APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Preman Cantik dan Sang Penguasa

Preman Cantik dan Sang Penguasa

Jiwa seorang preman cantik terbangun di tubuh Mira Roselin, putri konglomerat manja yang dahulu tewas. Sebelumnya, Mira selalu mengemis cinta dari tunangannya yang berkuasa dan dingin. Kini, dengan jiwa baru yang tangguh, ia menolak tunduk dan tidak akan lagi mengejar cinta pria tersebut. Perubahan drastis ini justru berbalik membuat sang tunangan penguasa yang kini harus berlutut demi mendapatkan perhatiannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Melewati gang sempit yang sepi ditengah malam buta bukan masalah besar bagi Philips. Si ketua preman berumur 46 tahun itu sudah terbiasa melakukannya. Sebab setiap hari ia melewati gang sempit untuk menuju rumahnya.

Tapi langkahnya sekarang terlihat berhati-hati. Tangannya pun juga mulai meraih pisau yang selalu berada di balik punggungnya. Ia mendengar sebuah suara.

"Tolong aku." Samar-samar suara serak merintih terdengar.

Suasana sangat gelap, sehingga Philips perlu berhati-hati. Ini sudah tengah malam dan kejahatan bisa saja terjadi.

Grep!

"Setan!" Umpat Philips. Sebuah tangan berlumur darah memegang kakinya. Mata Philips membelalak lebar.

"Tolong aku, seseorang baru saja memperkosa ku dan mereka hendak membunuhku sekarang,"ujarnya dengan suara penuh ketakutan. Bahkan Philips bisa merasakan gemetar hebat tangan wanita itu yang tengah memegang kakinya.

Philips berjongkok dan melihat penampilan si wanita. Mata Philips memindai kondisi wanita itu. Matanya bengkak, sudut bibirnya pecah, pipinya biru, dan keningnya berdarah-darah. Kacau dan mengerikan gambaran pas untuk wanita asing yang hampir hilang kesadarannya itu.

Philips yakin ini bukan sebuah penipu. Kalau pun si wanita hendak menipunya Philips punya senjata tajam dan akan balas menyerang.

"Aku akan membawamu ke rumahku lebih dulu, semoga kau tidak keberatan." Setelah mengatakan itu Philips kemudian menggendong si wanita yang lemah tak berdaya. Membawa langkah kakinya menjauhi kegelapan.

Philip tidak tahu segerombolan orang menatapnya dari kejauhan sebelum kemudian berbalik ketika mendapat instruksi dari si ketua.

***

Mira tengah berbaring di sofa dengan kondisi televisi yang masih menyala. Mata gadis itu terpejam. Ia lelah menunggu sang paman yang belum muncul batang hidungnya.

Dia adalah si gadis sembrono. Gadis itu berusia 24 tahun, dan dalam hitungan detik usianya akan bertambah.

Dia gadis manis. Punya rambut keriting ikal, bulu matanya lebat dan kulitnya terang.

"Mira!"

Duk Duk Duk

Gedoran yang begitu keras membuat Mira serta merta langsung tersentak. Matanya langsung terbuka lebar.

"Mira, buka pintunya!"

"Astaga paman?!" Mira menyingkap selimut dan segera berlari menuju pintu.

Kenapa pamannya berteriak di malam buta begini. Bisa-bisa warga sekitar terganggu dan memberikan keluhan kepada mereka.

Tapi keluhan bukan hal yang sulit mereka selesaikan. Sebab lingkungan sekitar atau sendiri siapa si yang paling berkuasa daripada penguasa. Tentu jawabannya adalah Philips si ketua preman.

"Cepatlah Mira!" Diluar terdengar suara mendesak tidak sabaran.

"Sabar paman!" Geram Mira. "Sudah ku bilang bawa kunci rumah kalau kel—siapa wanita ini paman?" Buyar sudah cercaan Mira yang hendak memarahi sang paman. Manik mata Mira kebingungan menyaksikan sang paman tengah menggendong seorang wanita di tengah malam buta begini.

Manik mata Mira semakin membulat penuh ketika fokus melihat wanita asing itu. Kengerian terpancar dari manik mata hitamnya.

"Dia berdarah-darah—apa yang sudah paman lakukan?!"

Mira membungkam mulutnya seketika. Sisi semboro dalam dirinya mulai lagi. Kenapa dia berteriak kencang!

