APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Dikhianati kekasih yang dihidupinya demi sahabat sendiri membuat Riani terluka. Di situasi sulit ini, ia nekat menikahi Rizky, pria asing yang berjanji memenuhi semua kebutuhannya. Keraguan Riani sirna saat Rizky terbukti menjadi suami protektif dan suportif yang mendongkrak kariernya. Namun, misteri menyelimuti sang suami yang selalu punya solusi ajaib, hingga Riani terkejut melihat wajah Rizky di sampul majalah bisnis dunia sebagai miliarder.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jantung Riani serasa ingin copot.

Dia tidak bisa memproses informasi itu dengan baik. Kepalanya mulai berputar. Dia mengambil napas dalam-dalam dan menghibur adiknya, "Jangan khawatir. Aku akan segera mentransfer 200 juta ke rekeningmu. Kamu uruslah formalitas masuk rumah sakit untuk Nenek terlebih dahulu. Aku akan mencari cara untuk mengumpulkan uang untuk biaya operasi."

Riani menutup telepon, mengumpulkan semua uang yang dia tabung, dan segera mentrasfernya ke adiknya.

Nenek Riani membesarkan dia dan adiknya seorang diri. Neneknya harus berjuang selama bertahun-tahun, dan wanita malang itu kini terkena kanker.

Riani ingin menyelamatkan neneknya yang tercinta, bagaimanapun caranya. Namun, dia tidak tahu bagaimana cara mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Meskipun dia mencoba menjual apartemennya, dia tidak akan menemukan pembeli dalam waktu sesingkat itu.

Dia berpikir untuk meminjam uang dari orang lain.

Dia mulai menelepon teman-teman SMA dan kuliahnya satu per satu.

Akan tetapi, hal itu tidak banyak membantu. Dia menelepon banyak orang tetapi tidak berhasil mengumpulkan cukup banyak uang. Beberapa teman sekelasnya bahkan tidak mengangkat teleponnya.

Saat dia sedang putus asa mencari jalan keluar, sebuah iklan mencari jodoh di internet menarik perhatiannya.

Spesifikasi yang dicantumkan pada iklan itu tampak sederhana.

Pihak pria yang mencari pasangan adalah karyawan dari sebuah perusahaan terkenal. Dia mencari wanita muda yang penuh kasih untuk dinikahi. Dia bersedia menawarkan satu miliar untuk calon istrinya. Satu-satunya syarat adalah pasangannya tersebut harus menjaga kakeknya selama enam bulan.

Hati Riani tersentak saat melihat jumlah uang tersebut.

Dia tidak punya waktu memikirkan apakah itu sungguhan atau tidak. Dia segera menelepon nomor yang tertera pada iklan itu.

Nomor yang dia hubungi sibuk sepanjang waktu, dan perutnya bergejolak dengan rasa cemas. Dia khawatir orang lain akan mendapatkan satu miliar itu lebih dulu darinya.

Akhirnya, telepon itu tersambung.

Namun, tidak terdengar suara apa-apa. Tidak ada yang berbicara di seberang sana.

Mengira kalau ini pasti penipuan, Riani menutup telepon.

Saat melihat gadis itu menutup telepon karena cucunya diam saja, Rusman Sutrisno merasa cemas. Dia menyodok keras cucunya dengan tongkatnya.

Dia memerintahkan sang cucu untuk segera menelepon kembali gadis itu.

Ponsel Riani kembali berdering. Setelah ragu-ragu sejenak, dia pun menjawab panggilan tersebut.

Kali ini, dia mendengar suara yang dalam dan merdu dari ujung telepon.

"Maaf, sinyalnya tadi buruk."

"Tidak masalah."

"Baiklah. Aku akan mulai dengan memberitahumu tentang diriku. Namaku Rizky Sutrisno, umurku dua puluh delapan tahun. Aku bekerja di perusahaan IT sebagai programmer. Aku memiliki penghasilan enam puluh juta sebulan, tidak termasuk bonus akhir tahun. Aku punya rumah dan mobil, dan aku tidak punya kebiasaan buruk."

