APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PERNIKAHAN YANG TERNODA

PERNIKAHAN YANG TERNODA

Abelia akhirnya memilih pergi dan menghilang dari hidup suaminya, Bara, setelah sadar kehadirannya tidak lagi diharapkan. Selama pernikahan mereka, Bara justru lebih sering bersama wanita selingkuhannya ketimbang pulang. Saat rasa sesal yang teramat sangat akhirnya datang dan Bara ingin memperbaiki hubungan mereka, semua sudah terlambat. Abelia kini telah menemukan kebahagiaan baru bersama lelaki lain yang menghargainya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bara tercekat, entah bagaimana perasaannya sekarang. Seperti ada gada yang menghantam lubuk hatinya. Semua mata pelayat tertuju padanya. Didepan sana, di ruang tamu rumah yang tak luas itu, diatas lantai yang dialasi karpet motif berwarna hijau tua, Jenazah ibu Shalima sebentar lagi akan di sholatkan. Sementara di samping jenazah mertuanya, nampak Abel begitu terpukul. Mata yang sembab dan bengkak dengan wajah yang terlihat begitu lelah, menandakan beberapa hari ini Abel tak tidur. Wajahnya menyiratkan kesedihan yang begitu mendalam. Bara…merasa bersalah.

Apa yang harus Bara lakukan sekarang melihat Abel, menangis dengan rapuhnya di depan sana. Abel butuh sandaran, Abel butuh kekuatan, namun Bara…bagaimana sekarang, apa dirinya harus memeluk Abel? Ya, dia ingin memeluk istrinya itu, namun rasa enggan begitu merajai. Tiga tahun hidup serumah, tak sekalipun ia menyentuh Abel, tahun pertama, bu Aida terus meyakinkan Abel, bila Bara nanti akan jatuh cinta padanya. Tahun kedua bu Aida kembali meminta Abel untuk bersabar, Bara sedang sibuk dan mengejar karir. Wanita paruh baya ini, benar-benar hanya menginginkan Abel sebagai menantunya, bukan wanita lain. Tahun ini, tahun ketiga, mungkin saatnya untuk Abel…menjauh dan menepi. Bukan hanya raganya yang harus ia jauhkan dari Bara, namun juga…perasaannya.

“Bel, aku…maaf, aku ketiduran semalam.”

Abel tak menanggapi kata-kata lelaki yang bergelar sebagai suaminya. Netranya nanar menatap satu-satunya wanita yang jadi sandaran hidupnya selama ini, wanita yang akan menerimanya kembali, mengambil Abel kembali dari kehidupan Bara. Lalu sekarang bagaimana, saat Abel ingin kembali ke pangkuan wanita yang melahirkan dirinya, justru Abel kehilangan beliau untuk selamanya.

Sementara pak Masri dan Bu Aida yang duduk tepat di belakang Abel, menatap tajam kearah mereka. Jika tak mereka sedang berkabung, ingin rasanya bu Aida ingin menampar kuat-kuat putra tunggalnya itu. subuh tadi saat menelpon Bara, bu Aida mendengar cekikikan suara wanita diseberang. Tentu wanita itu yang membuatnya tak bisa mengangkat telepon semalam.

Abel berusaha kuatkan hati di tengah rasa sakit yang mendera.

Bukankah selama ini Bara menganggap Abel, sebagai parasit? Tiga tahun menjadi parasit di rumah suami sendiri, rasanya sudah cukup buat Abel, untuk sadar diri dan sadar posisi. Tak sengaja Abel pernah baca chat mesra antara Bara dan Helena, si wanita kota yang modis. Disitu mereka membahasakan Abel sebagai parasit.

“Ini menantunya kan?, silahkan do’akan mertuamu, Nak. Sebentar lagi jenazahnya akan di sholatkan.” Ucapan pak Imam, membuyarkan Bara dan Abelia dari pikiran-pikiran yang berkejaran di benak keduanya.

Bara mengangkat tangan, memohon pengampunan untuk almarhumah mama mertuanya.