Pikiran buruk bahwa sang paman telah melakukan hal-hal mengerikan menyerang kepalanya.

"Minggir dulu." Philips kemudian masuk dan melewati sang keponakan yang masih syok.

Oke, sang paman pernah membuatnya syok karena membawa seekor harimau yang lepas dari kebun binatang. Tapi sekarang Mira dibuat syok luar biasa melebihi ketika sang paman membawa seekor harimau. Sang paman membawa seorang wanita asing yang terlihat babak belur karena dipukuli segerombolan orang!

Mira lekas-lekas mengekori pamannya yang sekarang menuju kamarnya.

"Kenapa membawa perempuan ini ke kamar ku! Siapa dia?!"

Gadis itu gemas.

"Apa yang terjadi? Apa paman yang memukulnya? Paman menganiaya wanita asing ini? Apa salahnya?" Cecar Mira. Dadanya berdegup kencang. Bukan karena rasa suka melainkan ketakutan karena praduga yang negatif di dalam kepalanya.

Tapi sang paman belum menjawab sepatah kata pun. Philips sekarang tengah sibuk meletakkan wanita tadi ke atas ranjang milik Mira. Memberikan bantal tinggi.

Mira berdiri di kaki ranjang.

"Paman kita memang preman, tapi kita tidak menyakiti orang. Kecuali ada situasi yang mengharuskan membela diri agar tidak terluka barulah kita menyerang. Itu prinsip kita, apa paman lupa?!" Suara Mira meninggi. Matanya menatap horor ke arah Philips.

Mira adalah bagian dari kelompok preman lingkungan 11 itu. Nama daerah yang mereka tempati adalah lingkungan 11.

Lingkungan terbuang. Karena dipengaruhi oleh preman, pemulung dan beberapa lansia saja. Sedikit sekali masyarakat yang punya kemampuan tinggal di lingkungan 11 itu. Sebab memang bukan lingkungan yang sedap dipandang.

Philips menarik nafas sebelum menjawab sang keponakan yang memasang raut wajah gusar.

"Tepat sekali, paman sangat ingat prinsip kita," sahut Philips yang masih tidak membuat Mira puas.

"Tenanglah paman tidak berbuat buruk kepada wanita ini. Paman menemukannya di gang depan ketika hendak pulang," tuturnya menjelaskan singkat.

Bola mata Mira membulat.

"Lalu paman langsung membawanya tanpa pikir panjang?!" Bentak Mira tak percaya. Harusnya Philips berpikir puluhan kali untuk membawa wanita itu.

Philips menutup telinganya. Astaga, suara keponakannya itu memang selalu mengerikan.

"Paman harus menolongnya itu yang paman pikirkan pertama kali."

"Kemarilah." Pinta sang paman dan membawa Mira dengan menggandeng tangannya. Keluar dari dalam kamar.

"Wanita itu mengaku sehabis diperkosa lalu hendak dibunuh. Paman tidak bisa membiarkannya tergeletak di tengah jalan begitu saja.”

“Di-diperkosa? Hendak di bunuh? “

Mira syok hingga tak bisa berkata-kata. Ia membekap mulutnya.

Pantas saja pakaian wanita itu robek. Sekilas tadi Mira juga melihat bekas cekikan di leher si wanita. Wanita tadi juga terus meringis dan menangis. Akan ada lebih banyak tanda kejahatan yang bisa mereka temukan jika sesuai dengan pengakuan si wanita. Situasi ini sangat serius.

Mira lantas menjambak rambutnya lalu memandang lagi ke arah kamar tadi. Harusnya setelah jam 12 malam mereka merayakan ulang tahun Mira. Merayakan umur Mira yang sudah menginjak 25 tahun. Tetapi situasi malah jungkir balik. Sekarang bukan saat yang tepat untuk berhore ria.

“Sebaiknya kita coba hubungi orangtua atau kenalannya paman, bagaimana kalau paman nanti malah terkena masalah karena membantunya.” Mira meneguh ludah. Bukan niat hati hendak mengusir wanita ini secara kejam, tetapi ia hanya bersikap waspada.

“Dia hanya membawa tubuhnya, nak. Tidak ada ponsel, dompet ataupun kartu nama.”

“Dia tidak berdaya, nak. Kita harus menolongnya dan memberikan tempat perlindungan sementara.”

Mira menarik nafas. Benar, mereka harus melakukan hal itu.

