APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pria Pertamaku

Pria Pertamaku

Alex Rayyan berkomitmen menjaga cinta sejatinya kepada sang mantan istri, Rania. Sementara itu, rumah tangga kedua Rania bersama Harris justru berujung kehancuran akibat isu keturunan dan perselingkuhan. Harris terbukti kembali pada mantan tunangannya, diperparah intrik mertua yang mendesak perceraian. Saat Rania terpuruk dalam kepedihan, mampukah ia menata kembali hidupnya? Dapatkah Alex membuktikan sumpahnya untuk hadir dan melindungi Rania lagi?
Bab
Bagikan

Bab 1

(Assalamualaikum Nia, apa kabar? ini Hana, kamu di mana ni?) Rania kaget dengan panggilan yang diterimanya sore itu, tumben Suhana menghubunginya jam segini. Dia juga masih di kantor sedang menyiapkan laporan hasil meeting dengan manager bagian di perusahaan suaminya karena seminggu ini suaminya, Harris Iskandar harus pergi ke Kuala Lumpur untuk meeting dengan klien serta relasi bisnisnya, sekalian pulang kerumah keluarganya yang berada di kota itu.

"Waalaikumussalam Hana, Alhamdulillah aku sehat, ada di kantor, eh tumben call aku jam segini, kamu gimana kabarnya?" Rania menghentikan tarian jarinya di keyboard dan duduk bersandar fokus pada obrolannya dengan Suhana, sepupu Harris suaminya.

(Alhamdulillah i sehat, sengaja ingin tanya kabar mu, kenapa tak ikut Abang Is balik KL nih?)

"Mmmmm, banyak banget kerjaan di kantor, tahu sendirilah perusahaan IMF group tengah ada dipuncak kejayaan. Jadi kami bagi tugas, biar Abang Is yang meeting dan ketemu klien di sana, aku yang urus di sini."

(Baguslah kamu ni, btw tak ada plan datang sini ya? Tengah ramai tau kumpul di rumah Uncle Jamal, Nenda dan Atuk pun ada) 

Rania mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari, seingatnya sudah enam bulan dia belum pulang ke rumah mertuanya di Kuala Lumpur. Bisa juga rasanya kalau pulang kesana dalam beberapa hari. Memberi suaminya kejutan.

"Entahlah, nanti aku kabari ya kalau bisa pulang, tapi jangan kasih tau laki aku dong, aku mau buat surprise buat dia." Rania tersenyum sendiri membayangkan wajah kaget suaminya karena dia menyusul tiba-tiba.

(Oke, bawa oleh-oleh dari Jakarta buat ku tau)

"Beres itu. Aku masih ada kerja sedikit lagi, aku end call nggak apa kan?"

(Tidak masalahlah, oke see you soon Nia, assalamualaikum)

"Waalaikumussalam Hana." Panggilan diakhiri dan Rania meneruskan pekerjaan yang masih bejibun banyaknya.

Dia adalah PA dari suaminya tapi karena Harris harus pergi keluar negeri jadi dia yang merangkap memimpin perusahaan, mengagendakan dan memimpin meeting harian dan membuat laporannya, selalunya kalau ada meeting diluar kantor pasti dia akan ikut pergi, tapi sekarang tidak mungkin karena banyak urusan diperusahaan dalam minggu ini. 

Tiga tahun sudah Rania Hani berumah tangga dengan seorang pengusaha muda dan sukses dari negara Malaysia, Harris Iskandar anak dari pasangan Dato' Jamal dan Datin Maria yang tenyata masih ada darah bangsawan dari kesultanan Brunei.

Dia yang pernah terluka karena masa lalu akhirnya bisa menerima Harris sebagai pasangan hidupnya, karena kebaikan dan ketulusan Harris tentunya. Keluarga mertuanya yang memang kaya raya awalnya sangat baik dan menerima dia apa adanya, harta bukan ukuran, tapi akhir-akhir ini sikap sinis ditunjukkan lagi oleh pihak keluarga Harris, karena sebab dia belum bisa memberi waris buat mereka.

Tok tok tok

"Masuk."

