APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Kedua yang Dirahasiakan Suamiku

Pernikahan Kedua yang Dirahasiakan Suamiku

Siska, wanita karier yang sukses, telah mengabdi pada Roni dan melahirkan tiga anak. Namun, kesetiaan tersebut hancur saat ia mengetahui Roni, yang dikenal religius, diam-diam berpoligami tanpa restunya. Padahal, Siska dulu pernah menolak keras gagasan itu saat suaminya mengusulkannya. Kini, Siska menghadapi pilihan sulit bagi masa depannya: bertahan demi keutuhan keluarga atau melangkah pergi bersama anak-anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah pekerjaannya di kantor selesai, Siska segera membereskan meja karena dia ingin segera bertemu dengan suaminya, Roni.

Karena ini adalah hari ulang tahun Roni, Siska berniat memberikan kejutan untuknya. Dia belum tahu apa yang akan dia berikan untuk merayakan hari ulang tahun suaminya kali ini.

“Aku duluan ya, Sis?” pamit Kavita, salah satu rekan kerjanya.

“Hati-hati, Vit!”

Siska berselancar ria di internet guna mencari referensi untuk memesan restoran yang bisa mendukung acara perayaan semacam ulang tahun. Wanita itu sudah tentu sudah pengalaman, karena ini bukanlah pertama kalinya dia merayakan ulang tahun suaminya.

Walaupun harus harus dipersiapkan secara dadakan, tapi dia percaya kalau Roni akan menyukai apa pun yang telah dia rencanakan.

Sebuah pesan singkat dari Roni membuyarkan konsentrasi Siska, dibacanya pesan itu dengan hati berdebar-debar.

‘Cepat balik ke rumah dan istirahat, jangan lupa hari ini aku pulang agak malam.’

Siska tersenyum sendiri membacanya. Walaupun Roni tidak pernah memanggilnya sayang atau memberinya kata-kata romantis hingga puitis, dia tidak pernah gagal dalam membuat Siska merasa menjadi perempuan paling bahagia di dunia.

“Selamat lembur, aku akan siapkan kejutan buat kamu, Mas ...” bisik Siska seraya memasukkan ponselnya ke dalam tas, setelah itu dia menunggu taksi yang akan mengantarnya pulang ke rumah.

Sementara itu di tempat yang berbeda ....

Roni mendatangi kamar seorang wanita bersama beberapa orang yang mengaku sebagai Make Up Artist (MUA).

“Ririn, kamu berangkat duluan saja ke lokasi. Aku masih ada urusan sebentar,” kata Roni saat Ririn hendak dirias.

“Kenapa kita nggak berangkat sama-sama aja sih, Mas?” tanya Ririn heran.

“Kamu lupa kalau aku seharusnya masih berada di kantor hari ini?” jawab Roni. “Jadi kamu duluan saja dan tunggu aku sampai aku datang ke lokasi.”

Ririn akhirmya mengangguk setuju, setelah itu dia membiarkan Roni berlalu pergi sementara dirinya mulai dirias oleh tim MUA yang dibawa oleh lelaki itu.

Setelah semua selesai, Ririn yang sudah mengenakan baju pengantin diantar ke mobil yang akan membawanya ke gedung yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kantor tempat Roni bekerja.

“Bu, nanti sesampainya di sana kami akan pergi sesuai instruksi Pak Roni kepada kami.” Salah satu dari juru rias itu memberi tahu Ririn.

“Saya mengerti, terserah suami saya saja.” Ririn mengangguk sambil tersenyum.

Sepuluh menit kemudian, mobil yang ditumpangi Ririn berhenti di pelataran parkir saat gedung itu belum terlalu ramai. Ririn turun dari mobil dan tim yang tadi meriasnya mengantarkannya sampai ke dalam gedung.

“Kami pergi dulu Bu, semoga pernikahannya dilancarkan.”

“Terima kasih, Bu.” Ririn menganggukkan kepalanya dengan senyum cerah yang terbit di sudut bibirnya.

***

Siska langsung disambut oleh pegawai restoran yang telah dia booking, lalu wanita itu duduk di tempat yang telah tersedia dengan hati yang begitu berdebar, menantikan kedatangan lelaki yang menjadi suaminya tujuh tahun ini.