__

Harusnya Bara yang memeluk Abel, harusnya Bara yang menenangkan istrinya. Namun laki-laki ini hanya diam terpaku. Rasa tak enak dan malu hati menjalari nuraninya. Bahkan tadi saat dirinya diminta oleh pak Sobri, imam masjid yang memimpin jalannya sholat jenazah, Bara berusaha menolak. Penolakan yang terdengar tega di pendengaran beberapa pelayat, sebab hampir semua pelayat laki-laki berdiri, dan gegas mengambil wudhu untuk sama-sama menyolati jenazah wanita baik ini. lalu Bara…ia nampak aneh, berdiri sendiri di dekat kerumunan para ibu-ibu. Tentu Bara tak bisa menunaikan kewajiban terakhir pada almarhumah mertuanya, bukan karna tak tahu caranya, namun karna tubuhnya masih kotor, masih ada sisa-sisa perzinahannya bersama Helena. Bara tak sempat mandi wajib. tiket pesawat yang ia dapat sepagi tadi untuk dirinya sendiri, buat Helena tak melepasnya sedikitpun dari atas pembaringan. Dua jam sebelum jadwal penerbangan barulah keduanya memisahkan diri. Terburu dan tergesa, bahkan namanya berulang kali dipanggil dari intercom, di ruang tunggu bandara tadi. Padahal hotel tempatnya menginap, sangat dekat bandara. Bahkan masih sempat juga dirinya saling melumat lama dengan Helena yang belum berbusana, saat taksi yang akan mengantarnya sudah mengklakson tiga kali.

Setega apa Bara ini, saat Abel menelpon di jam sepuluh malam karna menuruti permintaan ibunya, yang sangat ingin berbicaraa dengan menantu laki-lakinya itu, sebelum ajal menjemput, Bara sibuk bercumbu dengan Helena tanpa sehelai benang. Saat Abel menelpon berulang di jam sebelas malam, ingin mengabari tentang kematian ibunya, Bara sibuk menghentak tubuh Helena yang sedang terbakar birahi. Saat Abel menelpon dua kali di jam satu malam, ingin minta izin agar kiranya boleh membawa jenazah ibunya ke rumah mereka, Bara sibuk menenangkan Helena dari siksaan gairah birahi yang membakar. Bahkan saat sirine mobil jenazah sedang meraung membawa jenazah ibu mertuanya, Bara dan Helena sedang sibuk melolong, meluapkan gairah birahi binal mereka yang sempurna. Saling memuaskan dengan cara yang binal, saling menunggangi gairah mereka yang berkobar. Bergantian kadang Bara yang menumbuk Helena dari diatas, kadang Helena yang menggoyang Bara dari atas, lagi dan lagi hingga keduanya terkapar bersamaan dengan mobil jenazah yang tiba di depan rumah almarhumah.

Akhirnya semalam Abel menelpon Pakde Har, saudara sepupu ibunya yang di kampung, mengabari jika jenazah almarhum dibawa ke rumah di desa saja. sementara jarak kota dan rumah orang tua Abel, sekitar tiga jam perjalanan. Cukup jauh perjalanan yang Abel tempuh semalam, membawa jenazah ibunya dinihari tadi dengan mobil ambulance. Air mata wanita ini menganak sungai sepanjang perjalanan. Sebab Abel hanya di temani oleh sopir ambulance dan seorang petugas rumah sakit. kedua mertuanya menyusul dengan mobil lain di belakang.

Tangisan yang Abel tahan-tahan dari tadi tumpah dengan derasnya di depan batu nisan ibunya. Terdengar pilu menyayat hati suaranya. Apalah sekarang Abel, dia kini yatim piatu yang akan benar-benar sendiri setelah ini.

Sesekali Abel harus menekan dadanya sendiri, sebab rasa sakit seolah menekan rongga dadanya dari dalam. Dina dan Lisa, kawan akrab Abel baru saja tiba saat jenazah akan di makamkan. Lisa tadi harus menjemput suaminya dulu di bandara, sebelum melayat, kebetulan suaminya tadi satu pesawat dengan Bara, bahkan satu hotel dengan Bara dan Helena.

Tangisan Abel pecah di pelukan kedua kawannya. Dina berusaha menenangkan dengan mengucap istigfar, sementara Lisa, hanya bisa berkata sabar, dan sesekali memandang marah ke arah Bara.