“Kalau begitu paman tolong keluar dari ruangan. Aku harus membuka bajunya untuk mengobati luka- luka yang ia alami. Aku juga akan meminjamkan bajuku untuknya.”

Phhilips mengangguk. Kemudian ia berhenti lagi.

“Kenapa?” tanya Mira.

"Sebelum mengobatinya sebaiknya kita rekam pengakuannya dan juga memotret kondisinya sebagai bukti," ujar sang paman.

Sejenak Mira terdiam seakan menemukan hal baru dari sang paman. Mira tadi tidak terpikir untuk meminta rekaman pengakuan si wanita sebagai bukti.

“Ya, akan kuambil kamera milikku,” Mira memiliki kamera yang ia simpan di dalam lemari.

”Paman akan menelepon Chris dulu."

Chris adalah kekasih Mira yang merupakan seorang polisi di daerah ini. Masyarakat tak sungkan mengadu kepadanya jika terjadi kejahatan.

Pada situasi ini mereka tentu memerlukan Chris. Mira mengangguk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.7
Tujuh kali menikah dan diceraikan oleh pria yang sama demi wanita lain membuat perasaan wanita ini mati rasa. Dari mencoba mengakhiri hidup hingga belajar pergi tanpa suara, ia telah melewati semua kepedihan. Kini, saat kekasih lama suaminya kembali, ia memilih menyodorkan surat cerai atas inisiatif sendiri. Sang suami mengira ini hanyalah bagian dari siklus pernikahan kembali yang biasa mereka lakukan, tanpa menyadari bahwa kali ini istrinya benar-benar pergi selamanya.
Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
8.8
Setelah tujuh tahun bersama, aku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi bersama sahabatnya. Begitu bebas dan sukses kembali, Deon memaksaku menikah sebagai bentuk balas dendam. Di balik citra pernikahan yang harmonis, dia menyiksa batin dengan membawa wanita lain—termasuk adik kandungku—ke ranjang kami. Deon tidak pernah tahu bahwa demi membersihkan namanya, aku rela menyusup ke sarang mafia hingga kehilangan ginjal dan setengah hatiku. Kini, waktuku untuk bertahan hidup hampir habis.
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Demi mengamankan warisan, Adam menikahi Maya yang naif, walau hatinya milik Sabrina. Hubungan gelapnya tertutup rapat berkat kelicikannya. Namun, rahasia itu perlahan tercium. Saat kebenaran terungkap, Adam harus memilih: mempertahankan kekayaan atau cinta sejatinya.
Sampul Novel Menjadi Bayang Cinta Pertamanya
9.2
Sedang hamil tiga bulan, Jessy dipaksa suaminya, Jasper, menyelam ke laut demi mengambil kalung peninggalan ibu dari cinta pertamanya, Viola. Meski memohon dengan air mata, Jessy justru disudutkan oleh teman Jasper karena hanya ia yang bisa berenang. Berharap ada belas kasih di mata sang suami, Jessy justru menerima penolakan dingin. Jasper menegaskan ia akan baik-baik saja karena pandai berenang sebelum dirinya didorong ke laut. Jessy akhirnya sadar ia hanyalah bayangan dalam hidup Jasper.
Sampul Novel Michael Obsession
9.7
Michael Yates Hutomo sekian lama mengobsesi Casandra dan menunggu momen pas untuk merebutnya. Peluang itu hadir saat usaha Casandra di ambang kehancuran. Michael bersedia menolong, tetapi ia menuntut pernikahan sebagai imbalan. Demi melindungi aset keluarganya, Casandra terpaksa melepaskan sang kekasih. Walau fisiknya kini dalam cengkeraman miliarder itu, Casandra bertekad kuat bahwa hati dan cintanya tidak akan pernah bisa Michael miliki.
Sampul Novel Miliarder Misterius dan Pengantin Penggantinya
8.6
Demi membiayai pengobatan pelayan tercinta, Julita terpaksa menggantikan saudara angkatnya untuk menikah dengan Erwin, pria yang dicap tidak berguna. Erwin sendiri setuju menikahi Julita hanya demi memenuhi wasiat ibunya. Namun, di balik penindasan yang dialami Julita, Erwin ternyata menyimpan rahasia besar tentang kemiripan dirinya dengan miliarder terkaya di kota. Akankah pernikahan penuh kebohongan identitas ini bertahan, atau justru berujung pada bencana?