APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Preman Cantik dan Sang Penguasa

Preman Cantik dan Sang Penguasa

Jiwa seorang preman cantik terbangun di tubuh Mira Roselin, putri konglomerat manja yang dahulu tewas. Sebelumnya, Mira selalu mengemis cinta dari tunangannya yang berkuasa dan dingin. Kini, dengan jiwa baru yang tangguh, ia menolak tunduk dan tidak akan lagi mengejar cinta pria tersebut. Perubahan drastis ini justru berbalik membuat sang tunangan penguasa yang kini harus berlutut demi mendapatkan perhatiannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pukul 7.00

Matahari sudah menanjak naik, meninggalkan peraduannya. Chris dan Philips berdiri berhadapan di depan pintu.

Philips melepaskan Chris yang berpamitan untuk berangkat ke kantor polisi.

"Saya akan melaporkan kasus ini ke atasan, paman. Tolong kabari kalau korban sudah sadarkan diri." Masih dengan menyematkan senyum Chris kemudian berlalu setelah mendapat anggukan dari Philips.

Ia masuk ke dalam mobil. Diamatinya barang bukti tadi sejenak. Manik matanya berubah gelap. Senyum di wajahnya telah lenyap. Menakutkan bagaimana bisa dia mengubah ekspresinya dengan begitu cepat.

Diambilnya ponsel yang sejak tadi menyala. "Saya akan akan menuju ke sana sekarang."

Panggilan itu kemudian terputus. Yang tidak siapapun sadari Chris melajukan mobilnya ke arah berlawanan dari kantor polisi. Dengan terus memandangi barang bukti yang begitu berharga.

Wajah polos Chris sekarang memuncukan guratan licik.

***

Rumah Philips.

Mira baru saja bangun dan keluar dari kamar sang paman. Ia sekilas melihat kamarnya yang ditempati penghuni asing. Tertutup.

Mira mengecek kondisi orang yang ada di dalam kamar. Keningnya mengerut karena hanya menemukan Ane di atas ranjang. Pagi ini pun penampilan Ane masih semengenaskan kemarin malam.

Mira menutup pintu lagi dan berbalik.

"Paman!" Panggilnya.

"Ya!"

Ada suara sahutan dari dapur. Gadis itu lekas menyusul. Tepat saja—ada sang paman yang tengah duduk di depan meja makan sembari menyeduh kopi hangat.

"Chris baru saja berangkat, dia akan ke kantor polisi dan melaporkan apa yang Ane alami."

Mira mengangguk saja. Chris memang selalu tidak mengecewakan. Pria itu pasti merasakan tanggung jawab untuk membela keadilan sehingga berangkat begitu pagi. Padahal ini bukan waktu biasa jam kerja Chris dimulai.

Philips menuangkan air putih ke gelas dan menyerahkannya kepada Mira. Disambut Mira air putih tadi. Air membasahi kerongkongan Mira yang kering.

Pria berumur itu memijat bahunya yang terasa begitu kaku. Semalam penuh ia dan Chris berjaga. Malam tadi mereka tidur di atas kursi kayu yang keras. Karena merasa sangat waspada Philips tidak bisa tertidur nyenyak dan beberapa kali terbangun untuk mengecek kondisi Anne.

Mira melihat sang paman yang tampak begitu lelah. Mendesah—gadis itu kemudian mendekati sang paman dan menggunakan tangannya yang kasar untuk memijat bahu dan punggung pamannya.

"Inilah alasan orang malas bergerak membantu orang lain. Karena mereka takut akan kesusahan saat menolong orang itu."Mira bicara sambil berdecak.

Meski Philips menyandang gelar sebagai ketua preman jiwa kemanusiaannya masih menggelora. Ia yang tak kenal takut tak segan membantu orang lain. Contohnya kemarin ketika Nenek penjual Buah hendak dipalak Philips membantunya. Bertarung dengan preman seberang untuk menyelamatkan sang nenek.

Jangan kira sebagai ketua preman Philips tak punya rasa kemanusiaan. Ia punya—dan menjunjung tinggi. Hanya kepada para bajingan rasa kemanusiaannya itu hilang tak berbekas.

Sekarang sang paman kembali menyusahkan dirinya karena menyelamatkan seorang wanita asing.

