APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Tanpa Cinta 21+

Pernikahan Tanpa Cinta 21+

Keheningan makan malam terusik ketika Tasya mengungkap rahasia besar kepada suaminya. Dengan gemetar, ia mengaku telah hamil dua bulan. Namun, kabar itu tidak membawa kebahagiaan, melainkan ketegangan yang mencekam. Radit yang biasanya bersikap dingin seketika tertegun dalam keraguan yang mendalam. Suasana semakin memanas saat Radit melontarkan pertanyaan tajam yang meragukan siapa sebenarnya ayah dari anak di kandungan istrinya tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3 – Pilihan yang Mengguncang

Aroma roti panggang dan telur orak-arik memenuhi dapur pagi itu. Radit menuangkan kopi ke dua cangkir, satu untuknya, satu lagi ia geser pelan ke hadapan Tasya yang duduk di meja dengan tangan memegangi perutnya.

Untuk pertama kalinya sejak lama, pagi itu terasa seperti milik mereka berdua. Tidak ada tatapan sinis, tidak ada saling diam yang menyakitkan. Hanya keheningan yang tidak terlalu dingin.

"Kita janji ke dokter jam sepuluh, ya?" tanya Tasya sambil menyeruput kopinya perlahan.

Radit mengangguk. "Aku kosongkan jadwal meeting hari ini. Nanti kita berangkat jam setengah sepuluh."

Mereka makan dalam diam, tapi kali ini bukan karena dendam. Mungkin karena keduanya masih menata ulang keberanian mereka untuk menghadapi kenyataan. Apapun hasilnya nanti, hidup mereka tidak akan pernah sama lagi.

Tasya memainkan garpu di piringnya, sementara Radit menyalakan laptop sambil mendengarkan musik youtube di sudut dapur. Saluran pagi itu menayangkan iklan layanan masyarakat tentang kesehatan reproduksi, namun tak lama kemudian berganti ke iklan klinik yang menyamar sebagai "konsultasi kehamilan tak diinginkan". Bahasa halus dari praktik aborsi.

"Dokter terpercaya untuk penanganan kehamilan yang belum siap. Aman, cepat, rahasia terjaga."

Gambar seorang wanita muda yang tersenyum dengan latar klinik putih bersih mengisi layar laptop milik radit.

Tasya menoleh ke arah layar laptop. Radit ikut melirik, dan tiba-tiba suasana menjadi berbeda. Suara iklan itu menggantung di udara, seperti sesuatu yang tak ingin mereka dengar... tapi juga sulit untuk diabaikan.

Mereka saling menatap. Tak satu pun berbicara, tapi mata mereka bicara terlalu banyak.

"Kamu mikir apa yang aku pikir?" tanya Radit akhirnya, dengan suara rendah.

Tasya menggigit bibirnya. "Aku nggak tahu. Tapi... iklan itu muncul kayak tahu isi kepala kita."

Radit menarik napas panjang. "Kita belum siap. Kita bahkan nggak tahu siapa ayahnya. Kita masih saling marah, saling asing."

Tasya menunduk. Kata-kata itu seperti peluru, karena semuanya benar. Dan lebih dari itu, dia sendiri belum siap menjadi ibu, apalagi untuk anak yang bisa saja memperparah luka yang sudah ada.

"Aku takut, Radit," katanya pelan. "Takut kalau anak ini malah tumbuh di tengah kebencian. Di antara dua orang tua yang bahkan nggak tahu cara saling percaya."

Radit tidak menjawab. Ia hanya memandangi cangkir kopinya, seolah berharap jawabannya ada di dasar gelas itu.

"Kita bisa batalkan janji ke dokter," lanjut Tasya. "Dan pergi ke tempat itu..."

"Dan habisin semuanya?" potong Radit, suaranya datar.

Tasya menatapnya dengan mata yang tak bisa menyembunyikan keraguan. "Mungkin ini yang terbaik. Untuk kita. Untuk dia juga..."

Radit menatap istrinya lama. Di matanya, ada konflik yang begitu besar. Hatinya ingin menolak gagasan itu, tapi pikirannya mengatakan itu mungkin satu-satunya jalan untuk menghentikan siklus luka yang mereka jalani.

"Kalau kita pilih itu, nggak ada jalan balik, Tas."

Tasya mengangguk. "Aku tahu."

