APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Predestinasi Cinta

Predestinasi Cinta

Setahun berpacaran dengan Tama, Nayyara Maheswari harus menghadapi benturan adat dan restu. Tuntutan biaya tinggi untuk meminang sang kekasih membuatnya berkecil hati. Namun, sebuah konspirasi jahat tiba-tiba menjebaknya. Akibat makanan yang dicampur obat perangsang, ia terpaksa melewati malam bersama Khalingga, bos sekaligus putra pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Kejadian tak terduga ini pun seketika mengubah garis hidup mereka berdua selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sepanjang perjalanan menuju bandara, Tama terus tersenyum bahagia, seperti anak kecil mendapatkan mainan kesukaannya. Sedangkan Nayyara hanya menahan malu karena kejadian tadi masih berputar-putar di kepalanya.

Tama masih fokus mengendarai mobil, lalu melirik Nayyara, "kamu cepet belajar yah?" Dengan senyum lebar nan bahagia.

Nayyara makin tersipu malu, mendengar Tama membahas kejadian tadi. "Apaan si?!" Nayyara menjawab yang disertai pukulan ke bahu Tama.

Bukanya merasa sakit Tama malah tertawa "hahaha".

Sedangkan Nayyara cemberut dan menatap jalan.

Sebenarnya ia juga ingin menertawakan kebodohannya, tapi ditahan karena rasa malu yang mendominasi.

Sesampainya di bandara mereka langsung berjalan menuju pintu kepulangan.

Tama mengedarkan pandangan meneliti setiap orang yang keluar. Ia tersenyum dan melambaikan tangan ke arah sepasang suami istri paruh baya yang masih terlihat segar dan awet muda.

"Itu Amai sama Bapak!" Tama menunjuk ke arah sepasang suami istri paruh baya yang berjalan ke arah nya, dan dijawab anggukan oleh Nayyara.

Nayyara hanya memperhatikan Tama dan orang tuanya, ia melihat sesekali bahu Tama ditepuk-tepuk ayah Tama, sambil berbicara menggunakan bahasa daerah yang Nayyara sama sekali tidak mengerti. Ia hanya memperhatikan sambil tersenyum ramah.

"Ini?" ujar ibu Fatma sambil melemparkan senyum kepada Nayyara.

Tama mengangguk, "iya yang ini…"

Nayyara pun ikut mengangguk pelan dan tersenyum. Lalu menci*m tangan mereka.

Tama merangkul bahu Nayyara, "Ini Nayyara calonku." Nayyara hanya tersenyum menahan rasa canggung nya.

Lalu Tama mengenalkan Nayyara pada bu Fatma dan pak Ridwan, ya mereka adalah Amai dan Bapak Tama.

Di dalam mobil orang tua Tama menceritakan keadaan kampung beserta sanak saudaranya.

Kali ini Nayyara bisa mengerti apa yang mereka bicarakan. Ya, karena kali ini mereka berbicara tidak menggunakan bahasa daerah lagi.

Ibu Fatma bercerita bahwa saudara laki-lakinya, baru saja menikah dan mendapatkan Uang japuik yang sangat mahal dari mempelai wanitanya, karena dalam adat masyarakat Pariaman mempelai wanita memberi sejumlah uang untuk mempelai pria.

Entah mengapa perasaan Tama menjadi tidak nyaman.

Pak Ridwan langsung mengalihkan pembicaraan, yang sadar akan sinyal-sinyal bahaya.

"Amai ga cape? Udah Amai istirahat dulu aja!" Sambil melihat ke arah istrinya. Yang dibalas senyuman khas orang terpaksa oleh bu Fatma.

Sepanjang perjalanan hanya Pak Ridwan yang mendominasi pembicaraan, sambil diselipkan canda-canda kecil.

Sesampainya di apartemen milik Tama, Nayyara membantu menurunkan barang-barang yang dibawa orang tua Tama. Walaupun Tama melarangnya tapi Nayyara bersikeras ingin membantu.

Ibu Fatma terus memperhatikan Nayyara dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Kamu tinggal di sini sendirian??" Tanya Pak Ridwan kepada Tama sambil mengedarkan pandangan melihat apartemen.

"Pengennya si sama yang itu Pak, cuman yang itunya ga mau." Tama menunjuk Nayyara yang sedang menghangatkan kuah soto.