"Jangan berkata begitu, nak. Coba bayangkan dirimu berada di posisi wanita itu, kau pasti akan sangat bersyukur karena seseorang menyelamatkanmu. Dan kau mungkin akan membalas kebaikan orang yang menyelamatkanmu dengan segenap hati."

"Astaga, aku langsung merasa ditikam seketika," sahut Mira dengan cemberut. Sang paman tertawa kecil. Tahu jika respon Mira demikian maka itu tandanya pikirannya sudah disadarkan.

"Paman kapan pensiun jadi ketua preman? Aku ingin menggantikan posisi paman segera." Senyum-senyum di belakang gadis itu.

"Dan semakin membuatmu bersikap sok-sok'an? Tidak, lebih baik paman menyerahkan tahta kepada Kris."

Gerakan tangan Mira yang tadinya memijat lembut kepala sang paman berhenti. Dia kemudian memutari meja hingga berdiri di depan sang paman.

Lihatlah gadis itu mengerucutkan bibirnya.

"Issh, mulai lagi paman menyebut nama si Kris itu. Apa sih hebatnya dia? Dia kalau menagih hutang modal wajah saja. Tidak ada yang takut dengannya dilingkungan ini. Beda denganku yang ditakuti dan disegani."

"Nah kalau kau berkata begitu paman semakin ingin memilih Kris," balas Philips.

Kris itu bawahan Philips. Pria itu cukup terkenal dilingkungan ini karena parasnya yang rupawan. Hanya dia satu-satunya preman ramah yang tidak disegani.

"Paman!" Merajuk.

Philips menggeleng. Dia kemudian berdiri.

"Astaga, kenapa membahas pensiun, heum? Sudah paman bilang bukan, paman akan pensiun kalau sudah meninggal. Kau ingin paman segera meninggal ya?"

"Astaga, biadab sekali aku kalau berpikir begitu! Aku hanya ingin paman istirahat sebelum usia 50 tahun. Itu saja."

"Nanti akan paman pikirkan."

"Eh mau kemana?"

Melihat sang paman berbalik dan mengambil jaket segera mengekori.

"Ada yang paman urus, kau jangan kemana-mana dan tetap dirumah."

Mata Mira melotot seketika.

"Hah? Kenapa aku disuruh tetap di rumah! Aku mau keluar dan melihat pertunjukan kembang api."

"Itu kan malam nanti. Mana ada pertunjukan kembang api di siang hari. Meski meledak di udara kau tidak akan melihat apa-apa. Hanya benda putih yang menyisakan asap."

Benar juga, ah pamannya terlalu pintar untuk dikibuli. Mira memasang wajah cemberut.

"Masih belum waktunya sebelum acara kembang api itu dimulai, paman akan kembali sebelum malam. Lagipula kau perlu menjaga Anne yang belum sadarkan diri," lanjut Philips dan mengusap rambut Mira.

Philips selesai memasang jaketnya.

"Ingat beri kabar kepada Chris kalau Ane sudah bangun."

Pesan terakhir Phillips sebelum keluar rumah.

"Hati-hati," ujar Mira. Sang paman memberikan lambaian tangan. Ketika sudah keluar dari pagar rumah Philips menatap kertas yang ada di tangannya.

Pria itu merasa perlu mencari lebih banyak bukti agar Anne bisa mendapat keadilan. Ia kemudian menggunakan sepeda motor bututnya menuju Klub Malam Vell.

"Cih, apa yang akan kulakukan sekarang?" Mendesah kesal.

Mira kembali memeriksa kondisi Ane. Tidak ada perubahan sama sekali. Hatinya merasa sedih.

Mengapa? Mengapa wanita seringkali dilecehkan. Para wanita menjadi serba salah. Mereka berpakain seski dijuluki si jalang penggoda. Padahal wanita-wanita itu hanya ingin berpakaian cantik. Salahkan pada nafsu binal para lelaki yang tak bisa menahan diri. Jangan salahkan pakaian si wanita.

“Kau pasti punya mimpi tinggi yang hendak kau raih.” Mira bicara sembari menjadikan Ane sebagai fokus. “Aku hanya ingin mengatakan bahwa, mimpimu tidak akan hancur hanya karena musibah ini. Jangan terpuruk dan pergilah ke psikiater nanti. Jangan dipendam karena nanti bisa menjadi penyakit mental.”

