir, Kakak tinggal. Kalau ada apa-apa segera telpon." Ucap nya dengan raut wajah khawatir.

"Aku nggak apa-apa Kak, Kakak tenang saja." Lira tersenyum lebar.

"JOHAANN...!!" kali ini wanita berambut lurus itu memanggilnya lebih keras dari kejauhan. Raut wajahnya tampak tak suka melihat Johan yang begitu perhatian dengan Lira.

Dengan wajah kaku, di pandanginya wanita yang memanggilnya itu dari kejauhan. Sebelum akhirnya ia beranjak pergi dari situ meningglkan Lira bersama Rendy dan temannya tersebut.

"Namamu Lira kan..??" Rendy tersenyum ramah. "Kenalkan, Rendy. Junior Kak Johan di Judo dan tae kwon do." Ia mengulurkan tangannya.

"Halo Kak..." Lira menjabat tangan Rendy sambil tersenyum.

"Kita cuma beda 1 tingkat, tidak usah memanggil Kak..." Rendy tersenyum.

"Ah, iyaa..." Lira balas tersenyum.

"Pacarnya Johan yaa...?" Tanya laki-laki bermata sipit dengan bola matanya yang berwarna cokelat terang itu memandangnya.

Lira langsung tergagap dengan wajah bersemu merah.

"Tuan muda, dia ini Adik nya, bukan pacar." Rendy menerangkan.

Mulut lelaki yang tampak memerah karena mengulum permen warna pink itu membulat memandang Lira.

"Namamu Tuan Muda Kak...??" Lira memandangnya, membuat Laki-laki itu tertawa.

"Lihat, gara-gara kau Ren !" Ia ikut tertawa sampai kedua matanya yang memang sipit seperti orang Asia Timur itu tinggal segaris.

Wajah Lira merona memandangnya.

Rendy terlihat tak enak, ia mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

"Namanya bukan Tuan Muda." Ia berkata sambil melirik ke arah Tuan muda nya yang masih tertawa terkekeh. "Aku memanggilnya begitu karena kebiasaan..." lanjutnya.

Lira ikut terkekeh melihat wajah tak enak Rendy. "Aku pikir namanya unik sekali Tuan muda." Ia tertawa.

"Panggil Andreas, jangan ikut-ikutan dia." Laki-laki bermata sipit itu tertawa sambil merangkul pundak Rendy dan menepuk-nepuknya.

"Andreas...??" Lira memandangnya, lagi-lagi wajahnya merona dengan jantungnya yang berdebar lebih kencang.

"Pinter !" Puji Lelaki bermata sipit dengan bola mata cokelat terangnya itu sambil menujuk Lira, yang sebenarnya Lira tidak sadar saat mengucap namanya.

Dari kejauhan terdengar beberap Senior yang menyuruh berkumpul.

"Ayo Lira, kau juga harus ikut berbaris." Rendy berucap sambil menoleh ke arah gadis yang masih terdiam di belakangnya.

Tergagap Lira langsung berjalan cepat ke arah tengah lapangan.

"Hei, Lira !" Panggil Andreas sambil melempar sesuatu yang langsung di tangkapnya.

Sebuah permen cupa cup rasa sttoberi.

Lira tertegun memandang permen warna pink yang kini berada pada telapak tangannya itu, sebelum kemudian ia mengangkat wajahnya ke arah si Pemberi permen yang ternyata telah berkumpul dengan Para Senior lain di pinggir lapangan.

Lira mengenggam permen itu dan memasukkannya ke dalam saku bajunya yang berwarna putih polos. Ia tersenyum bahagia, dan segera ikut berbaris bersama Para Mahasiswa baru ke tengah lapangan.

Lewat Mahasiswa baru lainnya Lira jadi tahu tentang Andreas, dan kenapa ia di panggil Tuan muda oleh Rendy. Ternyata ia anak Pemilik Universitas Jayabaya tempatnya kuliah.

"Pantas saja nggak ada yang berani menegurnya walaupun dia nggak pakai jas Almamater..." Lira berkata dalam hati sambil memperhatikan Andreas dari kejauhan yang sedang berkumpul bersama Senior lain yang kesemuanya memakai jas Almamater warna biru dongker, sedangka ia hanya berkaos pendek warna putih.

