APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Tanpa Perasaan dengan Tuan Atasan

Pernikahan Tanpa Perasaan dengan Tuan Atasan

Sejak sang ayah tiada, Niela harus berjuang sendirian menjalani kerasnya hidup. Ia sangat mendambakan kehadiran suami yang bisa melindunginya dan menjadi tempat bersandar. Namun, impian itu hancur ketika ia terikat pernikahan tak terduga dengan bosnya sendiri yang menaruh kebencian mendalam padanya. Bukannya kehangatan, Niela justru menerima sikap dingin dan tekanan dari suaminya yang acuh. Kini, ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta yang begitu menyiksa batinnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bagai dejavu, Niela pulang seorang diri dari rumah sakit setelah di rawat beberapa hari. Sama seperti sebelumnya. Sang suami tak pernah menjenguk sekalipun. Kali ini dia memilih ke rumah sakit berbeda agar tak ada lagi yang mengadu pada Sena. Tak ada dokter yang mengenalinya di rumah sakit itu. Untung saja Sena masih di luar negeri jadi mempermudah Niela untuk menyembunyikan sakitnya.

Niela menyempatkan diri singgah ke sebuah cafe untuk sekedar menikmati waktu santai. Padahal batinnya tak akan sembuh semudah itu. Setidaknya memanjakan mata dengan suasana baru akan menyenangkan hati meski sebentar saja.

Kalau saja Niela punya rumah, dia akan memilih pulang ke sana. Sayangnya sebelum menikah, Niela hanya tinggal di sebuah kontrakan sederhana. Tapi kesederhaan itu jauh lebih nyaman dari pada tempatnya yang sekarang.

"Niel?" Sebuah suara menyadarkan Niela dari lamunannya.

Dia menatap ke arah samping kanan di mana orang itu berdiri. Matanya menyipit berusaha mengingat orang yang tampak tidak asing di sebelahnya.

"Kak Harell?" Ucap Niela ragu, malu sekali kalau sampai salah menebak.

"Wah aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini." Sambut pria gagah berbalut tuxedo mewah itu lalu memeluk ringan Niela. Niela pun tak mengelak sebab dia sendiri rindu pelukan itu.

Harell merupakan senior Niela sewaktu kuliah. Mereka sangat dekat meski hanya di tahun terakhirnya Harell. Andai saja pria itu tidak lanjut kuliah di luar negeri mungkin hubungan mereka bisa lebih serius lagi.

"Boleh aku duduk di sini?" Tanya Harell basa-basi. Tak diberi ijin pun dia akan tetap gabung di sana.

"Siap senior." Angguk Niela tersenyum merekah. Kenangan ospek yang begitu membekas jadi ingatannya untuk membalas sapa. Kebiasaan yang dulu sering dia lakukan.

Jiwa kesedihan tadi mendadak terhempas jauh. Kehadiran Harell punya pengaruh hebat padanya. Dunia yang suram terasa kembali menghijau berhias warna-warni bunga.

"Kenapa nomormu tiba-tiba di ganti? Aku hampir menyerah mencarimu." Tanya Harell tak sabaran. Banyak sekali yang ingin dia tahu tentang kabar terbaru Niela.

"Ponsel Niel waktu itu tiba-tiba saja rusak. Niel bahkan kehilangan semua nomor kenalan." Jawab Niela agak kesal mengingat kejadian itu.

"Lalu media sosial? Masa Niel tidak ada satu pun?"

"Niel malas menggunakannya hehehe..."

Jujur, Niela lebih fokus kerja dari pada sibuk dengan postingan tidak jelas. Itu bukan hobinya. Lagi pula faktanya dia itu bukan orang kaya yang punya banyak waktu bersantai. Wanita itu punya tanggung jawab menghidupi dirinya sendiri. Memangnya siapa yang mau menafkahinya? Bahkan suami sendiri pun lepas tangan. Untung saja Niela masih punya tabungan membayar rumah sakit.

"Oh begitu yah?"