"Wow, sibuk nampak." Muncul seorang lelaki muda berparas tampan, ada iras lelaki Arab kalau diperhatikan, dia adalah Zaidan sepupu Harris yang bekerja di perusahaan suaminya. 

"Zai, masuk lah."

"Aku datang mau minta tanda tangan Bu boss." 

Rania tertawa dan menggelengkan kepala mendengar ucapan Zaidan itu, sepupu ipar merangkap teman seuniversitasnya itu memang pintar bercanda.

Zaidan duduk di depan Rania dan meletakkan fail di atas meja. Rania mengangkat wajah menatap sahabat merangkap sepupu iparnya.

“Abang Is ke KL berapa hari sih Nia, sibuk amat kulihat kau ini. Jangan lupa makan pula, entar pingsan tuh laki lihat bini dia kurus kering, hehehe.”

Rania berdecak kecil, memang diakui dia sering telat makan selama seminggu ini. Ucapan Zaidan tidak salah sama sekali.

“Katanya seminggu atau dua Minggu gitu, bagaimana audit internalnya berjalan lancarkan?” Rania duduk tegak dan membuat regangan ringan, terdengar tulang-tulang dipunggungnya berbunyi gemeretuk. 

“Semua oke, team auditornya gerak cepat tau, baguslah kamu pilih team yang solid gitu.”

“Ya jelaslah, aku nggak mau main-main soal perusahaan ini, apalagi laki kagak ada di sisi, aku malas buat kerja dua kali, buang waktu aja.”

“Semua sudah clear, produksi juga bagus bulan ini, banyak permintaan dari hotel-hotel yang baru naik daun, semua mau produk kita.” laporan dari Zaidan itu membuat wajah Rania terlihat puas, tidak sabar untuk mengabarkan ini pada suaminya.

“Kalau keadaan perusahaan sudah bisa di handle aku mau ke Kuala Lumpur besok malam, gimana menurutmu Zai?”

“Wah, ada yang lagi kangen nih. Cieee... ”

“Istri mana tak kangen suami, sebenarnya aku ada urus visa seminggu lalu, rencana ikut pulang kesana sekalian aja aku nengokin mertua,” Rania membuka fail yang dibawa oleh Zaidan, dia mulai membaca sebelum memberi tanda tangan.

“Tapi besok itu mendadak sangat buk,”

“Nggak mau tahu soal itu, tidak ada bantahan di sini, siapkan tiket ku aja, untuk visa sebenarnya aku sudah memohon setelah Harris membuatnya, kupikir aku mau ikut pergi tapi Harris melarang, katanya di sini banyak kerjaan, visaku sudah jadi dan ingat tiket harus dapat tau, hubungi temen mu yang kerja di agen tiket pasti dapat.”

“Hei, udah tertular galaknya Abang Is aja kau ni.”

“Kan bini dia, ya jelaslah. Hahaha.. ” 

“Iyalah, nanti aku carikan tiket. Aku balik keruanganku dulu, bye Bu boss, Jangan suka marah nanti cepat tua, keriput, jelek. Hahaha... ”  

“Kurang asam! ngatain orang keriput.” Rania menggumpal kertas dan melemparnya pada Zaidan yang masih tertawa sambil melangkah keluar. 

Malam itu Zaidan menghubungi Rania untuk memberikan tiketnya, dan Rania segera mengirim chat pada Suhana memberitahu kalau dia besok datang ke Kuala Lumpur, Suhana menawarkan diri untuk menjemputnya, seperti orang ngantuk disorong bantal Rania langsung setuju. Dengan syarat Suhana harus merahasiakan kedatangannya, Suhana setuju-setuju saja toh dia juga tidak repot banget untuk tutup mulut karena dia sekarang tinggal di apartemennya sendiri, hadiah dari ayah tirinya Dato' Azhari, paman dari Harris Iskandar. Lagian penerbangan Rania sore hari jadi dia pasti sudah pulang dari toko bunga miliknya. Bisa menjemput istri sepupunya itu di KLIA.

“Assalamualaikum, Pa,”

Rania langsung menghubungi papanya yang tinggal di Semarang, pak Heru Pradana. 

(Waalaikumussalam Nia, gimana kabarmu nduk?)