"Kau suka yaa sama Kak Andreas...??" Tanya seorang berambut pendek yang berbaris di samping Lira. "Dari tadi tanya tentang dia dan ngeliatin dia terus." Ia tertawa.

Wajah Lira langsung bersemu merah. "Enggak..." ia mengeleng. Dari tadi ia memang bertanya terus tentang Senior nya itu pada kawan baru nya tersebut yang juga mahasiswa baru seperti dia.

Wanita berambut pendek itu geli dengan sikap yang di tunjukkan Lira yang jelas-jelas menunjukkan rasa sukanya pada Andreas.

"Kata kakakku yang yang juga Kuliah di sini, Kak Andreas memamg banyak yang suka, tapi...." suara wanita berambut pendek itu merendah dan melirik ke kanan dan ke kiri.

Lira tak mengerti,

"...Tapi kabarnya Kak Andreas itu pakek dan suka tidur bareng wanita-wanita kayak gitu..." bisik nya.

Lira langsung menutup mulutnya dengan tangan dengan wajah merah padam.

"Ma, masa sih...??" Lira tak percaya. "Kau nggak bohong kan Anya..?? Atau itu cuma gosip...??" Tanyanya.

"Entahlah..." wanita berambut pendek bernama Anya itu mengangkat bahunya. "Tapi begitulah yang ku dengar dari Kakak ku..." ucapnya.

Matarhari semakin tinggi, membuat Para Mahasiswa baru yang berbaris dan sedang di bagi menjadi kelompok-kelompok kecil berisi 5 orang menunduk kepanasan, berharap giliran mereka cepat di panggil, agar bisa secepatnya keluar dari Lapangan luas dengan lantai paving yang berada tepat di mana Matahari di atasnya.

Lira masih tak percaya saat namanya di panggil dan Senior yang bertanggung jawab atas kelompok nya adalah Andreas.

"Selamat siang, Saya Andreas. Mulai 3 hari kedepan kalian menjadi tanggung jawab saya." Andreas berkata tegas di depan Lira dan 4 mahasiswa baru lainnya.

"Waah..kau beruntung.." bisik Anya yang berdiri di sampingnya.

Lira tak memberi respon apa-apa karena masih melongo memandang Senior nya tersebut.

Sementara itu di Gedung lain, di ruangan di lantai 3, di pintu cokelatnya yang bertulis PRESIDENT BEM.

Johan duduk di bangkunya dengan posisi membelakangi pintu, kepalanya menegadah dengan mata yang sesekali memejam dan bibir bawah yang ia gigit.

Di bawahnya duduk bersimpuh wanita berambut panjang yang beberapa saat lalu memanggilnya.

Ia mengocok dan mengulum milik Johan yang menegang dengan begitu ahli, membuat Lelaki itu mendesis nikmat dan memegangi kepala wanita itu agar lebih memasukkan milik nya ke dalam mulutnya.