Bu Aida dan pak Masri memberi kesempatan Abel untuk mendoakan almarhumah ibunya. keduanya biarkan menantu kesayangan mereka bersama Dina dan Lisa. Hati pak Masri dan bu Aida benar-benar sedih melihat Abel yang terpuruk seperti ini.

Bu Aida dan pak Masri berdiri mengapit Bara yang nampak berdiri sendirian dengan wajah yang salah tingkah.

“Habis ini, papa ingin bicara dengan kamu.” Suara berat pak Masri, buat Bara menoleh sebentar lalu menunduk. Bara tahu setelah ini ia akan dihunjami banyak pertanyaan dari orang tuanya, mungkin juga Abel.

Bara perlu menyiapkan diri setelah ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Pewaris
9.4
Nathaniel Albar, pewaris bisnis berhati dingin, bertekad menguji kegigihan gadis sederhana bernama Alya Nabila setelah sebuah insiden wawancara yang buruk. Di balik sikap kerasnya, Nathan ternyata menyimpan rencana rahasia saat mempekerjakan Alya. Namun, rahasia masa lalu Nathan yang kelam perlahan mulai terungkap. Kini, Alya dihadapkan pada pilihan sulit antara keselamatan dirinya atau perasaan cintanya. Akankah ketulusan Alya mampu melunahkan ambisi beku sang miliarder?
Sampul Novel Keunikan Panti Pijat
9.1
Pernikahan yang hampa tanpa kehadiran buah hati membuat sepasang suami istri frustrasi setelah berbagai usaha kehamilan menemui kegagalan. Atas saran seseorang, sang suami membawa istrinya ke sebuah panti pijat tidak biasa yang dikenal memiliki keajaiban. Namun, ketika sang istri mulai berbaring untuk menjalani terapi, situasi berubah drastis saat terapis pria di sana justru melakukan tindakan nekat dan menerkamnya. Keunikan Panti Pijat menyajikan kisah misteri modern yang penuh ketegangan.
Sampul Novel KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO
8.4
Lamaran Aditya ditolak mentah-mentah oleh Yuni karena hanya sanggup memberi hantaran lima puluh juta. Tak hanya dihina, Belinda sang kekasih pun ikut merendahkannya. Dalam kemarahan, Aditya justru melamar Dahlia, asisten rumah tangga Belinda, dengan cincin berlian mewah. Tak ada yang tahu bahwa staf administrasi biasa ini sebenarnya adalah putra mahkota pemilik perusahaan. Saat identitas aslinya sebagai CEO terungkap, mampukah Aditya dan Dahlia merajut cinta tulus dari awal yang penuh emosi ini?
Sampul Novel NADIN
9.6
Nadin dihantui trauma masa SMP akibat ulah Andi, saudaranya sendiri. Memasuki SMA, harapan baru hadir lewat Gilang, terlebih setelah Nadin meninggalkan dunia model dewasa. Namun, ketenangannya terusik saat ia berkuliah di kampus yang sama dengan Andi. Rama, yang mengetahui rahasia kelam Nadin dari video lama, berusaha melindunginya hingga terlibat perkelahian dengan Andi. Di tengah konflik, Andi akhirnya mengungkap dendam ibunya terhadap ayah Nadin.
Sampul Novel Perfect Bastard
8.0
Kehidupan Abelian mendadak kacau setelah seorang lelaki tak dikenal merampas ciuman pertamanya di depan umum. Pria asing yang lancang itu bahkan tanpa ragu mengumumkan bahwa Abelian adalah calon istrinya. Kejadian memalukan tersebut membuat Abelian sangat murka. Kini, ia harus menghadapi situasi rumit saat sosok misterius itu terus hadir dan mengacaukan kesehariannya. Bagaimanakah cara Abelian mengatasi segala gangguan dari pria menyebalkan ini?
Sampul Novel Puncak Lelah Anak Tiri
8.7
Kehidupan dewasa Hanna dipenuhi cobaan berat. Saat berjuang keras mencari biaya medis untuk ibu kandungnya, ia justru dikhianati oleh kekasihnya yang ternyata menghamili kakak tirinya. Di ambang keputusasaan akibat luka hati yang mendalam, seorang pria misterius datang menawarkan pertolongan melalui sebuah pernikahan. Kini, Hanna dihadapkan pada pilihan sulit demi bertahan hidup. Akankah ia menerima tawaran tersebut?