Mereka pun membahas banyak hal. Tanpa sadar sudah memakan waktu lama untuk berbagi cerita. Tak ada yang membosankan dalam obrolan itu. Harell menjadi pendengar yang baik sampai akhirnya Niela bilang statusnya yang sudah bersuami.

"Sudah menikah?" Harell hanya ingin memastikan.

Sebenarnya Niela agak canggung sebab pernikahan itu terjadi atas dasar masalah memalukan. Tapi dia merasa berdosa jika tidak jujur.

"I.. iya kak." Gugup Niela.

Dia tak mau menjawab lagi untuk pertanyaan selanjutnya yang menyangkut pernikahan mereka. Beruntung Harell peka untuk berhenti menggali lebih jauh. Binar mata Niela menghilang saat membahas topik itu.

"Jadi asistenku saja." Pinta Harell begitu Niela bilang ingin mencari pekerjaan.

Terdengar bagus tapi Niela tidak percaya diri. Harell sempat bilang kalau dia sedang uji coba menggantikan posisi sang ayah sebagai pemimpin perusahaan. Artinya Niela diminta menjadi asisten orang penting.

"Niel tidak pantas kak. Berikan saja lowongan untuk karyawan biasa kalau bisa." mohon Niela dengan wajah memelas.

"Aku menawarkan ini bukan karena kita saling kenal, tapi aku tahu bagaimana tanggung jawab dan disiplinnya kamu. Ayolah terima yah?"

"Bagaimana kalau orangtua kak Harell akan melarang?"

Harell terkekeh mendengar penuturan Niela. Yah memang wajar sih pernyataan itu untuk kalangan orang elite tapi jangan masukkan keluarganya di sekelompok orang sombong begitu.

"Orangtua ku tidak pernah melarangku. Yang penting kan aku tahu kualitas orang-orang pilihanku. Cukup belajar, pahami, dan lakukan tugasmu." Tawar Harell.

Niela mempertimbangkan beberapa hal untuk masa depannya. Sebisa mungkin keputusan ini tidak akan menyebabkan kerugian apa pun.

"Nanti Niel akan coba mempertimbangkan dulu kak." Putusnya meyakinkan diri.

Harell pun senang mendengar jawaban barusan. Mereka bertukar kontak sebelum berpisah. Harell meminta maaf tidak bisa membawa Niela pulang sebab dia sudah terlambat untuk rapat.

Niela tentu paham kesibukan seniornya, jadi memaklumkan saja. Padahal Niela sendiri tidak berani membawa seorang pria masuk kawasan keluarga Kindly.

Niela tidak yakin tentang Kindly tapi kebaikan Sena yang membuatnya tidak enak hati membawa pria asing.

Sekali lagi pemandangan tak enak di lihat Niela saat sampai di rumah. Meski kali ini tidak ada adegan panas. Kindly dan Alika sedang makan malam bersama. Makan malam bernuansa romantis dengan kue tart di tengah meja dan tumpukkan kado samping tempat duduk Alika. 'Oh mungkin perayaan ulangtahun Alika'.

Dada Niela panas namun reaksinya tak menggambarkan perasaan yang semakin hancur kian hari. Wanita itu hanya menampilkan wajah datar berusaha terlihat baik-baik saja.

Alika tersenyum kaku pada Niela. Alika tetap mencoba bersikap ramah meski sadar sudah mengotori hubungan mereka. Setidaknya dia tidak ingin terang-terangan mau bermusuhan. Alika berdehem menstabilkan suara sebelum bicara.

"Mau makan bersama?" Tawarnya tersenyum lebih manis dari sebelumnya.

Sementara Kindly hanya diam menyantap makanan tanpa terganggu. Pria dingin itu hanya melirik kecil Niela namun berpaling lagi ke piring seolah itu lebih penting dari pada sang istri. Suasana yang penuh ketegangan.

"Tidak. Aku tidak lapar." Tolak Niela berlalu meninggalkan suaminya yang sedang berkencan.

Bahagia yang dirasakan tadi luntur berganti kehampaan. Entah sampai kapan siklus hidupnya terus seperti ini. Niela lebih memilih menjanda dari pada jadi istri tak di anggap.

