APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pesona Presdir Posesif

Pesona Presdir Posesif

Dikhianati sang kekasih yang menikahi sahabatnya sendiri membuat hidup Adira runtuh. Di tengah kepedihan, ia melewati satu malam bersama Kian, sosok misterius yang dikira gigolo. Kejutannya luar biasa saat tahu Kian ternyata miliarder berkuasa sekaligus wali dari mahasiswanya. Adira pun terjebak dalam sandiwara rumit rancangan sang presdir. Kini, ia harus berjuang menghadapi jerat pesona posesif pria kaya tersebut yang kian mengungkungnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari itu, Adira merasa seperti hidup dalam sebuah mimpi buruk yang tak pernah berakhir. Suara detak jam di dinding seolah menjadi pengingat waktu yang terus bergerak, tak peduli betapa ia berusaha melarikan diri dari kenyataan. Ia duduk di meja kerjanya, berusaha fokus pada buku-buku yang harus ia ajarkan kepada mahasiswanya. Namun, pikirannya terus melayang, kembali pada percakapan yang terjadi pagi itu dengan Kian.

Seperti sebuah mantra yang terus berulang dalam benaknya, kata-kata Kian tak pernah benar-benar hilang: "Kau tak akan bisa menolakku, Adira. Kau sudah terperangkap."

Dia ingin berteriak, ingin melemparkan semua perasaan ini jauh-jauh, tetapi setiap kali ia mencoba untuk mengalihkan pikirannya, bayangan Kian muncul lagi, dengan tatapan tajam dan senyum misterius yang selalu membuatnya merasa seolah-olah ia tak pernah benar-benar mengendalikan hidupnya.

Pagi itu, ketika ia tiba di kampus, ia merasa seolah-olah semua orang bisa melihatnya. Semua orang tahu tentang kesalahannya-tentang bagaimana ia menyerahkan dirinya pada seorang pria yang tak ia kenal hanya untuk melupakan rasa sakit yang begitu mendalam. Dia bisa merasakan tatapan teman-temannya, walaupun mereka tak mengatakannya, mereka tahu ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang terguncang dalam dirinya, sesuatu yang tak bisa ia sembunyikan.

Namun, yang lebih buruk lagi adalah kenyataan bahwa Kian ada di sana, di dunia yang tak pernah ia bayangkan akan ada. Saat ia melangkah masuk ke ruang dosen, ia hampir terjatuh melihat sosok pria itu berdiri di sana, seolah dunia ini adalah permainan yang sudah ia kuasai.

"Kian?" Suara Adira serak, nyaris tak terdengar, namun cukup untuk menarik perhatian pria itu yang sudah berdiri dengan sikap penuh percaya diri, menatapnya dengan tatapan yang membuat darahnya berdesir.

Kian tersenyum dengan cara yang sangat menggoda, senyum yang selalu membuat Adira merasa semakin terperangkap. "Adira," katanya, suaranya tenang namun penuh dengan ketegangan yang tak bisa ia hindari. "Aku kira kita akan bertemu lagi. Bagaimana hari pertama mengajarmu?"

Adira merasa seolah ada sesuatu yang menggelisahkan dalam dirinya. Setiap kata Kian adalah senjata, setiap gerakan pria itu adalah jebakan yang semakin mempersempit ruangnya. Ia tidak bisa lari, dan ia tahu itu. Tidak ada tempat yang aman di dunia ini selain berada di dekat Kian, meskipun hatinya meronta menolaknya.

"Saya... Saya tidak mengerti, Kian," jawab Adira dengan suara tertekan, berusaha menjaga jarak meskipun jantungnya berdebar begitu cepat. "Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?"

Kian tidak langsung menjawab. Sebaliknya, ia mendekat, langkahnya lambat namun pasti, dan Adira bisa merasakan setiap gerakan tubuhnya yang penuh kekuatan. "Apa yang aku inginkan darimu?" Kian bertanya, seolah ia sedang berpikir, namun ada sinis dalam nada suaranya. "Aku ingin kamu, Adira. Itu sudah jelas."

