APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PESONA CINTA CEO

PESONA CINTA CEO

Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, sang pemilik hotel. Saat menenangkan diri di lounge, ia justru menyelamatkan Tibra yang sedang berkelahi dengan bantuan Jo. Tibra sempat menawarinya kembali bekerja, tetapi Hanum menolak demi menjaga hubungan kasihnya dengan Jo. Tak disangka, pengkhianatan Jo dan sahabatnya menghancurkan hati Hanum. Di tengah keterpurukan itu, Tibra hadir mendampinginya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

STILL

BAB 1

"Oh, Tidak !" Umpat Hanum.

Hanum menstater mesin mobilnya berkali-kali. Hampir sepuluh menit ia sudah mencoba membolak-balik kunci mobilnya dari trun on dan trun off. Ia melirik jam yang melingkar ditangannya. Menunjukkan pukul 13.21, Hanum masih mencoba menstater mobil itu.

"kamu pasti bisa hidup. Kamu harus hidup, jam dua nanti, saya ada meeting penting". Hanum memukul setir mobilnya.

Hingga akhirnya, ia sudah tidak sanggup lagi untuk menghidupkan mobil itu. Hanum mengambil ponsel di dasbor, ia mulai membuka layar ponsel itu dengan pola kombinasi. Ia mencari kontak Sam, nama kepanjangannya sih Samsudin. Hanya si Sam itu gengsi jika dipanggil Udin.

Hanum meletakan ponsel itu di telinga kirinya. Suara sambungan terdengar, tidak menunggu waktu lama, akhirnya sang pemilik ponsel menjawab panggilannya.

"Iya, Hanum" suara Sam terdengar jelas dibalik speaker.

"Sam, mobil saya mogok lagi" ucap Hanum. Hanum menyandarkan punggungnya di kursi.

"Mobil lagi, mobil lagi. mobil itu harus di mesiumkan Han. Ini sudah kesekian kalinya mobil kamu mogok. Udah deh, jual aja mobil itu, nyusahin" ucap Sam protes, karena kesekian kalinya Mobil itu mogok dan lagi-lagi dirinya menjadi korban.

"Ya, mana saya tahu Sam, mobil saya bakalan seperti ini, padahal bulan lalu mobil ini sudah saya bawa ke bengkel. Pihak bengkel bilang tidak apa-apa, mesinnya masih bagus".

"Bagus dari mana ! mobil kamu itu sudah seharusnya di jual kiloan Han" timpal Sam.

"Sam, kamu tahu kan, saya tuh harus bayar cicilan apartemen setiap bulan. Saya enggak mungkin beli mobil, kalau gaji saya diatas 20 juta, dari dulu sudah beli mobil baru kali".

"Itu hanya alasan klasik kamu Han, saya sudah bosan mendengar alasan-alasan kamu itu".

"Kamu sebenarnya dari mana sih Han, keluar enggak jelas kayak gitu".

"Saya tu tadi dari BPJS, ada laporan keluar karyawan, hari ini tanggal 20. Anak receptionis mendadak resign jadi sebelum tutup buku saya harus keluarin dulu".

"Kenapa keluarnya mepet gitu, enggak tahu, hari ini kita general meeting, bisa berabe jika enggak ikut. Kamu tahu atasan kamu itu killernya seperti apa".

Hanum tertawa, "atasan saya, atasan kamu juga Sam".

Hanum menyengir, ia mengarahkan kaca dasbor menghadap dirinya. Ia mulai berkaca dan menatap wajahnya masih terlihat cantik serta lipstik merah masih utuh di bibirnya.

"Jadi, sekarang gimana dong Sam" ucap Hanum memelas.

"Posisi kamu dimana?" Tanya Sam.

"Di Slipi".

"Kenapa bisa berada disitu, bukannya BPJS tidak terlalu jauh dari kantor".

"Antriannya panjang Sam, kamu tahu sendiri kantor pusat tu ramai Sam, sampe meleleh nungguinnya".

"Oke kamu, tetap disitu. Saya harus minta bantuan".

Hanum mengerutkan dahi, "minta bantuan dengan siapa Sam?".

"Teman saya Han, temannya teman saya punya bengkel mobil. Jadi kamu tunggu saja disitu, jangan kemana-mana".

"Jadi bukan kamu yang jemput saya?" Ucap Hanum.

"Han, jam dua tuh kita general meeting, saya enggak bisa jemput kamu. Kamu tahukan perwakilan dari Departemen HR hanya kita berdua".

"Oke".

"Han, sebaiknya kamu hubungi sekretaris pak Tibra atau telfon pak Tibra cari aman, nanti kamu di caraiin loh. Kamu tahu kan waktu itu si Cici anak accounting enggak datang, setelah itu dipanggil bos. Malah si Cici ngajuin surat resign".

"Iya sih, saya sebaiknya telfon sekretarisnya aja deh. Makasih ya Sam".

Semua karyawan kantor menyebut pak Tibra kami yaitu Bos yang tidak berprikemanusiaan. Jika enggak ada pak Tibra semua bakalan aman, tentram dan bahagia. Hanum beruntung karena kantornya terletak paling ujung dan paling atas dari kantor departemen lainnya. Sehingga ia tidak pernah berhadapan langsung dengan pak Tibra.

Hanum masih menunggu bantuan dari Sam. Sam adalah teman satu ruangan yang mengurusi semua kontrak karyawan. Hanum lebih memilih mengambil ponsel miliknya, ia menyibukkan diri membuka instagram.

Notifikasi masuk, 2 pesan dari Sam.

