APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pesona Nona Khana

Pesona Nona Khana

Pesona Khana yang memikat justru membawanya ke dalam petaka. Ia jatuh cinta pada pria berkuasa yang telah beristri. Hubungan gelap ini menyulut murka sang istri sah, Areta. Demi melampiaskan dendam dan menghancurkan Khana, Areta menjelma menjadi sosok yang sangat mengerikan. Kini, keselamatan Khana benar-benar terancam. Ia harus mempertaruhkan nyawanya akibat konsekuensi fatal dari keputusan mencintai lelaki yang salah.
Bab
Bagikan

Bab 3

Part: 3

***

Dokter Hans masuk ke dalam apartemen yang ditempatinya. Degup di jantungnya masih berdetak kencang. Tindakan Khana tadi sungguh membuatnya nyaris pingsan.

Tanpa disadari, kedua tangan Dokter tampan itu gemetar. Tubuhnya sungguh tegang. Khana adalah wanita pertama yang pernah menciumnya.

"Nona Khana benar-benar gila. Jika tadi Tuan Husein melihat, maka aku pasti celaka," gumam Dokter Hans.

Ia sangat cemas, tapi di sisi lain dirinya juga merasa senang. Bunga cinta di hatinya seolah bermekaran. Namun, tentunya salah sasaran. Khana adalah seorang selir muda dari lelaki terkaya di kotanya berada.

-

-

"Saya sudah memberikan peringatan pada Areta. Nona tak perlu cemas lagi! Saya berjanji akan mengupayakan perlindungan terbaik untukmu, Nona Khana!" ujar Husein.

"Aku percaya, Tuan. Sedikit pun aku tak pernah meragukanmu. Masalah ini biarlah berlalu. Terpenting Tuan Husein masih berdiri di depanku untuk memberikan pembelaan," sahut Khana dengan manja.

Kacantikkan, serta kelembutan sikap Khana selalu berhasil membuat Husein mabuk kepayang. Selir mudanya itu tahu cara memanjakan pasangan. Husein nyaris menyerahkan kepalanya di bawah kaki Khana setiap kali ia berdekatan.

Namun, tiba-tiba sebuah siaran televisi yang sedang menyala di kamar apartemen mewah yang ditempati Khana mengejutkan Husein.

Sebuah berita menayangkan adegan seorang wanita menjambak rambut wanita lain. Orang itu tidak lain, tidak bukan ialah Areta dan Khana.

Terlihat begitu jelas kekerasan yang dilakukan Areta terhadap Khana itu. Husein membelalakkan mata tak percaya dengan berita yang sedang berlangsung di layar kaca tersebut.

Areta membenturkan keras kepala Khana ke meja kaca sampai Khana terluka. Kemudian dua lelaki pesuruh Areta merusak cctv. Semua adegan terekam di sana, lengkap dengan percakapan keduanya.

"Nona Khana ...," lirih Husein menatap tajam ke arah bola mata indah seperti batu emerald itu.

Khana menelan ludah getir. Ia tahu, pasti saat ini suaminya mengira dirinya telah menyebarkan video tersebut.

"Aku sama sekali tak mengerti kenapa video itu bisa beredar ke media, Tuan." Khana masih mencoba bersikap tenang. Padahal hatinya sungguh cemas dan sedikit takut.

"Saya selama ini selalu memanjakanmu dengan apa saja yang kamu mau, Nona Khana. Namun, tentunya Nona juga tahu kalau saya tak suka dikhianati. Saya sudah katakan, bahwa dirimu tak boleh terekspos keluar. Jika video ini bukan Nona yang menyebarkan, lalu siapa lagi? Bukankah yang menyimpan rekaman itu hanya Nona dan saya?"

Intonasi suara Husein kali ini terdengar penuh penekan. Khana menggelengkan kepala dengan cepat. Ia sama sekali tak melakukan perbuatan tersebut.

"Aku mengerti, Tuan Husein. Mana mungkin aku berani melakukannya," sanggah Khana.

"Berterus teranglah, Khana! Saya lebih suka kejujuranmu dari pada kebohongan yang harus kau karang demi menutupi satu kesalahan!" hardik Husein.

Air mata Khana menetes seketika. Ia tak suka dibentak, apalagi dibentak oleh lelaki yang dicintainya.

"Aku tidak berbohong, Tuan."

"Saya akan memaafkanmu, Nona Khana. Asal dirimu berkata jujur dan mengakui kesalahan kali ini."