Adira merasa tubuhnya menegang. "Tidak, Kian," jawabnya cepat, mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri. "Aku tidak bisa-"

"Terlambat," Kian menyela dengan senyum tipis. "Kau sudah terjerat dalam permainan ini sejak malam itu. Tidak ada jalan keluar lagi. Kamu tahu itu, bukan?"

Adira menarik napas panjang, berusaha menenangkan dirinya, tetapi hatinya terus berdegup kencang. Ia tahu bahwa pria ini bukan orang sembarangan. Dia bukan hanya seorang gigolo yang ia temui di bar, dia adalah seorang Presiden Direktur, pria yang memiliki segalanya, termasuk kendali atas setiap orang di sekitarnya. Dan dia, Adira, hanyalah seorang wanita yang terjebak dalam pesonanya yang tak terelakkan.

"Kenapa kamu begitu yakin, Kian?" Adira bertanya, matanya menantang meskipun ia tahu itu adalah tindakan yang bodoh. "Kenapa kamu begitu percaya diri bisa mengendalikan hidupku?"

Kian tertawa pelan, tawa yang terasa sangat dalam dan penuh makna. "Karena aku tahu, Adira, bahwa kau tidak bisa menolak apa yang kita miliki. Kau ingin merasa hidup lagi, kan? Kau ingin merasakan sesuatu yang lebih dari sekadar rasa sakit itu. Dan aku... aku bisa memberikannya padamu."

Sesuatu dalam kata-katanya membuat perasaan Adira semakin kacau. Apa yang dia maksud dengan "aku bisa memberikannya padamu?" Perasaan itu, rasa takut dan gairah yang tercampur aduk, mengalir begitu cepat dalam tubuhnya. Ia merasa sangat terperangkap, seolah dunia ini telah dipenuhi dengan kegelapan yang diciptakan oleh Kian.

"Apakah kamu mencoba untuk menggoda saya, Kian?" tanya Adira, suaranya hampir tak terdengar, namun penuh dengan ketegangan yang terasa menyesakkan.

Kian mendekat, hampir berdiri di depan Adira, dan untuk sesaat, dunia seolah berhenti. Hanya ada mereka berdua. "Goda?" Kian mengulang, suaranya rendah, penuh dengan godaan yang begitu kuat. "Adira, kau tahu lebih dari itu. Apa yang kita miliki bukan sekadar godaan. Ini... sebuah kebutuhan. Kita saling membutuhkan."

Adira merasa tubuhnya terhimpit, setiap kata-kata Kian seperti racun yang merayapi darahnya. Apa yang dia katakan benar-mereka saling membutuhkan. Tidak, bukan mereka. Hanya dia yang membutuhkan Kian. Hanya dia yang merindukan sesuatu yang lebih besar, lebih intens, meskipun itu berarti ia harus tenggelam dalam dunia gelap yang penuh dengan kekuasaan dan godaan ini.

"Kian..." Adira merasa kata-kata itu tersekat di tenggorokannya, namun di dalam hatinya, ada keraguan yang semakin tumbuh. "Apa yang kamu inginkan dariku?"

Kian menatapnya dalam-dalam, senyumnya semakin lebar, dan Adira tahu bahwa dia sudah tak punya pilihan. "Aku ingin kamu bersamaku," jawab Kian dengan suara yang penuh dengan kekuatan. "Aku ingin kamu menjadi milikku. Selamanya."

