APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Penuh Rahasia

Pernikahan Penuh Rahasia

Demi melunasi utang mendiang ayahnya, Nara terpaksa menjalani pernikahan kontrak selama 90 hari dengan Kieran, seorang pewaris kaya. Kieran yang dingin menganggap Nara hanya putri petani yang memalukan dan menegaskan pernikahan ini hanyalah tuntutan ayahnya. Meski Nara memendam perasaan, ia harus menghadapi kebencian dan rahasia di rumah mereka. Kini, Nara harus bertahan di tengah patah hati sambil mencari tahu apakah ada harapan tersisa dalam waktu mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari itu, langit tampak cerah, seolah merayakan keputusan yang baru saja dibuat di rumah tua itu. Nara merasa matanya masih terpejam dengan rapat saat sinar matahari menyelinap masuk melalui celah jendela. Pagi itu, ada perasaan baru yang mengisi dadanya-perasaan yang sangat jarang ia rasakan sejak pernikahan mereka dimulai: harapan.

Ia bangkit dari tempat tidur dengan langkah ringan, menyapu pandangan ke seluruh ruangan yang masih sama, penuh dengan barang-barang yang diabaikan dan kenangan pahit. Namun, kali ini ia tidak merasa takut. Ada semangat baru, seperti api yang menyala di dalam dirinya, mengusir bayangan gelap yang selama ini mengelilinginya.

Di luar, suara ayam berkokok dan anak-anak yang sedang bermain di halaman rumah membuat Nara tersenyum kecil. Ia tahu, langkah pertama yang harus ia lakukan adalah memperbaiki hubungan dengan Kieran, meskipun ia tahu tidak akan mudah. Tadi malam, Kieran sempat menatapnya dengan pandangan yang aneh-sedikit ragu, namun ada secercah harapan yang berpendar di mata gelapnya. Itu sudah cukup untuk membuat Nara merasa lebih bersemangat.

Ia menuju ke dapur, mengisi teko dengan air dan meletakkannya di atas kompor. Tanpa sadar, matanya melirik ke jendela, tempat Kieran sering duduk di pagi hari. Namun, hari itu, tempat itu kosong. Ia menyadari bahwa Kieran pasti masih sibuk dengan urusannya di luar, di dunia yang tidak pernah ia kenal. Dunia yang penuh dengan kebesaran dan kekuasaan, yang kadang-kadang membuatnya merasa seperti seorang pendatang yang tak diinginkan di tempat itu.

Tak lama kemudian, langkah kaki di luar terdengar semakin mendekat. Nara berbalik dan melihat Kieran berdiri di ambang pintu, mengenakan kemeja putih yang bersih, dasi hitam yang melilit lehernya, dan ekspresi serius yang biasa. Tapi, kali ini, ada sesuatu yang berbeda-ada kelelahan yang samar di wajahnya, dan matanya tampak lebih lembut dari biasanya.

"Selamat pagi, Kieran," sapa Nara, suaranya dipenuhi harapan dan keberanian. Kieran menatapnya sejenak, lalu mengangguk pelan.

"Pagi, Nara," jawabnya, suaranya berat, seolah-olah setiap kata yang diucapkannya membutuhkan usaha besar untuk dikeluarkan.

"Apakah kau ingin sarapan?" tanya Nara, berusaha membuat suasana lebih santai. Ia tahu, untuk mendekatkan Kieran padanya, ia harus mulai dengan hal-hal kecil.

Kieran mengangkat alisnya, kemudian melangkah mendekat, duduk di kursi yang ada di dekat meja makan. Matanya masih mengawasi Nara, penuh rasa ingin tahu yang sulit dijelaskan. "Sarapan? Tidak, aku... hanya ingin tahu apa yang kau rencanakan hari ini," jawabnya dengan nada yang tetap cemas, tapi ada ketulusan di baliknya.