"Bagaiman mungkin aku mengakui kesalahan yang tidak aku lakukan, Tuan Husein? Terserah jika Tuan tak mempercayai aku. Namun, aku beri saran agar Tuan segera mencaritahu kebenaran tentang masalah ini. Jangan menjadi buta hanya karena aku yang merekam kejadian itu. Gunakan kekuasaanmu untuk melacak pelaku sesungguhnya. Aku tak suka dibentak! Tuan harus camkan itu!"

Husein bergeming. Selama ini Khana selalu lembut dan penurut. Ia tak sekali pun pernah mengecewakan Husein. Seketika saja lelaki tampan yang usianya berbeda cukup jauh dari Khana itu menyadari akan sikapnya yang berlebihan.

"Maafkan saya, Nona Khana. Saya terbawa emosi karena berita yang tersebar ini. Saya bingung harus berkata apa nantinya pada media."

Khana memalingkan muka dan mengusap sudut matanya yang basah. Bentakan Husein telah menciptakan api dendam di hatinya.

-

-

Di sisi lain, Dokter Hans juga menyaksikan berita yang beredar di media.

"Nekat sekali Nona Khana melakukan hal itu," gumam Dokter Hans.

Sama halnya seperti Husein, Dokter Hans pun mengira Khana yang membocorkan tentang kekerasan yang dilakukan Areta.

Sementara kebenarannya belum terungkap siapa pelaku sesungguhnya.

Apa betul Khana sendiri?

Atau ada sosok lain yang mencoba mencari keuntungan dibalik pertikaian keluarga Husein yang terhormat.

-

-

Setelah cukup lama menenangkan tangisan Khana. Husein segera berpamitan pulang ke rumah utama.

"Nona Khana, saya harus kembali ke rumah. Tolong jangan menangis lagi! Saya mengaku salah tadi. Saya percaya padamu, Nona. Dan saya berjanji akan mengungkap pelaku sebenarnya," ujar Husein sembari mencium kedua pipi mulus selirnya itu.

Khana tetap membisu dan tak merespon sama sekali. Hal itu membuat hati Husein teriris. Ia menyesal telah berkata kasar pada Khana. Detik beriknya Husein berlalu.

Seperginya Husein, Khana memerintahkan Mani untuk memanggil Dokter Hans.

"Apa Nona Khana marasakan sakit lagi?" tanya Mani cemas.

"Iya. Segera suruh Dokter Hans ke mari! Setelah itu, kamu dan yang lain boleh beristirahat! Jangan menggangguku!" titah Khana dengan mata yang masih sedikit basah.

"Baik, Nona."

Mani dengan cepat menjalankan tugasnya.

Beberapa menit kemudian Dokter Hans datang.

"Nona tidak apa-apa?" tanya Dokter Hans.

"Apa kau buta? Menurutmu apa aku baik-baik saja?" Sikap ketus Khana selalu membuat Dokter Hans kesal. Namun, tetap menggemaskan.

Ketika Dokter Hans ingin mendekat, Nona Khana kembali memberi perintah. "Tutup dulu pintu itu!"

Dokter Hans mengangguk dan segera menutup pintu.

Detak jantungnya kini mulai tak beraturan lagi. Suasana berduaan dengan Khana terasa menegangkan baginya. Selain pesona Khana yang tak bisa dipungkiri mata, Dokter Hans juga takut kalau sampai ada yang melihat kemudian mengadukan hal yang tidak-tidak pada Husein.

"Kenapa kau setegang itu, Dokter Hans?" tanya Khana sembari melingkarkan kedua tangannya di leher Dokter Hans.

Keringat dingin membanjiri wajah tampan dokter muda itu. Aksi Khana benar-benar membuatnya dalam masalah besar.

"Nona Khana ... tolong jangan begini! Saya tidak mau ada yang melihat, lalu salah paham."

"Ah, kau terlalu berlebihan! Memangnya aku melakukan hal apa? Jangan terlalu kepedean Dokter Hans," cibir Khana dengan suara lembutnya.

Dokter Hans menurunkan kedua tangan Khana, kemudian ia menatap bola mata indah itu dengan tajam. "Kalau begitu bersikaplah dengan sopan! Saya tidak merasa kepedean, hanya saja saya risih dengan perlakuanmu, Nona!"

Lagi-lagi hati Khana berdenyut nyeri hari ini. Sudah dua kali ia dibentak dengan lelaki yang berbeda.