Sang suami bahkan tidak mau repot-repot bertanya keadaannya setelah di rawat inap. Sesuai perkataan Kindly, dia tak mau di sibukkan sekalipun itu pemakaman Niela. Niela jadi selalu mengingat peti jika melihat wajah tak acuh sang suami.

Tapi Niela juga sadar, Alika sepadan dengan Kindly. Alika terlahir dari keluarga terpandang. Tubuhnya selalu di balut pakaian mahal lengkap dengan aksesoris berkilau. Semakin menambah kesan cantik yang tidak dia miliki.

Saat masuk kamar, nampaklah balkon yang sudah dilapisi pintu besi, begitu juga dengan jendela yang sudah bertrali besi. Apa Kindly yang melakukan semua ini? Hah sudalah.

Tidur adalah hal paling ampuh untuk menghilangkan kerisauan hati. Niela menutup mata untuk beristirahat. Aneh, dia bisa tidur dengan mudah. Sangat nyenyak sampai--

Ceklek

Pintu di buka dan menampilkan Kindly di ambang pintu. Pria itu melangkah masuk mendapati Niela sedang tertidur meringkuk lucu. Mata tajam itu berhenti di perut Niela yang tertutup selimut. Ada sedikit penasaran untuk membuka selimut itu. Dia kembali meniti wajah polos Niela yang jauh dari kata licik seperti anggapannya.

Kalau dipikir-pikir Niela hampir tidak pernah meminta uang. Kindly sempat menunggu di tagi uang rumah sakit, tapi tidak ada sama sekali. Wanita di hadapannya nyaris tidak menggunakan apapun miliknya.

Apakah itu bagian dari rencananya yang ingin memanipulasi keluarga mereka atau sebenarnya tak ada rencana apa pun?

Kindly duduk di tepian kasur menatap menelaah wajah sang istri. 'Apa tujuanmu sebenarnya?' batin Kindly. Perlahan dia menarik selimut itu ke bawah. Sepelan mungkin agar tidak membangunkan Niela.

"Kin?" Suara Niela serak.

Kindly tersentak kaget menghentikan gerakannya lalu berdiri dari sana. Dia merutuki dirinya sendiri atas tindakan bodoh barusan. Sungguh memalukan.

Niela masih kebingungan mengira kejadian ini hanya mimpi. Tapi udara dingin membuatnya sadar ini dunia nyata. Dia pun memposisikan diri untuk duduk.

"Kau sedang apa di sini?" Tanya Niela yang heran akan kedatangan Kindly yang dulunya enggan memasuki ruangan itu kecuali untuk kejadian beberapa hari lalu.

"Besok bangun pagi, ikut aku ke kantor." ucap Kindly kembali dengan nada tidak ramahnya.

"Kenapa?"

"Mama yang minta." Jawabnya lalu pergi tanpa menunggu tanggapan Niela.

Lihat? Dia bahkan tidak peduli Niela baru sembuh. Untuk Sena, wanita itu tidak tahu menantunya masuk ke rumah sakit yang ke-2 kali. Jadi dia kira Niela sudah baik-baik saja.

Mata Niela sulit sekali terpejam setelah bangun tadi. Jam dinding masih menunjukkan pukul 2 dini hari. Dengan malas Niela berjalan ke dapur hendak minum. Namun usai minum, ada suara brisik dari ruang tamu. Niela kira itu hanyalah aktifitas pelayan yang juga tidak bisa tidur sepertinya.

Tapi salah. Di sana ada 3 orang asing yang tidak dikenalnya. Niela segera berbalik untuk lari tapi sayang keberadaannya sudah di ketahui. Salah satu dari mereka menangkap tubuh Niela.

"TOLONG! TO Hmmp." Teriakannya berhenti saat mulutnya ditempeli telapak tangan kekar.

"Diam atau mati!" Perintah seorang dengan bisikan sepelan mungkin.

Niela tak mampu melawan. Dia hanya bisa mengangguk patuh.

"Sepertinya dia boleh juga." Sahut lainnya.

"Aargh." Teriak seorang yang membekap mulut Niela. Tangan kekar itu digigit saat melonggar.

