APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Possessive Husband

Possessive Husband

Di usia 17 tahun, Kiara terpaksa menikahi Keith Wilson, gurunya sendiri, karena perjodohan mendadak. Kiara menolak keras, namun Keith menerima pernikahan itu demi rencana terselubung. Setelah sah menjadi suami, Keith bersikap sangat posesif dan membatasi kebebasan Kiara. Konflik rumah tangga mereka kian memanas saat rahasia masa lalu terbongkar dan sosok wanita lain hadir menguji kesetiaan. Di tengah rasa sakit, mampukah Kiara memaafkan Keith yang mulai dicintainya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Hot Newss guys!!"

Seorang pria dengan wajah sumringahnya itu berlari pelan memasuki kelas barunya dan mendekati teman-temannya yang tengah bergembira karena dapat satu kelas lagi tahun ini.

"Apasih Gem! Lo gak liat kita lagi happy banget karena bisa sekelas lagi? Bisa gak lo diem dulu tahan semua gosip yang lo bawa itu" ujar Fia salah satu temannya yang protes pada Gema.

"Ini soal Mr. Killer! Yakin lo gak mau denger?"

Mendengar panggilan tersebut, tentu tak membuat Fia saja yang membulatkan matanya penasaran namun beberapa teman-temannya yang berada di belakang mejanya masih sibuk bercerita mulai memperhatikan Gema dan mengerumuninya.

"Apa Gem?" Satria duduk di atas meja dan mulai penasaran mengenai gosip yang sering ia dengar mengenai Pak Keith sewaktu mereka kelas 10.

"Gue baru keluar dari ruang guru dan cari jadwal untuk kelas kita dan kalian harus liat ini!" Gema meletakan satu lembaran jadwal setiap kelas dan menunjuk satu hari di hari jum'at yang semua jadwalnya diisi oleh Pak Keith.

"Mati!! Ini serius?!" Bima kembali melihat jadwal di hari jum'at dan menggeleng dramatis seolah itu adalah akhir dunia.

"Gila kelas kita paling banyak jam pelajaran pak Keith dong!!" Aura yang mencocokan jadwal Pak keith di kelas lain dengan kelas mereka sendiri nampak tak terima dan mengundang anak-anak lain melihatnya.

Meski hanya kelebihan satu jam saja tetap itu merupakan neraka untuk mereka.

Diantara semua kehebohan itu ada satu diantara mereka yang menatap dengan polos dan seolah apa yang mereka lakukan itu satu hal berlebihan.

"Kalian kan belum tau bagaimana cara Pak Keith ngajar kita, kenapa harus bertingkah berlebihan begitu?"

Ucapan Kiara mampu membuat kelima teman-temannya menatap dia dengan kedua mata membulat lebar.

"Kia?! Lo gak pernah denger semua gosip tentang guru itu? Dan lo gak liat gimana jadwal guru itu yang mendominasi hari jum'at di kelas kita?" Aura menggeleng dan berdecak pelan.

"Sepertinya Kiara gak akan percaya kalo belum diajar sama guru itu. Yaudah Kia lo tunggu aja dan rasakan bagaimana cara guru itu mengajar" ucapan Fia dengan tawa ledeknya itu justru membuat perasaan Kia mendadak tak enak.

Sepertinya gosip-gosip mengenai Pak Keith memang benar.

***

"Besok kira-kira Pak Keith masuk gak ya?" celetuk Aura yang berada dalam rangkulan Satria.

"Emang dia bisa gak masuk?" tanya Satria pada Aura yang diangguki gadis itu.

"Bisa sayang! Pak Keith itu pekerjaan utamanya bukan guru"

"Emang iya?" Gema nampak baru mengetahui soal ini.

"Iya, gue sering ikut Papah ke pesta  bisnisnya. Terus suka liat Pak Keith di sana. Gue tanya sama Papah kalo Pak Keith itu salah satu pengusaha muda yang sukses besar bahkan perusahaannya bergerak di banyak bidang! Gila sekaya apa dia ya?!"