Setelah jeda sejenak, Rizky menekankan, "Kakekku sakit, dan aku harus merawatnya. Oleh karena itu, aku harus tinggal bersamanya selama enam bulan setelah menikah. Kuharap kamu bisa mengurus rumah tangga dan menjadi ibu rumah tangga penuh waktu. Aku akan memberikan seluruh gajiku padamu. Tentu saja, kamu juga berhak bekerja, dengan syarat kamu masih punya waktu untuk merawat kakekku. Apakah kamu bersedia menerima semua ini?"

Riani sedikit ragu. Terlepas dari fakta bahwa dia harus melepas pekerjaannya untuk merawat kakek dari pria itu, dia merasa tawaran itu cukup menggiurkan.

Selain itu, pria itu tidak memaksanya untuk menjadi ibu rumah tangga. Dia hanya akan sedikit kesulitan untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan tugas yang diberikan padanya.

Akan tetapi, jika melihat dari sudut pandang itu, syarat yang pria itu ajukan tampak cukup masuk akal.

Riani berpikir sejenak.

"Aku akan memberimu satu miliar. Apakah kamu masih punya permintaan lain?"

"Tidak," jawab Riani dengan tegas.

Merasa bahwa semua ini terlalu mudah, Rizky bertanya dengan curiga. "Sungguh tidak ada? Maksudku, misalnya, apa kamu ingin namamu ada dalam sertifikat kepemilikan rumah, atau ...."

"Tidak perlu. Milikmu adalah milikmu, milikku adalah milikku."

Rizky kembali terdiam.

Saat Riani mengira sinyalnya melemah, dia kembali mendengar suara Rizky yang dalam.

"Baiklah. Bawa KTP-mu dan datanglah ke kantor catatan sipil besok pagi. Aku akan menemuimu di sana jam sembilan." Kemudian, dia menutup telepon.

Riani tidak percaya mereka akan segera mendaftarkan pernikahan mereka. Semuanya terjadi terlalu cepat sehingga dia agak bingung.

Riani tidak mendapat kesempatan untuk bertanya kapan dia akan mendapatkan satu miliar.

Adiknya menelepon lagi dan mengatakan bahwa operasi neneknya akan menelan biaya setidaknya dua miliar rupiah.

Riani bahkan curiga ada yang mencoba menipu adiknya demi uang. Namun, ketika dia pergi ke rumah sakit dan melihat surat pemberitahuan tentang operasi, dia akhirnya menerima kenyataan yang kejam itu.

Pikirannya kacau balau, membuatnya terjaga sepanjang malam.

Keesokan paginya, Riani keluar dari rumah. Dia tampak pucat dengan lingkaran hitam di bawah matanya yang lelah.

Dia tiba di kantor catatan sipil pada jam sembilan.

Musim liburan baru saja berakhir. Banyak orang menunggu di luar kantor catatan sipil. Mereka juga datang kemari untuk menikah.

Riani pun menyadari sosok seorang pria di antara kerumunan. Pria itu mengenakan setelan biru tua yang disetrika dengan rapi. Kancing atas kemejanya terbuka, memperlihatkan jakunnya. Dia tidak mengenakan aksesoris apa pun selain jam tangannya. Dia tampak rapi dan gagah.

Anak rambutnya yang agak keriting di dahinya berwarna kuning keemasan karena semburat matahari pagi. Bulu matanya yang panjang dan tebal seperti menyembunyikan emosinya.

Riani menatap pria itu, lalu melihat foto di ponselnya. Saat dia bertanya-tanya apakah pria tampan itu adalah calon suaminya, pria itu berjalan ke arahnya.

Keduanya saling menyapa dengan sopan dan berjalan ke dalam kantor catatan sipil bersama-sama.

Rizky mendapatkan nomor urut, dan mereka berdua menemukan kursi untuk duduk dan menunggu.

Setelah ragu-ragu untuk waktu yang lama, Riani akhirnya angkat bicara, "Tuan Rizky, maafkan aku. Sebelum kita mendaftarkan pernikahan, bolehkah aku mengajukan permintaan kecil padamu?"