Nara tersenyum, meskipun hatinya berdebar keras. "Aku berpikir untuk menghabiskan waktu denganmu. Mungkin kita bisa berjalan-jalan di kebun belakang, berbicara tentang apa pun yang ingin kita bicarakan."

Kieran terdiam, menatap Nara seolah-olah sedang menimbang-nimbang kata-kata itu. Beberapa saat berlalu, kemudian ia mengangguk perlahan. "Baiklah, kita bisa mencoba itu," katanya, meskipun suaranya terdengar ragu.

Mereka berjalan keluar rumah, menyusuri jalan setapak di kebun belakang yang penuh dengan bunga liar. Udara pagi itu segar, membawa aroma tanah basah dan bunga yang mekar. Nara berusaha menahan napasnya, berusaha membuat dirinya terlihat sepercaya mungkin, meskipun hatinya terus berdebar.

Kieran berjalan di sampingnya, tangan yang terlipat di dada seperti sebuah pertahanan. Ia tidak tahu harus memulai dari mana, tidak tahu apa yang harus dikatakan. Nara adalah gadis yang penuh misteri baginya-gadis yang begitu sederhana dan jujur, yang membuatnya merasa seperti seorang asing di dunia yang selalu dia kenal.

"Kieran," Nara memulai, suaranya lembut, "apakah kau pernah berpikir tentang masa depanmu? Tentang apa yang benar-benar kau inginkan dalam hidup ini?"

Kieran menghentikan langkahnya sejenak, menatap Nara dengan sorot mata yang sulit dimengerti. "Masa depan? Aku hanya berusaha menjalani hari-hari dengan memenuhi kewajiban yang ada. Aku tidak pernah punya waktu untuk berpikir tentang apa yang aku inginkan."

Nara merasakan sakit di dalam hatinya mendengar itu. Ia tahu, Kieran telah dibesarkan dalam dunia di mana kebebasan adalah sebuah kemewahan yang tidak bisa dia miliki. Ia ingin meraih tangan Kieran, tapi takut jika ia terlalu cepat, ia justru akan membuat pria itu menarik diri.

"Kau tahu," kata Nara, melawan rasa takutnya, "hidup tidak hanya tentang kewajiban. Ada kebahagiaan yang bisa kita ciptakan, bahkan dalam kesulitan sekalipun. Jika kau mau, aku bisa membantu menemukan itu, Kieran."

Kieran menoleh ke arah Nara, dan untuk pertama kalinya, Nara melihat senyum yang hampir tak terlihat di wajahnya. Senyum itu datang dan pergi secepat kilat, namun cukup untuk membuat jantung Nara berdetak kencang.

"Terima kasih, Nara," kata Kieran, suaranya terdengar seperti desah lega. "Mungkin aku memang butuh bantuan, meskipun aku tidak tahu bagaimana caranya."

Nara meraih tangannya dengan lembut, dan kali ini Kieran tidak menarik diri. Sentuhan itu memberikan rasa hangat yang mengalir melalui tubuh mereka, menyatukan dua jiwa yang terpisah oleh kenyataan.

"Jangan takut untuk mencoba," bisik Nara, matanya bertemu dengan mata Kieran. "Kita tidak akan tahu apa yang bisa kita capai jika kita tidak mencoba."

Kieran menatapnya dalam-dalam, mencari jawaban di mata gadis itu. Ada sesuatu yang tumbuh di dalam dirinya-perasaan yang tidak bisa dia pahami sepenuhnya, tapi perasaan itu terasa benar. Ia mengangguk, merasakan sebuah kelegaan yang aneh dan menyakitkan pada saat yang sama. "Mungkin kau benar, Nara. Mungkin aku harus mencoba."

Di bawah langit yang cerah itu, di tengah bunga-bunga liar yang bergoyang di angin, mereka berdiri berdekatan, seolah-olah dunia di sekitar mereka berhenti sejenak, memberi mereka kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru. Sebuah awal yang belum pasti, namun cukup untuk memberi harapan di hati mereka yang terluka.