“Alhdulillah Nia sehat pa, Papa pa kabar?”

(Papa sehat, bahkan makin awet muda. Hehehe..)

“Alhamdulillah, Alexa dimana pa?”

(Tadi keluar mau dinner dengan Haikal dan Bara)

“Bara sekarang sudah bisa apa Pa? Kangen banget sama dia.”

(Bara sudah belajar jalan, Harris mana?)

“Begini pa, besok Nia mau ke Kuala Lumpur, suami Nia sudah seminggu disana, Nia call papa mau pamitan juga.”

(Jaga diri disana ya sayang, ingat kalau sedih dan ada masalah, buka mushaf dan mengaji, biar tenang)

“Iya pa, Papa jaga kesehatan ya, salam buat mama Gisel dan Lexa. Assalamualaikum, Pa.”

(Waalaikumussalam, kamu juga hati-hati di sana).

Rania mengakhiri panggilan dan menurunkan travel bag lalu memasukkan barang-barang yang mau dibawanya. 

********

Kuala Lumpur  22.00

“Is harus nikahi dia, papa dan mama tak ingin dengar alasan lagi,” Dato' Jamal berjalan mondar mandir di ruang tamu utama rumahnya, suaranya keras membahana membuat semua yang ada disana terdiam, dia marah karena putranya buat masalah sangat besar kali ini, Harris Iskandar berdecak dan duduk tegak disebelah Nenda. Wajahnya yang selalu tampan dan rapi, sekarang tampak lesu dan kusut.

“Is sudah ada istri Ma, Pa, jangan lupa itu.”

“Apa Is juga lupa, nama keluarga kita bisa rusak kalau sampai media tahu tentang semua ini,” Dato' Jamal semakin meninggikan suaranya.

“Apa kata keluarga Safina kalau Is tak mau bertanggung jawab? bisa hancur nama kedua keluarga, pikirkan juga tentang masa depan Safina, tentang kerjasama kedua keluarga. Berita tangkap khalwat(penggerebekan) ini cepat sangat tercium oleh awak media.” Nenda mulai ikut angkat bicara.

Sementara Harris cuma diam tertunduk, wajahnya kusut. Kejadian beberapa jam lalu kembali berputar di kepalanya, wajah istrinya yang ada di Jakarta terbayang, dia semakin merasa bersalah. Dia terlalu terbawa kenangan lalu hingga jatuh ke dalam pelukan Safina lagi, mantan tunangannya dulu. Menjebak dia dalam masalah besar seperti sekarang ini.

“Pa, kita boleh bayar denda kan? tak perlu ada pernikahan. Nanti Is bicara dengan Fina. Berunding tentang ini semua,”

“Mama mau Is kahwin dengan Safina, Is mampu kalau ada istri lebih dari satu, apa kata Tan Sri Ja'far kalau tahu tentang ini.” ucapan Datin Maria di sahut dengan anggukan kepala Nenda dan yang lain. Menyetujui pemikiran Datin Maria.

“Tapi ma, Is tak mau dan tak bisa sakiti hati istri Is,” Harris masih membela diri. Enggan menurut kata keluarganya.

“Lalu ditangkap oleh JAIS (Jabatan Agama Islam Selangor) dengan keadaan setengah bugil dan memalukan tadi apa tak menyakiti hati istri Is?” ucap Atuk penuh penekanan. Harris terdiam.

“Lagipun Nenda suka dengan Safina tu, kita dah lama tunggu Is ada waris dari istri Is, sudah lama pun Is berumah tangga, tiga tahun Is kahwin tapi tidak ada anak, entah-entah istri Is itu mandul agaknya. Tak boleh kasih keturunan.” 

Di luar, tepatnya di dekat pintu utama, airmata Rania tidak mampu ditahan lagi, banjir tiada henti, sudah lima belas menit dia berdiri kaku disana tidak bisa melangkah, setelah mendengarkan semua pertikaian orang-orang diruang tamu itu, pembicaraan itu mampu meluluhlantakkan hidup dan hatinya kini,  Suhana meremas tangan Rania memberi kekuatan pada gadis itu, dia kasihan melihat gadis disampingnya, niat hati datang untuk memberi kejutan pada suami, tapi sekarang dia pula yang dapat kejutan sebesar itu.