Rizky mengangguk. "Silakan."

"Selain uang yang kamu janjikan, bisakah aku meminjam satu miliar lagi darimu?" tanyanya dengan hati-hati.

Rizky menoleh dan mengamati wajah Riani dengan eskpresi tidak senang. Dia ingat apa yang dikatakan kakeknya saat mereka meninjau profil dari wanita ini kemarin.

"Gadis ini pernah belajar keperawatan. Dia berasal dari keluarga sederhana. Ditambah lagi, dia terlihat cantik dan menawan. Dari yang kulihat, kurasa dia wanita sederhana."

Semua penampilan itu kini terasa menipu.

"Aku sedang sangat membutuhkan uang." Riani buru-buru menjelaskan. "Aku akan segera membayar utang itu begitu aku berhasil menjual apartemenku. Aku bahkan bisa membayarnya dengan bunga jika kamu mau."

"Kenapa kamu tidak menyebutkannya di telepon kemarin?" Rizky bangkit dari tempat duduknya dan pergi dari sana. Dia merasa tertipu.

Saat dia tiba di gerbang, dia menerima telepon dari Rusman.

"Apakah kamu sudah mendaftarkan pernikahanmu?"

Sementara itu, Riani menyusulnya. Dia menekankan bahwa dia benar-benar dalam masalah dan bukan pembohong.

Mendengar kegembiraan dan harapan dalam suara kakeknya, Rizky akhirnya memilih untuk berkompromi.

Penyakit Rusman tidak bisa disembuhkan, dan dia hanya bisa hidup selama enam bulan. Satu-satunya keinginannya adalah melihat Rizky menikah dan memiliki anak.

Rizky menutup telepon dan mengamati wajah Riani. "Pertama, ini bukan jumlah uang yang sedikit. Aku berjanji akan berusaha untuk mengatur uang itu untukmu. Kedua, saat kamu sudah dapatkan uangmu, kamu harus langsung membayarku. Ketiga, jangan harap aku akan membantumu lagi!"

Riani mengangguk dengan sungguh-sungguh. "Aku akan mengembalikan uangmu segera setelah aku menjual apartemenku. Aku berjanji, dan aku tidak akan meminjam uang darimu lagi. Kamu dapat memercayaiku."

Rizky berbalik dan berjalan kembali ke dalam tanpa mengucapkan apa-apa.

Segera saja, tiba giliran Riani dan Rizky untuk mendaftarkan pernikahan mereka. Rizky tampak mengirim pesan di ponselnya sepanjang waktu. Riani tidak tahu pria itu sedang sibuk melakukan apa.

Setelah menyelesaikan semua formalitas dan mendaftarkan pernikahan mereka, Rizky mengatakan bahwa dia harus kembali ke perusahaan. Dia meminta Riani untuk pulang, mengemasi barang-barangnya, dan pindah ke rumahnya besok malam.

Kemudian, Rizky memanggil taksi dan pergi.

Riani bertanya-tanya jika dia sudah berbuat lancang. Rizky sudah berjanji akan memberinya satu miliar, dia malah meminjam satu miliar lagi. Pantas saja jika dia bersikap dingin padanya.

Akan tetapi, dia tidak punya pilihan lain.

Sementara itu, Rizky keluar dari taksi pada persimpangan pertama, lalu berjalan ke sebuah mobil Bentley hitam yang diparkir di sisi jalan.

Dia menelepon kepala pelayan di perjalanan dan memintanya untuk memindahkan semua perabot dan ornamen berharga di rumah kakeknya dan menggantinya dengan barang bekas dari pasar. Dia juga meminta sang kepala pelayan untuk membelikannya mobil bekas seharga dua ratus juta rupiah.

Rizky menaiki mobil Bentley hitamnya dan melepas arloji berliannya yang bernilai dua puluh miliar lebih.

Kemudian, dia memeriksa dirinya lagi.

Setelah memastikan bahwa dia tidak memiliki barang berharga selain tas dan ponselnya, Rizky menghela napas lega.