Sedangkan bu Fatma beristirahat merebahkan tubuhnya di ranjang salah satu kamar. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang.

Rupanya Pak Ridwan sedang memperhatikan Bu Fatma sedari tadi. "Dari siapa Mai?" Suara Pak ridwan mengagetkan Bu Fatma.

"Bukan siapa-siapa Pak." Bu Fatmah meletakan ponselnya.

"Ooo, yuk makan! udah siap semuanya." ajak pak Ridwan.

Bu Fatma terpaksa bangun dari kasur nyaman, yang sedang ia tiduri kemudian berjalan menuju meja makan.

Di meja makan sudah tersedia soto dan bahan pelengkap lainya seperti sambal, kecap, bawang goreng, emping dan aneka sate sudah tertata rapi di meja makan.

Tama sudah terlebih dulu di meja makan, yang disusul bu Fatma dan pak Ridwan, Nayyara yang terakhir bergabung karena dia harus menyiapkan minum terlebih dahulu.

Sebelum makan, bu Fatmah mencicipi sotonya terlebih dahulu, dengan menyendok sedikit kuah soto lalu merasakanya.

Ia hanya merespon dengan menganggukan kepala, tanpa berkomentar apapun, entah apa yang ada dipikirannya. Lalu ia langsung menyantap sotonya.

Sedangkan Tama dan pak Ridwan menyantap sotonya tanpa ragu. Sesekali mereka memuji soto buatan Nayyara, yang membuat hidung Tama kembang kempis mendengar gadisnya dipuji. Puas menyantap soto mereka melanjutkan perbincangan di ruangan tengah.

Nayyara yang pada dasarnya tertutup lebih banyak diam dan mendengarkan. Membuat bu Fatma terus saja memperhatikan Nayyara.

Bu Fatma sangat tahu bahwa Nayyara gadis yang sempurna, cantik, baik, dan mapan, tapi entah apa yang membuat Bu Fatma merasa ragu.

Memang sudah bisa dipastikan firasat seorang Ibu sangat kuat menyangkut kebaikan anaknya.

"Sudah sejauh mana hubungan kalian?" Bu Fatma melirik ke arah Nayyara.

Nayyara bingung harus menjawab apa, karena sejauh hubungannya dengan Tama, belum pernah membicarakan hal yang serius.

"Rencana tahun ini, aku mau melamar Nayyara, Mai." Ucapan Tama bagai petir di siang bolong, sukses membuat Nayyara dan Bu Fatma terkejut.

"Bagus, tinggal kabarin aja, Bapak pasti siap!" Pak Ridwan tersenyum sambil menepuk bahu Tama.

"Sebelum kalian memutuskan untuk menikah, apa Nayyara tau tradisi kami sebagai orang Pariaman?" Seketika raut wajah Tama berubah mendung mendengarkan pertanyaan bu Ratna untuk Nayyara.

Nayyara menggeleng, "belum Bu." Jawabnya pelan. Sambil berpikir keras, tentang istilah yang disampaikan calon mertuanya, yang bahkan ia baru mendengarnya sekarang.

"Kalo tradisi kami sebagai orang Pariaman ada namanya tradisi bajupuik, jadi pihak perempuan memberikan Uang japuik kepada mempelai laki-laki, sesuai kualitas lelaki seperti pendidikan dan status sosial di masyarakat."

Deg

Sebenarnya Nayyara tidak terlalu mengerti yang bu Fatma katakan, tapi ia merasa dadanya sedikit sesak karena merasa sekarang ia sedang terpojok.

Sesekali Nayyara melirik Tama, mencari arti dari pembicaraan bu Fatma yang hanya dibalas senyuman oleh Tama.

Keluarga Tama sebenarnya tidak mempermasalahkan hal itu. Tapi entah apa yang membuat bu Fatma seolah mencari alasan untuk menjauhkan Tama dengan wanita pilihannya.

"Tujuan tradisi Bajupuik sebenarnya untuk mengangkat derajat mempelai pria beserta keluarga." ujar pak Ridwan menengahkan pembicaraan.

Nayyara hanya mengangguk-ngangguk mendengar pak Ridwan berbicara.

Tama yang sedang terdiam, menahan dan menata perasaannya yang kecewa, karena pertemuan orang tua dan kekasihnya yang Ia pikir akan berjalan lancar, ternyata menjadi hancur berantakan.