Sisa air mata yang belum kering karena sikap Husein, kini malah bertambah menumpuk di pelupuk matanya. Khana menangis tanpa suara. Hal itu disaksikan langsung oleh Dokter Hans.

"Nona, apa yang sakit? Kenapa Nona menangis?" tanya Dokter Hans polos. Ia seketika menjadi panik.

Gerakan tangan Dokter Hans dengan sigap membuka kotak obat. Lalu, mencoba mencari sarung tangan untuk bisa menyentuh kening Khana.

Khana bergeming. Ia membiarkan Doker Hans melakukan tugasnya sesuai arahan sang suami. Kulit tangan Dokter Hans tak boleh menyentuh langsung bagian tubuh Khana.

"Apa masih terasa sakit?" tanya Dokter Hans lagi.

"Iya. Bahkan sangat sakit. Hari ini sebuah pecahan kaca menusuk dua kali di hatiku. Rasanya perih dan sangat menyiksa," desis Khana.

Dokter Hans mencoba mencerna kalimat wanita cantik itu. Namun, ia tak bisa menebak apa maksud dari ucapan Khana.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aktor Idola Dan Author Barbar
8.4
Erick Adrian, aktor terkenal bergelimang harta dengan pacar seorang model, selalu resah akibat citranya di film dewasa. Nasibnya berubah total setelah berseteru dengan penulis bernama Kaemila. Akibat kecelakaan tragis yang membuat Kaemila lumpuh serta amnesia, Erick terpaksa menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab. Akankah ingatan Kaemila kembali dan ia sanggup menerima sang aktor menjadi suaminya?
Sampul Novel Balas Dendam Sang Komposer Hebat
8.2
Lima tahun pernikahan palsuku runtuh saat tahu Sagara hanya menjadikanku tameng demi melindungi Fiona. Adik tirinya itu mencuri karya laguku dan memfitnahku dengan kehamilan palsu. Sagara justru memaki dan membuangku di bukit demi cinta mereka. Kini, duniaku hancur tapi dendamku membara. Usai menjadwalkan video pembongkar aib dan membuang ponsel, aku memalsukan kematian. Aku siap bangkit untuk menghancurkan hidup mereka tanpa sisa.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa
9.1
Antologi fiksi romantis modern ini menyajikan deretan kisah cinta penuh gairah yang dirancang khusus untuk pembaca berusia 21 tahun ke atas. Setiap babnya mengupas tuntas dinamika hubungan kontemporer melalui berbagai skenario emosional yang mendalam. Pembaca akan diajak menyelami sisi intim serta kompleksitas interaksi manusia masa kini, dengan fokus pada kedewasaan para karakter saat mereka mengarungi lika-liku asmara dan hasrat membara yang membakar jiwa.
Sampul Novel Lama-lama Jadi Cinta
9.5
Akibat perjodohan mendadak oleh orang tuanya, Rini Zaskia Putri terpaksa membina rumah tangga bersama Muhammad Andre. Di sisi lain, hatinya masih terpikat pada Bagaskara Agam, mantan kekasih yang dahulu terhalang restu keluarga. Kini Rini berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjalankan bakti sebagai istri Andre atau terus memikirkan masa lalunya. Akankah ia berhasil melupakan Agam demi membuka hati untuk suaminya, ataukah perasaan lamanya justru takkan pernah pudar?
Sampul Novel Terjerat Pesona Sang Casanova
9.5
Bagi Regan, keputusan telah bulat dan penolakan bukanlah akhir dari segalanya. Ia justru tertantang untuk terus mengikat wanita yang sangat dipujanya. Walau perasaannya bertepuk sebelah tangan dan sang wanita berulang kali mencoba kabur, Regan takkan membiarkannya lolos. Obsesinya begitu kuat untuk menahan wanita itu di sisinya selamanya. Tak peduli seberapa keras ia ditolak dan dihindari, Regan bersumpah akan terus mengejar dan menjadikannya milik pribadi.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
9.1
Kinan Maharani tak berdaya menolak kehendak orang tuanya untuk menikahi Rangga, kakak iparnya sendiri. Demi masa depan keponakannya yang membutuhkan figur ibu, kedua belah keluarga sepakat menjodohkan mereka. Meski Rangga pria mapan dan tampan, Kinan merasa pernikahan ini tidak etis. Kini ia terjebak dalam kebimbangan besar, menghadapi amukan sang ibu yang galak sekaligus cibiran tetangga yang siap menghakiminya.