Adira merasa jantungnya terhimpit, dan hatinya merasa seperti terbakar. Di hadapan Kian, ia tidak lagi menjadi dirinya sendiri. Ia hanya bisa menjadi bagian dari dunia yang diciptakannya, dunia yang penuh dengan ketegangan, rasa takut, dan godaan. Dan meskipun ia berusaha keras untuk menolaknya, semakin lama ia semakin terperangkap dalam pesona pria itu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hati Seorang Perempuan
9.3
Senjahari Semesta Alam mengikhlaskan dirinya diceraikan Abimanyu, suaminya, yang harus menikahi Mega Mentari karena tuduhan menghamili. Tanpa disangka, kakak sulung Mega, Halilintar Sabda Alam, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Senja yang diperkenalkan sebagai adik bungsu Abimanyu. Sementara Abimanyu berjuang mencari kebenaran untuk merebut kembali hati Senja, Sabda salah paham saat memergoki Abimanyu memperlakukan Senja seperti kekasih, bukan kakak. Gelap mata, Sabda menjebak dan menanamkan benihnya di rahim Senja. Terperangkap antara kebencian dan kehamilan yang tak diinginkan, Senja harus bertahan di tengah kekuasaan Sabda yang kejam.
Sampul Novel Janur Kuning di Rumah Tanteku
9.5
Ningsih syok saat tahu pengasuhnya adalah selingkuhan ayahnya. Di hari pernikahan, ia mendadak hilang hingga posisinya digantikan Febi, anak tantenya. Setahun kemudian, Ningsih kembali dan melihat sepupunya telah menikah dengan Rey. Meski kini berstatus suami Febi, Rey yang masih mencintai Ningsih ingin merajut kembali hubungan mereka. Kini, Febi terjebak dilema besar ketika orang ketiga mulai mengancam pernikahan paksanya.
Sampul Novel Jodoh Dari Ayah
9.2
Genta Mackenzie, pria blasteran yang kerap bergonta-ganti pasangan, akhirnya harus tunduk pada perjodohan yang diatur oleh sang ayah. Tak disangka, pertemuan pertamanya dengan sang calon istri justru menumbuhkan benih cinta yang tulus di hatinya. Genta pun langsung menyatakan perasaannya tanpa ragu. Kini, sang gadis dihadapkan pada kebimbangan besar. Sanggupkah ia membalas ketulusan pria pilihan orang tuanya itu dan membuka hati untuk pernikahan ini?
Sampul Novel Kembalilah Cintaku
8.2
Intan dan Baskoro menikah ketika ayah Baskoro terbaring koma. Setelah siuman, sang ayah menolak keras pernikahan ini hingga memisahkan mereka. Di tengah pencarian melelahkan yang penuh kekecewaan, Intan tegar bertahan meski harus menghadapi kebencian Baskoro. Namun, sebuah rahasia besar mendadak terkuak. Baskoro terkejut saat menyadari keberadaan seorang anak yang sangat mirip dengannya. Bocah itu rupanya adalah darah dagingnya sendiri yang selama ini disembunyikan.
Sampul Novel Misteri Cinta
9.4
Pernikahan Oceania Samudra hancur berantakan setelah Banyu Siliwangi mangkir, disusul ledakan tragis di gedung acara. Kini, Ochi terseret dalam penyelidikan polisi yang dipimpin oleh perwira ketus, Badai Putra Alam. Di tengah ancaman teror yang membahayakan nyawanya, Badai bertindak sebagai pelindung demi profesionalitas. Namun, sebuah pelukan tak sengaja mengubah segalanya, memicu perasaan mendalam dalam diri Badai yang membuatnya enggan melepaskan Ochi.
Sampul Novel Suamiku adalah guruku
9.2
Masa muda yang penuh mimpi dan keseruan bersama teman-teman harus kurelakan demi perjodohan pilihan ayah. Di usia yang sangat belia, aku terpaksa mengubur ambisi serta cita-cita untuk menikah dengan sosok yang tak terduga. Kini, kebebasanku lenyap berganti tanggung jawab baru sebagai istri. Alur hidupku berubah total, meninggalkan kegembiraan masa remaja yang seharusnya masih kunikmati.