‘Sampai hati Abang, sampai hati buat Nia seperti ini.’

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Broken
9.5
Dunia Risa Aulia runtuh saat suaminya, Danuarta Prasetya, berselingkuh dengan Karina Jelita yang merupakan sahabatnya sendiri. Saat duka kehilangan sang ayah belum reda, Risa harus tertatih menyembuhkan luka batinnya seorang diri. Di tengah keterpurukan, kehadiran pemuda blasteran bernama Dio Al Gazali perlahan membawa secercah harapan. Namun, jalan pemulihan Risa terusik ketika Danu tiba-tiba datang lagi untuk memohon kesempatan kedua guna memperbaiki rumah tangga mereka.
Sampul Novel Cinta Rumit Tiga Sekawan
8.8
Setelah sekian lama berjuang melawan penyakitnya hingga hampir sembuh, Wenny Sanjaya akhirnya mengambil keputusan besar yang mengejutkan keluarganya. Saat sang ibu, Maya Sanjaya, menawarkan pilihan untuk membatalkan perjodohan masa kecilnya di Kota Jintara, Wenny justru menyatakan kesediaannya untuk pulang dan menikah. Namun, sebelum melangkah ke pelaminan, Wenny meminta waktu dua minggu guna menuntaskan segala urusan yang tersisa di Kota Hanis, sementara keluarganya mulai mempersiapkan pernikahan tersebut.
Sampul Novel Kali ini, Kita Tak Terpisahkan
8.3
Hubungan Rosa dan tunangannya, Bobby, jauh dari kata romantis. Sebagai seorang putra Buddha yang dikenal tidak peduli pada urusan duniawi, Bobby tampak mustahil untuk digoyahkan. Namun, Rosa akhirnya menyadari kebenaran yang menyakitkan: Bobby bukannya tidak memiliki perasaan atau kebal terhadap godaan, melainkan hatinya saja yang tertutup rapat khusus untuk Rosa. Sadar akan posisinya yang tak pernah diinginkan, Rosa memilih untuk mundur. Ia menetapkan batas waktu selama tujuh hari saja untuk menghapus seluruh perasaannya dan melupakan Bobby sepenuhnya.
Sampul Novel Penyesalan Mantan Suami di Depan Makamku
9.6
Kepulangan Rina Januar memicu keretakan rumah tangga sang protagonis. Setelah mendapati bukti kedekatan suaminya, Galih Gunawan, lewat unggahan foto di media sosial Rina, sang istri langsung dihadapkan pada tuntutan cerai. Galih mendesaknya melepaskan status Nyonya Gunawan demi menyerahkannya kepada Rina. Menyadari sisa hidupnya tidak lama lagi, ia merelakan segalanya hingga ajal menjemput. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi Galih, yang kini menangis penuh penyesalan di depan makamnya dan berjanji tidak akan pernah menggenggam tangan wanita lain.
Sampul Novel SUAMI TIGA RANJANG
8.5
Sebastian Narendra Gunawan, pebisnis mebel yang gemar balap mobil, telah hidup bersama dua istri rupawan. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang umbrella girl saat menjamu rekan bisnisnya. Pertemuan itu memicu obsesi baru dalam diri Sebastian untuk beristri tiga. Akankah kedua istrinya merelakan pernikahan ketiga ini, atau justru bersekutu menyusun rencana besar demi menghentikan ambisi sang suami mereka mereka?
Sampul Novel The Unwanted Bride
9.4
Oryza Sativa Wiryawan, siswi SMA yatim piatu, dipaksa menikah oleh ibu tirinya yang serakah. Ia harus bersanding dengan Airlangga Putra Dewangga, pria 34 tahun yang antipati pada komitmen. Pernikahan ini terjadi hanya karena Airlangga ingin membalas budi ibunya kepada mendiang ibu Ory. Menganggap pernikahan sekadar pemuas nafsu bagai membeli sate tanpa mengurus kambing, logika dangkal Airlangga yang menyamakan manusia dengan hewan itu langsung ditentang keras oleh Ory.