APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Tanpa Anak

Pernikahan Tanpa Anak

Lima tahun menikah, Anggraini dan Teguh sepakat untuk tidak memiliki anak. Namun, komitmen childfree tersebut runtuh seketika saat Anggraini mendapati suaminya telah berselingkuh. Teguh rupanya diam-diam memiliki istri siri dan anak di luar sepengetahuannya. Dikhianati dengan begitu kejam, amarah Anggraini pun meledak. Ia bersumpah akan menuntut balas dengan memastikan Teguh kehilangan hak serta kesempatannya untuk menjadi seorang ayah selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ayah, ayah! Atu mau es kim yang laca clobeli saja, ayah!"

Anggraini terpaku melihat pemandangan di hadapannya itu. Hatinya bagai teriris sembilu melihat bocah berusia kisaran dua tahun itu sedang memeluk leher seorang pria yang dia kenal adalah suaminya sendiri. Balita itu menatap pria itu dengan mesra, seakan takut orang yang dipanggilnya ayah itu berpaling darinya.

"Eh, sepeltinya lebih enak coklat deh. Coklat aja deh," celoteh cadel gadis kecil dengan kuncir dua di kepalanya itu.

"Shakila, cepat pilih! Masih banyak yang mau beli loh," tegur perempuan di sebelahnya sembari menunjuk ke arah antrian di belakang mereka. Sudah jelas dia adalah ibu anak itu.

Fokus Anggraini kini berpaling ke wanita itu. Seorang wanita yang usianya terlihat sedikit lebih tua darinya. Wanita itu berhijab dengan baju sedikit longgar, namun bagian perutnya turut menarik perhatian Anggraini. Perempuan itu terlihat sedang hamil. Trisemester awal sepertinya. Atau mungkin usia kandungan empat atau 5 bulan.

Gigi Anggraini gemeretak, tangannya otomatis terkepal. Saat ini ingin rasanya dia melabrak ketiganya dan mengatakan pada seluruh dunia bahwa pria itu adalah suaminya, seorang pengkhianat jahat, dan wanita itu adalah pelakor yang dengan tidak tahu malu telah merebut suaminya.

"Jangan gitu dong, Bun. Biarkan Shakila kita yang memilih sendiri. Anak ayah boleh memilih es krim rasa apa pun yang dia suka," bela pria itu.

"Benelan?" Mulut lucu dan imut itu kembali bersuara. Wajahnya terlihat menggemaskan

"Benar dong. Apa sih yang nggak buat anak ayah?"

"Yeiiyyy! Makacih, Ayah! Shakilla sayang ayah!!!"

Bocah bernama Shakilla yang sedang digendong oleh Mas Teguh itu memeluk dan mencium lelaki yang dipanggilnya ayah itu dengan ciuman bertubi-tubi di pipinya.

Nyesss!! Rasanya jantung hati Anggraini semakin ditusuk lebih dalam lagi. Kakinya terasa lemas. Hasrat ingin melabrak keluarga simpanan suaminya itu tiba-tiba pudar.

"Benar kan yang kubilang? Kamu nggak percaya. Aku sudah lama menyelidiki mereka, Anggre. Cuma aku baru berani ngomong aja sama kamu. Aku takut kamu nggak percaya."

Anggraini tak dapat berkata-kata. Ia sendiri bahkan nyaris lupa bahwa sedari tadi selain dirinya masih ada orang lain di sampingnya. Shopia sahabatnya yang menemaninya melakukan misi ini, misi membuntuti suaminya sendiri. Dan ternyata benar.

"Jadi gimana? Kamu mau kita labrak aja sekarang?" bisik Sophia.

Jarak mereka tidak begitu jauh dari pasangan yang terlihat harmonis itu.

Anggraini bergetar. Ia bukannya sedang menahan diri. Niat melabrak sudah ada sedari tadi, tapi kakinya seakan terpaku tak dapat bergerak. Mulutnya pun seakan terkunci.

Ia mungkin akan melakukannya andai tidak melihat seorang anak kecil yang begitu lucu digendong oleh Mas Teguh. Dan jangan lupakan makhluk kecil yang masih berwujud janin yang bersemayam di dalam perut wanita itu.

Batinnya berontak tak terima. Kenapa harus berselingkuh di belakangnya bahkan hingga menikah dan memiliki anak?!