“Mendiang Ayahku meninggal karena stess setelah mengetahui fakta ibuku berselingkuh.” Mira merasa air matanya menggenang. “Aku diragukan sebagai anaknya. Aku tahu itu ... hanya saja aku tidak ingin membuka pembicaraan itu dan membuat luka ayahku kembali mencuat. Pada akhirnya aku tersiksa karena memendam kemarahanku sedniri.”

“Kenapa aku yang dijauhi.”

“Kenapa aku yang didiamkan, Aku tidak punya salah. Aku hanya lahir ke dunia dan tidak tahu menahu apa- apa.”

“Jadi Ane jangan menangis sendiri, jangan memendam masalah sendiri. Bicaralah pada seseorang saat kau merasa kesulitan.”

Saat itu Ane mendengar semua cerita Mira. Ane memang berpikir untuk mengakhiri hidupnya setelah bajingan yang telah memperkosanya di bunuh. Tapi sekarang niatnya goyah.

Semua orang menderita. Hanya saja yang membedakan ada yang ingin bangkit dan berusaha. Ada pula yang memilih menyerah. Ane berpikir ulang sepadankah mengakhiri hidup tanpa mencoba pulih?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.7
Tujuh kali menikah dan diceraikan oleh pria yang sama demi wanita lain membuat perasaan wanita ini mati rasa. Dari mencoba mengakhiri hidup hingga belajar pergi tanpa suara, ia telah melewati semua kepedihan. Kini, saat kekasih lama suaminya kembali, ia memilih menyodorkan surat cerai atas inisiatif sendiri. Sang suami mengira ini hanyalah bagian dari siklus pernikahan kembali yang biasa mereka lakukan, tanpa menyadari bahwa kali ini istrinya benar-benar pergi selamanya.
Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
8.8
Setelah tujuh tahun bersama, aku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi bersama sahabatnya. Begitu bebas dan sukses kembali, Deon memaksaku menikah sebagai bentuk balas dendam. Di balik citra pernikahan yang harmonis, dia menyiksa batin dengan membawa wanita lain—termasuk adik kandungku—ke ranjang kami. Deon tidak pernah tahu bahwa demi membersihkan namanya, aku rela menyusup ke sarang mafia hingga kehilangan ginjal dan setengah hatiku. Kini, waktuku untuk bertahan hidup hampir habis.
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Demi mengamankan warisan, Adam menikahi Maya yang naif, walau hatinya milik Sabrina. Hubungan gelapnya tertutup rapat berkat kelicikannya. Namun, rahasia itu perlahan tercium. Saat kebenaran terungkap, Adam harus memilih: mempertahankan kekayaan atau cinta sejatinya.
Sampul Novel Menjadi Bayang Cinta Pertamanya
9.2
Sedang hamil tiga bulan, Jessy dipaksa suaminya, Jasper, menyelam ke laut demi mengambil kalung peninggalan ibu dari cinta pertamanya, Viola. Meski memohon dengan air mata, Jessy justru disudutkan oleh teman Jasper karena hanya ia yang bisa berenang. Berharap ada belas kasih di mata sang suami, Jessy justru menerima penolakan dingin. Jasper menegaskan ia akan baik-baik saja karena pandai berenang sebelum dirinya didorong ke laut. Jessy akhirnya sadar ia hanyalah bayangan dalam hidup Jasper.
Sampul Novel Michael Obsession
9.7
Michael Yates Hutomo sekian lama mengobsesi Casandra dan menunggu momen pas untuk merebutnya. Peluang itu hadir saat usaha Casandra di ambang kehancuran. Michael bersedia menolong, tetapi ia menuntut pernikahan sebagai imbalan. Demi melindungi aset keluarganya, Casandra terpaksa melepaskan sang kekasih. Walau fisiknya kini dalam cengkeraman miliarder itu, Casandra bertekad kuat bahwa hati dan cintanya tidak akan pernah bisa Michael miliki.
Sampul Novel Miliarder Misterius dan Pengantin Penggantinya
8.6
Demi membiayai pengobatan pelayan tercinta, Julita terpaksa menggantikan saudara angkatnya untuk menikah dengan Erwin, pria yang dicap tidak berguna. Erwin sendiri setuju menikahi Julita hanya demi memenuhi wasiat ibunya. Namun, di balik penindasan yang dialami Julita, Erwin ternyata menyimpan rahasia besar tentang kemiripan dirinya dengan miliarder terkaya di kota. Akankah pernikahan penuh kebohongan identitas ini bertahan, atau justru berujung pada bencana?