Riani jelas tidak tahu bahwa dia baru saja menikah dengan seorang triliuner.

Riani saat ini pergi ke agen real estat, mendaftarkan apartemennya untuk dijual di internet, kemudian bergegas menuju ke perusahaan.

Begitu tiba di perusahaan, dia melihat Sintia sedang mengeluhkan dirinya kepada resepsionis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berselingkuh dengan calon suami adik ipar
9.0
Amel, wanita 24 tahun, menderita lahir batin dalam pernikahan hambar bersama Andre yang kasar. Di tengah keputusasaan tersebut, ia nekat menjalin hubungan terlarang dengan Arman, calon suami Bella yang merupakan adik iparnya sendiri. Arman menjadi penyelamat finansial sekaligus pelarian Amel. Rahasia yang tersimpan rapat bertahun-tahun ini terancam terbongkar saat Andre mendadak ingin berubah demi memperbaiki pernikahan mereka. Amel kini bimbang antara bertahan atau terus berselingkuh.
Sampul Novel CEO Dingin Itu Penyelamatku
7.8
Kehidupan pernikahan Embun bagai neraka karena Putra, suaminya, mencintai wanita lain yang sudah dianggap kakak sendiri oleh Embun. Segala pengorbanan tulus Embun demi mendapatkan cinta suaminya selalu berujung sia-sia dan dipandang sebelah mata. Kepedihan Embun kian mendalam saat Putra justru menyebut nama wanita lain tersebut usai mereka intim. Di tengah luka batin yang begitu hebat ini, sanggupkah Embun bertahan saat kehadirannya tidak lagi dihargai?
Sampul Novel Dendamnya, Cinta Abadinya
9.5
Karier hancur dan harta keluarga ludes akibat jebakan kejam Darma Wijoyo serta Jihan Prameswari. Demi biaya berobat ibu, aku terpaksa menuruti ancaman Darma untuk mengakui kesalahan yang tak pernah kulakukan. Namun, janji bosku itu dusta belaka, dan aku hanya diperalat tanpa harga diri. Di tengah kehancuran dan kepahitan pengkhianatan ini, aku bangkit. Rasa sakit kini menjelma menjadi tekad membara untuk membalas dendam pada mereka yang merampas segalanya.
Sampul Novel Dia Tidak Tahu Identitas Istrinya Sampai Mereka Bercerai
8.5
Demi menyelamatkan Asher Lambert lima tahun lalu, Bettina Rowe harus kehilangan kemampuan memiliki anak. Asher awalnya mengaku tidak ingin punya keturunan. Namun, Bettina sangat terkejut saat sang suami tiba-tiba berniat memakai jasa ibu pengganti demi mendapatkan ahli waris. Asher bahkan memilih Betsy Sugden, mahasiswi yang mirip dengan Bettina. Di tengah rencana tersebut, Asher tidak menyadari bahwa Bettina telah mantap memutuskan untuk bercerai darinya.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO MESUM
9.8
Lewat aplikasi kencan, CEO Tokopedio bernama Jeff Sebastian terpikat oleh sosok Sarah. Di sana, Sarah mengaku sebagai lulusan Harvard dan pengusaha restoran. Namun, ia mendadak hilang tanpa jejak setelah memutuskan kontak. Rupanya, ia hanyalah Viola, seorang supervisor marketing biasa yang merasa minder dengan status sosial Jeff yang seorang miliarder. Meski Viola bersembunyi karena merasa tidak pantas, Jeff sebenarnya sudah tahu rahasia itu dan tetap berjuang mengejarnya.
Sampul Novel MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN
9.8
Sepulang dari London, Hani Paulla bekerja jadi sekretaris di bawah pengawasan sang kakak, Yuan Andersson. Namun, pesona Hani memicu obsesi gelap Yuan hingga memaksanya melayani hasrat sang billionaire. Terjebak hubungan terlarang, sentuhan Yuan justru membuat Hani kecanduan. Kini ia bimbang antara kabur atau menyerah pada cinta, sambil terus didera ketakutan jika rahasia ini terbongkar di hadapan orang tua mereka.