"Kalo dia udah kaya, buat apa dia ngajar di sini ya?" Fia menendang satu buah kerikil kecil di dekat kakinya, nampak semangatnya hilang karena besok sudah masuk hari jum'at dan mereka akan berhadapan dengan Pak Keith.

"Mau cari dede emesh kali" ucapan Gema itu membuat Fia dan Aura sontak memukulnya.

"Kia diem aja! Mikirin apa si?" lengan Kia disenggol oleh Bima yang sedari tadi memperhatikannya, hanya dia yang sibuk dengan pikirannya sendiri.

Kia menoleh pada Bima dan pada teman-temannya yang kini menatap ia dengan raut penasaran.

"Ahh ... Enggak, gue cuman pusing aja"

"Lo gapapa Ki? Mau gue temani ke uks?" Fia mendekat pada Kiara dan memegang dahi temannya itu namun Kiara tersenyum tipis dan menggeleng.

"Gapapa Fi, gue sehat kok. Cuman sedikit pusing, ada sedikit masalah di rumah"

"Lo benar gapapa Ki?" Bima nampak ikut memegang kepalanya namun Kiara menggeleng dan menurunkan tangan Bima dari kepalanya.

"Gue gapapa. Yaudah yuk balik ke kelas" Pandangan Kiara tertuju pada sesosok pria yang berdiri jauh dari hadapannya dengan senyum yang bisa Kiara bayangkan bagaimana rupanya.

Ia menggeleng kuat dan memilih berbalik lebih dulu meninggalkan teman-temannya lebih dulu.

***

Malam itu, entah bagaimana Kiara yang dipaksa berdandan rapih dan cantik karena ada tamu penting yang berkunjung ke rumahnya. 

Awalnya Kiara masih belum mengerti kedatangan tamu tersebut untuk apa dan mau apa ke rumahnya, namun karena dia menurut pada kedua orangtuanya yang menyuruhnya berdandan rapih ia sama sekali tak berpikir maksud dan tujuan tamu tersebut. 

Dan ketika tamu tersebut datang, di situlah Kiara kaget  serta tak percaya pada siapa yang datang. 

Guru sekaligus seseorang yang selama ini tak pernah ia pikir akan kenal dengan keluarganya itu datang berkunjung.

Keith Wilson, pria itu beserta kedua orangtuanya yang ternyata Boss Papah dan sahabat  dekat Mamah, mengobrol dengan ramah membahas masalalu dan pekerjaan. 

Hanya Kiara yang seperti patung hidup karena dia sendiri yang tak mengerti apa yang dibicarakan serta berada dalam suasana canggung karena dekat dengan gurunya sendiri. 

Meski malam itu hanya pembicaraan singkat tentang kabar dan silaturahmi, namun Kiara mendengar kedua orangtua tersebut membicarakan soal besan yang tak ia mengerti apa maksudnya. 

Terlebih bagaimana Pak Keith, guru bahasa inggrisnya itu selalu meliarkan pandangan mata padanya yang tak jarang membuat tubuhnya kepanasan. Karena merasa di kedua mata gurunya terdapat laser panas yang seolah membakar tubuh jika hanya ditatap selama beberapa detik. 

***

"Ngelamun terus deh! Kenapa sih?" Kiara terlonjak kaget saat Fia menyenggolnya dan mengejutkannya dari lamunannya. 

Kini mereka sedang berada di kelas, dan Kiara nampak melamun di saat satu guru di depan sana tengah menjelaskan materi yang akan dipelajari mereka di kelas 11 ini. 

"Maaf ..." Kiara meringis pelan, dan membuka buku pelajarannya untuk menyimak guru di depannya.

Kiara tak mau lagi terbengong dan memikirkan maksud kedatangan Keith ke rumahnya beberapa hari lalu, yang terus menghantuinya karena penasaran. 

***

"Pulang sekolah nih, kalian gak mau pergi kemana gitu?" Gema yang sudah selesai membereskan buku-bukunya ke dalam tas itu memakai tasnya dan menatap kelima temannya yang sibuk membereskan buku-bukunya. 