Tanpa terasa waktu bergeser hingga sepuluh menit berlalu, kemudian bertambah menjadi setengah jam, tetapi Siska masih menunggu dengan tenang karena menurutnya hari masih terlalu sore.

Namun, saat hampir satu jam berlalu dan belum ada tanda-tanda Roni akan datang ke resto, hati Siska mulai diselimuti kecemasan. Dia takut sesuatu terjadi pada suaminya itu hingga membuatnya terlambat seperti ini.

“Bu, apakah hidangannya mau dipersiapkan sekarang?” tanya salah satu pelayan dengan ramah. “Mungkin hidangan pembuka dulu?”

“Nanti saja, tunggu suami saya datang dulu ...” jawab Siska lirih. “Saya akan panggil kamu lagi nanti.”

Pelayan itu tersenyum maklum.

“Baiklah kalau begitu, permisi?” katanya lagi. “Semoga dekorasi dari kamu sudah sesuai dengan permintaan Anda.”

Siska mengangguk dan buru-buru mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya, dia mencoba menghubungi kontak Roni untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Bunyi deringan yang panjang dan terus-menerus berulang membuat Siska menunggu dengan napas tertahan. Saat panggilannya terputus otomatis, dia mengulangnya lagi. Terus seperti itu sampai akhirnya Siska menyerah.

“Mungkin sebaiknya aku susul Mas Roni ke kantor dulu,” pikir Siska seraya memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas. “Siapa tahu memang pekerjaan dia belum selesai.”

Siska melangkah cepat hingga ujung sepatu hak tingginya menyapu jalanan, tidak dipedulikannya tatapan ingin tahu orang-orang yang dengan jelas terarah kepadanya.

Selama berjalan, Siska tidak habis pikir kenapa Roni tidak bisa menjawab panggilannya meskipun sedang lembur di kantor. Tidak tahukah dia kalau Siska sudah menunggu kedatangannya dari tadi?

Siska masih menyeret kakinya, saat dia melihat pemandangan yang membuat jantungnya hampir berhenti berdetak. Beberapa meter dari tempat dirinya berdiri, Siska melihat mobil Roni dikerumuni banyak orang yang mengenakan pakaian pesta kondangan.

Beberapa orang kini menyingkir dan berhasil memperlihatkan Roni yang keluar dari mobil bersama wanita yang hendak membawanya ke mobil lain di seberang jalan.

Melihat itu, Siska menarik gaunnya dan berlari ke tengah kerumunan.

“Mas Roni!” teriaknya keras. Roni menoleh dan wajahnya langsung putih memucat.

“Siska, jangan mendekat!” serunya di tengah orang-orang yang masih mengerumuninya ketat.

Siska tidak mempedulikan peringatan Roni dan tetap berlari mendekat.

“Mas, kenapa dia muncul?” tanya Ririn panik. “Kita sudah ditunggu keluarga besar ...”

“Minggir sebentar, Bu!” Salah satu petugas mendorong Siska yang menghalangi jalan.

“Jangan dorong saya!” seru Siska dengan wajah memanas.

Melihat Siska mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, Roni memisahkan diri dan mendatangi istrinya.

“Kamu seharusnya tidak melihat ini,” katanya sambil menggenggam tangan Siska erat.

“Aku tidak mengerti apa yang terjadi, bisa kamu jelaskan kenapa kamu pakai jas pengantin, Mas?” ujar Siska dengan mata berkaca-kaca.

Belum sempat mereka berdialog lebih jauh, Ririn beserta orang-orang sudah merangsek maju dan berusaha melepas genggaman Roni pada tangan Siska.

“Tolong jangan ganggu kami!” seru Ririn dengan mata lentik penuh riasan. “Kami mau resepsi ...”

“Resepsi? Apa maksudnya ini, Mas!”

“Jangan kacaukan pesta ini, oke!”

Kalimat yang terlontar dari mulut Ririn membuat Siska gemetar hebat saat Roni melepasnya.

“Minggir kalian!” teriak Siska lantang, dia berusaha keras mempertahankan genggamannya pada tangan suami sahnya. “Mas, apa pun yang terjadi kamu harus jelaskan dulu semuanya!”

Siska terus berteriak-teriak memohon dengan kepala mendongak sambil menyatukan satu tangannya yang masih bebas untuk mempertahankan Roni yang berstatus suaminya.