Pemandangan menyakitkan di depannya itu secara tidak langsung telah menunjukkan juga alasan dari pengkhianatan cinta itu. Oh, bukan! Tak hanya pengkhianatan cinta, tapi Mas Teguh juga telah melakukan pengkhianatan pada prinsip dan komitmen yang selama ini mereka jadikan pilihan hidup.

Childfree.

Bukankah sebelum mereka menikah mereka sudah sepakat untuk tidak akan memiliki anak, baik itu anak kandung maupun adopsi? Demi kebaikan umat manusia yang katanya sudah over populasi di muka bumi? Hidup berdua pun katanya sudah cukup bahagia. Dan lagi memiliki anak berarti kontrak mati tanggung jawab seumur hidup. Dan kita belum tentu bisa mendidik mereka, menjadi manusia yang memiliki hidup berkualitas.

Dan Anggaini yang open minded karena selama ini menempuh pendidikan di luar negeri sependapat dan sepakat dengan prinsip itu. Hingga akhirnya ia memutuskan menikah 5 tahun silam dengan seorang Teguh Prabowo.

Tapi sekarang apa ini?

"Anggre, ayo kita datangi! Labrak! Lihat, mereka sudah mau pergi!"

Sophia sudah tak sabar melihat Anggraini yang hanya bengong. Ia kemudian menarik tangan sahabatnya itu untuk mengejar Teguh beserta istri dan anak simpanannya itu. Namun, betapa terkejutnya Sophia saat Anggraeni melakukan penolakan atas ajakannya.

Anggraini menarik tangannya dan tak bergeming dari tempatnya berdiri.

"Anggre!!"

Sophia mengernyitkan keningnya tak mengerti. Ia juga sedikit kesal pada sikap Anggraini. Dia pikir setelah membuntuti suami sahabatnya berselingkuh, ia akan kebagian memberi pelajaran pada pelakor itu.

Anggraini menggelengkan kepalanya.

"Tapi kenapa? Kamu nggak marah? Nggak merasa dicurangi? Kita harus memberi pelajaran pada suami sialanmu itu dan pelakor itu!" umpat Sophia kesal.

Anggraini mengangguk dan di waktu bersamaan menelan salivanya. Ia mengerti kekesalan Sophia. lMereka bersahabat sudah sedari lama dan selama ini kita bahkan Sophia sangat menghormati Mas Teguh meski selama ini dia tidak begitu setuju atas pilihan Anggraini yang mengikuti kemauan Mas Teguh untuk childfree.

"Benar, tapi tidak sekarang. Kecurangan yang dilakukan dengan cara yang licik harus dibalas dengan licik juga," kata Anggraini penuh maksud yang tersirat.

Matanya menatap tajam sosok ketiga orang itu yang semakin lama semakin menghilang di tengah kerumunan peserta jalan santai.

"Maksudnya?"

Anggraini mengulum senyum di atas rasa sakit hatinya.

Anggraini bukan penyuka anak kecil. Dibanding childfree sebenarnya ia juga agak sedikit childfobia teriakan anak-anak begitu terdengar mengganggu ketenteramannya. Tapi sebelum brtemu Teguh, tak pernah terlintas di benaknya akan membatasi diri untuk tidak memiliki anak sama sekali. Ya, minimal punya satulah.

Namun bertemu dengan Teguh dan banyak bertukar pikiran serta hidup selama beberapa tahun di Tokyo, Anggraini merasa ia satu frekuensi dengan Teguh yang dengan pemikiran yang terbuka tentang paham childfree dan tidak mengharuskan ia harus dekat-dekat dengan makhluk bernama anak, Anggraini pun menjatuhkan hati pada pria itu. Meyakinkan pada diri sendiri bahwa tidak memiliki anak pun bukanlah hal yang buruk.

Lalu sekarang? Inikah yang pantas ia terima? Ia dengan kesendiriannya ditemani oleh kemunafikan suaminya sendiri. Lalu suaminya mencari kebahagiaan lain dan membiarkan ia hanya bahagia dengan prinsip-prinsip omong kosong itu.

Sial! Anggraini tidak terima ini. Ia harus melakukan sesuatu. Melakukan suatu pembalasan yang akan membuat Mas Teguh merasakan sakit yang lebih dari yang dia rasakan.

Sakit, malu, kecewa, dan ... penyesalan yang tak akan ada obatnya.

