APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PERNIKAHAN YANG MANIS DAN GILA

PERNIKAHAN YANG MANIS DAN GILA

Arsitek sekaligus CEO ternama, Louisa Alexander, terjebak tipu daya rekan bisnisnya. Saat melarikan diri, ia malah berpapasan dengan Devian Salvatore, sepupu yang paling ia benci. Pertikaian mereka berujung tak terduga di ranjang hotel karena Louisa terpaksa meminta tolong. Sialnya, sang ayah, Louis, memergoki mereka dan langsung menuntut pernikahan. Kini, Devian didera ketakutan hebat membayangkan amarah mematikan kembarannya, Demian, akibat skandal gila ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tik! Tok! Tik! Tok!

Suara dentingan jarum jam di dalam sebuah ruangan terdengar menggema mengisi kesunyian. Semakin membuat suasana mencekam antara dua pria yang tengah duduk di sofa dalam diam sejak beberapa menit yang lalu.

"Jadi?" Pertanyaan singkat itu terlontar keluar dari bibir Demian. Menatap dingin Sang Adik yang duduk di sofa seberang.

Glek!

Devian menelan kasar ludahnya. Mencuri pandang menatap ekspresi Kakaknya yang tidak berubah. Namun, hal itu mampu membuat bulu kuduknya meremang.

"Dia menarikku." Lirih Devian, tak berani menatap saudara kembarnya kala mengucapkan kata itu keluar dari bibirnya.

Tak ada sahutan. Demian hanya diam masih dengan ekspresi datar di wajahnya, tetapi aura sekitarnya jelas mengungkapkan isi hatinya sekarang ini. Buruk.

"Dia dalam pengaruh obat perangsang." Devian menambahkan, suaranya terdengar bergetar.

Masih tak ada jawaban dari lawan bicaranya, membuat nyawa Devian seakan hilang setengah dari tubuhnya.

"Yang jelas. Jangan bertele-tele," ucap Demian datar.

"Kamu tidak tidur?" Tanya Devian mengalihkan pembicaraan.

Demian memutar bola mata malas. Menghela napas kasar, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Jelaskan, Dev. Kau tahu aku seperti apa jika tidak diberi penjelasan dengan baik." Tegas Demian, menekan setiap kata yang keluar dari bibirnya.

Meski sebenarnya Demian lelah setelah melakukan perjalanan panjang. Delapan jam di dalam jet bukanlah waktu yang singkat, bahkan mungkin kedua orang tua mereka tengah berbicara empat mata di ruang tamu kediaman Louis Alexander tanpa ingin menunggu esok hari.

Jadi Demian memutuskan untuk mengintrogasi Adiknya di dalam kamar. Ia juga sedikit malu menunjukkan wajah pada Wanita yang telah direnggut keperawanannya oleh Devian, Adiknya.

Devian menghela napas pasrah. Ya, sepertinya tak ada pilihan. Toh, lebih baik diintrogasi seperti ini daripada harus menerima hukuman yang lebih berat

"Aku berniat memasuki kelab untuk mencari Kedrick. Ada hal penting yang ingin dia bicarakan denganku, sesaat setelah masuk. Aku menatap sekeliling untuk mencari keberadaannya, tetapi wanita itu menabrak tubuhku." Devian menunduk mengingat kejadian kemarin malam, sebelum dirinya berakhir di kamar hotel.

***

Suasana kelab malam begitu ramai malam ini. Ya, tidak ada catatan tempat itu sepi ketika malam. Bahkan pagi pun mungkin akan ada orang yang menikmati waktu di tempat itu.

Devian menatap sekeliling. Mencoba mencari sosok Kedrick -tangan kanannya- di antara puluhan orang yang tengah menari dalam keadaan setengah sadar. Tak jarang mata Devian menangkap pemandangan yang cukup membuat ia jijik sendiri.

Meski bukan kali pertama dia memasuki kelab, tetap saja ia geli melihat pemandangan tak senonoh yang tengah dipertontonkan oleh sepasang insan di setiap sudut ruangan temaram itu.

Devian bukan tak normal, hingga tak terangsang melihat hal tak senonoh tersebut. Tapi ia tahu diri, tahu tempat juga. Namun, jika mengingat hingga saat ini dirinya tak pernah sekalipun berkencan dengan wanita.

Alasannya sederhana, jika memiliki kekasih maka besar kemungkinan waktunya terbagi untuk hal yang tidak penting. Devian tidak suka hal itu.