Wanita itu sampai tersedak, karena milik Johan yang mencapai kerongkongannya, namun ia tersenyum menengadahkan kepalanya menatap Lelaki yang duduk di kursi dan menunjukkan senyum miring nya yang berkesan dingin seperti biasa.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANAK KETIGA
9.7
Sebuah karya lukis legendaris menyimpan misteri kelam di balik keindahan goresan kuasnya. Kanvas ini bukan pajangan biasa, melainkan saksi sejarah yang sarat intrik mengerikan. Perlahan, asal-usul karya seni tersebut mulai terungkap, membangkitkan teror masa lalu yang siap menghantui setiap mata yang memandangnya. Kisah mencekam ini akan mengungkap rahasia dan jejak kelam yang selama ini tersembunyi rapat di balik estetika semu.
Sampul Novel CODE: FAUST
7.9
Sejak virus misterius mengubah makhluk hidup menjadi mutan pada 2028, Bumi hancur. Memasuki tahun 2036, faksi Government dan Black Beast saling bertikai memperebutkan kekuasaan di atas puing peradaban. Di tengah kekacauan ini, Dr. Plague, profesor bermasa lalu kelam, bertekad menebus dosa dengan mengembalikan kedamaian. Ia harus bertahan dari radiasi dan perang saudara sembari membongkar konspirasi besar di balik wabah mematikan tersebut.
Sampul Novel Dark in Antares City
9.3
Dunia kini dicekam teror Eaters, predator mirip manusia yang berubah jadi monster pemangsa daging saat malam tiba. Di tengah situasi mengerikan ini, Rio Rosswel harus menyaksikan ibunya tewas mengenaskan oleh makhluk bercakar tajam tersebut. Sambil bersembunyi di dalam lemari, ia terpaksa menahan tangis serta amarahnya. Kejadian traumatis itu memicu dendam mendalam, hingga Rio bersumpah akan membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Sampul Novel Hati Seorang Perempuan
9.3
Senjahari Semesta Alam dengan ikhlas merelakan dirinya diceraikan oleh suaminya sendiri demi menikahi Mega Mentari--anak perempuan pemilik perusahaan yang mengaku dihamili oleh suaminya sendiri, Abimanyu Wicaksana. Sementara itu Halilintar Sabda Alam-- kakak sulung Mega Mentari. Pemilik beberapa perusahaan properti raksasa negeri ini, jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Senja, yang diperkenalkan oleh mertuanya sebagai adik bungsu Abimanyu. Abimanyu yang merasa dijebak sebagai kambing hitam dalam masalah hamilnya Tari, terus berusaha mencari kebenaran yang sesungguhnya agar bisa meraih kembali hati Senja. Sementara Sabda yang awalnya jatuh cinta pada Senja, menjadi salah faham saat secara tidak sengaja memergoki Abimanyu memesrai Senja bukan seperti seorang kakak terhadap adiknya, melainkan seperti seorang laki-laki yang tengah mabuk asmara. Sabda yang gelap mata malah akhirnya menjebak Senja dan menanamkan benihnya dirahim Senja. "Saya mohon, jangan memperlakukan Saya seperti ini. Saya punya salah apa pada Bapak? Laki-laki sejati tidak akan menggunakan kekuatannya untuk memaksakan dirinya terhadap seorang perempuan. Saya mohon jangan mengotori saya. Demi Allah saya bersumpah, saya tidak seperti apa yang ada dalam pemikiran, Bapak." (Senjahari Semesta Alam) "Salah kamu adalah, karena kamu telah menjadi duri dalam daging dalam rumah tangga adik saya! Kamu fikir saya tidak tahu akan hubungan terlarang kamu dengan Abimanyu? Kalian berdua itu incest, dan itu amat sangat menjijikkan! Kita lihat saja, setelah ini kamu masih bisa memandang dunia dengan kepala tegak, atau kamu akan melata seperti ular di kaki Saya!" (Halilintar Sabda Alam)
Sampul Novel HILANGNYA JASAD KEMBARANKU
9.5
Kematian Micail menyisakan duka hebat bagi kembarannya, Mecca. Namun, situasi menjadi mengerikan saat jasad sang saudara mendadak hilang tanpa jejak. Kejadian ganjil ini mulai mengikis kewarasan Mecca. Di tengah cekaman teror yang kian pekat, ia terobsesi memecahkan misteri hilangnya jenazah tersebut. Mecca pun nekat menelusuri berbagai petunjuk samar demi menemukan jasad sang kembaran sekaligus memberikan ketenangan bagi arwahnya.
Sampul Novel KEMBANG KANTHIL KEMBANG MLATHI
7.8
Niat tulus seorang ibu yang mendambakan kebahagiaan bagi anaknya justru berbuah petaka mengerikan. Upaya penuh pengorbanan tersebut malah menyeret keluarga mereka ke dalam pusaran teror yang mencekam dan tak terduga. Di balik kasih sayang orang tua, tersimpan rahasia kelam yang perlahan mengubah mimpi indah menjadi mimpi buruk tanpa akhir. Kehidupan mereka kini dihantui misteri gelap yang mengancam keselamatan jiwa selamanya.