“Mas, ini gimana?” sergah Ririn karena orang-orang kini memusatkan perhatian kepada mereka. “Kenapa jadi ribut seperti ini sih?”

“Kamu itu siapa?!” teriak Siska sebelum Roni sempat membuka mulut. “Pakai baju pengantin segala ... Mas Roni ini suami aku!”

Ririn tersentak kaget karena Siska membentaknya.

“Asal kamu tahu saja ya, aku ini juga istrinya Mas Roni!”

“Apa?” Siska menoleh ke arah Roni yang diam membisu. “Jelaskan sekarang, Mas! Siapa dia?”

Bersambung—

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhirnya KAU Mencintaiku
8.0
Selama tiga belas tahun, termasuk dua tahun pernikahan paksa, Rea tulus mencintai Jeno. Namun, pengorbanannya sia-sia karena Jeno tetap memilih mantan kekasihnya dan memperlakukannya dengan kasar. Lelah karena cintanya tak dihargai, Rea akhirnya menyerah dan meminta cerai. Saat Rea berubah menjadi dingin dan bersiap pergi, Jeno justru mulai merasa kehilangan. Ia baru menyadari betapa berharganya sosok Rea di hidupnya justru di saat semuanya sudah terlambat.
Sampul Novel Enam Tahun Tanpa Malam Pertama
9.1
Terinspirasi dari kisah nyata, sebuah pernikahan yang telah berjalan selama enam tahun menyisakan sebuah tanda tanya besar. Meski status sudah bersuami, nyatanya sang istri masih tetap perawan hingga saat ini. Bagaimana mungkin hal tersebut terjadi dalam rumah tangga yang cukup lama? Jawabannya ada pada sang suami yang ternyata tidak mampu menyentuh istrinya. Ketidakmampuan ini membuat malam pertama yang seharusnya indah tak kunjung datang bagi mereka berdua.
Sampul Novel Perjalanan Menuju Cinta Sejati
9.7
Tujuh tahun mendampingi Handi Wenas tanpa kejelasan status, harapan pernikahan sirna saat miliarder itu memilih menikahi putri konglomerat Barata. Demi pernikahan ini, Handi membuang gelang manik-manik cendananya ke loteng sebelah yang kemudian terbakar. Sang wanita nekat menerobos api demi menyelamatkan gelang tersebut. Publik pun terenyuh saat netizen mengungkap bahwa gelang itu didapatkannya dengan penuh perjuangan, berlutut di bawah guyuran hujan deras di Candi Dharma.
Sampul Novel Putra Rahasia Sang Alfa, Penawarku yang Dicuri
9.6
Tiga tahun aku bertahan melawan racun, hanya untuk dikhianati oleh suamiku sendiri, Alpha Yudha. Demi Elara, ibu dari anak rahasianya, dia memberikan satu-satunya obat penawar yang bisa menyelamatkanku. Yudha menginginkan kematianku demi kebahagiaan keluarga gelapnya, bahkan tega mempermalukanku di rumah orang tuaku. Menggunakan sisa kekuatanku, kuputuskan ikatan batin kami. Aku pergi membawa dendam, bersumpah untuk tetap hidup dan menghancurkan seluruh dunianya.
Sampul Novel Rahasia Aneh Para Suami
8.1
Pernikahanku dengan suami mapan yang penyayang awalnya begitu indah. Namun, kehangatan malam kami tiba-tiba padam, menyisakan tanya dan gairah yang terpendam. Di tengah kehampaan itu, aku mencoba mencari pelarian. Alih-alih kepuasan, aku justru mengungkap rahasia kelam yang menyelimuti dirinya. Kini aku dihadapkan pada pilihan sulit: tetap setia dalam kepalsuan atau melangkah ke jurang pengkhianatan demi sebuah kebenaran.
Sampul Novel Tetanggaku yang Menggoda
9.2
Kisah dalam novel romantis remaja ini bermula saat seorang gadis tetangga berusia 18 tahun yang polos menunjukkan rasa penasaran yang besar terhadap perbedaan fisik antara dirinya dan sang protagonis pria. Saat ia mempertanyakan perbedaan di area sensitif tersebut dengan tatapan penuh selubung hasrat, sang pria memilih untuk berpura-pura tidak mengerti. Tantangan itu berlanjut ketika sang gadis tanpa ragu melepas rok mini putihnya demi membuktikan bahwa tubuhnya berbeda.