Devian menghela napas kasar saat tak juga melihat siluet atau batang hidung Kedrick. Padahal ia sudah lelah mencari sejak tadi, sudah terasa pengap berada di tengah-tengah orang yang meliukkan tubuh tanpa tahu malu.

Apalagi aroma alkohol yang perlahan menganggu indra penciumannya. Sungguh menyebalkan.

Bugh!

Seseorang tanpa sengaja menabrak tubuh Devian, membuat pria itu mundur beberapa langkah dari tempatnya.

Devian mengerutkan kening menatap sosok yang kini memeluk erat pinggangnya.

"Hey, lepaskan." Sentak Devian berusaha melepaskan pelukan wanita itu.

Tapi tak membuahkan hasil, justru pelukan di pinggangnya semakin erat.

"Tolong... Tolong aku, Brengsek." ucapnya mengiba.

Seketika Devian membelalakkan mata melihat wajah cantik yang kini mendongak menatapnya.

Itu Louisa, wanita yang teramat sangat membencinya. Bahkan Devian yang hanya bernapas pun mampu membangkitkan amarah wanita itu.

"Hih! Wanita gila, jika meminta tolong harusnya tidak perlu mengeluarkan umpatanmu padaku." Kesal Devian dan tersentak saat bibir Louisa kini menempel dan melumat bibirnya.

Dengan segera Devian menjauhkan wajahnya. Melepaskan tautan bibir mereka dengan tatapan ngeri pada sepupunya itu.

"Wanita gila!" Teriak Devian kesal, berusaha menjauh dari Louisa yang berusaha mendekat.

"To-tolong. Ini sangat menyiksa," lirih Louisa diselingi dengan desahan kecil yang membuat bulu kuduk Devian meremang.

'Kenapa gadis ini?' batin Devian bertanya-tanya. Menatap prihatin ekspresi Louisa yang terlihat begitu tersiksa sambil meraba tubuhnya sendiri.

"Tuan!" Suara teriakan terdengar, membuat Devian menolehkan kepalanya ke sumber suara. Menatap sosok yang sejak tadi ia cari kini mendekatinya dengan terburu-buru.

"Maaf membuat Anda menunggu."

Devian mengabaikan hal itu. Ia hanya fokus menatap Sepupunya yang begitu tersiksa.

"Nanti kita bicarakan." Dengan segera Devian meraih tubuh Louisa, menggendongnya ala bridal style keluar dari kelab.

Langkah Devian semakin lebar kala keluar dari kelab tersebut. Ia mendekat pada mobil Lamborghini Aventador berwarna hitam miliknya, segera membuka pintu kursi samping kemudi lalu mendudukkan wanita dalam gendongannya.

Devian memasuki kursi kemudi dengan terburu-buru. Menyalakan mesin mobilnya meninggalkan tempat hiburan itu.

"Shit! Hati nuraniku," gumam Devian mencengkeram kuat setir mobil.

Padahal dia sangat tidak suka pada gadis di sampingnya, tetapi hati nuraninya benar-benar tidak tega meninggalkan Louisa di dalam kelab dengan kondisi yang begitu aneh.

Menyesal pun rasanya sudah terlambat.

'Tak apa, hitung-hitung kebaikan.' batin Devian mengingatkan.

Ia akan menganggapnya seperti itu, agar tak terbebani dengan kehadiran sosok di sampingnya.

Tujuan Devian sekarang adalah mengantar Louisa kembali ke kediaman Uncle Louis, Ipar Ibunya. Hanya itu, setelahnya dia akan kembali ke kelab dan membahas hal penting yang sempat tertunda dengan Kedrick

Namun, seperti niat hanya tinggal niat saja.

Ckittt!

Devian segera menginjak pedal rem dengan cepat kala sosok yang membencinya itu kini duduk di pangkuannya. Menatapnya dengan kabut gairah, seolah Devian adalah santapan lezat yang akan dieksekusi detik ini juga.

Deg! deg! deg!

Jantung Devian berdetak tak karuan dengan bulir keringat dingin telah membasahi keningnya tanpa henti.

"Ma-mau apa kau?" Tanya Devian, suaranya seakan tercekat di tenggorokan melihat penampilan Louisa di pangkuannya. Terlihat begitu seksi dan... hot.

Damt it!

Benda kenyal dan basah kini telah bertengger sempurna di bibir Devian, membuat mata pria itu semakin terbelalak seolah akan keluar dari tempatnya.