"Sebenarnya nanti akan dikembalikan pada acara Manjalang Mituo, setelah pesta pernikahan."

Deg

Pak Ridwan yang bermaksud menenangkan, malah membuat hati Nayyara tiba-tiba merasakan sakit dan sesak di dada. Secara tidak langsung Nayyara mengerti akan keraguan bu Fatma terhadapnya.

Pikirannya berkelana entah kemana, ia yg tadinya cukup bersemangat bertemu calon mertua, dan berharap mendapat kesan yang baik, seketika merasakan lemas mengetahui kebenaranya.

Senyum keterpaksaan tercetak dari bibir Nayyara, Menutupi kekecewaannya, berharap semua orang disana tidak ada yang menyadari.

***

Insyaallah info bisa dipertanggung jawabkan kebenaranya.

Tradisi Bajapuik ini mengandung makna saling menghargai antara pihak perempuan dengan pihak laki-laki, dihargai dalam bentuk uang japuik atau dinamakan dengan uang jemputan.

*sumber info hipwee.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai
9.6
Demi melunasi utang, Lana bersedia menjalankan misi dari Valerie untuk memikat ayahnya sendiri, Cedric Vellani. Rencana ini dibuat demi menggagalkan pernikahan pria kaya raya tersebut dengan wanita oportunis. Namun, menaklukkan Cedric yang berhati dingin tidaklah mudah. Lana justru terbuai oleh pesona sang target hingga kesepakatan rahasia mereka berubah menjadi cinta terlarang. Kini, di tengah rasa dikhianati yang dirasakan Valerie, Lana terjebak dilema antara uang atau cinta palsu.
Sampul Novel CINTA DI BALIK TOPENG
9.5
Seorang pengusaha sukses merahasiakan perannya sebagai bos mafia yang disegani. Takdir lalu mempertemukannya dengan seorang wanita misterius yang juga menyimpan masa lalu kelam. Di balik kemegahan dan ancaman bahaya, asmara mulai tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin yang hebat. Hubungan ini dipenuhi rintangan berbahaya seiring rahasia mereka yang mulai terungkap, membahayakan nyawa sekaligus takhta kekuasaan yang telah mereka pertahankan.
Sampul Novel Cinta Segitiga Yang Rumit
9.6
Alana Putri Pratama menjalani pernikahan dingin bersama Raihan Wijaya. Bagi Raihan, Alana hanyalah alat untuk memicu kecemburuan mantan kekasihnya. Saat sang cinta pertama kembali hadir, Alana diabaikan sepenuhnya dalam kehampaan. Di masa sulit ini, muncullah Daniel Sanjaya, seorang CEO tampan yang mulai mendekati Alana. Akankah Raihan tersadar sebelum istrinya berpaling, ataukah obsesi masa lalu akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Pasca bercerai, ia tidak sengaja masuk ke mobil Derryl Dariawan dan melewati malam bersama karena suatu kesalahan fatal. Kejutan berlanjut saat Derryl ternyata menjadi CEO baru di tempat kerjanya. Ratih sempat curiga dirinya dijebak, tetapi interaksi mereka justru memicu benih cinta. Kini, ia dilema karena perbedaan status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia membuka hati atau kembali ke pelukan mantan suami?
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max
7.8
Hera mengira hidupnya tak bisa lebih buruk lagi, sampai sang ibu terjerat utang pada Max, rentenir yang dikenal sangat kejam. Akibatnya, Hera disandera sebagai jaminan pelunasan utang tersebut. Batas waktu yang terus berjalan membuat posisinya kian terdesak. Jika ibunya gagal melunasi kewajiban itu tepat waktu, nasib mengerikan telah menanti Hera. Mampukah ia bertahan hidup dalam cengkeraman kekuasaan penuh Max yang dingin?
Sampul Novel Istri Lugu Presdir Dingin
8.4
Dunia Nia runtuh saat kehamilannya diketahui publik. Di tengah keputusasaan, seorang wanita yang pernah ditolongnya menawarkan pernikahan dengan Dion, seorang duda beranak satu. Nia menerima demi menyelamatkan masa depannya. Namun, takdir berkata lain ketika ia menyadari bahwa keluarga suami barunya ternyata berhubungan erat dengan pria yang telah menghamilinya. Kini, Nia terjebak dalam dilema besar mengenai kejujuran dan penerimaan sang suami terhadap janin di rahimnya.