Niela memanfaatkan kesempatan untuk lari. "SIAPAPUN KELUARLAH ADA PERAMPOK." Teriak Niela ketakutan. Dia sudah hampir sampai tangga sebelum di tarik kembali.

"Lepas!" Katanya gemetar.

Plak

Suara tamparan di pipi Niela menggema di ruangan megah itu. Tanpa aba-aba seorang di antara mereka yang sudah sangat geram mendekat lalu mengayunkan pisaunya ke arah Niela.

Jleb

Tetesan darah dari tusukan pisau mengucur ke lantai.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Menantu Idaman
7.9
Kisah cinta dewasa ini mempertemukan seorang pemuda blasteran Rusia-Bali beragama Hindu dengan putri pejabat Indonesia yang memeluk Nasrani saat mereka kuliah di Rusia. Meski terhalang jurang perbedaan keyakinan serta latar belakang keluarga yang sangat kontras, takdir tetap mempersatukan keduanya dalam rajutan asmara. Kini, di tengah benturan identitas dan tekanan sosial yang kuat, mereka harus berani menghadapi segala konsekuensi atas perasaan cinta yang telah tumbuh.
Sampul Novel Desire of Love CEO
8.0
Kehidupan Alana Handoko berubah menjadi mimpi buruk setelah ia dinyatakan bersalah atas kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang anak perempuan. Insiden tragis tersebut menyulut murka Reynar Adiwangsa, seorang CEO tampan yang kehilangan figur tercinta. Terbakar oleh hasrat membalas dendam, Reynar bersumpah membuat hidup Alana menderita. Ia merancang berbagai rencana kejam untuk menyiksa Alana dan mengubah dunianya bagai neraka demi menuntaskan rasa sakit hatinya.
Sampul Novel Guru Cantik dan Tetangganya Murid Macho
7.9
Sebagai dosen muda dengan penampilan menarik, ia selalu menjadi pusat perhatian para mahasiswa di kampusnya. Kehidupan tenangnya mulai terusik saat menyadari salah satu murid laki-lakinya tinggal tepat di seberang rumahnya. Ketika suaminya sedang pergi dan pipa air di rumahnya mendadak pecah hingga membuatnya basah kuyup, murid tangguh tersebut datang menawarkan bantuan dengan penuh antusiasme. Hubungan profesional antara guru dan murid ini pun diuji oleh situasi tak terduga yang intim.
Sampul Novel Kau Curangi Aku
8.4
Maya hancur saat tahu pacarnya berselingkuh dengan Miya, kembaran sendiri. Namun, ia segera beralih menyelidiki rahasia kelam harta keluarga yang diincar sindikat kriminal. Ternyata, adiknya hanya diperalat dalam rencana licik ini. Kini Maya harus bergerak cepat mengungkap otak kejahatan serta motif tersembunyi di balik konspirasi yang mengancam keselamatan seluruh keluarganya.
Sampul Novel Melody Cinta Tuan Muda
8.9
Tindakan tulus Melody saat menolong seorang kakek dari upaya bunuh diri justru membawanya masuk ke lingkaran dinasti bisnis raksasa. Di tengah keluarga konglomerat ini, ia menyaksikan perebutan takhta yang penuh kelicikan. Sagara, sang pewaris sah sekaligus cucu kakek tersebut, menjadi target manipulasi anggota keluarga lain karena kepribadiannya yang sangat lugu. Kini, Melody terjebak dalam pusaran intrik perebutan harta dan konspirasi kejam demi menguasai perusahaan.
Sampul Novel Rahasia Tubuh Serena
8.1
Hancur akibat vonis sindrom MRKH, Serena Queen Adhisty memilih menyakiti Adibara Erlangga agar pria itu membencinya. Sebelas tahun berselang, Serena tumbuh menjadi sosok angkuh yang enggan menikah. Takdir tak terduga mempertemukan mereka kembali di dunia kerja. Keadaan semakin rumit dengan kehadiran kakak Adibara yang membangkitkan dendam masa lalu. Akankah Adibara tulus menerima kondisi Serena, atau justru ada pria lain yang ditakdirkan mendampinginya?