Dan meskipun perjalanan mereka penuh dengan ketidakpastian, di saat itu, mereka berdua tahu bahwa mereka sudah melangkah ke arah yang benar-menuju masa depan yang bisa mereka ciptakan bersama, meskipun penuh dengan tantangan dan luka lama yang harus disembuhkan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
9.5
Delapan tahun pernikahan dengan Elvin, gembong mafia Nasara, hancur di hari jadi mereka saat foto kemesraan sang suami bersama Lina dan putra kandungnya sendiri, Owen, tersebar. Alih-alih membela sang ibu, Owen justru menginginkan Lina sebagai penggantinya. Tanpa amarah atau air mata, sang istri menyajikan dokumen perceraian yang telah lama ia siapkan. Ia memilih merelakan segalanya dan melangkah pergi dari lingkaran keluarga beracun tersebut demi kebebasannya sendiri.
Sampul Novel Godaan Di Balik Jebakan Untuknya
8.2
Sebagai fotografer khusus sesi foto pribadi, Wade terbiasa dengan berbagai permintaan klien. Namun, suasana berubah menegangkan ketika sahabat lamanya sejak masa kuliah meminta Wade memotret dirinya bersama sang istri dalam sesi yang sangat intim. Situasi biasa ini mendadak menjadi rumit saat sang sahabat mengajukan permohonan ganjil untuk menuruti keinginan istrinya. Wade yang terkejut kini harus berhadapan dengan motif tersembunyi yang mengaburkan batas profesionalisme dan jebakan penuh misteri.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Pendek dengan Alur Ringan dengan Akhir yang Bahagia
9.7
Antologi fiksi romantis modern ini menyuguhkan rangkaian kisah cinta yang menyejukkan jiwa. Hadir dengan plot mandiri dan judul berbeda di setiap bab, buku ini menawarkan pengalaman membaca yang selalu segar. Di tengah peliknya dinamika kehidupan nyata, kumpulan cerita pendek ini dirancang khusus sebagai ruang nyaman bagi pembaca. Fokus utama dari setiap jalinan kisahnya adalah menjamin akhir yang bahagia dan manis bagi seluruh karakter di dalamnya.
Sampul Novel Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit
8.6
Terlahir dengan gangguan pendengaran membuat Reina Andara diabaikan oleh ibunya sendiri. Kemalangan Reina berlanjut setelah menikah, di mana dia terus direndahkan oleh keluarga suaminya yang kaya raya. Situasi kian memburuk saat cinta pertama suaminya, Maxime Sunandar, kembali dan berambisi merebut posisinya. Sadar bahwa Maxime tidak pernah mencintainya, Reina akhirnya memilih menyerah dan meminta cerai demi membebaskan pria itu. Namun tak disangka, Maxime justru menolak keras keputusan Reina tersebut.
Sampul Novel Terbelenggu Hasrat
8.1
Kebahagiaan rumah tangga Aruna dan William terusik sejak Jones hadir kembali. Sang mantan kekasih yang menyimpan dendam itu bertekad merusak pernikahan mereka. Demi melancarkan aksi liciknya, Jones bahkan memengaruhi Karin, adik kandung Aruna. Di bawah bayang-bayang teror dan tekanan mental yang hebat, Aruna harus berjuang mempertahankan perkawinannya. Obsesi gelap masa lalu kini mengancam kehancuran rumah tangga mereka dalam pusaran konflik yang penuh hasrat.
Sampul Novel Wanita Kontrak
9.0
Setahun setengah Kana berpura-pura menjadi istri Ian demi menutupi jalinan asmara rahasia sang pria. Namun, setelah perceraian mereka, nasib buruk kembali menjeratnya. Kali ini, Lucas datang memaksa Kana menyetujui pernikahan kontrak baru selama tiga tahun, di mana ia hanya dijadikan pemuas nafsu. Saat Kana menderita dalam jeratan Lucas, Ian muncul kembali untuk menolongnya. Akankah Kana berhasil membebaskan diri dan mengakhiri takdirnya sebagai wanita kontrak?