"Maaf Gem, gue harus pulang cepat. Mau ada acara keluarga" ujar Kiara tanpa memperhatikan Gema. 

"Mau pacaran Gem!" Kali ini Satria yang berujar sembari merangkul bahu Aura yang tersenyum meledek pada Gema yang berdecih geli serta  sebal terhadap dua teman bucinnya itu. 

"Fia, Bima? Kalian bisa kan temani abang Gema bermain di Mall?" kali ini tatapan Gema beralih pada Bima dan Fia yang sayangnya  dua-duanya menggeleng menolak. 

"Gue mau jagain kucing gue di rumah" 

"Gue juga ada tugas harus mandiin burung bokap gue, bye Gem" Bima melambai pada Gema dan meninggalkan teman sebangkunya itu dan keluar lebih dulu, diikuti Satria dan Aura yang saling bergandengan lalu Kiara serta Fia. 

Gema mendesis dan mencoba sabar memiliki teman-teman yang meninggalkannya sendiri. 

"Untung kalian sahabat gue! Kalo gak gue cabik-cabik nih!" Gema mengambil tasnya dan berlari keluar untuk menyusul teman-temannya tersebut. 

***

Kiara memasuki rumahnya dan melihat Mamahnya yang tengah memasak di dapur dibantu dengan dua pelayan rumahnya. 

"Mah?" Kiara memanggil Mamahnya itu dan wanita baya dengan senyum cerianya itu menyambut Kiara hangat. 

"Hai sayang, sudah pulang anak Mamah" Mamah Rima, mendekati Kiara dan menemani Kiara ke kamar gadis itu karena ada sesuatu yang mau ia bicarakan. 

"Bagaimana sekolah hari ini?" Tanyanya yang merupakan kebiasaannya untuk menanyakan keseharian Kiara. 

"Menyenangkan, semua teman-teman Kiara menghibur Kiara" Kia tersenyum senang memikirkan teman-temannya itu. Dia membuka setiap kancing seragamnya itu dan membukanya untuk menggantinya dengan kaos rumahan. 

"Kia tau bukan, nanti malam keluarga Wilson akan kembali datang ke rumah kita?" 

Kiara mengangguk pelan dia tau soal itu. "Iya Mah, Kiara  tau. Tapi kenapa belakangan hari ini Pak Keith dan keluarganya selalu ke rumah kita Mah?" 

Kiara duduk di sebelah Mamahnya yang duduk di ranjangnya setelah ia menggantungkan seragam sekolahnya di pintu lemari kamarnya. 

"Nak, apa kamu tidak bisa menangkap pembicaraan keluarga kita kemarin?" Rima membelai rambut  Kiara dan menatap putrinya itu dengan tatapan dalam. 

"Kalian hanya bertemu kangen dengan teman lama. Dan aku hanya  sangat canggung karena tak percaya  jika anak teman kalian itu guruku sendiri" 

"Jadi kamu belum menangkap maksud pertemuan dua keluarga ini Kiara?" 

Kiara mengangguk yakin, dia memang masih abu-abu mengenai ini. 

"Kiara, kami mau menikahkan kalian" 

Seolah ada petir yang menyambar kepalanya, Kiara terpaku sejenak setelah mendengar apa yang Mamahnya itu katakan.

Siapa yang mau dinikahkan? 

Bukan dia 'kan?

Kiara masih duduk di bangku kelas 11 dia bahkan baru saja kemarin mendapat pembagian kelas namun mengapa ia sudah mendapat berita tak mengenakan ini?

"Mah ..." 

"Mamah dan Papah sudah tau jika kamu tidak siap Nak, tapi kami sudah berdiskusi dan memikirkan semua masa depanmu" 

Kedua mata Kiara berkaca, sudah jelas bahwa dia yang akan dinikahkan. Kiara tidak siap dan tidak akan pernah siap saat  ini. Usianya masih dini dan dia tidak akan mampu menandingi calon suaminya dari segi apapun. 

"Kia gak mau Mah ... Kia gak mau nikah!" Kiara menangis dan menunduk menggenggam tangan Mamahnya erat. 