Radit berdiri. Ia berjalan ke jendela, menatap lalu lintas pagi di bawah sana. Mobil-mobil bergerak seperti biasa. Kota tetap sibuk. Dunia tetap berputar, seolah tak peduli pada keputusan berat dua manusia di sebuah apartemen sepi.

"Kalau kita gugurkan... berarti kita menyerah total," ucap Radit akhirnya.

Tasya berdiri dari kursinya, mendekatinya.

"Mungkin kita memang sudah kalah dari awal," katanya lirih. "Pernikahan ini... hidup kita... semuanya sudah ditentukan tanpa kita sempat memilih."

Radit menatapnya. "Tapi anak ini belum salah apa-apa."

Tasya memejamkan mata, menahan air mata yang menggantung.

"Kalau kita tetap lanjut, dan ternyata semua makin hancur, kamu bisa janji nggak bakal nyalahin anak yang sedang ku kandung?" tanyanya.

Radit diam. Tapi akhirnya, dia menunduk, karena di sendiri belum siap menjadi ayah.

Salam Penulis

darkcom

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata yang Kutumpahkan
9.0
Demi menjaga nama baik keluarganya, Keira Prawirajaya bersedia menikahi Panji Wicaksana setelah kembaran identiknya, Keisha, melarikan diri. Namun, situasi berubah pelik ketika Keisha kembali dan menyebarkan fitnah kejam. Panji, yang masih terpikat oleh cinta masa lalunya, tega menuduh Keira berselingkuh demi bisa bercerai. Di tengah kepungan dusta, Keira kini dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan kehormatan keluarga atau memperjuangkan harga dirinya dari kekejaman suami dan saudaranya.
Sampul Novel An Affair
9.2
Demi membalas dendam atas kematian orang tuanya, Winter Samantha menyamar untuk menghancurkan keluarga Smith. Ia sengaja menjerat Edward Smith dan sang putra, David, dalam pusaran skandal perselingkuhan yang rumit. Namun, rencana ini terganggu oleh kehadiran Sean William, sahabat kecil yang tulus mencintainya. Kini, Winter dihadapkan pada pilihan sulit: menuntaskan dendamnya pada musuh atau menerima lamaran Sean untuk hidup bahagia bersama.
Sampul Novel Bukan Aku Tak Setia
9.1
Setelah tiga tahun berpisah, luka di hati Raja dan Cahaya akibat perpisahan masa lalu rupanya belum juga mengering. Kini, sebuah pertemuan tak terduga kembali mempertemukan keduanya. Saat memori lama mulai membayangi, mereka dipaksa menghadapi sisa-sisa perasaan yang dahulu belum sempat terselesaikan. Apakah momen reuni ini akan membuka jalan bagi kesempatan kedua untuk menyatukan kembali cinta mereka dalam kebahagiaan?
Sampul Novel CEO Itu Ayah Dari Anakku!
8.6
Niat Risa mencari orang tuanya di kota berujung petaka saat temannya sendiri berkhianat dan menjualnya. Ia pun melewati satu malam bersama Arjuna, seorang CEO muda. Kejadian itu menyisakan kehamilan yang kini mengancam reputasi bersih sang miliarder. Diimpit perbedaan status sosial yang jurang dan intrik keluarga, Arjuna harus memilih antara nama baik atau melindungi Risa. Akankah cinta bersemi dari skandal ini, ataukah ego kasta akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel CINTA LAMA BELUM USAI
8.6
Hati Gina hancur mendengar Abian telah menikah dan segera menjadi ayah. Meski Gina memilih mundur, Abian menolak melepaskannya. Berdalih dipaksa sang ibu, Abian egois ingin mempertahankan Gina sebagai selingkuhan. Gina merasa muak dengan segala janji palsu pria itu. Di tengah kehamilan istri sah Abian, Gina kini terjebak dalam hubungan gelap yang rumit, karena Abian bersikeras bahwa kisah mereka tidak akan pernah berakhir.
Sampul Novel Fragile Heart (Hati yang Rapuh)
8.0
Kehidupan Jasmine runtuh ketika sang kekasih pergi tanpa penjelasan. Setelah bertahun-tahun berupaya menyembuhkan luka dan melupakan masa lalu, takdir mempertemukannya kembali dengan Xavier, pria yang mencampakkannya. Rasa sakit Jasmine kian mendalam saat menyadari Xavier kini menjadi calon suami kakak kandungnya sendiri. Ia pun terjebak dilema besar antara memendam perasaannya atau merusak kebahagiaan sang kakak demi cinta masa lalunya yang kelam.