"Anggre, maksudmu apa? Kamu mau balas dendam pada Mas Teguh?" tanya Sophia gugup.

Sophia sangat tahu sifat Anggraini. Dia bukan orang yang jahat sebenarnya, tapi bukan juga termasuk dalam golongan orang yang sangat baik hati dan pemaaf. Jika Anggraini sudah bersikap seperti ini, maka tak diragukan lagi, akan ada pembalasan yang setimpal nantinya.

"Kamu mau ngapain, Anggre?" tanya Sophia penasaran.

"Ayo kita pulang," ajak Anggraini sembari berbalik badan.

Tunggu saja, Mas Teguh. Kau akan tahu balas dendam seperti apa yang setimpal dengan kecurangan yang kau lakukan, batin Anggraini.

***

Bersambung ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Masa muda seorang gadis seketika runtuh saat ulang tahun ke-18. Ia dipaksa menikah dengan David, pria dewasa yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Alih-alih mesra, kehidupan baru mereka justru dipenuhi pertengkaran konyol, mulai dari urusan kartu kredit hingga uang tunai untuk membeli camilan. Di tengah keraguan atas masa depannya, Dinar hadir dan secara terbuka menunggu status jandanya. Akankah pernikahan ini membawa kebahagiaan atau justru berujung nestapa?
Sampul Novel Arwah Istri Sah
9.1
Demi membalas penderitaan selingkuhannya yang sempat terjebak di dalam mobil, seorang suami miliarder tega menghukum istri sahnya dengan sangat kejam. Tanpa memedulikan jeritan dan penjelasan sang istri, ia mengurungnya di dalam peti kayu yang dipaku rapat. Ditinggal berlibur selama seminggu bersama wanita idaman lain, sang suami tidak pernah menduga bahwa hukuman sadis itu akan berakhir fatal. Saat peti akhirnya dibuka kembali, sang istri telah kehilangan nyawa dalam kondisi mengenaskan, meninggalkan jasad dingin yang penuh luka.
Sampul Novel Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin
9.3
Aisyah, gadis biasa, menjalin cinta dengan Krisna yang merupakan seorang bangsawan. Sayangnya, ayah Krisna menentang keras hubungan mereka karena perbedaan status sosial dan keyakinan. Enggan menyerah pada keadaan, Krisna memilih menentang keputusan ayahnya demi tetap bersama Aisyah. Mereka pun memutuskan pergi jauh demi menjaga cinta mereka. Akankah kegigihan keduanya sanggup melunakkan hati sang ayah hingga restu yang dinanti akhirnya mereka dapatkan?
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, anak dari Arjuna dan Ken Rukmini, terseret dalam konspirasi Kerajaan Pedang Wangi di tengah ancaman Joyorono serta militer Mong. Bersama Niken Wulandari, ia memilih bermitra dengan Mong untuk melibas lawan, tetapi justru berujung dikhianati. Demi melindungi tanah airnya, Mahesa wajib membongkar misteri masa lalu dan menghidupkan daya magis pusaka Wesi Wangi. Di sela intrik takhta, ia pun menyadari bahwa pemimpin sejati harus meredam ego demi keselamatan rakyat.
Sampul Novel Rahasia Tubuh Serena
8.1
Hancur akibat vonis sindrom MRKH, Serena Queen Adhisty memilih menyakiti Adibara Erlangga agar pria itu membencinya. Sebelas tahun berselang, Serena tumbuh menjadi sosok angkuh yang enggan menikah. Takdir tak terduga mempertemukan mereka kembali di dunia kerja. Keadaan semakin rumit dengan kehadiran kakak Adibara yang membangkitkan dendam masa lalu. Akankah Adibara tulus menerima kondisi Serena, atau justru ada pria lain yang ditakdirkan mendampinginya?
Sampul Novel Sebuah Penyesalan
8.4
Steven Alessio terpikat sosok wanita asing hingga terperosok dalam misteri pembunuhan istrinya sendiri. Bertekad menuntut balas, ia justru terjerat dalam pusaran keluarga wanita itu. Di tengah situasi tersebut, Steven terpaksa menyaksikan satu demi satu aib serta rahasia kelam keluarganya terbongkar. Lewat rentetan aksi dan ketegangan, ia tiba pada titik balik menyakitkan yang memaksanya menghadapi arti penyesalan terdalam.