"Tidak dalam waktu dekat ini Kia ..." Kiara masih menggeleng kuat dan menolak kuat keputusan kedua orangtuanya yang akan menikahkannya. 

"Kia gak mau Mah!!!" isaknya makin kuat ketika membayangkan terhadap apa yang kini tengah ia hadapi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
9.6
Setelah hampir setahun menahan kepedihan dalam kehidupan pernikahan, Alika akhirnya memutuskan untuk menyerah. Keputusan bulatnya untuk meminta cerai secara terbuka membuat sang suami, Daffa Ardhana, seketika bungkam dan terpaku. Di tengah kesunyian yang mencekam itu, muncul sebuah tanda tanya besar: akankah Daffa merelakan Alika pergi, atau justru ia akan berupaya menyelamatkan rumah tangga mereka saat hati Alika sudah terlanjur letih bertahan?
Sampul Novel Antara Benci dan Cinta
8.6
Kematian tragis mengungkap kepalsuan dalam novel modern Antara Benci dan Cinta. Demi melindunginya dari kejaran wanita kaya, seorang pria sepakat berpacaran selama tiga tahun dengan sang protagonis. Meski telah mengorbankan harta dan tenaga hingga pria itu sukses, hubungan mereka berakhir pahit demi wanita lain. Rekaman suara kejam membuktikan dirinya hanya dianggap batu loncatan yang tidak menarik. Namun, setelah nyawanya hilang, sang mantan kekasih justru kehilangan akal sehat didekap jasadnya.
Sampul Novel Benci Membawa Cinta
8.2
Eleonore Duvall, pewaris angkuh Duvall Enterprises, menjalani pernikahan dua tahun dengan Kaelan Ravenswood, pria yang dicurigai sebagai pembunuh keluarganya. Walau dipandang sebelah mata, Kaelan menyimpan obsesi mendalam sejak malam rahasia masa lalu mereka. Ia pun bertekad mempertahankan pernikahan demi melindungi rahasia besarnya. Saat Eleonore menyelidiki kematian tragis keluarganya, kebenciannya goyah oleh cinta tak terduga dan identitas asli sang suami.
Sampul Novel Berakhir Menjadi Tawanan
9.5
Demi menghidupi adik-adiknya di ibu kota, Liana rela melakoni pekerjaan apa pun, mulai dari berpindah kontrakan hingga menjadi pacar sewaan. Namun, kehidupannya yang penuh perjuangan mendadak kacau setelah ia bertemu dengan Arsen, pemilik kos barunya. Sosok pria misterius ini tidak sekadar mengusik ketenangannya, tetapi juga menjebak Liana dalam situasi rumit. Kini, Arsen menjadi ancaman sekaligus penentu masa depan Liana.
Sampul Novel Ceraikan Suami, Nikahi Adiknya
9.8
Satu dekade menikah, Chloe Carlson memilih cerai dari Vincent yang berselingkuh. Demi hak asuh putri mereka, Mackenzie, Chloe rela pergi tanpa menuntut harta. Sulitnya mencari kerja sebagai ibu tunggal tanpa keahlian memaksa Chloe meminta bantuan sang adik ipar, Vernon Phoenix Gray. Namun, CEO muda itu justru menawarkan posisi asisten pribadi dengan syarat hubungan intim. Chloe kini bimbang antara jerat hasrat Vernon atau kembali ke pelukan Vincent.
Sampul Novel Cinta yang Menghanyutkan
8.3
Kemarahan buta sang suami memuncak saat kekasih masa lalunya, Enny, terjebak di lift. Menyalahkan sang istri, ia mengurungnya dalam koper sempit di dalam lemari gelap sebagai hukuman kejam. Meski sang istri memohon ampun hingga napasnya habis dan darah mengalir membasahi lantai, jeritannya diabaikan. Lima hari kemudian, saat suaminya memutuskan untuk menyudahi siksaan ini dan memberi maaf, ia tidak menyadari bahwa di dalam sana, tubuh istrinya telah membusuk dan hancur menjadi tulang belulang.