SAM. 13.58

Sebentar lagi temen saya namanya Beni datang.

SAM. 13.58

Ingat namanya Beni ! Saya meeting, sepertinya semua sudah ngumpul. Hanya kamu yang tidak ikut meeting, bersiaplah bos akan memanggil kamu besok.

Hanum. 13.59

Palingan dipanggil gitu doang, di sumpel dengan bibir palingan diam.

Sam. 13.59

Emang sudah pernah rasain bibir pak Tibar?.

Hanum. 14.00

Belom sih, pengen juga kalau di kasih Sam.

Sam. 14.00

Pak Tibra enggak bakalan mau sama wanita seperti kamu. Minimal seperti Dian sekretarisnya yang sexy itu. Janganlah bermimpi Hanum.

Sam. 14.00

Saya meeting, jangan ganggu.

Setelah itu Hanum menyudahi pesan dari Sam, Beberapa menit kemudian, terdengar suara ketukan dari jendela.

Hanum bergegas menyimpan ponselnya di dasbor. Ia lalu membuka hendel pintu mobil. Hanumdiam sesaat, ia menatap laki-laki yang tidak jauh darinya. Laki-laki itu memakai kaos hitam, dengan kaca mata yang bertengger di sisi hidungnya. Hanum hanya diam, ia akui bahwa laki-laki dihadapannya ini sudah tampan. Terlihat dari hidungnya yang mancung, serta tubuhnya yang bidang. Kaca mata hitam itu menutupi matanya, justru menambah ketampanan laki-laki itu, dibawah teriknya matahari, kulit coklatnya begitu eksotis.

"Kamu namanya Hanum?" Tanyanya.

Hanum mengangguk, suara itu terdengar sexy. "Iya" ucap Hanum.

"Saya, Jonatan, panggil saja Jo".

Hanum mengerutkan dahi, masalahnya nama itu sedikit berbeda dari nama yang dibilang Sam, itu adalah Beny bukan Jonatan.

"Jo?".

"Saya temannya Beni" ucap Jo lagi, Jo tahu wanita itu bingung.

Hanum mencoba tenang, dan ia mulai mengerti, "saya Hanum".

*******

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Imigran
8.8
Demi membiayai ayah dan adiknya, Iris Barcova terpaksa menempuh jalan kelam sebagai PSK. Di tengah keputusasaan, seorang pria misterius dari kalangan mafia menawarkan pernikahan kontrak demi pengobatan ayahnya. Di sisi lain, ada seorang dokter tulus yang mencintainya, membuat Iris terjebak dilema. Namun, kenyataan pahit perlahan terungkap bahwa pria penyelamatnya itu diduga merupakan dalang utama di balik segala tragedi yang menimpa hidupnya.
Sampul Novel Melayani Hasrat Mertua Dan Ipar
8.1
Kehadiran ibu mertua dan adik ipar yang ingin menumpang tinggal membuat Galang cemas. Rumahnya yang kecil memicu kekhawatiran akan konflik dan sempitnya ruang. Namun, penjelasan tulus dari Gaby mengenai nasib malang keluarganya di desa berhasil menyentuh hati Galang. Atas dasar cinta pada sang istri, ia pun memberi izin. Kini, Galang harus bersiap menghadapi babak baru yang menantang demi menjaga keharmonisan rumah tangga mereka.
Sampul Novel On CEO's Bed
8.6
Alyssa nekat mendatangi kediaman Assa Zachary demi menghindari kejaran penagih utang sang ayah. Ia membawa surat wasiat, berharap sang miliarder mau membereskan masalah keuangan keluarganya. Namun, harapannya hancur saat ia justru dikurung di dalam rumah megah tersebut. Kini, Alyssa harus bertahan di tengah ketidakpastian janji Assa. Mampukah ia lolos, atau justru akan terseret semakin dalam ke dalam kehidupan penuh rahasia gelap milik pria itu?
Sampul Novel Pengantin Pengganti Tuan Muda Gila
9.5
Yura terpaksa menggantikan posisi Mina yang kabur demi menyelamatkan keluarga angkatnya dari kehancuran finansial. Ia pun harus menikah dengan Ataya Wijaya, Tuan Muda yang selama ini ia rawat secara sembunyi-sembunyi. Menariknya, hanya pelukan hangat serta ASI dari Yura yang sanggup meredakan penyakit mental Ataya saat sedang kambuh. Kini, Yura terjebak dalam kehidupan pernikahan yang misterius bersama pria yang sangat bergantung penuh pada dirinya.
Sampul Novel Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan
8.1
Rumah tangga Ehsan dan Lania retak setelah Lania berkhianat. Konflik kian panas karena ibu Ehsan terus menyudutkan Lania yang dinilai tidak bisa memberi keturunan. Saat mencoba bertahan, ujian baru datang menghampiri mereka. Ehsan kini didekati oleh tiga wanita sekaligus, sementara Lania justru kedapatan sedang berduaan dengan lelaki berharta di sebuah vila mewah. Sanggupkah pernikahan mereka diselamatkan dari badai ini?
Sampul Novel The Power of Mita
8.0
Mita terperangkap dalam kepura-puraan sebagai paranormal palsu. Keadaan kian pelik sewaktu ia harus menggantikan posisi seorang gadis untuk menemui pria tampan di sebuah kencan. Tak disangka, sosok menawan itu rupanya adalah mantan pacarnya sendiri yang kini tampil beda setelah menjalani operasi wajah. Mampukah Mita meloloskan diri dari bayang-bayang masa lalu yang diselimuti misteri ini? Ikuti kisah cinta penuh teka-teki khusus dewasa ini.