Devian mencoba membebaskan diri. Tapi entah kekuatan dari mana, wanita di pangkuannya itu tak bergerak seinci pun dari tempatnya. Begitu kuat mengait leher Devian, mendorong kepala pria itu agar menikmati hal yang tengah mereka lakukan.

Deretan nama hewan di kebun binatang sudah Devian keluarkan dalam hati. Menyumpah tanpa henti, hingga akhirnya pasrah.

Adik kecilnya sudah memberontak di bawah sana, membuat Devian mendesis lalu membuka pintu mobil dengan menggendong tubuh Louisa ala koala.

Untungnya mobilnya berhenti tepat di depan hotel bintang lima, seolah tahu hal apa yang akan terjadi selanjutnya.

Devian memesan kamar dengan terburu-buru, membiarkan Louisa menikmati lehernya hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana tanpa peduli dengan pandangan resepsionis atau beberapa orang di lobi hotel itu.

'Bodohlah. Konsekuensi urusan belakangan,' batin Devian berjalan ke arah lift yang akan membawa mereka ke lantai letak kamar yang ia pesan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANAK CEO TAMPAN
8.1
Akibat jebakan keji sang mantan suami, Candice terpaksa melewati malam bersama seorang lelaki asing. Empat tahun berselang, ia pulang ke tanah air membawa putra kecilnya yang sangat cerdas dan tampan. Siapa sangka, takdir justru mendekatkannya kembali dengan ayah kandung sang anak. Di kala hasrat membalas dendam kepada perusak hidupnya berkobar, mampukah Candice meraih akhir bahagia bersama keluarga barunya?
Sampul Novel Gairah Ranjang CEO Kejam
9.2
Alice Morrigan terpaksa menggantikan sang kakak kembar, Berenice, yang kabur di hari pernikahannya dengan Nicholas Chevalier. Menjadi istri pengganti, Alice justru diperlakukan kejam layaknya budak. Ia kerap menerima siksaan fisik dan cambukan menyakitkan dari sang suami saat di ranjang. Kebebasan serta raga Alice dikungkung habis-habisan oleh Nicholas yang posesif. Di tengah penderitaan tiada akhir ini, sanggupkah Alice bertahan, atau ia akan berhasil meloloskan diri?
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa pulang membawa anak kembar. Kini, ia bekerja untuk Marvin, CEO genius yang diam-diam menyamar sebagai Primus demi melindungi identitasnya. Situasi pelik terjadi ketika Alisa menyadari bahwa Primus adalah pria dari masa lalunya. Terjebak di antara dua persona dari pria yang sama, mampukah Alisa mengungkap rahasia Marvin? Bagaimana sang CEO akan bereaksi saat mengetahui keberadaan kedua anak kandungnya?
Sampul Novel Menikah dengan Pria Lain Setelah Tunanganku Menunda Pernikahan
9.7
Tiga hari menjelang pernikahan, Eliana dikhianati tunangannya yang beralih menikahi teman masa kecilnya demi alasan penyakit Alzheimer. Sang mantan meminta Eliana menanti hingga wanita itu hilang ingatan. Tanpa menangis, Eliana langsung menghubungi keluarganya untuk menerima perjodohan lama dengan pewaris takhta keluarga Barton yang sangat dingin. Eliana pun memastikan pria kaya raya tersebut akan benar-benar hadir bersamanya di altar pernikahan.
Sampul Novel Obsesi sang Billionaire
8.4
Demi mendapatkan keturunan yang tak kunjung hadir dari sang istri, Evander Alywar Miller, seorang CEO sekaligus mafia kejam, mengincar Rossie Casaundra. Rossie, yang bekerja sebagai pengurus kuda di perkebunannya, dijebak lewat rencana licik yang membuat ayahnya yang sakit mendekam di penjara. Terdesak demi menyelamatkan sang ayah, Rossie terpaksa menyetujui kontrak pernikahan tanpa rasa cinta ini. Akankah kebencian mendalam di antara mereka bisa berubah menjadi cinta?
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan CEO Galak!
9.1
Hidup Laura hancur setelah Jack menolak bertanggung jawab atas kehamilannya. Keadaan makin kacau saat ayah Laura salah paham dan mengira Liam, bos Laura yang juga kakak Jack, adalah pria yang menghamilinya. Demi menebus dosa adiknya, Liam terpaksa menikahi Laura. Namun, pernikahan ini justru membongkar rahasia besar. Saat Jack mulai menyesal, Laura kini terjebak dilema antara bertahan bersama Liam atau kembali ke masa lalunya.